Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Kesepakatan


__ADS_3

Kini Olive dkk, Cakra dan Gerry sedang berdiri tak jauh dari markas Black Diamond. Sedangkan para mafioso dan tim medis sudah kembali ke markas PD bersamaan dengan mafioso BD.


"Kenapa mereka belum dateng juga." Kesal Via karena merasa jengah telah menunggu cukup lama


"Bentar lagi juga dateng." Ucap Olive


"Bentarnya kapan? Kita udah nunggu hampir setengah jam loh. Bahkan mafioso udah pada pulang." Cetus Yuki


"Hitung aja sampe sepuluh, mereka pasti dateng." Seru Olive


"Aku hitung yah." Ucap Via


"Satu... Dua... Tiga... Empat... Li-..." Terus menghitung


Tinn.. tin.. tiinnn...


"Belum juga nyampe sepuluh, udah dateng aja." Celetuk Via


Tiba tiba saja beberapa orang yang di tunggu Olive sudah sampai disana dan langsung mengepung Olive dkk, Cakra dan Gerry dengan menodongkan senapan, sedangkan yang di kepung malah memasang wajah santainya saja.


"Kalian lagi, apa yang kalian lakukan disini?" Tanya salah satu orang itu yang tak lain adalah Sean tentunya bersama dengan rekan tentaranya


"Kau tanya apa yang kita lakukan disini?" Balik tanya Olive dengan wajah datarnya


"Bagaimana jika aku yang bertanya pada kau. Siapa yang meminta kau dan teman kau datang kemari hmm?" Lanjut Olive


"Apa ini..."


"Seratus persen buatmu." Seru Olive dengan cepat memotong ucapan Sean


Perkataan Olive barusan sukses membuat para tentara itu terkejut. Sontak Sean memberi isyarat pada temannya untuk tidak menodongkan senjatanya lagi pada mafia Phoenix Devil dan itu pun langsung di lakukan mereka tanpa adanya bantahan sedikitpun.


"Hmm... Jadi apa tujuanmu sebenarnya?" Tanya Sean dengan wajah dinginnya


"Aku akan memberimu informasi yang sangat penting." Seru Olive


"Informasi?" Bingung Sean


"Yap, tapi tentunya itu semua tidak gratis kapten."


"Kau pasti punya rencana licik, iyakan?" Cetus David menunjuk Olive. Kini semua tentara berdiri di samping dan belakang Sean


"Hei... Itu bukan urusanmu, dan ku peringatkan padamu. Jangan pernah menunjuk Queen seperti itu." Seru Cakra menunjuk David dan menekankan kalimat terakhirnya


"Bukankah seorang tentara harus melindungi rakyatnya, jadi dia pasti akan melakukan apapun untuk rakyatnya bukan?" Seru Olive


"Kesepakatan apa yang akan kau buat?" Tanya Sean


"Tenang saja, aku ga minta yang neko-neko kok." Balas Olive dengan santainya


"Apa?"

__ADS_1


"Aku akan memberitahumu tentang semua mafia disini tanpa terkecuali dan akan membantu seluruh tugas para polisi untuk menuntaskan kejahatan." Ujar Olive


"Dan sebagai imbalannya aku ingin mafiaku, mafia Phoenix Devil mendapatkan kebebasan dimanapun kami berada. Para polisi dan tentara tidak boleh memburu kami. Bagaimana?" Lanjutnya membuat para tentara terkejut bukan main, sedangkan sahabatnya malah tersenyum puas


"Dengan kata lain, kau ingin kami membiarkan penjahat seperti kau berkeliaran bebas disini?" Seru Nicko


"Astaga, aku baru sadar kalo aku itu penjahat." Cetus Olive memasang wajah sok sedihnya


"Hei, apa benar aku penjahat?" Tanya Olive pada semua temannya


"Aku rasa tidak Queen. Justru kau sangat baik." Balas Yuki dengan santainya


"Kalau jahat, kenapa dulu kau menyelamatkannya? Bukankah seharusnya membiarkan dia mati di tangan mafia the Scorpion King." Ujar Gerry melirik Sean sinis, sedangkan yang ditatap memasang wajah datarnya saja


"Dari yang ku dengar, kau sering membongkar kasus korupsi di kota ini. Itu berarti kau orang baik bukan?" Timpal Via


"Minggu lalu juga kau membebaskan para tahanan Dragon Fire, bahkan kau yang mengobati luka mereka." Seru Cakra


"Ah... Sudahlah, masa lalu jangan di ungkit. Aku tidak ingin menyombongkan kebaikanku pada orang lain." Ucap Olive sok polos


"Itu bukan sombong Queen, tapi itu bertujuan untuk membuka Mata hati mereka. Agar mereka tau, siapa yang benar dan siapa yang salah." Seru Yuki menekankan kata tertentu dengan melirik para tentara


"Aku tidak akan memaksamu untuk menerimanya. Karna apa? Karna kalian juga tidak akan bisa menangkapku ataupun anggotaku." Seru Olive tersenyum remeh


"Bagaimana aku bisa percaya padamu, kalau aku saja tidak mengenali wajahmu." Ucap Sean


"Apa itu penting?"


