
Skip istirahat sekolah...
Seperti biasa saat istirahat sekolah, semua siswa berhamburan menuju kantin sekolah untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan sedari tadi.
"Udahlah Liv, jangan cemberut terus. Kamu kan tau sendiri si Elvan tuh kek gimana orangnya." Ucap Via di sela sela makannya
"Bener tuh yang di bilang Via, ternyata Arkan juga sebelas dua belas sama dia." Timpal Yuki
"Yang aku bete tuh kak Santoso." Seru Olive
"Hah?! Kok kak Santoso sih?" Pekik Yuki terheran, begitupun dengan Via
"Ya iya kak Santoso. Emang dia ga marah apa sama mereka karna udah jadiin aku bahan taruhan, harusnya kan dia marah karna aku gak suka di gituin." Kesal Olive
"Kenapa dia harus marah?" Bingung Via
"Eh... Iya juga yah, kenapa kak Santoso harus marah? Dia kan bukan siapa-siapanya aku. Jadi untuk apa dia peduli." Batin Olive
"Apa jangan-jangan kamu pengin dia peduli sama perasaan kamu yah?" Goda Yuki
"Aishh.. Apaan sih. Siapa juga yang menginginkan itu." Kesal Olive
"Tadi katanya pengin dia marah sama mereka, berarti kamu pengin di perhatiin dong. Ngaku aja deh." Goda Yuki tiada hentinya
"Enggak Yuk, Kamu tuh salah ngartiin ucapan aku." Elak Olive
"Masaaa?!" Seru Via dengan nada tak percayanya
"Terserah kalian dah mau bilang apa." Tukas Olive membuat kedua sahabatnya terkekeh
Dari kejauhan terlihat Arkan dan Elvan sedang berjalan sedikit cepat dengan sesekali ribut kecil.
"Apaan sih.. Ngikutin aja." Kesal Arkan
"Hei, siapa juga yang ngikutin kamu. Aku mau ketemu Olive." Seru Elvan
"Ck.. Aku duluan yang mau nemuin dia." Tukas Arkan
"Liv, tuh duo bebek mulai lagi." Cetus Yuki melihat Arkan dan Elvan
Seketika Olive dan Via melirik ke arah yang di tunjukkan Yuki.
"Hufftt... Males banget ladenin mereka." Ucap Olive
Saat Arkan dan Elvan hendak dekat dengan meja Olive dkk, tiba tiba saja...
"STOP..." Seru Olive
"Hah?!" Pekik mereka berdua langsung menghentikan langkahnya secara bersamaan
"Aku mau ngomong sama kamu." Pinta Arkan
"Aku juga." Timpal Elvan
"Ikut ikutan aja sih." Kesal Arkan
"Emang cuma kamu yang pengin ngomong sama Olive." Balas Elvan ketus
"Ngomongnya di situ aja, kan aku udah bilang jangan deketin aku lagi." Seru Olive
"Hah?! Masa ngomongnya jauh-jauhan gini Liv." Pekik Arkan karena memang jarak mereka sekitar tiga meter
"Jaga jarak. Social distancing." Cetus Olive dengan santainya
"Pffftt... Bener tuh, gak boleh deket-deket, harus jaga jarak." Timpal Yuki menahan tawanya
__ADS_1
"Emang kita virus apa?!" Tukas Elvan mengerucutkan bibirnya
"Mungkin." Cetus Via dengan watadosnya
"Yaudah, sekarang mau ngomong apa?" Tanya Olive
"Aku mau minta maaf soal tadi pagi, aku..." Belum sempat Arkan menyelesaikan ucapannya, tiba tiba saja sudah di sela oleh seseorang
"Aku maafin kalian." Seru Olive
"Beneran?" Tanya Elvan memastikannya
"Hmm..."
"Makasih Liv." Ucap mereka berdua, kemudian mereka hendak mendekati Olive, tapi...
"Eiittz... Siapa suruh mendekat?" Seru Olive membuat mereka berhenti melangkah
"Katanya udah maafin." Ucap Arkan
"Emang udah di maafin, tapi tetep ga boleh deket-deket." Balas Olive
"Yaah, jangan gitu dong. Aku tuh ga bisa jauh-jauh dari kamu." Ujar Elvan
"Ya itu derita kamu." Celetuk Yuki
"Shiitt... Gak usah ikut nimbrung." Kesal Elvan membuat Yuki memutar bola matanya malas
"Please Liv. Aku tau aku salah, tapi kita masih bisa deket kan?" Pinta Arkan
"Hmm... Akan ku pertimbangkan." Seru Olive
"Kelas guys..." Ajak Olive tiba tiba pada kedua sahabatnya
Kemudian Olive dkk pun segera melangkahkan kakinya pergi dari kantin meninggalkan Arkan dan Elvan yang masih berdiri di tempat tadi.
