Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Menunggu mereka


__ADS_3

Di sisi lain...


Di sebuah ruangan ada dua orang yang sedang melakukan hubungan intim. Eh... Tidak, lebih tepatnya seorang laki laki yang hendak melakukan pe*******an terhadap seorang wanita disana, padahal wanita itu terus memberontak, bahkan dia menangis sejadi jadinya.


"Hiks... hiks... Jangan lakukan itu. Hiks... Aku mohon." Pinta sang wanita dengan air mata yang mengalir deras dan berusaha menjauh


"Hahaaa... Tapi sayangnya kau sudah membangkitkan nafsuku. Hahaa..." Tawa jahat pria itu hendak mendekati wanita itu


"Hiks.. hiks.. Tolong... tolong..." Teriak wanita tersebut sangat ketakutan


"Hahaa... Tidak akan ada yang bisa menolongmu, dan suaramu bagus juga. Aku sangat menyukai nyanyianmu." Ucap pria dengan seringaian iblisnya


"Ckck... Tapi aku tidak suka nyanyian dia, gimana dong?" Celetuk seseorang dengan santainya


Sontak, mereka berdua langsung melihat ke arah sumber suara dan mendapati seseorang yang sangat misterius menggunakan topeng sedang berdiri santai dengan bersender pada pintu ruangan tersebut. Siapa lagi dia, jika bukan Olive tentunya.


"Siapa kau? Berani sekali mengacau di tempatku." Hardik sang pria yang tak lain adalah ketua BD


"Aku? Ah... Kau ini sangat kudet sekali. Apa kau tidak mengenalku pak tua?" Balas Olive dengan nada sok kesal dan tidak lagi bersender


"Cepat katakan, siapa kau Hah?!" Bentak ketua BD


"Bagaimana jika aku mengatakan..." Olive sengaja menggantungkan ucapannya


"Aku adalah mautmu." Lanjutnya tersenyum smirk


"Tunggu... tunggu... Apa jangan-jangan dia..." Batin Ketua BD yang tiba tiba saja terpotong karena ucapan seseorang


"Kau benar pak tua, aku adalah Queen Phoenix. Sang malaikat mautmu." Seru Olive seakan tau apa yang ada di pikiran ketua BD


"Kau... Apa maumu hah?!" Geram ketua Phoenix, sedangkan wanita tadi masih ketakutan di atas kasur


"Kematianmu." Balas Olive dengan entengnya


"Kau tidak akan bisa melakukan itu Queen Phoenix. Tidak ada seorang pun yang bisa membunuhku."


"He eh... Kematianmu memang bukan ditanganku, tapi yang mengirimmu menghadap-Nya adalah kewajibanku." Ucap Olive dengan senyuman devil yang tak pernah luntur dari bibir sexynya


"Dasar bocah ingusan, berani sekali kau mengatakan itu padaku. Cari mati kau Hah?!" Geram ketua BD yang mulai tersulut emosi


"Memangnya apa yang perlu di takutkan pak tua? Kau? Lelucon apa ini? Kenapa aku harus takut padamu? Sungguh itu sangat lucu pak tua." Balas Olive bernada mengejek


"Kau sudah berani mengacau di tempatku, bahkan kau menghinaku. Akan ku pastikan, kau menanggung akibat dari semua itu Queen Phoenix." Kecam ketua BD penuh amarah yang menggebu


"Dengan senang hati aku menerimanya." Balas Olive santai seakan tak memiliki beban dalam ucapannya


Ketua BD langsung saja mengambil dua buah pistol yang berada di atas meja samping tempat tidur.


Dorr..


Dorr..


Beberapa tembakan di berikan ketua BD ke arah Olive, namun jangab sebut Olive Queen Phoenix jika tidak bisa menghindarinya dengan mudah.


"Ck... Apa kau tidak bisa memainkan mainan itu pak tua?" Seru Olive sangat mengejek


"Bedeb*h kau..." Geram ketua BD dan langsung menghujani Olive dengan banyaknya tembakan


Dorr.. Dor.. Dorr...


Olive hanya menghindari semua tembakan itu dengan cara melompat, menunduk, jungkir balik, dan masih banyak gerakan lagi. Tapi dia sepertinya enggan untuk melakukan serangan balik terhadap lawannya. Sekarang belum saatnya bermain, pikir Olive.


"Shiitt... Sial." Kesal ketua BD saat hendak menambak tapi ternyata peluru di kedua pistol itu sudah habis


"Kenapa? Habis ya? Apa mau aku belikan pelurunya?" Tanya Olive

__ADS_1


"Berani sekali kau menghinaku." Seru Ketua BD semakin geram dengan tingkah Olive yang terus mengejek


"Hei... Aku tidak menghinamu, aku hanya ingin menawarkan bantuan. Bukankah aku sangat baik?" Balas Olive tersenyum smirk


"Kau..." Ketua BD itu pun membuang kedua pistolnya, dan dia beralih menuju pedang yang tergantung di dinding ruangan


"Sudah cukup, kau akan segera menemui ajalmu Queen Phoenix." Seru ketua BD menunjuk Olive dengan pedangnya


"Terimakasih, tapi aku tidak tertarik." Balas Olive sembari mengeluarkan kedua samurai di punggungnya


"Khiyyaa..."


Ting..


Ting..


Bugh..


