
Diwaktu yang sama, kini dihalaman sekolah terlihat seorang gadis cantik yang sedang menyapu disana. Siapa lagi dia kalau bukan Olive tentunya. Ya, saat dia sedang menjalani hukumannya yaitu menyapu halaman disana yang berukuran cukup luas, dia melakukannya dengan sesekali berdecak kesal dan juga sedikit malas.
"Hufffttt.... Seumur umur baru kali ini aku pegang benda ini." Kesal Olive menghembuskan nafasnya kasar sembari mengangkat sapu yang sedari tadi ia pegang kemudian dia mulai menyapu lagi dengan malasnya
"Ini kenapa gak selesai-selesai sih, gak tahu apa kalo aku tuh capek. Huh... Dasar sampah gak ada akhlak." Gerutu Olive gak jelas sembari melihat sekeliling yang masih terdapat sampah yang berserakan
"Sampah kok disalahin, kamu aja yang nyapunya gak beres." Cetus seseorang yang berada tak jauh dari Olive
Seketika Olive pun melihat ke arah sumber suara dan mendapati seorang pria paruh baya yang berdiri sembari melipat kedua tangannya, dia tak lain adalah guru bk nya.
"Iih... Bapak ngapain sih masih disitu. Emangnya bapak tidak capek apa, ngawasin saya terus." Kesal Olive karena sedari tadi guru bk tersebut mengawasi Olive saat menjalani hukuman
"Kalau gak di awasin kamu pasti kabur." Balas guru bk dengan santainya yang mampu membuat Olive mendengus kesal kemudian dia kembali menyapu halaman tersebut
"Pak, bapak di panggil kepala sekolah di ruangannya." Ucap seorang siswa yang tiba tiba menghampiri guru bk tersebut
"Sekarang?" Tanya guru bk tersebut, sedangkan Olive hanya memperhatikannya dari jauh
"Iya pak." Balas sang siswa
"Hmm... Baiklah. Saya akan segera kesana." Ucap guru bk
"Saya pergi dulu pak." Ujar siswa tersebut kemudian langsung mendapat anggukan dari guru bk, setelah itu dia pun melangkahkan kakinya pergi dari sana
"Olive, saya mau ke ruang kepala sekolah. Selesaikan hukuman kamu secepatnya dan jangan pernah mencoba untuk kabur." Seru guru bk dengan nada tegasnya kepada Olive
"Iya." Balas Olive sedikit ketus
Setelah itu, guru bk tersebut segera berjalan pergi dari sana untuk menuju ruang kepala sekolah. Kini disana hanya ada Olive seorang karena memang semua siswa sudah masuk kelas untuk mengikuti pelajaran. Olive pun kembali melanjutkan hukumannya meski sedikit malas dan tentunya sangat terpaksa. Tiba tiba saja ada seseorang yang menghampiri dirinya.
"Eh.. Sayang. Emang yah kalau jodoh gak bakal kemana, buktinya aja aku ijin ke toilet eh.. Taunya malah ketemu kamu disini." Sapa orang itu yang ternyata adalah Elvan, mantan Olive
"Sayang-sayang, siapa yang kamu panggil sayang. Kita udah putus yah." Ketus Olive menatap Elvan dengan tatapan penuh kekesalan sembari terus memegangi sapunya
__ADS_1
"Ya kita rujuk aja, gimana?" Usul Elvan dengan santainya sembari memasang senyum termanisnya
"Rujuk? Emang kita udah nikah terus cerai gitu?" Tanya Olive masih dengan nada ketusnya
"Hehee... Gak papa dong. Kalau mau nikah sekarang juga gak papa. Aku siap lahir batin." Balas Elvan
"Nikah aja sana, sama anak monyet." Tukas Olive membuat Elvan mendengus kesal
Seketika Olive melihat sekeliling yang masih banyak sampah disana, kemudian dia kembali menatap Elvan dengan tersenyum penuh arti.
