Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Sisi Kemanusiaan


__ADS_3

"Jangan di kejar. Karna itu hanya sia sia." Ucap orang itu yang tak lain adalah Gerry.


"Tapi mereka buronan, dan mereka harus di tangkap." Tukas David


"Jika kau bersikeras mengejar mereka, maka kau akan berurusan denganku." Ancam Gerry


Gerry sendiri melarang para tentara untuk mengejar mereka, karena memang itu permintaan Olive. Olive ingin menghadapi para mafioso Dragon Fire dan mafioso The Scorpion King saat menyerang markasnya, dan sekarang bukanlah waktu yang tepat.


"Sebenarnya apa tujuan kalian? Kenapa tadi menolong kami dan sekarang malah meminta kami melepaskan mereka." Tanya Nicko yang tak mengerti semua ini


"Tujuan kami bukan urusan kalian." Tukas Gerry membuat para tentara disana terdiam. Jika mereka bertanya lagi, tentu tidak akan pernah mendapatkan jawabannya, Pikir para Tentara.


"Hah?! Kapten. Jangan-jangan suara itu berasal dari kapal yang kapten tumpangi tadi." Seru Kopral Bima tiba tiba teringat dengan Sean, seketika mereka semua kembali menatap lautan disana


"Kau benar." Timpal Nicko dengan wajah terkejutnya


"Hei... Kau pasti tahu sesuatu kan?" Tanya David menatap Gerry


"Tentu saja tahu." Balas Gerry singkat seakan tahu apa yang dimaksud David


"Katakan, apa yang sebenarnya terjadi? Dan suara apa barusan?" Tanya Nicko sangat penasaran


"Kalian akan tahu sendiri." Balas Gerry tersenyum penuh arti


Kemudian Gerry berbalik dengan niat untuk pergi dari sana begitupun dengan para mafiosonya, namun saat hendak melangkah tiba tiba saja ada seseorang yang menghadang jalannya.


"Jangan mencoba kabur. Kau harus jelaskan semuanya." Seru orang itu yang tak lain adalah Sersan Tama


"He eh... Dari pada kalian urus kami, lebih baik kalian cari rekan kalian saja." Sinis Gerry


"Kau..." Geram Sersan Tama


"Sudahlah, biarkan mereka pergi. Kita harus mencari kapten Sean secepatnya, aku takut terjadi sesuatu yang buruk sama dia." Ujar David


"Kau dengarkan apa kata rekanmu? Minggir sekarang atau kau tanggung akibatnya." Ancam Gerry


Seketika sersan Tama menyigkir dan memberi jalan pada Gerry dkk untuk pergi dari sana.


"Oh ya, mayat mereka, kalian yang urus." Cetus Gerry berhenti melangkah sejenak, kemudian dia kembali melanjutkan jalannya


"Ck... Kenal juga kagak, udah main suruh aja." Kesal Nicko menatap punggung Gerry yang mulai menjauh


"Lebih baik sekarang kita cari kapten Sean, sebelum terlambat." Balas David yang mendapat anggukan dari tentara disana


"Beberapa dari kalian, urus jenazah mereka. Sedangkan yang lainnya cari kapten Sean di laut ataupun didaratan." Lanjut David memberi perintah


"Siap." Balas mereka serempak


Kemudian para tentara tersebut mulai mencari keberadaan Sean dan juga mengurus mayat para mafioso, tapi sebelum itu mereka mencari kapal atau kendaraan air lainnya untuk mencari Sean


*****


Ditempat lain atau lebih tepatnya di sisi laut yang cukup jauh dari tempat para tentara tadi, terlihat Olive dkk, Cakra dan para mafiosonya sedang membaringkan Sean di atas pasir putih dan tentunya Sean masih tak sadarkan diri.


