
Dengan bantuan satpam di mansion yang menggotong Shifa ke dalam mobil. Olive langsung membawa Shifa ke rumah sakit karena ia tidak mau jika kakak iparnya itu sampai kenapa napa.
Sebenarnya Olive bisa saja memanggil dokter ke mansion, tapi ia ingin Shifa mendapatkan perawatan yang lebih intens. Ya namanya juga terlalu sayang, jadi jangan salahkan Olive yang terkesan lebay itu, padahal kan cuman pingsan.
Tak lupa juga, Olive menghubungi abangnya tentang keadaan Shifa. Genta yang mendapat kabar itu langsung saja mengakhiri meetingnya dengan client, karena bagi Genta keluarga yang utama daripada masalah kerjaan.
"Kak bangun kak, Aku mohon." Seru Olive fokus menyetir sembari sesekali melirik ke kursi penumpang karena disana ada Shifa yang terbaring tak sadarkan diri
"Akhh... Ini semua gara-gara aku." Kesalnya memukul setir
Skip sampai rumah sakit...
"Dokter... Tolong Kakak saya dok." Teriak Olive setelah keluar dari mobil
Dengan cepat beberapa perawat berdatangan sembari membawa brankar, dan salah satu dari mereka menggotong Shifa untuk memindahkannya ke atas brankar. Setelah itu, mereka semua bergegas menuju ruangan rumah sakit untuk memberikan penanganan pada Shifa.
"Kak Shifa, bangun kak." Seru Olive membantu perawat mendorong brankarnya
"Maaf, silahkan anda tunggu di luar, biar dokter yang menanganinya." Ucap suster saat Olive hendak masuk ruangan mengikuti Shifa
"Tolong pastikan kakak saya baik baik saja." Ucapnya penuh harap
"Kami pasti akan melakukan yang terbaik." Balas Suster kemudian masuk ke dalam ruangan itu dan juga menutup pintunya
Kini Olive duduk di kursi panjang di depan ruangan tersebut sembari menangis karena mengkhawatirkan keadaan Shifa.
"Hiks... Kenapa harus seperti ini? Maafin aku kak, maafin aku hiks..." Isaknya
"Olive..." Panggil seseorang
Olive langsung melihat ke arah sumber suara dan ia mendapati kedua sahabatnya yang sedang berjalan menghampiri dirinya.
"Kalian kok tau aku disini?" Tanya Olive yang air matanya masih mengalir dan ia juga sudah berdiri
"Tadi kita ke mansion kamu, tapi kata maid disana kamu lagi di rumah sakit karna katanya kak Shifa pingsan." Ujar Yuki cemas
"Emang apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Via
"Aku gak tau, tapi kayaknya kak Shifa sangat syok saat mengetahui semuanya." Balas Olive
"Maksud kamu?" Tanya Via bingung
"Kak Shifa tau siapa aku sebenarnya." Jawab Olive
"Apa?! M-maksudnya kak Shifa tau kalau kamu itu..."
"Iya, dia sudah tau." Seru Olive memotong ucapan Yuki
"Hah?! B-bagaimana bisa semuanya terbongkar?" Tanya Via yang terkejut bukan main begitupun dengan Yuki
"Tadi kak Shifa gak sengaja denger ucapan aku yang mengatakan jika aku itu..." Belum sempat Olive menyelesaikan ucapannya, tiba tina saja terdengar seruan seseorang yang memanggil namanya
"Olive..." Seru orang itu yang tak lain adalah Genta
Dia datang menghampiri Olive dengan dengan raut wajah yang terlihat sangat cemas dan khawatir.
