
"Walaupun aku sudah menyiapkannya, kau harus selalu waspada bukan? Apa kau tidak takut jika ternyata aku mencoba berkhianat padamu." Ucap Olive lagi menatap Sean geram
"Tidak. Karna aku percaya kamu sepenuhnya." Balas Sean menatap Olive intens
Deg
"D-dia percaya padaku? Berarti aku salah menilainya." Batin Olive
"Ck... Banyak drama." Geram mafioso 1 sembari menarik pelatuk pistolnya
"AWAASS..."
Dorr
Mafioso itu hendak menembak Olive, namun Sean dengan sigap mendorong tubuh Olive hingga membuat mereka berdua terjatuh bersamaan dan peluru tersebut meleset.
Bruk
"Awwss... " Rintih Olive
"Kau tidak papa? Ayo... " Tanya Sean kemudian dia berdiri dan mengulurkan tangannya guna membantu Olive berdiri
Olive awalnya hanya menatap datar tangan Sean, tapi kemudian dia pun mau meraih tangan Sean dan berdiri dengan di bantu Sean.
"Makasih." Ucap Olive singkat
"Hmm."
"Kita jadi bertarung atau tidak hah?!" Geram mafioso itu lagi dan lagi
"Hei...." Panggil Olive pelan
Saat Sean baru menoleh, Olive langsung memberikan dua pistol yang berada di tangannya kepada Sean dan langsung di terima Sean
"Gunakan itu." Titah Olive
"Lalu kau?" Tanya Sean
"Aku..." Ucap Olive sengaja menggantung, kemudian dia mengambil sesuatu di dalam mobilnya, sedangkan yang disana hanya memperhatikannya saja
Ternyata Olive mengambil dua buah samurai kesayangannya, karena memang ia sudah membawa samurainya saat hendak melakukan pertemuan dengan Sean. Hal itu bertujuan untuk berjaga jaga jika ada musuh yang hendak menyerang.
"Heh... Persiapanmu sangat matang Queen Phoenix." Ucap Sean tersenyum menyeringai namun kagum
"Tentu saja." Balas Olive smirk tipis
Kemudian mereka kembali menatap semua mafioso White Tiger di hadapannya dengan tatapan tajam dan menusuk bagaikan elang yang siap menerkam mangsa.
"Kita akhiri secepatnya sebelum ketua mereka datang." Ujar Olive tanpa noleh ke arah Sean
"Baiklah." Balas Sean menatap semua musuhnya
"Ayo mulai." Ucap Olive dengan seringaian iblisnya sembari merentangkan kedua samurainya
__ADS_1
"Khiyyaa..."
Dorr
Dorr
Bugh
Sreng
Suara tembakan, pukulan, tendangan bahkan tebasan pedang terdengar sangat riuh seperti tidak ada hentinya. Semua mafioso White Tiger menyerang Olive dan Sean tanpa ampun. Tapi jangan panggil Olive Queen Phoenix dan Sean sang Kapten tentara, jika tidak bisa mengalahkan semua musuhnya.
Baik Olive maupun Sean terlihat sangat lihai dalam melakukan teknik beladiri untuk melumpuhkan musuhnya.
Di sisi lain...
BRAKK
"Kurang aj*r, berani sekali ada yang mengacau di wilayah kekuasaanku." Geram seseorang sembari menggebrak meja besarnya dan membuat beberapa orang yang berada disana merinding seketika
Dia adalah ketua utama dari mafia White Tiger. Ya, saat ini dia beserta kedua tangan kannya sedang berada di ruangan tertentu untuk bersantai. Tiba tiba saja adalah salah satu mafioso yang melapor tentang kekacauan yang terjadi di wilayah tersebut. Seketika raut wajah ketua White Tiger memerah padam yang mungkin jika artikan adalah sedang Murka.
"Biar kami yang mengurusnya King." Ujar salah satu tangan kanannya sembari membungkuk sekilas dan di angguki oleh temannya
"Tidak. Aku ingin melihat sendiri kejadiannya dan aku ingin melihat bagaimana aksi dari Queen Phoenix dengan pria asing itu." Seru ketua WT dengan sorot mata yang begiru tajam
"Kita kesana sekarang." Lanjutnya memberi perintah
"Baik King." Balas mereka semua
Perlu di ketahui, jarak markas dengan tempat tersebut tidak terlalu jauh. Jika di lihat dengan mata biasa, maka terlihat seperti tanah lapang yang sangat luas, padahal sebenarnya di atas tanah tersebut terdapat bangunan megah yang tak lain adalah markas White Tiger.
