Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 24


__ADS_3

Raja berdecak, sudah 20 menit berlalu Ellena belum juga keluar dari rumah. Tepat sebelum laki-laki itu melakukan panggilan, gadis yang sejak tadi membuatnya gusar akhirnya keluar juga. Raja langsung membukakan pintu.


“Lama, gue ada meting.”


Ellena menoleh sambil tersenyum. “Maaf, tadi aku lupa ambil tugas dari Mr. Lois.”


“Gue nggak mau ya di cap bos malas karena lo.”


“Iya, lain kali nggak lagi.”


Raja tak lagi menggubris istrinya, ia hendak menyalakan mesin mobil ketika matanya teralihkan pada sesuatu. Detik berikutnya, Raja berdecak. Laki-laki itu membuka jas yang sudah terpasang rapi lalu melemparkanya tepat diatas paha istrinya. “Kan gue udah bilang ubah cara pakean lo.”


“Salahnya dimana lagi? Aku udah ubah Raja, kamu nggak liat? Ini udah pake baju Oversize.”


“Iya bajunya udah gede tapi celana lo yang bermasalah. Kalau kependekan gitu bawa apa kek supaya bisa di tutupi. Jadi cewek jangan bego-bego amat.”


Ellena berdecih, ia menarik jas suaminya menutupi paha. “Iya. Nggak Sekalian nyuruh aku pake gamis?” Gumamnya


“Gue setuju. Nanti kita beli gamisnya.”


Ellena langsung menoleh pada Raja dengan tatapan tajam tapi sialnya laki-laki itu malah tersenyum sangat manis. Raja mulai menyalakan mobilnya, meninggalkan pekarangan rumah mewah keluarga Argantara yang super megah, tanpa ada satupun percakapan yang terjadi diantara mereka. Sampai pada akhrinya mobil yang mereka tumpangi berhenti di area parkir perusahaan. Raja menoleh pada istrinya kemudian tersenyum, untuk sesaat laki-laki itu masih menatap Ellena dalam keadaan tertidur.


“Lo cantik banget sih kalau lagi tidur.”


Raja keluar dari mobil, membuka pintu dimana Ellena duduk. Laki-laki itu menyelipkan tangan dibawah kaki dan punggung gadis itu lalu menggendongnya.


Leo sekertaris Raja sejak tadi menunggu di pintu dibuat terkejud begitu atasannya tiba. “Tuan, ada apa dengan nyonya? Apa perlu saya panggilkan dokter?” Sekretaris Leo seketika tau jika gadis dalam dejapan tuan muda Raja Oliver adalah Ellena satu-satunya gadis yang berhasil menikah dengan laki-laki itu.


Raja menggeleng. “Dia hanya tidur.”


“Mari saya bawa tas nyonya Ellena.” Sambil meraih tas milik Ellena


Semua orang diperusahan dibuat heboh hanya dalam hitungan detik, silih berganti karyawan melempar tatapan penuh tanya, berbisik satu sama lain. Siapa gadis dalam dekapan tuan Raja? Bagaimana bisa, laki-laki yang selama ini yang diklaim sebagai pria gay tengah menggendong seoraang gadis cantik didepan semua orang.


“Bagaimana kita bisa melupakannya?” Salah seorang karyawan yang menjadi castemer service bersua. Nadia, namanya tertulis jelas ditakename. “Kalian ingat artikel menghebohkan tempo hari, mengatakan jika pewaris Athena Raja Oliver akan menikah.”


“Haa… aku ingat! Tapi, tidak ada kelanjutan dari artikel itu Nad. Penguman pernikahan ataupun foto pernikahan tuan Raja pun tidak ada. Ini mengejutkan.” Balas Marsya yang juga castemer service pada perusahaan itu.

__ADS_1


“Jika bukan istrinya siapa lagi Mar? Kamu tau kan tuan Raja adalah laki-laki yang paling anti dengan wanita. Makanya kemarin sempat ada gosib kalau dia laki-laki gay.”


“Aku jadi penasaran siapa dia? Dari sekian banyak gadis yang dijodohkan dengannya hanya gadis itu berhasil menaklukkan hati seorang Raja Oliver. Aku iri.” Sahut salah satu gadis yang tiba-tuba ikut bergabung dimeja panjang itu.


“Aku akan mencari tahu siapa nama istrinya.” Ucap Marsha langsung mengambil ponselnya dari dalam laci.


