
Di tempat lain atau lebih tepatnya di kantor kemiliteran, terlihat Sean sedang duduk sembari termenung di taman kecil yang berada disana.
"Woiii.... Ngelamun aja kamu." Seru seseorang tiba tiba mengejutkan Sean dan langsung duduk disampingnya, dia adalah Nicko bersama dengan David tentunya
"Eh.. Enggak tuh." Elak Sean
"Ngaku aja kali. Apa jangan-jangan kamu lagi mikirin aku lagi." Tebak Nicko tersenyum jail
"Idiihhh, ogah banget. Aku masih normal kali." Bantah Sean menggidikkan bahunya dan hanya dibalas cengiran dari Nicko
"Aku tuh cuma lagi mikirin, gimana cara buat nangkep mereka. Bahkan sampai saat ini kita belum menemukan titik terang keberadaan mereka." Lanjut Sean
"Aku rasa mereka menggunakan penyamaran yang baru." Ujar David mengutarakan pendapatnya
"Menurutku juga begitu." Timpal Sean
"Apa kamu masih merasa bersalah dengan gadis itu?" Tanya David tiba tiba
"Maksud kamu gadis di pemakaman waktu itu? Euummm.... Siapa namanya?" Ucap Nicko berusaha mengingat nama gadis itu
"Olivia Grizelle Rafardhan." Seru Sean datar
"Nah iya itu. Eh... Hafal banget kamu nama lengkapnya, atau jangan-jangan kamu stalkerin dia ya?" Ucap Nicko tersenyum menggoda sembari menunjuk Sean
"Gimana gak hafal? Orang tiap hari aja dia mengingatnya." Celetuk David
"Yeee, siapa juga yang stalkerin dia. Gini yah, aku cuman ngerasa gagal aja lindungin warga. Mungkin bener kata dia, aku harusnya gak ceroboh, dengan begitu gak akan ada jatuhnya korban dan tahanan kita tidak akan melarikan diri." Ujar Sean
"Udahlah, yang lalu biarlah berlalu. Lagian kita juga sudah berusaha melakukan yang terbaik, cuman emang nasib kita kurang beruntung aja." Ucap David menepuk pundak Sean
"Lapor kapten." Seru seseorang tiba tiba menghampiri mereka bertiga sembari memberikan hormat sejenak
"Ada apa?" Tanya Sean datar kemudian berdiri dari duduknya, begitupun dengan David dan Nicko
"Kapten, bersama dengan Letnan Nicko dan Letnan David di perintahkan menghadap Jendral Buana diruangannya sekarang juga." Jawab tentara itu dengan tegasnya
"Baiklah, kami akan segera kesana. Kamu boleh pergi." Balas Sean datar
"Baik kapten." Seru tentara kemudian memberi hormat lagi, setelah itu pergi dari sana
"Kenapa Jendral manggil kita? Emang ada apa?" Tanya Nicko terheran
"Entahlah, pasti ada sesuatu yang penting." Balas David
"Kita akan segera mengetahuinya." Seru Sean yang langsung melangkahkan kakinya pergi dari sana dan diikuti oleh kedua rekannya
*****
Kini di ruangan Jendral Buana, terlihat Sean beserta kedua rekannya sedang berdiri tegak di hadapan sang jendral.
"Menurut informasi yang sudah kita kumpulkan beberapa hari yang lalu, saya bisa menyimpulkan jika adanya mata-mata di sekolah sma Garuda Bangsa. Itu sebabnya mereka bisa menyabotase acara tersebut dengan mudahnya." Tegas Jendral Buana membuat Sean dan yang lainnya cukup terkejut
"Maaf menyela Jendral, apa maksudnya ada anggota dari mafia The Scorpion King yang menyamar disana." Tebak Sean
"Saya sendiri belum bisa memastikannya. Tapi, ada beberapa foto orang yang sangat mencurigakan saat pentas tersebut." Balas Jendral Buana sembari memberikan beberapa foto kepada Sean dkk
Ada tiga foto yang di berikan Jendral Buana :
~ Foto pertama : Foto seorang laki laki paruh baya memakai kaca mata sedang terlihat di belakang panggung sembari menunduk, entah apa yang ia lakukan disana.