"Ck... Ternyata dia orangnya sangat sulit di bujuk. Tapi kenapa juga aku harus memohon seperti tadi, jatuh sudah harga diriku sebagai king mafia." Batin Arkan
"Aku harus cari cara buat dapet maaf dari Olive." Batin Elvan
Seketika Arkan dan Elvan saling tatap satu sama lain dengan tatapan penuh arti. Tak lama kemudian, mereka berdua sama-sama mengalihkan pandangannya dengan penuh kekesalan dan juga langsung pergi dari sana.
Skip pulang sekolah...
Kini Olive dkk sedang berjalan menyusuri koridor sekolah untuk menuju ke parkiran. Tiba tiba saja...
"Olive." Panggil seseorang membuat langkah Olive dkk berhenti dan merekapun berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya
"Kak Santoso." Ucap Yuki dan Via, sedangkan Olive hanya menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan
"Bisa kita bicara?" Pinta Sean pada Olive setelah berada di hadapan mereka
"Bicara saja sekarang." Seru Olive
"Berdua saja."
"Hufftt... Yuk, Vi, tungguin aku di parkiran aja." Titah Olive pada kedua sahabatnya
"Oke. Kita ngerti kok." Balas Yuki
"Kita duluan." Ucap Via di angguki Olive, kemudian mereka berdua segera berjalan menuju parkiran sekolah dan meninggalkan Sean dan Olive disana
"Makasih, udah kasih waktu buat kita bicara." Ujar Sean
"Apa yang mau dibicarain? Kalau mau minta buat siapin alat olahraga untuk minggu depan, lebih baik suruh yang lain buat siapin semuanya. Si Bayu aja, dia kan ketua kelas." Seru Olive datar
__ADS_1
"Enggak, aku ga minta itu." Ucap Sean
"Terus?"
"Aku mau minta maaf sama kamu soal tadi pagi. Aku benar-benar ngerasa bersalah sama kamu dan yah, kamu memang pantas marah sama aku. Maaf..." Ujar Sean sendu penuh perasaan bersalah
"Hmm... Aku udah maafin kakak. Lagian aku denger dari siswa lain, waktu itu kak Santoso udah berusaha melarang mereka. Cuman, mereka aja yang susah di bilangin." Balas Olive
"Dan aku minta maaf, karna sudah bersikap tidak sopan sama kak Santoso." Lanjutnya
"Iya, gak papa. Kamu gak salah sama sekali." Ujar Sean tersenyum sangat tulus dan di balas senyuman tulus juga dari Olive
"Cantik." Gumam Sean pelan saat melihat senyuman Olive
Sontak, Olive yang ternyata mendengar itu langsung memudarkan senyumannya dan memasang wajah datarnya kembali. Padahal dalam hatinya sangat tidak karuan, bahkan pipinya kini terlihat memerah karena tersipu malu.
"Shiiitt... Napa aku ngerasa seneng gini yah di puji kak Santoso." Batin Olive
"Liv..." Panggil Sean
"Iya."
"Pipi kamu kenapa?"
"Hah?! E-emang kenapa?" Balik tanya Olive sembari memegangi kedua pipinya
"Kok memerah?"
"Hah?! M-masa sih." Kaget Olive
"Kamu gak papa kan? Kamu gak sakit kan?" Tanya Sean cengo dan langsung menempelkan punggung tangannya di kening Olive
"A-aku gak papa kok." Balas Olive sangat gugup
"Loh, kok tambah merah gitu?"
"Hah?!"
"Aku kenapa coba? Fiks, ada yang ga beres sama aku." Batin Olive
"A-aku baik-baik aja. K-kalo gitu, aku pulang dulu." Pamit Olive dan hendak berbalik untuk pergi dari sana
"Liv, hati ha-....." Belum sempat Sean selesai berucap, tiba tiba saja...
Duk
"Awsss... Siapa sih yang naroh kursi disini." Kesal Olive karena saat berjalan dia menbrak kursi yang memang sedari tadi berada di belakangnya
"Liv, kursinya dari tadi emang disitu." Ucap Sean
"Oo.. G-gitu yaa.." Balas Olive sangat merasa malu setengah mati
"A-aku pergi dulu. Bye..." Lanjutnya langsung bergegas pergi dari sana
"Pffftt... Dia sangat menggemaskan." Gumam Sean menahan tawanya, kemudian ia pun pergi dari sana
"Sumpah, ini kedua kalinya aku bertindak konyol di hadapan kak Santoso. Kenapa juga aku harus salting di hadapannya? Huh.. Memalukan sekali." Batin Olive terus berjalan menuju parkiran.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE YAA...
Salam manis dari author**....
__ADS_1