Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Karma itu Real


__ADS_3

Di luar Gudang...


Terlihat Sean dkk sudah bersiap untuk pulang dengan menaiki motornya, tapi...


"Ini kenapa gak mau nyala coba?" Bingung Sean saat menyalakan motornya tapi tidak bisa


"Kenapa?" Tanya David


"Astaga... Ternyata kehabisan bensin, pantesan aja gak mau nyala." Pekik Sean


"Hahhaaa.... Bisa bisanya kamu naik motor tapi gak ngecek dulu apa ada bensinnya atau enggak." Cetus David sedikit tertawa


"Mana aku sempet ngecek, ini kan motornya di pinjemin sama Sersan Tama."


"Lagian salah sendiri, kenapa gak make motor yang aku pinjemin." Seru Nicko


"Males banget aku pake motor butut kek gitu. Apa kata dunia kalo sampai Sean sang kapten tentara paling tampan memakai motor kuno itu. Bisa rusak ketampananku nanti." Ucap Sean mendramatisir


"Emang udah rusak kali sejak kamu jadi... Hahaha..." Tawa Nicko ketika mengingat Sean yang menyamar menjadi nerd


"Jangan bahas itu." Seru Sean menatap tajam Nicko dan membuatnya langsung kicep


"Terus gimana kamu pulangnya? Masa iya kita satu motor bertiga. Emang aku cowok apaan kek gitu." Celetuk David


"Ya, hubungin siapa gitu buat datang kesini. Aku kesini gak bawa ponsel." Pinta Sean


"Aku juga gak bawa ponsel." Ujar David


"Sama dong." Timpal Nicko


"Yah, terus gimana?" Bingung Sean


Tin.. tin... tin...


Bunyi klakson mobil membuat Sean dkk melihat ke arahnya dan mendapati dua buah mobil sport berhenti di hadapannya.


"Motor aja bagus, tapi buat beli bensin aja gak mampu." Ejek seseorang setelah membuka kaca mobilnya, dia tak lain adalah Olive


"Hahahaa..." Tawa Yuki dan Via


Ya, saat ini Olive dkk satu mobil, sedangkan mobil satunya lagi di tumpangi Cakra dan Gerry. Mereka berlima pun turun dari mobil dan menghampiri Sean dkk yang tentunya mereka masih memakai topeng.


"Hei... Bukannya gak mampu, tapi kelupaan." Kesal Sean


"Berarti udah pikun dong." Celetuk Olive santai


"Haisshh... Kalian kalo gak bisa bantu ya diem aja atau langsung pergi dari sini gitu." Tukas David yang ikut kesal


"Santai dong, jangan ngegas gitu." Celetuk Yuki tertawa kecil membuat Sean dkk menghembuskan nafasnya kasar


Olive pun menatap semua temannya yang berdiri di samping kanan dan kiri seperti mengisyaratkan sesuatu.


"Aduh duhhh... Kepala aku pusing nih, aku kayaknya gak bisa nyetir deh." Ucap Via tiba tiba


"Perut aku juga sakit, aku gak bisa nyetir mobil." Tukas Yuki yang juga ikut merasakan sakit


"Kalian bohong kan?" Tanya Olive memicingkan matanya sedangkan Sean dkk hanya menyimak saja


"Eng-enggak kok. Kita beneran, iyakan?" Balas Yuki melirik Via


"Iya, ini beneran sakit tau." Timpal Via

__ADS_1


"Kalo kalian?" Tanya Olive menatap Cakra dan Gerry


"Kan kamu menyuruh kita untuk mengecek markas utama sekaligus mengurus keperluan untuk pekan ini dan ada beberapa misi yang harus aku cek." Ujar Gerry yang mendapat anggukan dari Cakra


"Jadi maksudnya aku-..."


"IYA." Seru Yuki, Via, Cakra dan Gerry serempak dengan memotong ucapan Olive


Seketika Olive langsung menganga tak percaya, sedangkan Sean dkk masih belum mengerti maksud dari semua ucapan mereka.


