Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Kemenangan


__ADS_3

BRAKK


Olive mendobrak pintu sebuah ruangan dengan sangat keras, kemudian diapun melangkah masuk tapi ternyata disana tidak ada orang sama sekali.


Tiba tiba saja ada seseorang yang berdiri tepat di belakang Olive yang sedang bersiap membidiknya dengan menggunakan pistol.


Dorr..


Orang itu menembak Olive, namun ternyata Olive sudah mengetahui semua itu dan dengan gerak cepat, dia melakukan roll belakang sembari melompat setinggi mungkin. Hal itu tentu membuat tembakan tersebut meleset dan malah mengenai dinding ruangan.


Dorr..


Tanpa di duga, Olive langsung menembak pistol yang berada di tangan orang itu dan tentunya membuat pistol tersebut jatuh ke lantai. Olive sengaja hanya menembak pistolnya, karena jika menembak orangnya maka orang itu akan terluka, padahal belum saatnya orang itu bermain dengannya, Pikir Olive.


"Wah wah... Kau ini sangat tidak sabaran untuk bermain yah." Seru Olive tersenyum smirk melihat kekesalan orang di depannya


"Sial. Dia berhasil menghindar." Batin orang itu kesal setengah mati


"Ckck... Aku baru tahu, ternyata King Dragon Fire hanyalah seorang pengecut yang beraninya main belakang." Lanjut Olive sinis sembari memasukkan dua pistol yang sedari tadi di pegangnya ke dalam jubahnya


"Terserah mau bilang apa. Tapi yang jelas, kau sangatlah bod*h, karna sudah memasuki wilayahku dan tentunya Sekali masuk, mustahil untuk keluar." Seru ketua DF dengan menekankan kata tertentu, dan saat ini dia juga tidak memegang senjata


"Tidak ada kata mustahil di kamusku." Balas Olive yang tak tersirat rasa takut sedikitpun


"Queen Phoenix, meski wajahmu tertutup dengan topeng sial*n itu, tapi kau masih terlihat sangat cantik dan menawan. Aku sangat suka, apalagi dengan keberanianmu, sungguh itu membuaku terlena." Ucap ketua DF menatap Olive dari atas sampai bawah


"Hmm.. Bagaimana jika kau menjadi istriku? Pasti kau akan sangat bahagia." Tambahnya


"Cih... Aku tidak sudi menjadi istrimu, bahkan dilirik sekalipun olehmu, aku sangat tidak sudi." Balas Olive menekankan kata katanya


"Hahaa... Aku suka gayamu nona manis."


"Kau terlalu banyak omong dan sepertinya kau sangat bahagia. Hmm... Aku tebak kau belum mengetahui sesuatu." Seru Olive menerka nerka


"Mengetahui sesuatu? Apa maksudmu?" Tanya Ketua DF mengernyitkan keningnya bingung


"Ohh... Aku tahu, maksudmu tentang pertarungan yang terjadi di luar? Haha... Aku sudah mengetahuinya, itu sebabnya aku menyambut kedatanganmu disini. Aku sangat baik bukan? Hahah..." Balas ketua DF seakan tahu maksud Olive


"He eh... Rupanya kau belum mengetahuinya, karna jika kau mengetahuinya pasti kau akan menangis saat ini juga." Sinis Olive berniat mengejek


"Apa maksud kau hah?!"


"Baiklah, karna aku sangat baik maka akan ku beritahu. Kau tadi mendengar suara ledakan bukan? Heh... Ledakan itu sebenarnya berasal dari gudangmu." Seru Olive tersenyum smirk


"Apa?! Hartaku." Pekik sang ketua, karena ia baru mengetahuinya.


Tadi mafiosonya hanya melaporkan jika ada yang menyerang markas, tapi tidak dengan ledakan gudang itu. Bagi sang ketua DF, anak buahnya bisa mengatasi semua musuh dengan mudah, jadi ia sendiri hanya bersantai di ruangannya sembari menunggu kedatangan dari Queen Phoenix jika tiba tiba masuk ke dalam ruangannya.


