Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Salam perkenalan


__ADS_3

Waktu terus berlalu, kini sudah tiba waktunya untuk melangsungkan pertemuan antara tentara yang tak lain adalah Sean dkk dengan mafia Phoenix Devil, Olive dkk.


Disebuah jalan yang sangat sepi karena memang sekarang adalah malam. Terlihat dua buah motor sport melaju dengan kecepatan sedang. Pengendara tersebut tak lain adalah Sean dan David yang membonceng Nicko. Mereka sengaja menggunakan sepeda motor karena memang jalan yang akan di tempuh melewati jalan yang cukup sempit dan sulit di jangkau jika menggunakan mobil. Gudang yang mereka tuju merupakan gudang yang sudah tidak di tempati selama bertahun tahun lamanya.


Skip sampai di Gudang


Sean dkk segera memarkirkan motornya di halaman depan. Meski sudah tak berpenghuni, tapi rupanya disana cukup terang karena ada beberapa alat penerangan. Mungkin yang memberi alat itu adalah mafia Phoenix Devil, pikir Sean dkk.


"Apa kau yakin ini tempatnya?" Tanya Nicko sembari memperhatikan bangunan di hadapannya


"Yakin." Balas Sean tanpa menoleh ke arahnya dia juga mengeluarkan sebuah berkas yang ia selipkan di bagian baju belakangnya


"Disini cukup terang, sepertinya Phoenix Devil sudah mempersiapkan semuanya." Gumam David


"Masuk sekarang." Ucap Sean datar kemudian dia pun memasuki gudang tersebut dan di ikuti kedua temannya


Saat mereka masuk, mereka mendapati lima orang berbaju hitam dengan jubah berkibar di punggungnya dan juga memakai topeng. Posisi keempat orang menghadap Sean dkk, sedangkan satu orang di tengahnya membelakangi Sean dkk.


"Kalian telat satu menit." Seru orang yang di tengah tanpa membalikkan tubuhnya, dia tak lain dan tak bukan adalah Olive


"Dia sangat on time." Batin David


"Anggep satu menitnya itu saat kita berjalan masuk kesini." Balas sean datar


"Ck... Kau ini sama sekali tidak mau mengalah yah." Cetus Olive


"Tentu saja. Selagi masih bisa, kenapa harus mengalah." Lagi dan lagi Sean menjawabnya dengan enteng


"Hmm... Mulai lagi deh debatnya." Celetuk Via pelan karena merasa jengah


"Oke, tidak perlu lagi basa basi. Sekarang, katakan keputusan kalian." Seru Olive to the point


"Sebelum aku jawab, aku ada satu pertanyaan untukmu, Queen Phoenix. Dan kau harus menjawabnya dengan jujur." Ucap Sean


"Akan ku jawab dengan jujur, jika pertanyaanmu tidak merugikanku." Balas Olive dingin


"Aku rasa kau masuk ke dunia bawah karna ingin balas dendam. Jadi aku bertanya pada kau, siapa yang ingin kau balas." Tanya Sean


Seketika semua yang disana menatap Olive karena penasaran apa yang akan di jawabnya.


"Seseorang yang menghancurkan kebahagiaanku." Jawab Olive dengan sorot mata yang sangat tajam dan aura yang dingin


"Siapa?" Tanya Sean lagi


"Dia...." Ucap Olive sengaja menggantung dan membuat Sean dkk semakin penasaran


Satu detik


Dua detik


Tiga detik


"Manusia." Lanjut Olive dengan watadosnya


Sontak Sean dkk membuka rahangnya lebar-lebar karena tak menyangka jika Olive akan menjawab seperti itu. Sedangkan Yuki, Via, Cakra dan Gerry hanya bisa menahan tawanya saja ketika melihat ekspresi Sean dkk yang menurutnya sangat lucu.


