Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Couple Gesrek


__ADS_3

"Selamat siang mba." Sapa David pada resepsionis di rumah sakit


Ya, saat ini dia bersama dengan Sean dan Nicko. Mereka bertiga memakai pakaian seragam tentara, karena memang tujuan mereka adalah untuk menjalankan tugas dari Jendral Buana. Mereka mendapat laporan jika ada seorang dokter yang melakukan kecurangan dengan memanipulasi operasi transplantasi ginjal untuk pasien korban penyekapan Mafia Dragon Fire. Itu sebabnya mereka kesana untuk menyelesaikan semua masalah tersebut.


"Siang. Ada yang bisa saya bantu?" Balas resepsionis dengan ramah


"Bisa bertemu dengan dokter Eros Wijaya?" Tanya David lagi


"Dokter Eros?" Ucap resepsionis untuk memastikannya


"Iya."


"Maaf, tapi dokter Eros sudah tidak disini lagi." Balas resepsionis


"Hah?! Memangnya kenapa?" Pekik Sean mulai membuka suaranya


"Dia baru saja di tahan polisi." Balas resepsionis membuat mereka makin terkejut


"Di tahan polisi?" Tanya Nicko


"Benar. Dia sudah menerima uang suap dari salah satu keluarga pasien lain, dan dia juga terlibat kasus kegiatan malpraktek." Jelas resepsionis berterus terang karena dia tahu jika saat ini sedang berhadapan dengan para tentara, jadi sebisa mungkin dia harus menjawabnya secara jujur


"Hmm... Jadi kejahatan dia sudah terbongkar., Baguslah." Gumam Sean sedikit merasa lega


"Tapi, kalau boleh tahu siapa yang melaporkannya?" Lanjut Sean kini bertanya


"Untuk itu saya tidak tahu. Tapi jika anda ingin menemuinya maka kemungkinan dia masih berada di ruangan pasien bernama Raya Evangelista, karena memang dia yang selama ini membantu semua urusan mengenai pasien tersebut." Jelasnya


"Dimana ruangannya?" Tanya Sean lagi dan lagi


"Ruang VVIP Anggrek 2. Dari sini anda lurus saja, terus nanti pas ada belokan anda tinggal belok kanan. Ruangannya berada disebelah kiri dengan selisih satu ruangan saja." Jawab Resepsionis sembari menunjuk arah tertentu


"Baik, terimakasih mba." Ucap sean mewakili kedua sahabatnya


"Sama-sama."


Tanpa basa basi lagi, Sean dkk segera melangkahkan kakinya untuk menuju ruangan yang dimaksud resepsionis tadi.


Di sebuah ruangan...


Kini terlihat seorang dokter sedang memeriksa gadis kecil. Ya, gadis itu tak lain adalah Raya Evangelista, saat ini dia sudah siuman dan disana juga masih ada Rey, Olive dkk, Cakra dan Gerry.


"Hmm... Kamu gadis kecil yang kuat. Biasanya setelah operasi akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk siuman, tapi kamu hanya beberapa jam saja sudah siuman. Hebat kamu." Ujar sang dokter setelah selesai memeriksa


"Makasih dok." Balas Raya tersenyum manis


"Jika kondisinya semakin membaik, maka dua hari lagi kamu diperbolehkan pulang." Ujar dokter itu lagi


"Yaah, kok dua hari lagi sih? Kenapa gak sekarang?" Gerutu Raya


"Kamu nurut aja sama dokter, daripada entar tambah parah kan?" Cetus Rey membuat Raya menghembuskan nafasnya kasar


"Kalau begitu, saya pamit undur diri." Pamit sang dokter


"Iya dok, terimakasih." Balas Olive ramah


"Hmm..." Dokter itu pun sedikit menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat, kemudian dia langsung melangkah keluar ruangan tersebut.


"Euummm... Kak." Panggil Raya tiba tiba kepada Olibe dan yang lainnya


"Iya, kenapa?" Tanya Olive


"Sekali lagi makasih yah, kalau ga ada kakak mungkin aku ga akan bisa melihat dunia ini lagi." Ujar Raya tersenyum ramah


Raya sudah mengetahui tentang semuanya, karena memang Rey sudah menceritakan semua saat Raya baru saja siuman dan tentunya sebelum kedatangan dokter itu.