"Kenapa? Mau menangis? Mama.. Papa... Hartaku habis terbakar... Hahhaha...." Ejek Olive sembari menirukan gaya anak kecil yang merengek kemudian ia tertawa penuh kemenangan


"Kau... Pasti kau yang melakukannya kan? Jawab, Hah?!" Kecam ketua mulai tersulut emosi


"Pertanyaan konyol macam apa itu? Sudah jelas bukan, siapa yang menyerang. Tapi kau masih mempertanyakannya. Ck.. Benar-benar bod*h."


"Berani sekali kau menghinaku, akan ku buat kau menyesal karna sudah berani berurusan denganku."


"Siapa takut?" Tantang Olive


Kemudian ketua DF langsung mengambil dua pedang panjang disampingnya yang tergantung di dinding ruangan. Sedangkan Olive mengeluarkan dua samurai yang berada di belakang punggungnya. Sebenarnya ketua DF lebih handal menggunakan pistol, tapi sayangnya pistol dia sudah hancur karena di tembak Olive tadi.


"Kenapa tidak menggunakan pistol? Bukankah kau lebih sering menggunakan pistol ketimbang pedang? Heh.. Apa kau tidak punya uang untuk mengoleksi banyak senjata?" Ejek Olive tiada hentinya


"Diam kau bocah tengik. Aku memakai kedua pedang ini karna aku ingin memenggal kepalamu." Kecam ketua DF sembari menunjuk Olive dengan salah sat pedangnya


"Memenggalku? Heh.. Bagaimana jika yang terjadi malah sebaliknya?"

__ADS_1


"Kau benar-benar membuatku muak. Khiyyyaa..."


Ting..


Ting..


Bugh..


Ketua DF mulai melayangkan serangannya pada Olive. Berbagai teknik beladiri dilakukan oleh Olive untuk menghindari serangan tersebut, saat ini ia belum melakukan serangan balik karena sepertinya ingin bermain terlebih dahulu.


"Aku mulai bosan." Cetus Olive di sela-sela pertarungannya, kemudian ia pun langsung melakukan serangan balik pada ketua DF


Olive tiada hentinya menyerang ketua DF, bahkan sepertinya ia tidak memberikan celah sedikitpun untuk sang ketua melakukan serangan balik. Melihat ada kesempata, Olive pun langsung melayangkan tendangannya tepat di perut sang ketua hingga membuatnya mundu beberapa langkah.


Bugh...


"Ukhh.."


Bukan sampai di situ saja, Olive langsung melompat sembari melakukan gerakan berguling di udara dan juga menendang rahang ketua DF dengan sangat keras hingga membuat sang ketua terbanting dan mulutnya mengeluarkan darah, seketika juga kedua pedang yang di pegangnya terlempar cukup jauh darinya.


Bugh..


"Agghkkk..." Rintih sang ketua yang terbaring lemah


"Bagaimana? Mau lagi?" Tanya Olive tersenyum smirk sembari menodongkan samurainya tepat di hadapan sang ketua DF


"Kau pikir bisa mengalahkanku dengan mudah, hah?! Jangan mimpi." Kecam ketua


"Dasar pak tua tak sadar diri. Sudah kalah, masih saja belagu." Sinis Olive


"Oh ya, ku dengar kau sering menjual organ tubuh manusia bukan? Itu berarti kau sering dong memotong manusia. Hmm... Bagaimana jika kau juga merasakannya?" Ucap Olive tersenyum penuh arti


"Ap-apa maksud kau?" Tanya Ketua gugup karena merasa was was, kini dia posisinya juga sudah duduk


Srek..


Srek..


"Agggkkhhh... I-Iblis k-kau." Rintih ketua


"Terima kasih pujiannya." Seru Olive tersenyum Smirk


Srek..


Lagi dan lagi, Olive menebas satu kaki ketua DF dengan sekali tebasan saja.


"Aagggkkhhh... B-bunuh saja aku sekarang." Seru ketua semakin kesakitan, tapi posisinya terduduk karena kaki satunya masih bisa menyanggah tubuhnya


"Hufftt... Sebenarnya aku masih ingin bermain, tapi ya sudahlah. Kita akhiri saja permainan ini. Aku juga sangat bosan melihat kau." Ucap Olive sok sendu, kemudian...


Glek..


