Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
P D K T


__ADS_3

Malam harinya...


Kini Olive sedang berada dalam kamarnya sembari mengotak atik laptop di atas kasur king sizenya.


"Heh... Mafia Black Diamond, mafia ke tiga. Rupanya sistem keamanan dalam markasnya sangatlah mudah untuk di retas." Gumamnya tersenyum smirk


"Waktu kalian tinggal menghitung hari, Bersiaplah untuk menghadapi sang malaikat maut." Lanjutnya dengan senyuman devil yang tak pernah luntur


Kemudian dia menutup laptopnya dan melangkahkan kakinya menuju balkon kamar.


"Mom, Dad... Apa kalian sudah bahagia disana? Dan apa kalian kecewa sama Olive?" Ucap Olive sendu sembari menatap rembulan yang sangat indah di langit malam


"Maaf, Olive sudah buat kalian kecewa. Olive tau, harusnya Olive ga melakukan ini. Tapi rasa sayang Olive pada kalian sangatlah besar, dan Olive ingin memberikan keadilan untuk kalian, meski dengan menggunakan cara yang salah. Maaf Mom, Maaf Dad... Maaf..." Ucapnya lagi menundukkan kepalanya dan tanpa terasa ada bulir bening yang mengalir di pipi mulusnya


Disisi lain...


Tepatnya di kontrakan Sean dkk, terlihat Sean sedang memandangi ponsel miliknya di ruang tamu sembari sesekali tersenyum gak jelas.


"Aku rasa aku tidak waras. Masa liat foto kamu aja, aku senyum-senyum kek gini." Batinnya memandangi foto seseorang yang ternyata adalah foto Olive dalam sosial media milik Olive


"Aciee... ciee... Pandang terus sampai tuh foto berkedip." Celetuk Nicko tiba tiba berada di belakang Sean


"Haiishh.. Ap-apaan sih. Ngagetin banget tau gak?! Kek Jailangkung aja, muncul tiba tiba tanpa di undang." Kesal Sean sembari menyembunyikan ponselnya


"Kalo suka yang tinggal pdkt aja. Apa susahnya sih?!" Cetus David duduk di samping Sean begitupun dengan Nicko


"Pdkt your eyes. Di kira pdkt itu mudah apa?!" Ketus Sean


"Tuh kan, berarti kamu beneran cinta sama dia. Pake ngeles terus lagi." Skakmat David


"Cinta? Aku aja gak tau apa itu cinta. Yang aku tau, aku memang suka sama dia, tapi untuk cinta... Entahlah, aku sendiri gak tau." Balas Sean tersenyum miris


"Gini aja, gimana kalo kamu ngajak dia jalan. Mungkin aja kan, kamu bakal yakin dengan perasaanmu." Ujar Nicko yang diangguki David


"Ngajak dia jalan? Sama siapa? Sean atau Santoso?" Seru Sean


"Hufftt... Ribet banget sih hidup kamu. Mau pdkt aja susah." Cetus David menghembuskan nafasnya kasar


"Kalo menurut aku ya kamu pake Santoso." Seru Nicko dengan entengnya


"Santoso? Heh.. Yang ada, dia tuh jadi ilfil sama aku." Ucap Sean


"Gini nih, kalo kamu jadi Santoso, kamu bisa leluasa deket sama dia dan kamu bisa tau dia itu tulus atau enggak. Tapi kalo kamu jadi Sean, dia pasti akan sedikit menghindar karena mungkin jika dia deket sama kamu, dia akan terus mengingat tentang mendiang kedua orang tuanya. Secara kamu itukan tentara." Ujar Nicko berpendapat


"Hmm.. Masuk akal juga apa yang di bilang Nicko. Tapi..." Ucap David sengaja menggantungkan ucapannya


"Tapi apa?" Tanya Nicko


"Tapi, sejak kapan kamu jadi bijak gini." Seru David dengan nada sedikit mengejek


"Sejak brojol udah bijak kali. Kamu aja yang baru tau." Seru Nicko menyombongkan dirinya membuat David memutar bola matanya malas


"Gitu ya?" Ucap Sean berpikir keras


"Sekarang, mending kamu telfon dia dan ajak dia jalan akhir pekan ini." Saran Nicko

__ADS_1


"Apa dia ga malu kalo jalan sama Santoso yang penampilannya culun gitu?" Tanya Sean


"Hufftt... Kalo malu, ngapain waktu itu dia nawarin kamu tumpangan." Ucap David


"Lagian aku rasa, dia orangnya gak memandang fisik." Lanjut David


"Udah, gak usah banyak mikir. Telfon dia sekarang." Seru Nicko merebut ponsel dari tangan Sean dan memberikannya pada Sean agar melakukan apa yang di mintanya


"Kok jadi kamu yang ngebet pengin deketin aku sama dia sih?" Ucap Sean


"Iyalah, biar kalo singanya ngamuk ada pawangnya." Celetuk Nicko pelan


"Apa kau bilang? Aku singa gitu?" Hardik Sean menatap tajam Nicko dan membuatnya hanya menyengir kuda saja