"Aduuhh... Kalau begini terus, kulit aku yang putih bisa gosong seketika. Mana panas banget lagi, tenggorokanku juga mulai kering." Gerutu Olive mendramatisir dengan sesekali melirik Elvan dan tangan kirinya mengelap keringat dibagian keningnya sendiri
"Ya ampun, sayangnya aku kasihan banget. Pasti kamu capek kan?" Tanya Elvan dengan nada lembutnya sembari mengelap keringat Olive
"Iya capek pake banget, apalagi gak ada yang mau bantuin. Coba aja ada pangeran yang datang dari langit terus bantuin aku, aku pasti seneng banget, apalagi kalau pangerannya itu ganteng bak oppa-oppa korea." Ujar Olive dengan nada dibikin sok sendu
"Kamu tenang aja sayang, pangeran kamu sudah ada disini. Pengeran tampan siap membantu sang pujaan hatinya untuk menjalankan hukumannya. Sini, biar aku saja yang menyapu halaman ini." Seru Elvan sembari menunjuk dirinya sendiri, dan memasang senyum termanisnya. Kemudian dia menyodorkan tangannya berniat untuk meminta sapu yang Olive pegang
"Gak papa, buat sang pujaan hati aku, apa sih yang enggak. Kamu mau belahan hati aku juga pasti akan aku kasih." Ujar Elvan yang mulai mengeluarkan gombalan recehnya dan itu sungguh membuat Olive merasa jengah, tapi dia juga tidak bisa protes karena jika itu ia lakukan maka pasti Elvan tidak jadi membantunya
"Uuhh... Makasih yah, kamu emang cowok paling pengertian sedunia." Ucap Olive mengeluarkan fake smilenya sembari memberikan sapu tersebut pada Elvan
"Cewek cantik kayak kamu tuh gak pantas panas panasan. Lebih baik, kamu cari tempat untuk berteduh, biar aku yang menyelesaikannya." Titah Elvan lembut
"Maaf yah, aku sudah merepotkan kamu." Ujar Olive lagi dan lagi memasang wajah sok sedihnya, padahal dihatinya bersorak ria
"Tidak ada yang di repotkan sama sekali karna kamu adalah pujaan hati aku." Balas Elvan terus menerus menggombali Olive
"Yaudah, kamu sapu yang bersih yah. Aku mau duduk disana dulu." Ucap Olive sembari menunjuk ke bangku yang tak jauh dari sana dan tentunya bangku tersebut berada di tempat yang teduh, selain itu juga dibangku tersebut ada tas miliknya
"Iya, kamu istirahat aja." Balas Elvan
Olive tidak membalasnya lagi karena ia langsung bergegas menuju bangku tersebut untuk beristirahat, sedangkan Elvan mulai menyapu halaman sekolah tersebut.
__ADS_1
"Yes... Akhirnya aku terbebas dari hukuman itu. Sorry ya Van, aku gak bermaksud manfaatin kamu." Batin Olive tersenyum senang setelah duduk di bangkunya sembari bersender
Selama Elvan menyapu halaman, Olive hanya bersantai dengan memainkan ponselnya. Sebenarnya Olive tidak berniat memanfaatkan Elvan, tapi ngerjain dia sesekali gak papa lah yah, pikir Olive.
Tak butuh waktu lama, Elvan sudah selesai menyapu halaman disana. Setelah membuang sampah dan meletakkan sapunya di tempat yang sudah disediakan, Elvan pun berjalan menghampiri Olive yang masih terduduk ditempatnya sembari memfokuskan diri pada ponsel genggamnya.
"Sayang, semuanya udah beres." Ujar Elvan tersenyum setelah berdiri dihadapan Olive, seketika Olive pun berdiri dari duduknya dan memasukkan ponsel genggamnya dia saku bajunya
"Makasih banget loh, udah bantuin aku." Ucap Olive tersenyum
"Sama sama Olive sayang." Balas Elvan tersenyum sangat manis
"Udah yah, aku mau ke kelas dulu. Bye..." Finish Olive langsung mengambil tasnya kemudian segera pergi dari sana meninggalkan Elvan, karena sebenarnya ia tidak ingin jika terlalu lama bersama dengan Elvan, mantan kekasihnya
"Bareng aja, aku juga mau ke kelas." Seru Elvan langusung bergegas menyusul Olive
Olive tak menjawab, melainkan ia terus melangkahkan kakinya menuju kelas dan Elvan kini sudah menyejajari langkah Olive. Tak lama kemudian mereka berdua sampai di kelasnya. Olive langsung diperbolehkan masuk oleh guru disana karena ia juga sudah menjalani hukuman dari guru bk, jadi guru tersebut tidak memberikan hukuman tambahan padanya.
"Kok kamu bisa telat sih? Tadikan kita berangkat bareng?" Tanya Yuki sedikit berbisik setelah Olive duduk disampingnya
"Panjang ceritanya, nanti aku jelasin." Balas Olive
"Kamu hutang penjelasan sama kita." Ucap Via tiba tiba ikut nimbrung dan dia juga duduk dibelakang mereka
"Its Oke." Balas Olive dengan santainya
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa...
Salam manis dari author**...
__ADS_1