"Hufftt... Aku sangat tidak suka sifat keras kepalamu itu." Cetus Olive


"Tapi... Baiklah, jika itu maumu." Lanjutnya membuat semua rekan mafianya menatapnya tak percaya


"Apa kau serius?" Tanya Gerry tapi tak mendapat jawaban dari Olive


"Kalau begitu, buka topengmu sekarang juga." Titah Sean


"Akhirnya aku akan mengetahui siapa Queen Phoenix itu." Batin Nicko antusias


"Apa dia beneran akan membongkar identitasnya?" Batin David


"Apa yang Olive lakukan? Kenapa jadi seperti ini?" Batin Yuki


"Jika Olive serius dengan ucapannya, itu berarti identitasku dan Yuki juga akan terbongkar." Batin Via


"Rasanya mustahil jika Olive akan membuka jati dirinya." Batin Cakra


"Apa dia gila? Bisa bisanya mau mengaku sama tentara ini." Batin Gerry


Saat Olive hendak membuka topengnya, tiba tiba saja...


"Haishh... Kenapa aku harus melakukannya?" Ucap Olive menghentikan aktifitasnya dengan nada sok polosnya dan membuat mereka semua menatapnya tak percaya

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Sean datar


"Aku rasa ada hal yang lebih penting daripada membongkar jati diriku yang sebenarnya."


"Apa maksudmu?"


"Ya, bukankah menjaga kedamaian disini lebih penting dari segalanya, termasuk identitasku?" Balas Olive santai


"Sekarang jelaskan apa maumu sebenarnya Queen Phoenix?" Tanya Sean semakin geram dengan sifat lawan bicaranya yang menurut dia sangat bertele tele


"Aku sudah menjelaskannya padamu, apa kau tidak mengerti ucapanku?" Balas Olive yang kini mengeluarkan aura dinginnya


"Permintaanmu itu sangat tidak masuk akal."


"Tidak masuk akal? He eh... Apa begitu sulit bagimu untuk menyetujuinya? Lantas, apa yang membuatmu tidak menerima kesepakatan ini?" Tanya Olive sangat dingin, sedingin kutub utara


"Karna kau mafia, kau penjahat, pembunuh berdarah dingin. Kau sudah membunuh ratusan bahkan ribuan orang yang tak bersalah. Itu sangat cukup untuk dijadikan alasan kenapa aku tidak menyetujuinya." Jawab Sean penuh penekanan


"Aku akui yang kau katakan itu benar, tapi aku rasa kau melupakan sesuatu." Ucap Olive membuat Sean mengernyitkan keningnya bingung


"Hmm... Apa kau menginginkan sebuah fakta?" Tanya Olive tiba tiba


"Fakta?" Lirih Sean


"Aku memang mafia, tapi apa kau tahu? Menjadi mafia bukanlah keinginanku, aku juga tidak pernah menginginkan menjadi monster seperti ini. Dan perlu kau ketahui, mafia belum tentu penjahat, mafia juga manusia biasa yang menginginkan kebebasan. Apa aku salah jika aku dan anggotaku menginginkannya? Apa itu salah?" Seru Olive membuat Sean dan para tentara terdiam seketika


Kemudian Olive menarik nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya dia melanjutkan ucapannya


"Kau bilang aku penjahat? Maka akan ku jawab IYA. Aku tidak akan membantahnya sedikitpun. Tapi, satu hal yang harus kau tau. Tidak akan ada penjahat jika sebelumnya tidak ada penjahat. Kau tau artinya apa? Seorang penjahat itu terlahir karna dia terlebih dahulu di jahati orang lain. Mungkin kau berpikir jika tidak semua penjahat terlahir karna itu, tapi... Memang itulah yang aku rasakan dan aku alami saat ini. Apa kau peduli tentang itu, Hah?!" Lanjut Olive yang tanpa terasa ada bulir bening yang mengalir dipipi mulusnya meski terhalang topeng


"Apa dia menangis?" Batin Sean menatap Olive sendu


"Aku tau ini berat bagimu Olive. Kamu tenang aja, ada aku yang akan selalu ada di sisi kamu." Batin Via menatap Olive dari samping


"Kamu kuat Liv, aku yakin kamu bisa melewati ini semua." Batin Yuki


Seketika Olive pun menghapus air matanya pelan dan tergantikan dengan senyuman getirnya.


"Pembunuh. Aku pembunuh berdarah dingin? He eh... Aku tidak menyangka jika aku sudah menjadi pembunuh. Bukan... Tapi aku sudah jadi monster, itu diriku yang sekarang." Ucap Olive tersenyum miris


"Semua yang kau katakan itu benar, sangat benar. Tapi aku hanya membunuh orang yang memang tidak pantas berada di dunia ini, Mereka semua adalah hama yang harus di basmi. Aku tau, caraku ini memang salah. Kau tau kenapa aku tetap melakukan ini? Karna yang ku inginkan hanyalah keadilan. Mereka yang tidak bersalah dan menjadi korban kejahatan itu harus mendapatkan keadilan yang seadil adilnya." Lanjutnya


"Bukannya aku tidak percaya dengan hukum, tapi bagiku di dunia ini hanya ada satu prinsip kehidupan. Yaitu..." Ucap Olive sengaja menggantungkan ucapannya


"Darah di balas dengan darah, Nyawa di balas dengan nyawa." Ucap Olive penuh penekanan dan membuat mereka semua yang disana terdiam seribu bahasa.


**Bersambung...


...----------------...


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT DAN VOTE YAAA...

__ADS_1


Salam manis dari author**...


__ADS_2