
Kring.. kring... kring...
Bel masuk sekolah berbunyi, semua siswa siswi pun bergegas menuju ruang kelas masing-masing.
"Assalamu'alaikum Wr. wb." Salam seorang wanita paruh baya ketika memasuki ruang kelas XI Ipa 1
"Wa'alaikumsalam Wr.wb." Jawab mereka semua, kecuali Olive yang saat ini sedang tertidur dalam kelasnya
"Anak-anak, hari ini kalian kedatangan murid baru." Ucap sang guru yang tidak menyadari jika Olive belum juga bangun
"Wahhh, murid baru? Semoga cogan."
"Moga aja cecan."
"Kalo cogan, fiks gebetan aku."
"Jangan-jangan cowok yang tadi pagi." Batin Yuki dan Via
Begitulah sekiranya bisikan para siswa ketika menerka nerka siapa murid baru itu.
"Silahkan masuk." Titah sang guru menatap pintu masuknya
Tak lama kemudian, seorang pemuda tampan berjalan memasuki ruangan tersebut dan seketika membuat para kaum hawa disana terpana dengan ketampanannya.
"Uuhhh... Gantengnya..."
"Dia yang freestyle tadi kan."
"Keren plus tajir lagi."
"Makin semangat nih belajarnya."
"Liv.. Liv... Bangun. Gawat ini." Ucap Yuki pelan sembari menyenggol Olive untuk membangunkannya
"Haishh.. Apa sih. Ganggu banget." Kesal Olive masih memejamkan matanya
"Kamu liat dulu ke depan. Ini sangat gawat." Tukas Yuki sedikit berbisik
"Ihh.. Yuki, Ap-..." Sontak ucapan Olive terpotong saat dia melihat ke arah depan dan mendapati cowok yang ia temui sedang berdiri di samping guru
"Matek aku." Batin Olive
Saat pandangan sang cowok hendak bertemu dengan Olive, Olive dengan cepat menutupi wajahnya dengan buku milik Yuki yang ada di meja agar cowok itu tidak mengenalinya.
"Buku aku itu." Tukas Yuki
"Shuutt... Pinjem dulu. Genting ini." Tukas Olive dan sekarang posisi dia meletakkan kepalanya di atas meja seperti tertidur tapi tertutupi dengan buku itu
"Siap-siap jadi rempeyek kita Liv." Cetus Via sedikit berbisik pada Olive yang berada di depannya. Dia juga menutupi wajahnya dengan buku agar tidak ketahuan
"Tamatlah riwayat kita." Ucap Yuki mendramatisir dan ikut melakukan hal yang sama seperti kedua sahabatnya
"Sekarang, perkenalkan diri kamu." Titah guru itu pada siswa tersebut
"Baik bu. Salken semuanya... Nama saya Arkan Alexis Carvalino. Panggil saja Sayang, bebeb, baby atau Arkan saja boleh." Sapanya tersenyum sangat manis
"Uhhh... Senyumanmu mengalihkan duniaku." Batin siswi disana
"Saingan berat nih." Batin siswa disana
"Mubar tapi sok banget. Masih gantengan aku kali." Batin Elvan dengan PDnya
"Ck... Narsis banget dia." Batin Olive sesekali mengintip Arkan dari balik bukunya
"Hufftt... Niatnya gebet. Eh, ternyata dia sama kek Elvan. Suka tebar pesona." Batin Yuki sedikit kesal
"Dari tampangnya aja udah keliatan playboy." Batin Via tanpa yang juga sedikit menatap Arkan
__ADS_1
"Ada yang mau ditanyakan?" Tanya sang guru menatap semua siswanya
"Pacar?" Tanya salah satu siswi disana
"Belum punya. Mungkin jodohku masih otw." Balas Arkan dengan santainya
"Daftar boleh dong..??" Pinta sang siswi tersenyum manis
"Wuuuuhh...." Sorak semua siswa disana membuat sang siswi mendengus kesal
"Boleh. Nanti aku seleksi dulu." Jawab Arkan terkekeh
"Aku tunggu jawabannya." Seru siswi itu
"Ashiaapp."
"Pindahan darimana?" Tanya siswa lain
"Dari Sma Panca Sakti." Jawab Arkan
"Panca Sakti? Bukannya itu berada di kota B?" Ucap siswa 2 menerka nerka
"Benar. Aku pindah karna orang tuaku ada kerjaan disini." Balas Arkan
"Olive, Via, Yuki... Kenapa kalian tidur?" Tanya guru tiba tiba melihat Olive dkk yang seperti sedang tidur, padahal mereka sedang bersembunyi di balik buku
"Kita gak tidur kok bu. Iyakan guys?" Jawab Olive sembari menengadahkan kepalanya tapi masih di tutupi buku
"Iya benar. Kita memperhatikan kok." Timpal Yuki tanpa menatap lawan bicaranya karena wajahnya masih di tutupi buku
"Memperhatikan tapi tidak melihat ke depan. Kalian lihat kedepan sekarang." Titah guru itu tegas
"Ini juga liat ke depan bu." Jawab Via
"Liat apanya? Wajah kalian di tutupi buku semua. Letakkan buku itu di meja dan liat ke depan." Geram sang guru dengan tingkah Olive dkk, sedangkan Arkan dan semua siswa disana hanya mengernyitkan keningnya bingung dengan tingkah Olive dkk saat ini
"Alasan sih alasan, tapi jangan bilang ada jerawatnya juga kali. Emang mukaku jerawatan apa?!" Batin Olive sedikit kesal
"Cari alasan ga bermutu banget si Via ini. Hufftt... Untung sayang sahabat, kalo enggak?! Udah aku bejek-bejek dari dulu." Batin Yuki
"Buka sekarang!" Titahnya lagi dengan tegas
"Tapi bu-..."
