
Skip istirahat sekolah...
Kini Olive dkk sedang bersantai sembari memakan makanan yang di pesannya di kantin sekolah.
"Boleh gabung?" Pinta seseorang tiba tiba sembari duduk di samping Olive
"Udah duduk baru minta ijin." Ketus Via
"Hehee.. Kan sekedar basa basi aja." Balasnya menyengir kuda
"Oh ya, kita belum kenalan loh. Aku Arkan." Ujar Arkan tersenyum manis
"Udah tau." Ketus Olive dkk bersamaan
"Hufftt... Oke. Kalian siapa?" Tanyanya setelah menghembuskan nafas kasar
"Yuki."
"Via." Jawab mereka secara bergantian, sedangkan Olive masih fokus dengan makanannya
"Kamu?" Tanya Arkan melirik Olive
"Aku?" Balik tanya Olive
"Ya. Siapa?"
"Kenalin, aku Olivia Grizelle Rafardhan. Kamu pasti tahu kan, siapa aku? Hmm.. Senang berkenalan denganmu." Balas Olive memasang senyum termanisnya sembari menyodorkan tangannya pada Arkan
"What?! Aku ga salah liat nih?" Batin Yuki sedikit terkejut melihat tingkah Olive yang cukup lembut
"Ini beneran Olive kan? Bukan hantunya." Batin Via cengo
"Aku juga senang." Balas Arkan menerima uluran tangannya
"Jadi, Kita temenan nih?" Tanya Arkan tersenyum sangat manis
"Temanan dong. Masa enggak?!" Balas Olive dengan senyum yang tak pernah luntur
"Nah, sebagai salam perkenalan. Aku akan traktir kamu, bagaimana?" Lanjut Olive
"Ga perlu repot-repot. Aku bisa beli sendiri." Tolak Arkan
"Ga repot kok. Bentar, aku pesenin kamu dulu." Ucap Olive langsung beranjak dari duduknya dan mulai melangkah untuk memesankan makanan buat Arkan
Arkan yang mendapat perlakuan istimewa dari Olive terus menerus tersenyum bahagia. Sedangkan Yuki dan Via masih mengernyitkan keningnya bingung karena tak mengerti dengan situasi saat ini.
"Pesanan datang. Selamat menikmati." Seru Olive sembari meletakkan mangkuk berisi bakso di mejanya
"Makasih." Ucap Arkan bersiap memakannya
"Makan dong. Jangan di liatin aja." Pinta Olive
"Ya, ini juga mau makan." Balasnya dan ia pun mulai menyendokkan baksonya ke dalam mulutnya sendiri
Seketika ekspresi Arkan yang tadinya tersenyum berubah menjadi ekspresi yang sulit diarktikan, sedangkan Olive masih tersenyum penuh arti.
"Kenapa? Baksonya enakkan?" Tanya Olive
"Sial, dia ngerjain aku lagi. Ini baksonya pedes gila." Batin Arkan kesal tapi dia memasang fake smilenya
"Pasti enak dong. Sini biar aku suapin." Ujar Olive tersenyum jail dan langsung merebut sendok yang di pegang Arkan
"J-jangan, biar aku aja." Tolak Arkan
__ADS_1
"Ga papa. Aku ga keberatan kok, malah aku seneng bisa nyuapin cowok paling ganteng di sekolah ini." Balas Olive dengan fake smilenya
"Huwee... Ganteng dari Hongkong?!" Batin Olive berekpresi ingin muntah
"Ayo makan. Aaaa..." Seru Olive menyendok baksonya
"Gak, biar ak-... Mmph." Tiba tiba saja Olive langsung menyuapi Arkan sebelum Arkan menyelesaikan ucapannya
"Anak pintar. Lagi yah.. Aaaa.."
"Ini belum selesai. Nanti-... Mmphh." Beberapa suapan Olive berikan pada Arkan yang padahal Arkan sendiri belum selesai mengunyah dan menelannya
"Fiks, pasti Olive mulai lagi. Hahaa..." Batin Yuki yang mulai mengerti maksud Olive
"Hahaa... Emang enak?! Makannya jangan bangunin singa betina tidur." Batin Via tertawa terbahak bahak
"Guys, kelas yuk. Aku udah kenyang nih." Ajak Olive tiba tiba setelah bakso milik Arkan hampir habis
"Kuy lah. Aku juga udah kenyang banget." Timpal Yuki
"Kita ke kelas yah. Kamu habisin makanannya loh, kalo gak habis nanti mubadzir." Pinta Olive
"I-iya." Balasnya tersenyum paksa
"Cabut guys." Ajak Olive pada kedua sahabatnya dan mereka pun langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Arkan disana sendirian
"Hah.. huh.. hah.. huh... Minumnya mana? Minum. Kok habis semua sih." Cetus Arkan merasa kepedasan sembari mencari minuman, namun naas karena ternyata di meja itu tidak ada minumab, bahkan minuman milik Olive dkk sudah habis
"Ah... Minumannya buat aku. Kau beli lagi sana." Seru Arkan menyerobot minuman milik salah satu siswa yang melintas di hadapannya
"Tap-..."