~ Foto kedua : Foto laki laki berpostur tinggi dengan kumis tipis sedang berdiri tak jauh dari orang pada foto pertama sembari melirik ke sebelah kanan seperti sedang mengawasi.
__ADS_1
~ Foto ketiga : Foto yang memperlihatkan orang pada foto kedua sedang memberikan sebuah benda kepada orang yang ada di foto pertama. Entah benda apa itu mereka tidak tahu, karena memang berukuran cukup kecil.
"Ini hanya diagnosa saja, karena kita tidak bisa menuduh mereka tanpa adanya bukti yang kuat, dan foto tersebut belum cukup untuk di jadikan bukti." Seru Jendral
"Hmm... Kami mengerti Jendral. Lalu, apa yang harus kami lakukan untuk bisa membuktikannya?" Tanya Sean cukup tegas dan dia juga masih memegang ketiga foto itu
"Saya ada misi untuk kalian bertiga." Seru Jendral
"Misi kalian yaitu menyamar di sekolahan tersebut untuk menyelidiki tentang mereka." Lanjut Jendral dengan tegasnya
"Kami siap Jendral." Balas Sean dkk serempak
"Kapten Sean, ini untuk kamu." Ucap Jendral Buana sembari memberikan kotak yang berukuran cukup besar kepada Sean.
"Untuk saya?" Tanya Sean kebingungan sembari menunjuk dirinya sendiri
"Ya."
"Wahhh, belum menjalankan misi tapi sudah dapat hadiah. Emang yah, Jendral paling pengertian banget." Seru Sean tersenyum senang sembari menerima kotak tersebut dengan sesekali melirik kedua sahabatnya sambil menaik turunkan alisnya berniat menyombongkan diri
"Untuk kita?" Tanya Nicko
"Kalian...." Ucap Jendral Buana sengaja menggantungkan ucapannya berniat membuat David dan Nicko makin penasaran
Satu detik..
Dua detik..
Tiga detik..
"Tidak ada." Lanjut Jendral Buana datar tapi dalam hatinya terkekeh karena memang pada dasarnya, Jendral Buana cukup jail jika sedang berhadapan dengan Sean dkk
"Pffftttt.... Hadiah ini khusus untuk sang kapten, kalian berdua jangan ngiri ya." Seru Sean berusaha menahan tawanya melihat kekesalan kedua sahabatnya
"Temen no have akhlak." Tukas Nicko mengerucutkan bibirnya
"Bener banget." Timpal David
"Hmm... Apa boleh dibuka sekarang?" Tanya Sean masih tersenyum merekah tanpa mempedulikan gerutuan kedua sahabatnya
"Silahkan." Balas Jendral Buana dengan wajah sedatar datarnya
Tanpa menunggu lama lagi, sean langsung membuka kotak tersebut setelah meletakkan ketiga foto itu di atas meja. Setelah berhasil terbuka, seketika raut wajah Sean yang tadinya senang berubah menjadi mengeritkan keningnya bingung.
"I-ini..."
"Ya, Saya sudah menyiapkan itu untuk penyamaran kamu." Seru Jendral yang mengerti kebingungan Sean
"Ini sih bukan hadiah namanya." Cetus Sean pelan
"Kapan saya mengatakan jika itu adalah hadiah?" Balas Jendral membuat Sean kicep karena ia tidak tahu jika Jendral akan membalas ucapannya
"Ouhh, kirain hadiah, ternyata bukan toh." Cetus David
"Tapi Jendral, sepertinya terjadi kesalahan disini. Saya rasa ini bukan untuk saya karna disini ada..." Ucap Sean menerka nerka
"Sama sekali tidak ada kesalahan. Ini bener untuk penyamaran kamu." Seru Jendral memotong ucapan Sean
"Hah?!" Pekik Sean
"Pfffftttt.... Selamat untuk hadiahnya kapten Sean. Selamat." Ucap Nicko berusaha menahan tawanya begitupun dengan David
__ADS_1
"Hadiahnya sangat bagus. Pasti kapten sangat menyukainya bukan?" Timpal David tersenyum jail
Seketika Sean langsung menatap tajam kedua sahabatnya itu, sedangkan yang di tatap masih berusaha menahan tawanya agar tidak kelepasan dihadapan Jendral mereka.
