Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Keras Kepala


__ADS_3

"JANGAN BERGERAK!!!" Seru seseorang tiba-tiba


"Hah?!" Pekik mereka semua


Seketika banyak orang yang mengepung Olive dkk beserta para mafiosonya dengan menodongkan senapan ke arah mereka. Sontak para mafioso Phoenix Devil juga ikut menodongkan senjata ke lawannya, tapi tidak dengan Olive karena dia malah terlihat sangat santai, bahkan dia tersenyum tipis yang mungkin tidak dapat di lihat oleh siapapun.


Jadi posisinya sekarang, Olive beserta para mafiosonya berada di tengah-tengah mereka dan saling menodongkan senjata satu sama lain. Sedangkan para tim medis dan para tahanan disana hanya bisa terdiam mematung, karena mereka juga sangat terkejut bukan main dengan kehadiran para banyak orang disana.


"Kenapa bisa ada tentara?" Tanya Gerry terheran sembari bersiap untuk menyerang dengan memakai senjata pedang yang memang di bawanya begitupun dengan Cakra, sedangkan lainnya menggunakan pistol


"Bagaimana mungkin mereka tahu jika ada kita disini?" Ucap Cakra yang juga kebingungan dengan menatap tajam tentara dihadapannya


"Mustahil jika mereka tahu sendiri." Tukas Via menodongkan pistol ke arah tentara dihadapannya


"Apa ini karna..." Ucap Yuki sengaja menggantungkan ucapannya, seketika mereka semua menatap Olive yang ternyata masih tersenyum penuh arti


"Benerkan dugaanku." Lanjut Yuki yang kini tidak panik lagi begitupun dengan yang lain


Setelah mengetahui jika itu adalah rencana dari Olive, para mafioso Phoenix Devil pun menurunkan senjatanya dan tidak menodongkannya pada tentara lagi. Kemudian mereka semua berdiri di belakang Olive dengan menatap pemimpin dari tentara itu, Siapa lagi jika bukan Sean tentunya.


"Dia seperti.... Ahh, apa itu memang dia?" Batin Sean sembari menatap Olive intens. Dia merasa mengenalnya tapi sedikit ragu karena topeng yang digunakan Olive berbeda dengan orang yang dulu menyelamatkannya


"Jangan sakiti kakak ini. Dia yang sudah menyelamatkan kami." Seru anak laki laki tiba tiba saja berdiri di hadapan Olive sembari merentangkan kedua tangannya, sebut dia Rey


"Benar, Kakak ini penyelamat kami." Timpal gadis kecil melakukan hal yang sama seperti Rey, dia bernama Raya


Seketika, Sean langsung memberi isyarat pada anggota tentaranya untuk tidak menodongkan senjatanya lagi. Setelahnya, para tentara itu berkumpul menjadi satu atau lebih tepatnya berdiri di belakang Sean. Sedangkan para tim medis berkumpul dengan mafioso Phoenix Devil dan para tahanan masih berdiri di tempat yang sama.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Sean sedikit kebingungan


"Mereka yang menyelamatkan kami, saat kami di sekap sama mafia Dragon Fire." Ujar salah satu pria tahanan itu


"Benar, bahkan mereka sudah mengobati luka kami." Timpal tahanan yang lain


"Jadi selama ini kalian hilang karna di sekap sama mafia Dragon Fire?" Tanya David untuk memastikannya


"Iya. Dan berkat mereka, kami bisa bebas." Balas salah satu dari pra tahanan


"Siapa kalian?" Tanya Sean datar menatap Olive dkk


"Apa aku harus mengenalkan diriku?" Tanya balik Olive membuat Sean berpikir sejenak


"Kau... Jadi itu beneran kau, Queen Phoenix." Ucap Sean membuat para tentara dan tahanan disana terkejut bukan main, karena memang mereka tidak pernah melihat Queen Phoenix secara langsung


"Hah?! J-Jadi dia Queen Phoenix Devil?!" Pekik Nicko pelan


"Aku gak nyangka bisa melihatnya disini." Timpal David pelan


"Hmm.. Terimakasih atas semuanya." Ujar Sean


"Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar. Mereka pantas mendapatkan kebebasan." Balas Olive sangat datar


"Bukan terimakasih untuk itu saja." Tukas Sean


"Lalu?"


"Terimakasih karna kau telah menyelamatkanku waktu itu, mungkin jika tidak ada kau maka aku tidak akan bisa melihat matahari terbit lagi." Jelas Sean

__ADS_1


"Aku bukan menyelamatkanmu, tapi aku hanya ingin menghabisi dia." Seru Olive dengan sorot mata penuh kebencian jika mengingat Robert


"Kenapa kau melakukan itu?" Tanya Sean penasaran


"Itu bukan urusanmu, jadi jangan pernah mencampuri urusan pribadiku." Ucap Olive penuh penekanan


"Aku tidak bermaksud lancang, Tapi yang kau lakukan itu salah, karna kau sudah membunuh orang."


"Aku tidak akan memulainya jika bukan dia yang memulainya terlebih dahulu."


Belum sempat Sean berucap lagi, tiba tiba saja sudah disela oleh seseorang.