Olive melakukan gerakan berputar di tempat dan langsung menebas kepala ketua DF hingga putus hanya dengan sekali tebasan saja. Sebenarnya Olive ingin masih ingin bermain dengannya, tapi jika terlalu lama maka itu akan membuat para mafioso banyak yang tewas, padahal tujuan dia sendiri ingin menambah anggota mafianya.


"Sempurna." Ucapnya


Kemudian dia pun langsung membawa meletakkan kedua samurainya di punggungnya lagi, lalu dia membawa kepala ketua DF dan melemparkannya di hadapan semua mafioso yang berada di luar.


"Berhenti. Ketua kalian sudah kalah." Seru Olive membuat mereka semua berhenti berkelahi


Seketika semua mafioso DF melepaskan senjatanya dan berjongkok pertanda mengakui kekalahan. Sedangkan untuk kedua tangan kanan DF sudah tewas di tangan Gerry dan Cakra, bahkan mereka berdua kini sedang berada di dalam mansion untuk membantu yang lainnya.


"Kami mengaku kalah." Seru mafioso DF


"Ikut kami atau mati?!" Tegas Olive

__ADS_1


"Kami ikut ketua." Balas para mafioso DF


"Queen. Aku QUEEN PHOENIX."


"Baik Queen."


"Hmm... Bagus."


Kini semua mafioso PD dan DF sedang berada dalam satu ruangan, bahkan para mafioso yang tadi sempat tak sadarkan diri sudah didalam sana dengan di papah temannya.


"Sekarang, para mantan mafioso Dragon Fire segera rampas harta berharga disini untuk di bawa ke markas Phoenix Devil. Mulai dari uang, kendaraan, senjata dan yang lainnya. Tapi ingat, jangan pernah membawa barang terlarang dari sini. Mengerti?!" Titah Olive dingin, dia kini berdiri di tengah-tengah para tangan kanannya


"Mengerti Queen."


"Lakukan sekarang. Dan beberapa dari kalian, bawa yang terluka menuju tim medis untuk di obati." Titahnya lagi


"Siap Queen."


Tanpa basa basi lagi, Para mafioso Phoenix Devil dan Dragon Fire segera melakukan tugas masing-masing.


"Kalian ikut aku." Ajak Olive kapada semua sahabatnya


"Kemana?" Tanya Via


"Ruang tahanan."


Setelah mengatakan itu, mereka berlima langsung bergegas menuju ruang tahanan di markas Dragon Fire.


Brakk


Cakra langsung mendobrak pintu ruang tahanan dengan sekali tendangan saja, agar Olive bisa memasukinya. Disana ternyata terdapat beberapa ruang jeruji besi yang tentunya ada beberapa orang di setiap penjara dan itu terdiri dari anak-anak, remaja, bahkan orang tua sekalipun.


"Tolong... Tolong... Jangan sakiti saya Hiks.. hiks..." Seru semua orang disana dengan terisak


"Gila. Banyak banget tahanannya." Pekik Yuki sembari berjalan mengikuti Olive


"Mereka benar-benar sudah hilang akal sehatnya." Cetus Via


"Siapa kalian? Jangan sakiti kami, biarkan kami bebas." Seru salah satu pria disana penuh amarah


"Hei... Bebaskan kami." Timpal yang lainnya


"Hiks.. Aku takut. Aku gak mau mati hiks.." Isak gadis kecil yang penjaranya berada di samping Olive dkk


"Kamu tenang dek. Kita pasti bisa bebas dari tempat terkutuk ini." Ucap anak laki-laki berusaha menenangkan adiknya


"Dasar manusia lucknut. Kalian semua iblis." Kecam pria yang lain menunjuk Olive dkk penuh kebencian


"Hei.. Jangan bicara sembarangan kamu sama Queen." Marah Cakra hendak mendekati penjara pria itu tapi di cegah oleh seseorang


"Bang, jangan." Larang Olive membuat Cakra mengurungkan niatnya


"Apa?! Kenapa? Kalian memang iblis. Beraninya sama yang lemah." Seru pria itu lagi


"Yang salah siapa, yang di caci siapa." Gerutu Yuki kesal


"Tunggu apa lagi? Bebaskan mereka semua." Titah Olive pada semua sahabatnya dan itu membuat para tahanan terkejut bukan main.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa kasih Komentar dan Likenya yaa..


Salam manis dari author**...

__ADS_1


__ADS_2