"Udah sana. Nih, uangnya." Potong Arkan sembari menyerahkan uanga seratus ribu pada siswa itu
"Huh... GILA!!! Dia masukin sambal berapa kilo sih. Pedesnya minta ampun. Huhh.." Kesal Arkan
"Sumpah. Hari pertama masuk sekolah ini, udah dua kali aku di kerjain. Mana itu cewek yang sama lagi." Lanjutnya berdecak kesal
"Hmm... Aku makin penasaran sama dia. Dan, apa yang membuat tentara itu sampai luluh? Hei... Kapten, kau tunggu permainanku." Gumam Arkan tersenyum devil.
Flashback On...
Waktu itu, di sebuah ruangan yang cukup gelap karena hanya memiliki beberapa alat penerangan saja.
"Siapa gadis ini?" Tanya seorang pria pada rekannya yang saat ini berdiri di belakangnya. Dia juga sedang memperhatikan sebuah foto
"Dia Olivia Grizelle Rafardhan." Balas orang itu yang ternyata adalah seseorang yang pernah di lihat Olive saat di cafe bersama Sean
"Rafardhan?" Ucap sang pria berbalik untuk menatap lawan bicaranya dan pria itu ternyata adalah Arkan
"Benar. Dia merupakan putri dari korban ledakan itu." Balasnya
"Hmm... Jadi dia keluarganya. Tapi kenapa bisa dekat dengannya?" Batin Arkan terus memandangi foto Olive dan Sean yang saat itu Sean sedang memegangi tangan Olive.
"Apa yang kau ketahui tentangnya?" Tanya pria itu lagi
"Dia merupakan salah satu murid di SMA Garuda Bangsa, kelas XI IPA 1. Saat ini dia tinggal dengan kakak kandung dan kakak iparnya." Jelasnya
"Itu saja?"
"Ya King."
"Sudah ku katakan berkali kali, aku tidak suka di panggil King. Panggil aku Master." Cetus Arkan mengeluarkan hawa dinginnya
__ADS_1
"I-iya Master."
"Kau boleh pergi, dan panggilkan mereka berdua." Titah Arkan dingin
"Baik Master." Balasnya, kemudian orang itu pun segera keluar ruangan dan dia juga menjalankan perintah dari atasannya
"Hmm... Sepertinya menarik jika ku ubah cara mainnya." Ucap Arkan itu tersenyum smirk dan terus memandangi foto tersebut
"Master panggil kita?" Tanya seseorang tiba tiba memasuki ruangan itu
"Ya. Aku berencana untuk mengubah permainan kita." Balas Arkan dengan nada dingin
"Maksudnya?" Tanya pria 2, dia adalah Lewis dan tentunya bersama dengan Richard
"Tentara itu sungguh membuatku muak dan aku ingin sekali menghancurkannya." Jawab Arkan dengan sorot mata penuh kebencian
"Kita bisa langsung menghabisi dia saat ini juga." Seru Richard
"Tidak semudah itu. Dia bukan lawan sembarangan, bahkan sepertinya dia tidak memiliki kelemahan."
"Ada Master. Dia memiliki kelemahan. Apa lagi kalau bukan keluarganya?" Cetus Richard menyeringai iblis
"Kau benar. Tapi jika menggunakan keluarganya itu sangat tidak seru, karna cara itu terlalu kuno. Aku ingin yang lebih sempurna dari itu." Balas Arkan tersenyum penuh arti
"Maksudnya?" Tanya Lewis
"Aku akan menggunakan gadis ini." Balas Arkan menunjukkan foto tersebut pada mereka berdua
"Hah?! O-Olive." Pekik keduanya
"Bagaimana mungkin master mengetahui tentang gadis ini?" Tanya Richard setelah menetralkan rasa keterkejutannya
"Tidak ada yang tidak mungkin bagiku. Aku sengaja menyelidikinya di belakang kalian, karna aku sendiri merasa jika kalian tidak becus dalam bertugas." Tukas Arkan
"Bahkan gara gara kalian, aku kehilangan satu tangan kananku, Robert." Lanjutnya penuh amarah yang mendalam
"Maaf Master. Kita janji, akan berusaha lebih baik lagi." Ujar Lewis
"Jangan berjanji, tapi buktikanlah." Seru arkan menekankan kata katanya
"Sebenarnya aku tidak ingin menghabisi kapten tentara itu terlenih dahulu karena suatu hal." Tambah Arkan
"Suatu hal? Apa?" Tanya Lewis
"Queen Phoenix. Aku rasa kapten itu mengenal siapa Queen Phoenix sebenarnya, dan aku ingin mencari tahu tentangnya." Balasnya
"Queen Phoenix? Dia sangat misterius, identitasnya sangat tertutup rapat. Bahkan untuk menyelidiki mafia Dracula Blood yang merupakan nama mafia sebelum berubah menjadi Phoenix Devil saja, sangat sulit." Ujar Richard
"Hmm.. Itu berarti ketua mereka sekarang tidak bisa di anggap remeh seperti dulu." Ucap Arkan sedikit pelan kemudian dia beralih untuk menatap foto itu lagi
"Olivia Grizelle Rafardhan. Kau akan jadi senjataku. Hahhaa..." Batin Arkan
Flashback Off...
"Hmm... Queen Phoenix, siapa kau? Aku pasti bisa menemukanmu lewat tentara sial*n itu. Tapi untuk mengetahuinya, berarti aku harus memegang kelemahannya. Apa lagi kalau bukan kau, Olive." Batin Arkan tersenyum smirk yang bisa membuat siapapun bergidik ngeri jika melihatnya.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa LIKE, KOMEN dan VOTE yaaaa...
Salam manis dari author**...
__ADS_1