Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Ban 62


__ADS_3

Setelah kepergian Jennie, Raja langsung membuka semua pakaiannya lalu membuangnya ketempat sampah. Laki-laki itu melangkah keruang rahasia dimana Raja menyimpan beberapa pakaian ganti. Selang beberapa menit suara ketukan pintu dari luar namun laki-laki itu masih terlihat santai mengaitkan satu persatu kanci bajunya.


Tok


Tok


Tok


”Masuk!” Teriak laki-laki itu masih merapikan pakeannya.


“Permisi tuan, ini berkas yang anda minta.” Kata sekretaris Lina meletakkan maap coklat itu diatas meja setelah Raja keluar dari ruangan rahasianya. “Nyonya sendiri yang membawanya tadi.


“Apa? Ellena kesini?” Wajah Raja tiba-tiba berubah pucat pasih “Kenapa tidak menyuruhnya masuk?”


“Kata nyonya anda ada tamu…”


“Apa?” Jantungnya semakin berdebar tidak karuan, Raja lngsung meraih ponselnya diatas meja. Kemudian melangkah keluar namun laki-laki itu kembali menoleh. “Lalu kemana istriku pergi?”


”Saya tidak tau tuan, nyonya Ellena pergi setelah memberikan berkas anda.”


”Shit…” Raja mengumpat kesal, dia berlari menuju lift masih menyimpan telepon genggamnya di duan telinga, berusaha menghubungi Ellena. “Angkat sayang, kamu dimana?” Gumam Raja setelah keluar dari lift. Dia kemudian berlari bahkan hampir menabrak Leo saat di lobi.


“Tuan… anda baik-baik saja kan?”


Raja mengangguk, laki-laki itu kembali melanjutkan langakahnya menganaikan Leo.


“Tuan apa ada masalah?”


”Ellena tadi disini, dia pasti salah paham saat melihat Jennie tadi.”Jawabnya masih berusaha menghubungi istrinya.


“Saya akan mengantar anda tuan.”


“Tidak, temui tuan Rudolft! Aku sudah menyelesaikan semuanya kau hanya perlu mebereskan sisanya.”


”Tapi tuan…”


“Satu lagi, cari dimana keberadaan istriku.” Setelah mengatakan hal itu, Raja masuk kedalam mobil buggati miliknya, melaju kencang menuju kampus. Gadis itu pasti disana.


Beberapa menit kemudian Raja sampai di pekaranan Universitas Athena, laki-laki itu turun lalu berlari menuju kelas Ellena. Tepat di depan gedung fakultas, Raja berpapasan dengan Aska.

__ADS_1


”Ka, lo liat Ellena?”


“Kenapa nanya ke gue? Lo kan suaminya?” Aska mendekat pada sepupunya itu, menyelidik. “Kalian berantem ya?”


“Aska? Gue nggak bercanda sekarang. Lo liat istri gue nggak?” Bentak Raja.


“Gue nggak liat, Ellena nggak pernah masuk dari pagi.”


“Tapi dia ada kuliah.”


“Batal, dosen makulnya sakit. Gue ngulang mata kuliah itu.”


Raja mengerang frustasi, dia memutar badannya berlari ke arah mobilnya. Masih berusaha menghubungi Ellena saat laki-laki itu kembali duduk dikursi kemudi.


...****************...


“Suprise.” Sorak Ellena ketika gadis itu masuk kedalam rumahnya. Hanin juga beberapa pelayan begitu terkejud dengan kedatangan nona muda mereka.


“El, kamu detang? Kok nggak bilang sayang?” Sambut Hanin dengan pelukan hangatnya.


Gadis itu tersenyum simpul, memeluk manja tubuh kurus wanita paru baya yang masih terlihat cantik dan bugar itu. “Emang harus izin kalau mau pulang kerumah sendiri?”


“Dia kerja mama.” Balas Ellena seraya melepaskan pelukannya.


“Kalian baik-baik saja kan? Nggak marahan kan.”


”Ma, kita baik-baik saja kok. Aku cuman kangen mama makanya Lena kesini. Ya udah Lena pulang aja.”


“Aaaa… mama cuman nanya kok. Kenapa jadi sensi sih?” Hanin merapikan anak rambut putrinya, menyelipkan ke daun telinga Ellena. “Sesibuk apapun suami mu kalian harus datang bers…”


Drap!


Drap!


Drap!


“Maaf ma, Raja dateng terlambat.”


Sontak kedua wanita itu menoleh kearah pintu, Ellena membulatkan matanya saat melihat Raja melangkah mendekat kearah mereka.

__ADS_1


“Raja?”


Laki-laki iti langsung menarik Ellena kedalam dekapannya, memeluk pinggang gadis itu mesrah. ”Kenapa aku ditinggal?” Tanya laki-laki itu pelan.


Ellena hanya bisa diam, antara percaya dan tidak dengan kehadiran suaminya yang secara tiba-tiba


“Uhhh… Mama jadi obat nyamuk, ya udah kalian istirahat. Setelah itu kita makan bareng.”


***


Raja menghampiri Ellena lalu menarik pinggang gadis itu memeeluknya erat setelah pintu kamar tertutup.


“Nggak tau seberapa khawatirnya aku Ell.” Bisik Raja dalam pelukan Ellena, memejamkan matanya sambil menghirup aroma khas vanila bercampur coral begitu menenangkan dari ceruk leher istrinya.


“Raja…”


“Kalau marah, jangan langsung ngilang. Kita bisa bicara baik-baik.”


Ellena mengenyerit. “Marah kenapa? Aku nggak marah.”


“Kenapa telepon aku nggak diangkat?”


Ellena menyisahkan jarak diatara mereka. “Hp aku kelupaan pas mau kekantor kamu. Nggak ada yang marah.”


“Ell…” Suara berat Raja berhasil memberi getaran di jantung gadis itu, Ellena mngulum bibirnya.


“Tadi kekantor?”


Ellena diam.


“Kenapa nggak nemuin aku dulu.”


Lagi-lagi Ellena hanya diam, kali ini gadis itu mengalihkan wajahnya kesisi lain. “Kamu pasti capek, nggak mau istirahat dulu?” Kata gadis itu mengalihkan pembicaraan


“El…”


“Kamu ganti baju..”


“Ellena Michaela.”

__ADS_1


__ADS_2