Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 11


__ADS_3

Setelah pertengkaran kecil itu, separuh perjalanan mereka masih terbungkus dalam diam, suara khas Celena Dion menyanyikan lagu The Power Of Love terdengar pelan dari Tape mobil. Tapi hanya sebatas itu, tidak ada dari mereka yang memulai percakapan sampai helaan bafas Raja terdengar.


“Rumah yang gue bangun belum rampung semua, jadi untuk sementara kita tinggal dirumah ayah.” Mata Raja masih fokus pada jalan didepannya. Padahal mobil mereka tengah berhenti karena macet.


Ellena menoleh, mengangguk masih menatap Raja. “Kamu buat rumah? Untuk apa?”


“Untuk kita lah, nggak mungkin juga setelah nikah kita berdua numpang dirumah Ayah atau orang tua lo.”


‘Untuk apa rumah itu? Bukan kah pada akhirnya kita akan cerai?’ Batinnya


“Kenapa lo ada masalah?”


Ellena mengangkat kedua bahunya, lalu pandanganya tidak sengaja melihat cincin pernikahan mereka melingkar di jari manis suaminya. “Cincinya dipake juga?” Tanya Ellena tiba-tiba, Raja sontak melirik juga ke jari-jari kecil Ellena. “Kemarin dilepas bahkan sebelum acara pernikahan selesai.”


“Terpaksa, itu karena kita mau pulang kerumah.” Balas Raja, mulai menginjak pedal gas mobilnya setelah beberapa waktu terjadi kemacetan panjang. “Gimana dengan lo? Cincinnya dipake? Gue nggak mau sampai dirumah ayah sama Bella curiga atau nanya-nanya yang aneh.”


Gadis itu kemudian mengangkat tangan dimana cincin berlian putih yang melingkar dijari manisnya. “Meski aku tidak menyukainya, ini sudah jadi milikku kan?“


“Sejak awal memang itu milik lo.”


“Makanya nggak akan aku lepas.”


“Terserah lo aja.” Sahut Raja acu


“Oh iya, siapa yang beli cincin ini? Cantik, pas dijari aku.” Ellena masih mengangkat tangannya, seakan memerkan cincin itu pada dunia. “Bella ya?” Lanjutnya, namun kali ini laki-laki itu tidak mejawab. Raja fokus dengan jalan yang lumayan ramai didepannya.


•••


Setelah melewati kemacetan yang sangat panjang, dua puluh menit berlalu mobil Raja berhenti tepat diarea parkir kediaman Julian, ini bukan kali pertamanya Ellena menginjakkan kaki dirumah ini. Namun, gadis itu masih terkesima dengan kemegahan juga keindahan rumah suaminya.


Para pelayan hanya menarik koper Raja, laki-laki itu bahkan tidak memberinya kesempatan untuk mengambil beberapa pakaian diruamahnya.


Langkah Raja terhenti didepan pintu, saat dia merasa ada sesuatu yang hilang darinya. Gadis yang lebih cocok jadi adiknya itu tidak ikut berjalan, dia memasukkan tangan kedalam saku lalu membalikkan tubuh kebelakang.

__ADS_1


Hal yang peratmaa kali Raja lihat setelah tiba dirumah orang tuanya, Ellena tersenyum lepas untuk pertama kalinya.


“Kenapa diam? Masuk!” Teriakan Raja seperti goncangan yang merobohkan sisa-sisa kesadaran. Dengan senyuman yang masih sama, Ellena berjalan ke pada suaminya yang sudah menunggu didepan pintu. Meraih tangan Raja yang sudah menunggunya.


“Jangan salah paham Ini hanya berlaku didepan ayah.” Ucap Raja seraya membalasa genggaman istrinya.


“Iya tau kok. Tapi, kalau mau gini terus aku nggak masalah.” Ucap gadis itu merayu suaminya.


“Jangan ngerep.”


Keduanya melangkah ber-iringan, meski semua hanya kepalsuan tapi entah mengapa genggaman Raja begitu hangat menjalar keseluruh tubuh Ellena.


“Ayah, kakak datang.” Teriak Bella girang, gadis itu berlari menyambut kedatangan Raja juga Ellena.


Julian dengan stelan jas yang rapi baru saja keluar dari ruangan yang lebih mirip sebuah pustaka tepat di samping ruang keluarga. Ellena memberi senyuman manis untuk mertuanya, namun lain halnya dengan Raja. Wajah laki-laki itu masih seperti dinding tembok yang datar.