"Olive.. Olive, bisa aja kamu mengerjai para tentara ini." Batin Cakra


"Para tentara itu pasti sangat kesal, atau bahkan ingin meledak saat ini juga. Hahah..." Batin Gerry


"Sempet-sempetnya dia bercanda, padahal aku udah sangat penasaran." Batin Nicko kesal


"Queen Phoenix ini rasanya ingin aku kirim ke lubang buaya sekarang juga." Batin David yang juga ikut kesal

__ADS_1


"Queen Phoenix tidak ada duanya, sangat langka." Batin Sean menggelengkan kepalanya


"Kenapa?" Tanya Olive tiba tiba dengan wajah datarnya


"Aku menjawabnya dengan sangat jujur, apa kau tidak mau berterimakasih denganku?" Lanjut Olive dengan tampang sangat ingin di tampol wkwkw


"Kau benar-benar membuatku-..."


"Kagum? Oh, tentu saja." Seru Olive memotong ucapan Sean dengan watadosnya


"Bukan kagum, tapi kesal setengah mati." Bantah Sean dan hanya di balas senyuman sinis dari Olive


"Sekarang tepati janjimu." Seru Olive


"Ck... Aku bahkan belum mendapatkan jawaban apapun darimu." Kesal Sean


"Hey, apa kau tuli. Aku sudah menjawabnya bukan?"


"Jawab apanya? Sudah jelas itu manusia, kenapa kau menjawabnya seperti itu."


"Aku sudah mengatakan padamu, Akan ku jawab jujur, jika itu tidak merugikanku. Apa kau lupa?"


"Emang apa salahnya jika kau jujur. Mungkin jika kau mengatakannya, aku beserta yang lain bisa membantu menyelesaikan masalahmu."


"Masalahku adalah Urusanku. Lagipula, kau dan semua rekanmu sudah ku beri waktu untuk menyelesaikannya, tapi sampai sekarang tidak membuahkan hasil sama sekali. Jadi, biarkan aku yang turun tangan sendiri." Balas Olive dengan penuh penakanan karena mulai tak suka saat Sean berusaha mengorek privasinya


"Apa maksudmu?" Tanya Sean mengernyitkan keningnya bingung


"Sudahlah, aku sedang tidak mood membahas masalah ini. Tepati janjimu sekarang, sebelum dia datang dan mengacaukannya." Seru Olive


"Dia? Siapa?" Tanya Sean tak mengerti maksud Olive


Belum sempat Olive menjawab, tiba tiba saja terdengar seruan seseorang yang menggema di ruangan tersebut.


Tak


Tak


Tak


Mereka semua yang disana pun menoleh ke sumber suara yang di hasilkan oleh sepatu milik seseorang. Orang itu berjalan dengan santainya, Baik Olive dkk maupun Sean dkk tidak dapat melihat wajahnya karena memang posisi orang tersebut membelakangi cahaya dan hanya ada bayangan gelap yang tak lain adalah bayangan orang itu.


Meski Olive dkk tidak bisa melihat wajahnya, tapi mereka sudah tau siapa orang itu. Sedangkan Sean dkk masih mengernyitkan keningnya bingung dengan siapa orang itu.


"Siapa dia?" Ucap David pelan tapi bisa di dengar oleh semuanya


"Wah.. wah... Kalian ini sepertinya ketinggalan zaman yah, Masa tidak mengenaliku?" Tanya orang misterius itu dan kini dia sudah berhenti melangkah


Pria misterius itu memakai pakaian serba hitam, memakai topeng, jubah hitam dengan gambar kalajengking, ada dua buah pistol di samping pinggang kanan dan kiri. Dia memancarkan aura yang sangat kuat dan dingin, tatapan mata begitu tajam seperti siap menerkam mangsa yang ada di hadapannya.


"Kau... Mr. X." Seru Olive menatap pria itu tajam dan hanya di balas senyuman smirk dari Mr. X yang tak lain adalah Arkan


"Mr. X? Siapa Mr. X?" Tanya Sean menoleh ke arah Olive sekilas


"Ketua utama mafia The Scorpion King." Jawab Olive singkat


"Tapi bukankah ketuanya itu-..." Belum selesai Nicko berucap, tiba tiba saja di sela oleh seseorag


"Bukan. Mereka bertiga hanya budaknya saja, mereka tangan kanan mafia The Scorpion King. Dan dia.... adalah ketua bayangan mafia itu dan juga merupakan ketua utamanya." Seru Olive tanpa mengalihkan pandangannya dari Arkan


Pemuturan Olive barusan sukses membuat Sean dkk menganga tak percaya. Kemudian mereka kembali menatap Arkan dengan tatapan yang begitu tajam dan dingin.