"Mimpi apa aku semalam? Hancur sudah reputasi yang selama ini aku jaga." Batin Sean menjerit tak terima
"Apa kamu menolaknya?" Tanya Jendral Buana
"Tidak Jendral." Tegas Sean padahal ingin sekali dia menolaknya, namun apalah daya, dia juga harus menuruti perintah sang Jendral bukan?
"Bagus. Kapten Sean disana akan menyamar sebagai guru olahraga, letnan David menjadi guru mapel, sedangkan letnan Nicko akan menjadi satpam disana." Seru Jendral membagikan tugas
"Untuk Letnan David dan Letnan Nicko, perlengkapan untuk penyamaran sudah di siapkan di loker kalian. Sedangkan tadi kapten Sean, barangnya baru sampai, jadi ada di ruangan saya." Lanjut Jendral Buana menjelaskan
"Mengerti Jendral." Balas David dan Nicko
"Kalian bertiga akan mulai melaksanakan misi ini besok, karena besok sekolah tersebut akan kembali aktif setelah beberapa hari diliburkan. Kalian bisa langsung menemui kepala sekolah disana karena kita sudah bekerjasama dengannya." Seru Jendral Buana
"Tapi kalian harus hati hati dalam menjalankan misi ini, jangan sampai lengah ataupun gegabah. Tugas kalian hanya untuk mencari bukti apakah mereka benar-benar pelakunya atau bukan, jadi kalian jangan sampai main hakim sendiri. Laporkan setiap gerak gerik mereka jika ada yang mencurigakan, dan pastikan jika tidak akan ada lagi kekacauan di sekolahan tersebut." Lanjut Jendral Buana
"Baik Jendral." Balas Sean dkk
"Itu saja yang ingin saya sampaikan, kalian bisa pergi sekarang." Seru Jendral mengakhiri rapat saat ini
"Baik Jendral. Semuanya, Hormat grak... Tegak grak... Bubar, jalan." Seru Sean sembari melakukan apa ia ucapkan begitupun dengan kedua sahabatnya
Setelah itu, mereka bertiga segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Jendral Buana, untuk kotak tadi juga sudah dibawa Sean keluar.
"Pffftttt..... Hahaha..... Sumpah, rasanya aku tidak bisa menahan tawa lagi." Tawa Nicko tiba tiba sembari berjalan menjauhi ruangan tersebut
"Hahaa... Sabar Sean, ini ujian." Seru David yang juga menertawai Sean sembari menepuk pundaknya
Bahkan sepertinya mereka tidak peduli dengan beberapa tentara yang berlalu lalang disana sembari menatap mereka dengan tatapan kebingungan karena tak mengerti apa yang mereka tertawakan.
"Hei, bukan aku saja, tapi kalian juga." Tukas Sean
"Ya, kami tahu. Tapi kalau kami mah hal kayak gitu biasa aja, sedangkan kamu kayaknya luar binasa... Hahaha...." Balas Nicko diiringi tawa ejekannya
"Biasa, bukan Binasa." Seru David menekankan kata katanya
"Iya itu maksudnya." Balas Nicko terkekeh
"Euummm.... Gimana yah jika orang tahu bahwa Sean Samudra Hernandez, seorang Kapten tentara yang terkenal sangat tampan, cool menjadi... Pfffttt... Hahaa... Apalagi itu apa? Namanya... Hahaha..." Seru Nicko diselingi tawa ejekannya terus menerus
"Hahahaa... Udah ah, sakit perut aku ketawa terus. Hahaa..." Ucap David yang tiada hentinya menertawai Sean
"Ketawa aja terus sampai tuh gigi kering. Bukannya kasih semangat atau apa kek, ini malah ngejekin terus." Kesal Sean yang masih terus berjalan sembari memegangi kotak tersebut
"Iya iya, sorry. Kita berhenti tertawa nih." Ucap David berusaha menghentikan tawanya begitupun dengan Nicko, meski dalam hati mereka masih terus tertawa terbahak bahak
"Tuhan... Ujian apa lagi ini? Ketampananku hilang seketika saat menghadapi misi ini. Lebih baik melawan sepuluh ribu pasukan musuh, dari pada harus seperti ini." Batin Sean menjerit.
**Bersambung...
...----------------...
Hmm... Kira kira, apa yah yang membuat mereka terus menertawai Kapten Sean? Apa ada yang tahu?
Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa...
Salam manis dari author**...
__ADS_1