"Bang Genta." Ucap Olive langsung memeluk Genta erat dan Genta pun langsung membalasnya
"Apa yang terjadi? Kenapa Shifa bisa sampai pingsan?" Tanya Genta sangat cemas sembari melepas pelukannya
"Hiks... K-kak Shifa..." Lagi dan lagi ucapan Olive terpotong karena tiba tiba saja pintu ruangan tersebut di buka oleh dokter
Ceklek
"Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Genta cemas
"Kakak saya baik baik aja kan dok?" Tanya Olive sedangkan kedua sahabatnya hanya menyimak
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, pasien baik baik aja." Jawab dokter itu tersenyum
"Tapi kenapa bisa sampai pingsan?" Tanya Olive lagi
"Dia hanya kelelahan dan terlalu banyak pikiran, ini juga di sebabkan karna faktor kehamilannya." Jelas dokter
Deg
"H-hamil dok?" Pekik Genta terbata begitupun dengan yang lain
"Iya, saat ini usia kandungannya menginjak minggu ketiga." Balas dokter
Mendengar itu seketika raut wajah Genta dan Olive yang tadinya sangat cemas berubah menjadi senang dan begitu sangat bahagia.
"Liv, A-abang bakal jadi ayah?" Ucap Genta tersenyum senang sembari memeluk Olive
"Iya bang, selamat yah. Aku seneng dengernya." Balas Olive membalas pelukan Genta
"Waahhh... Bakal ada debay nih." Seru Via
"Kita bakal punya ponakan dong." Cetus Yuki
"Dok, apa kita bisa melihatnya?" Tanya Genta setelah melepas pelukannya
"Bisa, pasien juga sudah sadar dan hari ini pasien di perbolehkan pulang. Nanti akan saya berikan resep vitamin untuk istri tuan." Ujar sang dokter
"Iya, terimakasih dok." Balas Genta
"Kalau begitu, saya mohon pamit undur diri." Ucap dokter membungkukkan badannya sedikit
"Hmm..."
Dokter itupun segera pergi dari sana, sedangkan Olive dkk dan juga Genta memasuki ruangan Shifa.
Ceklek
"Mas Genta..." Ucap Shifa tersenyum manis sembari mengelus perutnya sendiri
"Sayang..." Seru Genta berhambur memeluk Shifa dan Shifa pun membalasnya dengan senang hati
"Makasih, berkat kamu kebahagiaan aku menjadi sangat sempurna." Ujar Genta dalam pelukannya
"Jangan terimakasih, karna ini juga menjadi kebahagiaan aku." Balas Shifa seketika Genta pun melepas pelukannya dan menatap Shifa intens
Olive dkk yang melihat itu sangatlah senang, sebenarnya Olive juga ingin mendekat tapi sejujurnya dia masih takut jika Shifa akan membongkar identitasnya dihadapan kakak kandungnya. Alhasil, dia hanya bisa diam saja tapi dalam hatinya tentu ikut merasa senang atas kebahagiaan kakaknya itu.
"Aku senang liat kalian bahagia, tapi... Apa ini juga terakhir kalinya aku liat kebahagiaan kalian? Apa kalian akan membenciku? Aku benar-benar tidak sanggup di benci sama kalian. Maafin aku bang Genta, kak Shifa..." Batin Olive sendu yang kembali menitikkan air mata dan langsung juga di hapus olehnya
Yuki dan Via yang mengetahui perasaan Olive saat ini hanya bisa menguatkannya dengan cara memegang tangan kanan dan kiri Olive karena memang dia berdiri di tengah. Olive pun hanya bisa tersenyum melihat kedua sahabatnya, sebenarnya itu hanyalah sekedar fike smile saja agar dia terlihat kuat meski hatinya sangatlah rapuh.
"Aku janji sama kamu, aku pasti akan menjadi suami dan juga ayah yang baik buat anak kita nanti." Ujar Genta
"Gak perlu janji, aku percaya sama kamu." Balas Shifa
"Euumm... Kamu maunya cewek apa cowok?" Tanya Shifa
"Mau cewek atau cowok itu gak masalah, yang terpenting adalah sehat dan itu berlaku juga untuk kamu." Ujar Genta
"Aku?"