"Rasain tuh, orang belum ada pawangnya udah bikin singa jantan ngamuk." Celetuk David tanpa sadar


"Kau juga ikut ikutan bilang aku singa hmm?" Hardik Sean kini beralih menatap tajam David hingga membuat David langsung kicep


"Ah.. I-itu.. Heheee..." Ucap David cengengesan gak jelas sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"M-Mending telfon sekarang aja." Ucap Nicko sedikit terbata untuk membuat singanya, eh.. Maksudnya Sean lebih tenang


"Ah, iya.. Bener tuh." Timpal David dengan cepat


"Telfon gak yah?" Bingung Sean sembari memandangi ponselnya


"Hufftt... Selamat." Batin David dan Nicko mrnghembuskan nafas lega


"Telfon deh." Ucap Sean dan akhirnya mengotak atik ponselnya untuk menghubungi Olive. Entah darimana dia tahu nomer milik Olive.


*****


Ponsel milik Olive yang diletakkan di sakunya berbunyi. Kini dia juga masih berada di balkon kamarnya.


"Nomor asing? Siapa?" Bingung Olive kemudian dia langsung mengangkat telfonnya


"Halo... Siapa ya?" Tanya Olive setelah ponselnya tersambung


^^^"I-ini aku, Santoso." Jawab Sean terbata^^^


"Oh, kak Santoso. Kenapa kak?" Tanya Olive to the point


*****


Di tempat Sean berada, David dan Nicko memberikan isyarat pada Sean yang mungkin artinya adalah 'Ajak dia jalan'. Kini posisi mereka berdiri, dan Sean yang berada di tengah.


"A-aku mau ngomong sama kamu." Ucap Sean sedikit gugup


^^^"Iya, ngomong aja. Ada apa?" Tanya Olive^^^


"A-aku..."


^^^"Kakak kenapa?" Tanya Olive semakin mengernyitkan keningnya bingung^^^


"Aku mau..."

__ADS_1


^^^"Kak Santoso mau apa?" Tanya Olive lagi dan lagi, karena Sean belum juga menjelaskan tujuannya menelpon dirinya^^^


"A-aku mau... Mau minta kamu sama temen kamu buat siapin perlengkapan bulutangkis sama basket besok untuk olahraga." Seru Sean sangat gugup


Penuturan Sean barusan sukses membuat kedua sahabatnya menepuk jidatnya sendiri sekaligus menghembuskan nafas kasar.


"Haishh... Nih anak belum pernah pdkt apa?! Kaku banget kek triplek." Batin David yang kesal sendiri


"Keknya dia harus belajar buat pdkt deh." Batin Nicko


^^^"Oh, mau ngomong itu. Kirain apaan." Seru Olive^^^


^^^"Oke, nanti aku siapin semuanya. Apa ada lagi yang mau di omongin?" Tanya Olive lagi^^^


"Enggak, gak ada. Itu aja." Seru Sean dengan cepat


^^^"Oh yaudah, aku matiin telfonnya yah."^^^


"Iya, selamat malam." Balas Sean tanpa sadar mengucapkan 'Selamat malam' dan membuat Olive cukup terkejut


^^^"I-iya, S-selamat malam juga." Balas Olive terbata, karena tidak mungkin juga jika dia tidak membalasnya, kemudian diapun mematikan sambungannya telfonnya secara sepihak.^^^


"Shiitt... Apa apaan ini?! Kenapa aku membalas ucapannya coba?! Ada apa denganku? Ini seperti bukan diriku yang sebenarnya?" Ucap Olive terheran sendiri


Di tempat Sean...


"Kau ini, di suruh ngajak jalan aja susahnya minta ampun." Kesal David tiba tiba


"Tau tuh, mana alasannya buat nelfon gak bermutu banget. Masa iya bilang buat siapin alat olahraga, itu kan gak masuk akal." Timpal Nicko


"Ya gimana dong, aku juga bingung mau ngomong apa." Balas Sean


"Gini nih, susah emang kalo ngajarin anak TK buat pdkt." Celetuk David pelan


"Apa kau bilang?! Anak Tk?" Hardik Sean meletakkan kedua tangannya di pinggang


"Aa.. I-itu... Aku ngantuk, aku mau tidur dulu." Seru David langsung ngibrit lari ke kamarnya


"Dia kan bukan anak TK, tapi singa yang kehilangan pawangnya." Gumam Nicko


"Sekali lagi ngatain aku singa, hilang pala kau." Ancam Sean menunjuk Nicko


"I-iya, aku mau tidur dulu. Udah malam bye..." Ucap Nicko terbata kemudian berlari secepat mungkin untuk menuju kamarnya


"Heh... Seru juga nakut nakutin mereka." Gumam Sean tersenyum jail


"Hmm.. Keknya aku harus cari cara lain biar bisa deket sama Olive." Lanjutnya sembari berpikir keras, kemudian diapun berjalan menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya, karena memang hari sudah malam.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE YAAA...


Salam manis dari author**...

__ADS_1


__ADS_2