Tanpa menunggu lama lagi, mereka berdua langsung menyerang satu sama lain. Olive menggunakan dua buah samurai, sedangkan ketua BD menggunakan satu pedang panjang. Untuk wanita tadi, dia masih berada di atas kasur sembari menutup dirinya menggunakan selimut. Karena saat ini dia sangat ketakutan bukan main, ingin rasanya dia keluar dari sana tapi jika ingin keluar berarti dia harus melewati Olive dan ketua BD yang sedang bertarung di dekat pintu ruangan tersebut.


Tak butuh waktu lama, Olive berhasil menemukan titik lemah lawannya. Seketika diapun tersenyum smirk dan dengan gerak secepat kilat, dia berhasil menebas salah satu kaki ketua BD.


Blasst..


"Agggkkhh..." Rintih ketua BD


"Bagaimana? Mau lagi?" Tanya Olive menyeringai


"Sial*n kau..." Geramnya


Blasstt..


Blasstt...


"Agkkhh.. Bunuh saja aku, bunuh. Agkkhh..." Seru ketua BD semakin kesakitan


"Tapi kan kita baru bermain, masa harus berhenti sih." Balas Olive memasang wajah sok kesalnya


"Gak seru tau." Tambahnya membuat gadis di sana susah payah meneguk salivanya


"Kau bukan manusia, melainkan ibl*s." Maki ketua BD


"Tapi kau lebih dari kata ibl*s." Balas Olive tersenyum devil


Tanpa sengaja, Olive melirik ke arah gadis itu yang terlihat semakin ketakutan karena menyaksikan bagaimana Olive menyiksa ketua BD.


"Hufftt... Baiklah. Akan ku akhiri ini." Ucap Olive kembali menatap kedua BD yang sudah berlumuran darah


Glek


Olive berhasil menebas kepala ketua BD dengan sekali gerakan saja dan dia juga bergerak dengan berputar di tempat, Kemudian dia berjalan mendekati wanita tersebut.


"Kau tidak perlu takut, aku tidak akan menyakitimu." Ucap Olive


"S-siapa kau?" Tanya wanita itu ketakutan setengah mati


"Aku Queen Phoenix, ketua Phoenix Devil." Balas Olive


"Q-Queen Phoenix?"


"Hmm..." Jawab Olive mengangguk


"Ikut aku sekarang." Titah Olive yang mendapat anggukan dari wanita itu


Setelah itu, Olive mengambil kepala ketua BD lalu keluar dari ruangan tersebut bersama dengan wanita itu.

__ADS_1


Olive langsung melemparkan kepala tersebut dari lantai atas. Seketika pertarungan sengit pun berhenti, saat itu juga Yuki dan Via sudah berhasil mengalahkan tangan kanan BD.


"Ketua kalian sudah mati." Seru Olive dengan lantangnya membuat para mafioso BD menjatuhkan senjatanya dan juga tunduk hormat


"Sekarang kalian pilih ikut denganku, atau mati." Lanjutnya


"Kami ikut Queen." Balas mereka semua


"Pilihan yang tepat." Ucap Olive menyeringai


"Kalian berdua.. Bawa dia ke tim medis, setelah itu kembalikan dia ke keluarganya." Panggil Olive pada mafioso yang tak jauh darinya


"Baik Queen." Balas mereka


"Terimakasih Queen." Ucap wanita itu menatap Olive


"Hmm..." Hanya deheman dari Olive


Kemudian wanita itu pun di bawa pergi oleh kedua mafioso PD.


"Sebagian dari kalian rampas semua harta disini, uang, kendaraan, senjata dan yang lainnya. Tapi tidak dengan benda terlarang. Mengerti?!" Titah Olive dengan nada tegasnya


"Mengerti Queen." Balas mereka yang langsung melaksanakan perintah Olive


Olive pun menuruni anak tangga untuk menghampiri semua temannya.


"Waww.... Hebat, sangat hebat. Kamu bisa mengalahkan ketua BD dengan mudahnya." Ucap Gerry antusias


"Dia aja yang lemah." Cetus Olive


"Tapi kamu memang hebat." Ujar Cakra


"Sekarang apa yang akan kita lakukan?" Tanya Via


"Menunggu mereka." Balas Olive singkat sembari melangkahkan kakinya untuk keluar dari mansion


"Siapa?" Tanya Yuki


"Nanti juga tau." Jawab Olive penuh arti


"Aku tau maksud kamu." Ucap Cakra yang diangguki Gerry


Di markas itu tidak ada tahanan, karena ketua BD biasanya langsung menghabisi korbannya secara langsung, jadi tidak menahannya.


"Kenapa kita harus manggil mereka kesini?" Tanya Gerry saat mereka sudah berada di luar mansion


"Ada yang ingin aku sampaikan sama mereka, selain itu juga biar mereka yang membereskan kekacauan disini. Itu akan sedikit meringankan beban kita." Balas Olive dengan santainya


"Hmm... Bener juga." Ucap Gerry


"Kapan mereka datang?" Tanya Yuki yang kini sudah mengerti semuanya


"Setelah semua mafioso pergi dari sini dengan membawa harta yang tersisa. Jadi hanya kita berlima yang akan menemui mereka." Ujar Olive datar


"Apa ga bahaya Liv?" Tanya Via


"Enggak." Jawab Olive singkat, padat dan jelas


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE yaaaa...


Salam manis dari author**...

__ADS_1


__ADS_2