"Hmm... Apa sekarang kami boleh pergi? Sepertinya tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan" Tanya Cakra tiba tiba kepada kapten Sean


"Tidak." Balas Sean singkat, padat dan jelas


"Why?" Tanya Yuki


"Kalian harus ikut kami untuk memberikan keterangan tentang semua ini di kantor kepolisian sekarang juga." Jelas Sean dengan tegasnya dan ia kini kembali membahas masalah para tahanan itu


"Tapi sayangnya aku tidak tertarik sama sekali." Tukas Olive


"Dan sayangnya juga aku tidak menerima penolakan." Balas Sean datar


"Apa peduliku? Aku juga tidak suka kata penolakan." Ketus Olive, sedangkan yang lain hanya diam menyimak perdebatan mereka berdua saja


"Jika kau tidak mau, maka biarkan salah satu dari anak buahmu untuk ikut kami dan menjelaskan semua masalah yang ada saat ini, terutama tentang mafia Dragon Fire dan juga tentang siapa kalian sebenarnya." Seru Sean dengan nada tegasnya


"Aku tidak mau dan aku tidak akan membiarkan anggota mafiaku untuk ikut denganmu." Kekeh Olive


"Mau tidak mau, kau harus tetap ikut kami." Ucap Sean seakan perintahnya tak terbantahkan


"Harus ikut." Paksa Sean karena semakin kesal dengan sifat keras kepala milik seseorang dihadapannya


"Tidak."


"Ikut."


"Tidak."


"Ck... Dua-duanya kepala batu." Celetuk Nicko tiba tiba


"DIAM." Bentak Sean dan Olive bersamaan sembari menatap Nicko tajam dan membuatnya langsung kicep


"Garang juga kalau singa jantan dan singa betina ngamuk." Batin Nicko


"Sekali lagi ku tegaskan. Kau harus ikut kami sekarang juga." Seru Sean yang kini kembali menatap Olive


"Kalau aku tidak mau, kau mau apa hmm?" Balas Olive dingin


"Maka aku akan memaksamu." Tukas Sean


"Coba saja." Balas Olive lagi sembari tersenyum penuh arti


Saat Sean hendak mendekat ke arah Olive, tiba tiba saja Olive mengeluarkan sesuatu dari dalam jubahnya. Seketika membuat semua para tentara dan tahanan disana terkejut bukan main dengan apa yang Olive keluarkan.


"Hah?! Itu..." Pekik Sean berhenti melangkah

__ADS_1


"Hei, apa yang akan kau lakukan dengan alat itu?" Tanya David dengan nada sedikit meninggi


"Menurut kau apa?" Balik tanya Olive tersenyum devil


Ternyata Olive mengeluarkan sebuah benda berukuran cukup kecil, namun terdapat satu tombol di bagian tengahnya. Alat itu tak lain adalah alat untuk mengaktifkan bom peledak.


"Apa rencanamu?" Tanya Sean dingin dan datar, namun ia sedikit was was


"Kau akan segera mengetahuinya." Seru Olive dengan senyuman smirk yang tak pernah luntur sedikitpun


Klik...


DWAAARRRRR...


Bertepatan dengan Olive yang memencet tombol itu, seketika terdengar suara ledakan yang begitu dahsyat disana dan tentunya membuat mereka terkejut bukan main, tapi tidak dengan mafioso Phoenix Devil karena mereka tahu ledakan itu berasal darimana.


"Hah?! Apa yang baru saja meledak?" Ujar Sersan Tama bertanya tanya sembari menatap ke arah sumber suara


"Ledakannya sangat dahsyat." Timpal Nicko


"Suara itu berasal dari markas Dragon Fire." Cetus salah satu tahanan pria


"Benar, apa jangan-jangan memang markasnya yang meledak." Timpal tahanan lainnya


"Markas Dragon Fire?" Ucap Sean pelan sembari berusaha mencerna apa yang terjadi saat ini, karena setahunya di dalam hutan itu tidak ada bangunan, apalagi markas mafia


Saat mereka semua menatap ke arah lain, hal itu tentu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Olive. Seketika Olive menatap para mafiosonya dan rekannya dengan memberi isyarat tertentu.


Tiba tiba saja Cakra, Gerry dan beberapa mafioso disana mengeluarkan sebuah bom asap dan mereka pun melemparkannya ke arah para tentara dengan tujuan agar pandangan mereka sedikit kabur.


Uhuk... uhuk... uhuk...


"Aku tidak bisa melihat apa-apa. Uhuk..." Seru David Berusaha untuk menetralkan pandangannya begitupun dengan yang lainnya


"Hah?! Kemana mereka?" Pekik Sean saat mengetahui jika mafioso Phoenix Devil dan para tim medis sudah pergi dari sana, entah itu kemana


"Mereka berhasil melarikan diri." Tukas David


"Mereka benar-benar cerdik." Timpal Nicko


"Sudah, jangan pikirkan mereka. Sekarang kita bawa para korban untuk ke rumah sakit dan sebagian dari kalian, selidiki markas Dragon Fire di hutan ini." Titah Sean sangat tegas


"Siap kapten."


Kemudian mereka semuapun mulai menjalankan tugas masing-masing yang diberikan oleh kapten Sean.


*****


"Ck... Mereka cukup menyusahkan." Batin Olive sembari menatap keluar jendela mobil


Saat ini dia ternyata sudah berada didalam mobil yang di kemudikan oleh mafiosonya, sedangkan yang lain mengikutinya dari belakang. Yuki, Via, Cakra, Gerry dan para tim medis memakai mobil yang tentunya di kemudikan mafiosonya, tapi juga ada beberapa mafioso PD ada memakai sepeda motor.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaaa...

__ADS_1


Salam manis dari author**...


__ADS_2