Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 35


__ADS_3

Raja berdiri dari tempat duduknya sedari tadi, ia melirik jam diatas pintu menujukkan pukul dua dini hari. Sedikit malas ia segera berdiri membereskan semua pekerjaannya kemudian melangkah keluar. Tepat ketika ia membuka pintu, Reva hendak masuk keruangnnya kembali membawa sebotol air hangat. Rupanya wanita itu tidak jerah setelah mendapat penolakan.


Rahang Raja mengeras saat dia tidak sengaja menabrak wanita itu, air hangat bahkan mengenai kulitnya namun Raja sama sekali tidak perduli. Dia tidak menyukai ini. “Ngapain Lo?” Ucapnya tanpa rasa prihatin sama sekali dengan tangan Reva yang memerah.


“Maaf pak, karena bapak tidak minum teh atau kopi jadi saya ganti dengan air hangat.” Jawabnya sopan


“Selain tentang pekerjaan jangan datang keruangan gue atau lo mendekat sama gue!” Bentaknya, ia kemudian membuak jas yang baru saja Reva sentuh, membuangnya dengan kasar ketempat sampah. Setelah itu Raja mendekati handsentelizer yang ada disudut ruangan, lalu menyemprotnya seperti ribuan serangga baru saja menempel dikulitnya.


Reva termangu memegangi tangannya yang terasa perih, apa sejijik itukah Raja pada dirinya? sampai-sampai laki-laki itu membuat hatinya begitu sakit.



__ADS_1



“Tuan Rudolf, saya tidak menyangka pad aakhirnya anda bersedia menemui saya hari ini.” Ucap Raja setelah mencapai kata sepakat, tuan Rudolf mengangguk setelah melettakn teh hijau khas Jepang kesukaannya.


“Itu karena kegigihan anda tuan Oliver. Saya pikir jika mengabaikan anda, anda akan menyerah. Ternyata hal itu diluar dugaan.” Raja hanya menanggapinya dengan senyuman. “Tidak heran jika anda menjadi raja di pasar Ekonimo, itu karena kegigihan anda.”


“Saya berharap kerja sama kali ini tidak akan ada lagi yang dirugikan. Maafkan saya tentang hal itu tuan, dan anda tidak perlu khawatir semua kerugian anda kami akan selesaikan dalam waktu dekat ini.” Jelas Raja.


”Tidak perlu tuan Oliver, uang yang Roy ambil tidak sebanding dengan kepuasan konsumen saya. Citra perusahaan saya benar-benar bagus selama ini, saya tidak mempermasalahkan hal itu lagi.”


“Saya dengar baru-baru ini anda sudah melangsungkan pernikahan.” Raja sedikit tersentak, ia melirik Leo yang sedang duduk disampingnya. “Selamat tuan Oliver atas pernikahan anda dan saya mint maaf tidak membawa hadiah apapun untuk anda.”


“Tidak masalah masalah tuan Rudolf.”

__ADS_1


Selang beberpa menit berbicang-bincang keduanya berjabat tangan sebagai tanda perpisahan juga kerjasama yang terlah disepakati.


“Sampai ketemu tuan Oliver, saya harap dipertemuan kita selanjutnya saya bisa bertemu dengan nyonya Oliver. Tentu dia gadis yang cantik sehingg bisa menaklukkan pria seperti anda.”


“Ahhhahaha… Tentu tuan, saya akan mencari waktu luang untuk pertemuan itu.”


Raja juga Leo akhirnya bisa bernafas lega. Keduanya berjalan beriringan dengan senyum sumringan keluar dari restaurant, tempat pertemuan mereka dengan tuan Rudolf.


“Leo, selesaikan semua urusan di kantor cabang. Setelah itu kita kembali, gue udah kangen sama cewek tengil itu.” Pinta Raja masih dengan senyumannya.


“Tapi tuan, kita harus ke London.”


Raja menoleh bagaimana bisa dia melupakan tentang Jennie? “Suruh Edwar yang beresin, gue mau pulang.”

__ADS_1


“Tapi tuan, nona Jen… Maksud saya model yang akan menjadi BA produk perusahaan mengingkan anda menemuinya langsung.”


Raja menutup matanya kesal menahan emosi yang tiba-tiba meluap. Padahal laki-laki itu sudah sangat merindukan istrinya. “Atur Jadwal, malam ini semuanya harus selesai gue mau pulang!”


__ADS_2