Ketiga gadis itu sontak dokus pada bend akecil yang ada ditangan Marsha, beberapa detik kemudian wajahnya memelas lalu menatap kedua rekannya secara bergantian.


“Kenapa? dapat?”


Marsha menggeleng. “Aku tidak mendapat berita apapun tentang istrinya.”


“Istri? Istri siapa?” Ketiga gadis itu sontak kaget, Edwar yang entah datang darimana tiba-tiba muncul diantara mereka. Ketiganya bungkam. “Kenapa diam? Memang ada karyawan yang baru nikah dengan teman satu kantor?”


“Ttt… tidak pa.” Ucap Nadia


“Lalu?”


“Apa anda tidak tau? Kalau tuan Raja sudah menikah dan hari ini dia menggendong istrinya didepan kami semua.” Nadia yang gemes dengan mulut Marsha langsung menutupnya agar gadis itu tidak terlalu banyak bicara. “Akk… Bukannya kalian sahabat ko bapak tidak tau hal seperti itu.”


“Mar!!!” Gadis itu menoleh tanpa rasa bersalah sedikit pun. “Apa?”


•••


Brak


“Shuttt!!!” Decik Raja ketika teman laknatnya itu membuka pintu seperti dep kolektor yang sedang menagih hutang. “He monyet lo bisa hati-hati nggak sih?” Ucapnya pelan


Edwar membeku didepan pintu, kedua pria itu langsung menatap gadis yang begitu lelap dalam pangkuan suaminya.


Dengan wajahnya yang polos Edward tersenyum, pelan-pelan ia melangkah l itu duduk berhadapan dengan Raja juga Ellena yang masih tidur dipangkuan suaminya.


“Kakak ipar gue kenapa? Sakit?”


“Tidur.”


Edwar menggeleng prihatin.

__ADS_1


“Kenapa lo menyet.”


“Gue tau lo ini pertama kali buat lo, tapi jangan buat kakak ipar kelelahan juga sampai ketiduran kayak gitu. Nggak kasian?” Ucap laki-laki itu sambil menyilangkan kaki.


“Maksud lo?”


“Gempur sih gempur nggak sampai pagi juga. Jadi kasian gue liat kaka ipar.”


“Kalau ngomong dijaga ya, gue nggak ngapain anak orang.”


Kata-kata yang terdengar ambigu dari Raja membuat Edwar juga Leo saling menatap, mereka tak saling berbicara tapi pemikirannya menyatu pada satu pemahaman.


“Maksud lo. Lo, nggak gituan sama istri lo? Lo nikah tanpa Se**”


Raja terdiam, langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


“Ja, lo beneran kaum pelangi.”


“Sekali lo ngomong gue tonjok.” Ancaman laki-laki itu berhasil membungkam mulut lebar Edward. “Leo persiapkan segalanya, kita mulai miting sekarang!” Titahnya mengalihkan pembicaraaan yang akan membuatnya tenggelam.


“Baik tuan.”


“Disini?”


“Hem… kenapa lo ada masalah”


Edwar menggeleng. “Nggak kok bos. Anda adalah pemegang tertinggin tahta Athena.”


Dalam tidur Ellena sedikit terganggu ketika bantalnya terus bergoyang, dia belum sadar sejak tadi. Masih dalam mimpi indah menghabiskan segunung chiken wings pedas kesukaannya. Namun, seorang pria dalam mimpinya tiba-tiba datang mengusap pelan bibirnya lalu mengecup seklias.


“Ellena, gue sayang sama lo.”


“Kkkhh… Aa? Raja?”


Deg!!!


Ellena membuka dengan matanya cepat setelah suara Raja keluar dari bibir pria yang mengecup bibirnya didalam mimpi. Ellena mengerjab merasakan ada sesuatu yang aneh saat ini, suara beberapa orang dibelakangnya begitu nyata. Kali ini dia tidak bermimpi

__ADS_1


Ellena masih dalam posisinya, mengerjabkan mata berulang kali dam melirik yang bisa dijangkau matanya. Gadis itu masih dalam posisinya tak sedikitpun bergerak, berusaha mengingat apa yang terjadi saat ini. Dalam hitungan detik matanya membesar penuh.


”Jangan bilang aku tidur di tengah-tengah orang miting?” Dan alangkah terkejudnya disaat salah seorang yang Ellena tidak tahu siapa mengucapkan selamat atas pernikahan mereka dan kali ini begitu nyata. “Sial.”


__ADS_2