"Ga perlu terimakasih, kami ikhlas membantu." Balas Olive yang di angguki lainnya


Ceklek


Tiba tiba saja pintu ruangan tersebut dibuka seseorang dan sesaat kemudian masuklah beberapa orang kedalam ruangan itu.


"Hah?! Mereka?!" Pekik Sean dkk dalam hatinya


"Ck... Dia lagi." Batin Olive


Mereka semuapun mencoba menetralkan rasa keterkejutannya. Kemudian Sean dkk berjalan mendekat ke arah brankar Raya.

__ADS_1


"Hallo adik manis, bagaimana keadaanmu?" Tanya Sean ramah


"Sa-Saya sudah membaik pak." Balas Raya tersenyum kikuk karena ia sedikit merasa tidak nyaman jika berhadapan dengan tentara secara langsung


"Panggil kakak saja, jangan pakai pak." Pinta Sean


"Tapi pak..."


"Kakak aja." Seru Sean memotong ucapan Raya


"B-baik k-kakak."


"Hei, emang mukaku keliatan tua? Sampai-sampai semuanya manggil aku bapak." Bisik Sean pada David dengan senyuman mirisnya


"Pffttt... Berarti mata mereka masih normal." Balas David mencoba menahan tawanya


"Ck... Kau ini sama aja." Kesal Sean


"Pfftttt...." Semua yang disana hanya bisa menahan tawanya melihat kekesalan Sean, sedangkan Raya hanya memasang tampang polosnya saja


"Kenapa? Ada yang lucu?" Tanya Sean sedikit ketus sembari menatap Olive dan yang lainnya


"Enggak. Tadi ada cicak yang lagi goyang dangdut." Balas Olive dengan entengnya membuat Sean memutar bola matanya malas


"Oh ya, kok kalian bisa disini?" Tanya Nicko tiba-tiba menatap Olive dkk


"Iya, terus apa benar kalian yang melaporkan dokter Eros ke polisi?" Timpal David bertanya, seketika Olive dkk beserta yang lainnya saling tatap satu sama lain


"Oh, I-itu tadi kita lagi jenguk temen, dan kita gak sengaja denger tentang kecurangan dari salah satu dokter disini. Jadi kita pun memutuskan untuk melaporkannya ke polisi." Jawab Olive mencoba santai meski dalam hatinya sangatlah gugup


"I-iya, bener kata Olive." Timpal Via dengan cepat


"Oh jadi gitu ceritanya." Gumam Nicko


"Sepertinya aku pernah liat kalian berdua, tapi dimana?" Ucap Sean berusaha mengingat sesuatu sembari menatap Cakra dan Gerry


"Kita pernah bertemu, waktu itu di jalan saat ada Olive juga." Seru Cakra yang mengerti kebingungan Sean


"Bukannya waktu itu kalian ga akur? Tapi kenapa sekarang seperti sudah sangat dekat?" Tanya Sean lagi


"Iya, kita memang akrab. Bahkan dia udah kayak adik kita sendiri." Timpal Gerry


"Euumm... Mending kita pergi sekarang, lagian semuanya udah beres kan?" Ajak Olive tiba tiba kepada semua temannya, karena ia tidak mau jika Sean dkk terus menerus bertanya


"Iya, pulang aja yuk. Aku capek." Timpal Via


"Euumm... Ngomong-ngomong, kok orangtua kalian belum dateng?" Tanya Yuki tiba tiba


"Kami sudah tidak punya orangtua kak." Balas Rey sendu


"Maaf, kakak ga bermaksud buat kalian sedih." Ujar Yuki


"Gak papa, kita ngerti kok." Balas Raya tersenyum tulus


"Terus kalian tinggal dimana?" Tanya Via


"Nanti mereka akan tinggal di panti asuhan, kita sudah mengurus semuanya." Tiba tiba saja yang membalas pertanyaan Via adalah Sean


"Ya udah, Kita pulang dulu. Kamu jaga kesehatan, minum obatnya dan turutin kata dokter biar cepet sembuh, jangan malah ngeyel." Tutur Olive dengan lembut pada Raya


"Siap bu dokter." Seru Raya memberi hormat


"Hehee.. Bisa aja kamu."


Kemudian Olive dkk, Cakra dan Gerry pun mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Tunggu..." Seru Sean membuat langkah mereka berhenti saat hampir sampai di ambang pintu, lalu Sean pun berjalan mendekat ke arah mereka


"Kenapa?" Tanya Olive dingin setelah membalikkan badannya dan menghadap Sean


"Bisa kita bicara?" Pinta Sean


"Untuk apa? Daritadi kita juga sudah bicara. Lagian bukannya semua masalah udah selesai." Balas Olive sangat datar


"Belum, masalahnya belum selesai. Aku ingin bicara sama kamu, berdua saja."