Markas mereka di memang memiliki teknologi canggih yang membuatnya tidak terlihat. Oleh sebab itu, semua anggota kepolisian ataupun tentara tidak ada yang mengetahui tempat tersebut.
Di tempat Olive dan Sean
Dorr
Dorr
Sreng
Srek
Olive dan Sean kini berhasil melumpuhkan semua musuhnya, bahkan Olive tidak terluka sedikitpun. Ya, tapi tidak dengan Sean, karena dia masih ada bekas luka saat melawan musuhnya sendirian dan tanpa menggunakan senjata. Tentu sangat sulit bukan?
"Kau sangat hebat." Puji Sean menatap Olive
"Kau juga." Balas Olive santai
Seketika pandangan Olive tertuju pada sesuatu yang sangat tidak disukainya dan itu tentu membuat dirinya mulai panik seketika.
"Ck... Mereka datang." Kesalnya
__ADS_1
"Mereka? Siapa?" Tanya Sean kebingungan dan akhirnya dia mengikuti arah pandang Olive
"Hah?!" Pekik Sean saat melihat banyak pria asing yang muncul tiba tiba, entah datang dari mana, Sean tidak tahu itu
"Kita pergi sekarang." Titah Olive
"Hmm." Balas Sean berdehem saja
"HEIII... JANGAN KABUR." Seru tangan kanan White Tiger
Dengan gerak cepat, Sean dan Olive bergegas untuk masuk ke dalam mobil Olive. Mereka juga langsung memasang seabeltnya masing-masing.
"HADANG MEREKA, JANGAN SAMPAI LOLOS." Timpal tangan kanan satunya lagi
Semua mafioso White Tiger yang baru saja datang langsung berusaha berlari sekencang mungkin untuk menghadang mobil Olive. Kenapa mereka menggunakan kendaraannya? Jawabannya, LAMA. Karena kalau harus mengambil kendaraan terlebih dahulu, berarti mereka harus memasuki mansion lagi dan pada akhirnya akan tetap ketinggalan jejak.
Saat Olive hendak melaju, banyak yang berlarian ke mobilnya dari arah depan. Jangan sebut Olive Queen Phoenix jika tidak bisa mengatasi semua masalah ini.
*Dorr
Dorr
Dorr*
Banyak tembakan yang di luncurkan oleh mafioso White Tiger ke mobil Olive. Untung saja mobil milik Olive ini adalah mobil anti peluru, jadi semua tembakan itu sama sekali tidak mempan bagi mobilnya.
"Bersiaplah." Ucap Olive tersenyum smirk sembari bersiap menginjak gas mobil, sedangkan Sean hanya mengangguk mengerti akan ucapannya barusan
Brrrmm... Brrmm... Brrmm...
"Hah?!!!" Pekik mereka semua
Olive melaju cepat bahkan ia melakukan freestyle dengan berputar di tempat, hal itu bertujuan untuk mengaburkan pandangan dari smeua mafioso Whitr Tiger.
"Uhuk.. Uhukk..."
Brrrmmmmmm....
Setelah di rasa cukup, Olive segera melajukan mobilnya ke arah yang jalan yang terbuka karena beberapa mafioso WT menyingkir.
"Sial. Mereka berhasil kabur." Kesal tabgan kanannya
"Queen Phoenix... Berani sekali dia mengacau di tempatku dan membuatku kehilangan banyak anggota. Aku tidak mengampunimu Queen Phoenix." Kecam ketua White Tiger
"Lapor King, saya tidak sengaja menemukan ini." Tiba tiba salah satu mafioso WT menghampiri ketuanya dengan memberikan sesuatu, entah itu apa.
Ketua itu pun segera menerimanya dan seketika dia tersenyum smirk yang sangat menakutkan, bahkan semua yang disana terasa sangat merinding.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa Like, Comment dan Vote...
__ADS_1
Salam manis dari author**...