"Udah jangan banyak mikir. Nih kuncinya, aku mo ke mobil sekarang." Ujar Via memberikan kunci mobil pada Olive dan langsung bergegas masuk ke dalam mobil Cakra dan Gerry


"Perut aku juga sakit banget. Bang, ayo pulang sekarang." Seru Yuki ikut masuk ke mobil yang di tumpangi Via


"Kita pergi ya." Pamit Cakra kemudian masuk ke mobilnya dan di ikuti Gerry.


Setelah semuanya masuk, Gerry langsung meelajukan mobilnya meninggalkan Olive yang masih menganga tak percaya dan juga Sean dkk disana.


"YAK... KALIAN INI KETERLALUAN SEKALI. AKU INI QUEEN KALIAN, BISA BISANYA KALIAN NINGGALIN AKU HAH?!!!" Teriak Olive sangat kesal setengah mati dan membuat Sean dkk menutup telinganya rapat-rapat


"AKU TAU YAH KALIAN GAK SAKIT DAN AKU JUGA NYURUH KALIAN KE MARKAS UTAMA BESOK PAGI, BUKAN SEKARANG PAS MALAM HARI. DASAR TEMEN DAN ABANG LUCKNUT, AWAS AJA BESOK. AKU JADIIN KALIAN MAKANAN SINGAKU." Teriaknya terus menerus


"Huh... Kesel pake banget aku sama mereka." Kesal Olive menghembuskan nafas kasar, kemudian ia kembali menatap Sean dkk datar


"Pffttttt..... BWAHAHAHAHAA...." Tawa Sean dkk seketika pecah dan tentunya membuat Olive semakin kesal


"Hei... Aku baru tahu, ternyata ada yah seorang Queen mafia yang di kerjain sama tangan kanannya sendiri. Hahha..." Seru Nicko di sela sela tawanya


"Mana ngerjainnya gak elite banget lagi, hahaaa." Timpal David tertawa puas


"Makanya, jangan suka ngejek orang. Langsung dapet karmanya kan? Hahhaaa.." Seru Sean yang juga ikut menertawakan


"DIAM." Bentak Olive seketika membuat Sean dkk berhenti tertawa, meski dalam hatinya terus menertawainya


Olive marah? Ya jelas lah. Dia di tinggalkan sama temannya karna dia mempunyai niatan untuk membantu Sean dkk. Eh... Taunya semua temannya malah mengerjai dirinya. Mereka pergi karena mereka tau jika Olive akan meminta salah satu dari mereka untuk mengantar Sean pulang.


Mereka menolak bukannya tidak ingin membantu, tapi malas saja. Karena jarak antara markas dan kantor kemiliteran sangat jauh. Apalagi saat ini malam hari, pasti akan sangat melelahkan jika menempuh jarak jauh. Itu sebabnya mereka mencari cari alasan untuk bisa pulang terlebih dahulu.


"Pfffttt..." Olive yang melihat David dan Nicko masih menahan tawanya langsung menatap tajam mereka layaknya sebuat tatapan elang yang siap menerkan mangsanya.


"Ahh.. Ee... K-kita pulang aja yuk, udah malam soalnya." Pinta Nicko gugup karena takut dengan tatapan Olive


"I-iya, aku juga udah capek, pengin istirahat." Timpal David sembari memakai helmnya begitupun dengan Nicko


"Loh kok gitu sih? Terus aku gimana pulangnya." Seru Sean


"Nanti kita bakal suruh buat dateng kesini, jadi kamu tungguin aja ya." Balas David mulai menyalakan mesin motornya dan Nicko juga sudah duduk di boncengannya


"Gak bisa gitu dong, masa aku sendirian disini?" Tolak Sean


"Kita pergi dulu yah, bye... Ayo jalan." Jawab Nicko kemudian David segera meninggalkan Sean disana bersama dengan Olive