"Uuhhh... Berduaan nih yee..." Cetus Via berniat menggoda

__ADS_1


"Awsss.. Napa di injek coba?" Rintih Via saat tiba tiba mendapat injakan dari Olive


"Diem." Ketus Olive menatap tajam Via


"Hehee... Peace." Ucap Via menyengir kuda


"Bagaimana? Bisa?" Tanya Sean lagi


"Hmm... Oke." Balas Olive


"Kalo gitu, kamu ikut aku." Ajak sean


"Hah?! Lah, terus kita gimana? Kan kita kesininya bareng." Pekik Nicko


"Ya, kalian naik taxi lah. Apa susahnya coba." Balas Sean dengan entengnya seakan tak memiliki beban disetiap ucapannya


"Ck... Dasar temen lucknut." Kesal David mengerucutkan bibirnya


"Ga bisa, lagian kan aku kesini semobil sama mereka." Ucap Olive menatap semua temannya karena memang satu mobilnya tadi sudah dibawa oleh dua mafioso yang diperintahkan pulang terlebih dahulu.


Untuk mobil yang di tumpangi Olive memang cukup besar, jadi walaupun di tumpangi lima orang sekalipun, maka itu tidak akan membuat mereka merasa sempit.


"Ya mobilnya bawa mereka aja. Jadi kita semobil, lagian biar ga ribet juga." Usul Sean


"Iya, biar kita yang bawa mobilnya. Jadi kamu sama dia, oke." Timpal Yuki


"Aku setuju banget sama Yuki. Kamu sama dia aja." Ucap Via menimpali perkataan Yuki


"Haiihh.. Nih anak gimana sih, aku kan males kalo harus semobil sama dia. Sengaja banget kayaknya ngerjain aku." Batin Olive merasa kesal dengan kedua sahabatnya itu


"Hehee... Sekali kali ngerjain Olive gak papa kan?" Batin Yuki


"Udah, ga usah banyak mikir. Terima aja tawarannya. Lagian kapan lagi coba satu mobil sama bapak tentara." Celetuk Via terus menggoda Olive


"Hei... Aku bukan bapak-bapak yah. Aku masih muda." Cetus Sean tak terima dengan sebutan 'Bapak'


"Ck... Tentaranya sensian amat sih." Gerutu Via pelan


"Aku masih denger." Ketus Sean dan hanya dibalas cengiran dari Via


"Oke. Kita semobil." Seru Olive mengambil keputusan


"Keputusan yang tepat." Ucap Sean


"Kita pergi sekarang?" Lanjutnya


"Hmm.." Hanya deheman saja dari Olive


"Raya, Rey, Kita pamit yah. Kalian jaga diri baik baik." Ujar Sean saat sudah menghampiri mereka berdua


"Iya kak. Hati hati yah, jaga kakak cantik, jangan sampai lecet." Ujar Raya berbisik pada Sean dengan tersenyum menggoda


"Pasti." Balas Sean tersenyum sangat manis dan juga sedikit berbisik, kemudian dia kembali menghampiri Olive


"Ngomongin apa? Kok bisik-bisik gitu?" Tanya Olive penuh selidik


"Ngomong kalo tadi pagi ada ayam jantan tetangga yang bertelur." Balas Sean dengan entengnya kemudian langsung bergegas pergi dari sana


"Nih orang sedeng kali yah, mana ada ayam jantan bertelur. Fiks, dia ga waras." Gerutu Olive, sedangkan lainnya hanya menahan tawanya saja


Kemudian Olive pun berjalan menyusul kepergian Sean begitupun dengan yang lainnya namun dengan tujuan berbeda.


"BHAHAHAA.... Mereka lucu banget tau kak." Tawa Raya seketika pecah setelah kepergian mereka semua


"Iya dek, apalagi kak Olive sama kakak tentara tadi. Hahaha..." Timpal Rey


"Tapi mereka serasi juga." Ucap Raya


"Kakak setuju sama kamu. Julukannya nanti Couple Gesrek Hahhaa..."


**Bersambung...


...----------------...


Hallo Readers, Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa...


Salam manis dari author**...

__ADS_1


__ADS_2