“Selamat datang Ellena!” Julian menyambut menantunya itu dengan keramahan merankul menantunya penuh kasih. “Jangan sungkan, mulai sekarang kamu bagian keluarga Argantara. Menantu pertama dirumah ini.”


“Iya ayah.” Balas Ellena dengan senyuman.


“Meeting? Kenapa Raja tidak tau ayah?” Tukas Raja.


“Itu karena kamu masih cuti, nikmati saja dulu. Setelah pulang dari kantor ayah akan merencanakan bulan madu untuk kalian berdua.”


Ellena membelak. “Ayah tidak perlu terburu-buru, untuk saat ini Ellena tidak bisa kemanapun karena harus kuliah. Iyakan kak?” Ellena melirik Raja tajam berharap laki-laki itu mengerti.


“Iya Ayah benar kata Ellena, karena mepersiapkan pernikahan ini perjaan Raja jadi menumpuk dan rencananya Raja akan aktif kembali kuliah. tahun ini Raja harus lulus.”


Julian mengangguk setuju. “Baik, Bulan madu kalian ayah akan tunda sampai bulan depan. Setelah itu tidak ada lagi alasan.” Setelah mengatakan hal itu Julian meninggalkan kediamannya diikuti pak Samuel sekertaris paling setia keluarga Argantara.


“Kakak, Bella juga pamit ya. Hari ini ada mata kuliah.” Ucap gadis itu seraya mengambil tas kecilnya diatas meja. “Kamar kakak udah Bella bersiin, kalau kak Ellena mau apa-apa minta sama bibi aja ya.”


“Makasih Bel, maaf ngerepotin.” Arabella hanya tersenyum sebagai balasan, ia kemudian melangkah keluar menyisahkan sepasang pengantin baru itu dirumah yang besar nan mewah. Disaat itu juga Raja langsung melepas tangannya kemudian melangkah menuju lantai atas dimana kamarnya berada.

__ADS_1


“Lo istirahat aja, gue ada kerjaan.” Ucap Raja ketika mereka berada didalam kamar, laki-laki itu langsung melepas kaosnya didepan Ellena. Refleks gadis itu menoleh cepat sedangkan Raja tersenyum kecil kemudian meraih setelan jas berwarna hitam lalu memakainya.


‘Sial mataku. Tapi ngomong-ngomong punggungnya oke juga’ Batin Ellena


“Lo harus terbiasa dengan pemandangan ini. Lagian nggak dosa kok, kita udah nikah.” Ujar Raja melewati Ellena sambil meraih tas hitam berisi leptop dan beberapa berkas yang Raja masukkan kedalam sana


“Kalau lo mau apa-apa tinggal bilang sama bibi, mereka ada di paviliun belakang.”


“Kamu mau pergi? Bukannya ayah bilaang kamu masih cuti.”


“Gara-gara ngurus pernikahan kemarin, kerjaan gue numpuk. Lagi pula ayah nggak bakal tau kalau gue kekantor.”


“Kalau gitu aku bisa keluar juga?”


Raja menghentikan aktifitasnya lalu mengadah menatap Ellena. “Lo lupa ya sama perjanjian kita, nggak saling ikut capur urusan masing-masing. Jadi lo bisa kemana aja tanpa harus minta izin ke gue.”


“Assha…” Ellena melocat girang, sepertinya kali ini raja sedikit menyesal setelah mengeluarkan kata-katanya. “Aku agak telat pulang, ada beberapa barang mau aku ambil dirumah.”


“Kalau itu gue anter.”


“Ha? Kok gitu, perasan barusan kamu bilang kalau kita…”


“Ini karena kita mau kerumah lo, apa kata mama sama papa kalau lo pulang tampa gue?” Raja langsung menyela kalimat Ellena


Ellena mengangguk pelan. “Benner juga, kok aku nggak kepikiran sampai kesana.”


“Itu karena lonya yang begok.”


“Ishhh…” Ellena mendesisi, laki-laki itu terus mengatainya tanpa ampun “Kalau gitu kamu jemput aku dikampus.” Sambungnya.


Raja menangguk pelan. “Kebetulan gue juga ada urusan disana.”


“Urusan apa?”

__ADS_1


“Bukan urusan lo.” Ucapnya sambil keluar dari kamar.


“Iya tau. Gitu aja marah.”


__ADS_2