"Apa gak papa kita tinggalin dia disini?" Tanya Via menatap Olive sekilas yang berdiri disampingnya


"Gak papa. Lagian dia baik baik aja." Balas Olive dengan menatap Sean yang pingsan


"Tapi bukankah lebih baik kita serahkan dia pada rekan tentaranya." Ujar Yuki yang di angguki Via dan Cakra


"Gak ah, males ketemu para tentara itu." Jawab Olive dengan santainya

__ADS_1


"Ck... Males konon. Tadi aja nolongin tentara." Celetuk Via pelan tapi masih bisa di dengar Olive


"Hei... Aku masih punya sisi kemanusiaan kali, dan aku gak mungkin biarin dia tewas di depan mataku sendiri." Tukas Olive


"Sisi kemanusiaan? Lalu tadi apa? Sisi keiblisan, begitu?" Batin Via


"Habis bunuh orang dengan sadis, apa bisa dikatakan punya sisi kemanusiaan?" Batin Yuki


"Gak usah ngebatin. Aku hanya memberi pelajaran pada orang yang salah saja." Celetuk Olive seakan tahu apa isi pikiran kedua sahabatnya


"Hehee... Peace." Ucap Yuki dan Via cengengesan sembari mengangkat jari tangannya membentuk huruf V, sedangkan Cakra hanya menggelengkan kepalanya saja


"Tapi bagaimana jika tidak ada yang datang kesini untuk menyelamatkannya? Disini tuh sepi." Tanya Cakra tiba tiba dengan menatap sekelilingnya yang sangat sunyi


"Soal itu gampang." Balas Olive


Lalu Olive mengeluarkan pistol di balik jubahnya, dan...


Dorr... Dorr... Dorr....


Tiga kali tembakan beruntun yang di lakukan Olive dengan mengarahkannya ke atas.


*****


"Kalian dengar suara tembakan tidak?" Tanya Nicko saat sedang berjalan mengelilingi lautan bersama dengan timnya


"Aku dengar. Sepertinya dari arah sana." Timpal David sembari menunjuk ke suatu arah


"Kita kesana." Seru Kopral Bima yang diangguki rekan tentaranya


Dengan segera, para tentara tersebut melangkahkan kakinya menuju sumber suara itu.


Orang itu tak lain adalah Sean. Untuk Olive beserta yang lainnya sudah pergi dari sana, eh... bukan, tapi lebih tepatnya mengawasi Sean dari jarak kejauhan dengan tujuan untuk memastikan jika akan ada yang menolongnya.


"Benar. Ayo." Ucap Nicko langsung berlari ke arah Sean begitupun dengan yang lainnya


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kapten Sean bisa ada disini dan dia juga tak sadarkan diri." Ujar Kopral Bima bertanya tanya setelah sampai di tempat Sean, namun tetap saja diantara mereka tidak ada yang bisa menjawabnya.


"Agkkhh..." Rintih seseorang yang ternyata adalah Sean yang mulai sadarkan diri sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit


"Kau tidak papa kan? Apa yang terjadi?" Tanya David berusaha membantu Sean duduk


"Aku..." Ucap Sean yang kini kembali mengingat kejadian di tengah laut, tentang dia yang kalah saat melawan Robert dan ada seorang gadis misterius yang menolongnya


Saat sedang memegangi kepalanya, ia tak sengaja melihat sebuah sapu tangan berwarna biru muda melilit di bagian lengan kanannya yang terkena luka tembak.


"Di-dia menolongku?" Ucap Sean terbata dengan bertanya tanya pada dirinya sendiri


"Dia siapa?" Tanya Nicko penasaran


"Aku tidak tahu. Tapi dia mengatakan kalo dia adalah Queen Phoenix." Balas Sean sekilas mengingat waktu Olive memperkenalkan dirinya sebagai 'Queen Phoenix'


"Queen Phoenix?" Ucap para tentara dengan kebingungan


"Jangan-jangan dia Queen para mafioso tadi." Tebak David


"Aku rasa juga begitu." Timpal Nicko


"Tadi kamu bilang apa? Queen mafioso?" Tanya Sean terheran


"Tadi saat kami melawan mereka, ada yang tiba-tiba datang menolong kami. Dan ternyata mereka adalah mafia Phoenix Devil." Ujar David membuat Sean cukup terkejut