"Waaww.... Sangat menakjubkan. Queen Phoenix ini ternyata penggemarku yah, bahkan kau mengetahui semua tentangku. Ckck..." Cetus Arkan disertai seringaian iblisnya

__ADS_1


"Sepertinya kau salah Mr. X. Bukan aku penggemarmu, tapi kau penggemarku." Seru Olive, sedangkan Arkan hanya mengangkat sebelah alisnya karena merasa bingung apa maksud Olive barusan


"Kau begitu mengidolakanku sampai-sampai kau datang menemuiku sendiri dan tanpa mengajak para budakmu itu. Apakah aku harus mendapat penghargaan?" Lanjut Olive menyeringai


"Kau benar. Itu berarti kau sangat beruntung bisa bertemu denganku langsung. Aku memang menemuimu seorang diri, Karna apa? Karna aku ingin memberikan salam perkenalan kepadamu secara langsung, Queen Phoenix." Ucap Arkan dengan senyuman smirk yang tak pernah luntur


"Oh, aku sangat terharu mendengarnya." Balas Olive santai


"Apa kau tau?Pasalnya, aku tidak pernah menunjukkan diriku kepada siapapun. Aku lebih suka menjadi pemimpin bayangan."


"Dengan kata lain, kau menyebut diri kau sendiri sebagai Pecundang." Tukas Olive menekankan kata terakhirnya


"Apa maksudmu, Queen Phoenix?" Tanya Arkan sedikit bingung


"Ya, Kau pecundang. Kau tidak berani menghadapi musuhmu sendiri, apa kau takut menghadapinya?" Balas Olive dengan entengnya


"Kau..." Geram Arkan


"Olive sangat pandai memancing emosi orang." Batin Yuki


"Heh... Ternyata Mr. X ini sangat emosian yah." Batin Via


"Kenapa dia begitu santai berhadapan dengannya? Jika dia ketua TSK, itu berarti dia sangat kuat bukan?" Batin Sean


"Baiklah, bukankah kau kesini untuk memberi salam perkenalan kepadaku? Bagaimana jika kau memulainya langsung?" Ujar Olive


"Oke, ternyata kau sangat tidak sabaran yah." Balas Arkan yang kini kembali tersenyum smirk


"Kalian disini, jangan ikut campur." Ucap Olive dingin pada semua sahabatnya


"Apa kau yakin? Dia bisa aja mencelakaimu." Tanya Yuki merasa cemas


"Dia hanya ingin bermain sebentar, dia gak akan melukaiku." Balas Olive


"Jangan gegabah, kita hadapi dia sama-sama." Seru Sean


"Aku bukan pengecut yang beraninya main keroyokan." Ucap Olive


Saat Sean hendak membuka suara lagi, tiba tiba saja di potong oleh seruan seseorang.


"Oh, ayolah. Kalian ini lama sekali berdiskusinya, kedua tanganku sudah sangat gatal." Cetus Arkan melemaskan regangan otot tangannya


"Heh... Kau masuk dalam perangkapku Mr. X." Batin Olive


"Ayo mulai." Seru Olive tersenyum smirk


Bugh


Bugh


Mereka berdua terlibat perkelahian sengit, mereka juga sama-sama menggunakan tangan kosong. Walaupun mereka memiliki senjata, tapi tujuan mereka hanya untuk bermain sebentar. Karena mereka tahu, belum saatnya bagi mereka untuk bertarung sungguhan.


Sedangkan yang lain hanya menonton dengan wajah cukup cemas khawatir, karena takut jika Arkan akan melukai Olive.


**Bersambung...


...----------------...


πŸ‘‰ Coba dong, kalian tulis pendapat kalian di kolom komentar tentang novel ini "QUEEN MAFIA AND HANDSOME ARMY"...


Kalo banyak yang komen, besok malam author up lagi πŸ‘ˆ


Salam manis dari authorπŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2