"Buka."
"I-iya." Jawab Olive dkk yang akhirnya terpaksa menuruti perintah sang guru dan merekapun meletakkan buku yang di pegangnya di atas meja
Seketika Arkan yang melihat itu cukup terkejut karena ia tidak menyangka jika tiga gadis yang baru saja mengerjainya ternyata satu kelas dengan dirinya. Sontak pandangan Olive dkk dan Arkan bertemu, Olive dkk menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan, sedangkan Arkan malah tersenyum penuh arti.
"Arkan. Kamu duduk disana." Titah sang guru menunjuk ke arah bangku yang berada di samping meja Olive
"Baik bu."
Tanpa menunggu lama lagi, Arkan langsung berjalan menuju bangkunya. Tapi saat sebelum duduk, dia berhenti sejenak dan menatap Olive sembari mengatakan sesuatu.
"Kita bertemu lagi gadis tengil." Ucapnya tersenyum penuh arti kemudian dia langsung duduk di bangkunya
"What?! Gadis tengil?! Enak aja dia sebut aku tengil. Awas kau nanti." Kesal Olive menatap tajam Arkan, sedangkan yang ditatap malah memasang wajah cueknya saja
"Emang apa yang akan kamu lakukan sama dia?" Tanya Yuki sedikit pelan
"Sudah ku katakan bukan? Akan ku buat dia jadi perkedel." Cetus Olive dengan santainya dan membuat Yuki terkekeh geli
"Baiklah anak-anak, sekarang perhatikan ke depan dan buka buku paket kalian halaman 117." Titah guru itu
"Baik bu." Balas mereka langsung menurutinya
__ADS_1
"Bla... bla... bla..." Guru itu pun mulai menjelaskan pelajarannya dengan dengab tenang dan khidmat
Semua siswa disana juga memperhatikan pelajaran yang disampaikan oleh sang guru. Kecuali satu orang yang ternyata sedari tadi memperhatikan Olive dari arah samping.
"Hmm... Kau sangat menarik. Beda dengan gadis lain pada umumnya. Akhh... Apa aku terpesona pada pandangan pertama? Sungguh tidak masuk akal, dan itu tidak akan mungkin terjadi." Batin Arkan menatap Olive terus menerus dan Olive juga tidak menyadari akan hal itu
"Kenapa dari tadi dia liatin Olive terus? Ada yang ga beres sama nih anak." Batin Elvan yang melihat gelagat Arkan
Seketika ide jail muncul di benak Elvan, dan dia pun berniat untuk melemparkan bolpoin ke arah Arkan karena memang posisi dia berada di belakang Arkan dengan selisih satu bangku saja.
Pluk...
Elvan melemparkan bolpoin itu tepat di wajah Arkan. Namun siapa sangka, ternyata dengan sigap Arkan langsung menepis bolpoin itu dengan buku yang ia ambil di atas mejanya dan akhirnya bolpoin itu malah terlempar ke arah guru yang sedang mengajar di depan.
"Waduhhh... Kena singa betina lagi." Pekik Elvan dalam hatinya
"Heh... Jangan main main." Batin Arkan tersenyum penuh kemenangan
"Siapa yang lempar ini?" Tanya sang guru sembari mengangkat bolpoin
"Satu meja di belakang saya bu." Jawab Arkan dengan lantangnya
"Shiittt... Anak ini ternyata tukang ngadu." Kesal Elvan
"Elvan." Seru sang guru sembari mendekati Elvan
"Hadir bu." Jawab Elvan dengan cepat sambil berdiri
"Berani kamu lempar ini sama saya?!" Hardik guru itu setelah berada di hadapannya
"Bukan saya bu. Dia fitnah saya." Elak Elvan menunjuk Arkan
"Bolpoin saya masih disini. Berarti itu bukan milik saya." Balas Arkan sembari mengangkat bolpoinnya tapi tanpa menatap lawan bicaranya karena dia menghadap ke depan
"Kau ini..." Geram Elvan
"Elvan, Jadi ini ulah kamu iya?!" Tanya guru itu sedikit membentak
"Iya bu. Itu punya saya. Upss.." Jawab Elvan tanpa sadar dan langsung menutupi mulutnya sendiri
"Elvaaaann..." Geram itu itu langsung menjewer telinga Elvan
"Aaawsss... Aduh bu... Jangan galak-galak. Nanti cepet tua." Rintih Elvan
"Kamu berani ngatain saya tua hah?!"
"Kan ibu emang tua." Balas Elvan dengan santainya
"Apa kamu bilang?!" Hardik guru itu
"Aaaa Ampunn bu... Telinga saya bisa lepas nih." Rintih Elvan
"Biarin." Tukas gurunya malah semakin kencang menjewer Elvan
"Orang ganteng memang banyak ujiannya." Gerutu Elvan mendramatisir
"Aaaaa... Sakit bu...." Rintihnya lagi dan lagi
"BHAAHAHAA...." Tawa seisi kelas seketika pecah.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa LIKE, KOMEN and VOTE Yaaaa...
Salam manis dari author**...
__ADS_1