__ADS_1


"Gak usah pikirin mereka dulu, lebih baik kita ke rumah sakit sekarang untuk periksakan kondisi kamu." Lanjut David


"Gak, aku ga mau ke rumah sakit. Aku baik baik aja... Agkkhhh...." Tukas Sean kemudian dia berusaha berdiri, namun naasnya ia malah terjatuh karena kondisinya memang lemah


"Tuhkan, dibilangin ngeyel." Cetus Nicko


"Tapi aku tetep gak mau ke rumah sakit. Bentaran juga sembuh." Kekeh Sean


"Hufffttt... Yaudah, kita pulang sekarang." Ajak David setelah menghembuskan nafasnya kasar


Setelah mengatakan itu, David dan Nicko memapah Sean untuk berjalan, sedangkan yang lainnya mengikuti mereka dari belakang. Untuk para tentara yang mencari di lautan, sudah mereka mereka hubungi lewat earphone yang terpasang untuk segera kembali.


"Kita pulang sekarang." Ajak Olive kepada yang lainnya setelah kepergian para tentara


"Siap Queen."


Lalu mereka semua pun kembali ke markas menaiki kendaraan Saat di sampai di tempat kendaraan mereka terparkir, mereka melihat Gerry dan yang lainnya sudah menunggu. Tanpa basa basi lagi, Olive langsung memberi isyarat pada semuanya untuk segera pergi dari sana.


Di dalam mobil Olive...


Kini disana ada Olive dkk dengan yang menyetir mobil adalah Via, sedangkan yang lainnya menaiki sepeda motor. Kini Olive dkk juga sudah melepas topengnya.


"Sumpah, tadi tuh seru banget. Untung kamu jadi ajak kita, kalau enggak? Huh, pasti aku nyesel banget, ga liat pertunjukkan seseru tadi." Seru Yuki tersenyum senang sembari menengok ke belakang untuk menatap Olive yang duduk di kursi penumpang


"Bener banget. Lain kali kalo ada misi lagi, kamu harus dan wajib ajak kita." Timpal Via sembari fokus menyetir


"It's oke. Tapi kalian juga harus hati hati, karna bisa jadi misi selanjutnya akan lebih berbahaya dari ini." Balas Olive


"Siap Queen." Jawab mereka berdua sembari memberi hormat sedangkan Olive hanya menggelengkan kepalanya saja


"Oh ya, karna ini udah malam, aku berniat menginap di markas aja. Lagian kalo pulang malam nanti di ceramahin lagi sama bang Genta." Ujar Olive


"Emang kamu boleh nginep di markas?" Tanya Via cengo


Pletak


"Awwwss.... Napa sih Yuk?" Rintih Via karena tiba tiba mendapat jitakan dari Yuki


"Ya kali Olive bilang nginep di markas, yang ada nanti bang Genta sama kak Shifa tahu kalo dia itu mafia." Kesal Yuki


"Hhehee... Iya juga ya." Ucap Via cengengesan


"Aku akan bilang kalo aku nginep di mansion temen aja dan alasannya tentu karna ada tugas." Seru Olive


"Lah terus kita gimana? Kamu tahu sendirikan, kalo nyokap aku tuh cerewetnya minta ampun. Bisa-bisa kalo aku pulang telat, aku di omelin tujuh hari tujuh malam." Ucap Yuki mendramatisir


"Ya kalo mau aman sih tinggal nginep di markas bareng aku dan alasannya disamaain aja." Ujar Olive


"Aku sih yes." Seru Via


"Oke deh, daripada kena omel juga." Timpal Yuki


"Nanti untuk perlengkapan sekolah, biar aku minta bang Gerry menyiapkannya, jadi besok kita langsung berangkat ke sekolah saja." Seru Olive yang di angguki keduanya.


**Bersambung...


...----------------...


Maaf yah baru bisa Up, soalnya author lagi sibuk banget...


Salam manis dari author**...

__ADS_1


__ADS_2