"HEH... DASAR KALIAN TEMEN NO HAVE AKHLAK, TEMEN KESUSAHAN BUKANNYA BANTUIN MALAH NINGGALIN. AKU HUKUM KALIAN BESOK, LIAT AJA NANTI." Kesal Sean teriak sekencang kencangnya tapi tetap tidak di hiraukan kedua teman lucknutnya itu


"BWAHAHAHAH.... Ternyata bener kata kamu, karma itu real adanya. Kamu ngetawain aku karna di tinggalin, eh... Ternyata kamu juga di tinggalin. Hahhaa..." Tawa Olive dengan nada sangat mengejek


"Kita sama-sama di tinggal, gak usah saling menertawakan." Cetus Sean


"Siapa bilang sama? Aku masih punya kendaraan untuk pulang, sedangkan kau? Heh... Apa kau mau menginap disini?" Ejek Olive membuat Sean menghembuskan nafas kasar sangkin kesalnya


"Uuhhh... Kasihan sekali sih. Yang sabar yah." Ejek Olive lagi dan lagi. Kemudian diapun memasuki mobilnya dan mulai menyalakan mesin mobil

__ADS_1


"Ck..." Kesalnya


Sedangkan Sean, dia berdiri di samping motornya dengan sesekali menggerutu gak jelas. Olive menatap Sean sekilas, lalu dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Datang ke gudang kosong di jalan rrr dan ambil motor disana. Kemudian antar motornya ke tempat yang akan ku kirim nanti."


^^^"Baik Queen." Balas mafioso PD^^^


Tut


Olive langsung mematikan sambungannya secara sepihak kemudian dia mengirim pesan pada nomor yang sama dan pesan itu berisikan alamat untuk mengantarkan motor tersebut.


"Masuk." Seru Olive dingin dan hanya menatap lurus ke depan


Sean hanya menatapnya bingung karena tak mengerti maksud Olive.


"Masuklah. Aku akan mengantarmu." Titah Olive


"Apa aku tidak salah dengar? Kau ingin mengantarku pulang?" Tanya Sean untuk memastikannya jika pendengaran dia tidak bermasalah


"Hmm..."


"Rupanya Queen Phoenix sangat baik. Aku pikir dia akan meninggalkan aku disini sendirian, ternyata tidak." Batin Sean


"Kenapa diam? Jika tidak mau ya sudah. Aku juga tidak memaksa." Balas Olive hendak melajukan mobilnya


"Eh.. Iya iya, aku mau. Tapi bagaimana dengan motornya?" Tanya Sean


"Aku sudah menghubungi seseorang untuk mengambil motor kamu dan akan mengantarnya ke kantormu." Balas Olive


"Baiklah, aku ikut denganmu. Eh... Kau tidak akan menurunkanku di jalan kan?" Tanya Sean menatap Olive penuh selidik


"Tergantung." Jawabnya singkat


"Hah?!"


"Jika kau tidak membuatku kesal, maka akan ku pastikan kau sampai di tempat tujuan. Begitupun dengan sebaliknya."


"Haishhh... Sepertinya aku akan sangat tertekan jika satu mobil dengannya." Gumam Sean pelan


"Aku denger yah." Celetuk Olive, sedangkan Sean hanya memutar bola matanya malas


"Biar aku aja yang nyetir, kamu pasti capek." Pinta Sean


"Gak. Aku bisa sendiri." Jawab Olive membuat Sean mendengus kesal


"Cepetan masuk." Lanjutnya


"Iya iya, sabar napa." Tukas Sean langsung masuk ke mobil bagian penumpang


"Ck... Kau pikir aku supir apa?! Duduk di depan." Seru Olive dengan nada ketusnya


"Huffttt... Sabar lahir batin aku tuh." Batin Sean


Sean pun langsung turun dari mobil dengan kesal dan dia masuk kembali di mobil bagian depan, atau lebih tepatnya di samping Olive.


Tanpa menunggu lama lagi, Olive segera melajukan mobilnya meninggalkan gudang tersebut.


**Bersambung...


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, COMMENT, dan VOTE...


Salam manis dari author**...


__ADS_2