"Ya, aku mau saat anak kita lahir bukan hanya dia yang sehat, tapi kamu juga harus sehat. Maka dari itu aku mau kamu jaga kesehatan kamu, jangan terlalu capek dan jangan banyak pikiran, mengerti?" Seru Genta
"Aku ngerti sayang." Ucap Shifa tersenyum manis
Lagi dan lagi Genta memeluk Shifa dengan erat dan di balas langsung oleh Shifa.
"Makasih sayang atas semuanya, makasih." Ujar Genta dalam pelukannya dan di balas senyuman manis dari Shifa
__ADS_1
"Eumm... Aku akan urus administrasinya dulu, agar kamu bisa secepatnya pulang." Ucap Genta melepas pelukannya
"Iya." Balas Shifa
"Olive, kamu jaga kakak kamu dulu yah. Abang pergi dulu." Pinta Genta
"Iya bang, pasti." Balas Olive
Genta pun segera keluar ruangan tersebut. Kini disana hanya ada Olive dkk dan juga Shifa. Olive dkk hanya terdiam menunduk karena takut menatap manik mata Shifa, sedangkan Shifa kini menatap Olive dengan tatapan yang sangat sulit di artikan dan itu tentu membuat Olive semakin merasa bersalah dan juga takut.
"Olive..." Ucap Shifa tiba tiba
"I-iya kak." Balas Olive gugup sembari menghampiri Shifa tapi dia masih menunduk takut
"Liat kakak." Titah Shifa datar
"......." Tak ada respom dari Olive
"Liat kakak, Olive." Seru Shifa sedikit meninggikan suaranya, sontak Olive pun langsung menatap kakaknya
"M-maafin aku kak, aku udah buat kakak kecewa. A-aku benar-benar..." Belum sempat Olive menyelesaikan ucapannya tiba tiba saja di potong seseorang
"Kakak gak akan cerita sama abang kamu." Seru Shifa membuat Olive dkk cukup terkejut
"M-maksud kakak?" Tanya Olive terbata
"Ya, kakak gak akan menceritakan tentang ini semua pada abang kamu."
"Apa kak Shifa serius?" Tanya Olive untuk memastikannya
"Kakak serius. Lagian menurut kakak, mau kamu jadi apapun itu kamu tetep orang baik. Kamu melakukan ini karna ingin menghukum orang yang salah dan kakak bisa memakluminya." Ujar Shifa
"J-jadi kakak gak akan nyuruh aku buat berhenti kan?" Tanya Olive dengan hati hati
"Enggak. Lagian yang kakak tau, kamu itu sering membantu orang yang benar. Kamu bahkan membantu tugas para polisi menuntaskan kejahatan, kamu..." Belum sempat Shifa selesai berucap, tiba tiba saja...
Greb
Olive memeluk Shifa erat karena sangkin terharunya dengan penuturan Shifa dan langsung mendapat balasan dari Shifa dengan senang hati.
"Makasih kak, makasih karna kakak udah negertiin posisi aku." Ujar Olive dalam pelukannya
"Hmm... Kakak memang ngijinin kamu, tapi semua itu ada syaratnya." Seru Shifa membuat Olive melepas pelukannya
"Syarat?" Bingung Olive
"Ya. Kamu harus hati hati, jangan sampai terluka. Apa bisa?"
"Tentu, tentu saja bisa kak." Balas Olive tersenyum senang
"Kakak gak perlu khawatir, karna aku gak sendiri." Ucap Olive membuat Shifa mengernyit keningnya bingung
Olive pun melirik kedua sahabatnya yang kini sedang memasang senyum penuh arti, Shifa yang melihat itu awalnya bingung, tapi tak lama kemudian ia pun mengerti.
"K-Kalian..." Ucapnya cukup terkejut
"Iya, kita ikut Olive." Seru Yuki tanpa keraguan sedikitpun sedangkan Via hanya tersenyum
"Hah?!" Pekik Shifa.
**Bersambung...
...----------------...
Maaf ya... Author jarang update, kerjaan author lagi banyak banget🙏🙏🙏
Salam manis dari author😘**
__ADS_1