Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 46


__ADS_3

Setelah mendapat panggilan dari kakaknya, Arabella melangkahkan kakinya tampak terburu-buru keluar dari kelas perkuliahan hingga suara sepatu heels yang memiliki ketinggan 5cm terdengar brisik mengetuk-ngetuk dilantai untung saja suasan tampak ramai jadi tidak akan menganggu siapapun. Beberapa mahasiswa menyapanya hanya dibalas dengan senyuman, kemudian gadis itu kembali fokus pada ponselnya. Langkahnya semakin menjuh menuju parkiran tiba-tiba dia berhenti saat seseorang memblokir jalannya. Arabella mengadah.


“Hay… lo masih ingat gue kan?” Tanya laki-laki itu dengan suara berat.


Untuk kesekian kalinya Arabella dibuat terpesona karena ketampanan seorang Axelio.


“Gue temen Ellena, inget kan? Di…”


“Ahhh… Iya. Kenapa?”


Axelio sedikit ragu. “Lo tau Ellena dimana? Dari kemarin ponselnya nggak aktif, hari ini dia juga nggak masuk.”


“Kenapa nanya ke aku?” Balas Arabella dingin.


“Bukannya kalian dekat? Ellena juga bilang kalau lo adiknya.”


“Iya sih kita dekat tapi bukan berarti kita serumah ya.”


Axelio menghelai nafasnya pelan. “Jadi lo nggak tau dimana Ellena?”


“Nggak.”


Axelio menghelai nafasnya panjang. “Kalau ada kabar dari Ellena, bilang sama dia kalau gue nyariin dia. Belakangan ini dia bikin gue khawatir.”


“Hemm… Kamu suka sama Ellena?”


Pertanyaan Arabella berhasil membuat Axelio terdiam untuk sesaat sampai kemudian laki-laki itu mengelengan pelan. “Nggak. Gue hanya khawatir sebagai temannya.”


“Okey, nanti aku sampaikan.”


Arabella menatap nanar punggung Axelio yang semakin menghilang dari balik tembok. “Dia tidak pintar berbohong.”


•••


Ellena terus mengawasi pintu dimana suaminya baru sjaa keluar, tiga puluh menit berlalu laki-laki itu tidak kembali-kembali sedangkan Arabella adik iparnya, entah sekarang berada dimana. Ellena benar-benar bosan, gadis memutuskan itu beranjak menuju kursi dimana Raja tadi sedang duduk, sedikit ragu dia mengambil leptop milik suaminya yang tertinggal.


“Apa Arabella sudah datang?” Tanya Raja ketika memasuki ruang rawat inap Ellena.


Saking asiknya dengan drama yang dia nonton dileptop itu Ellena sampai tidak sadar jika suaminya sudah tiba beberapa menit yang lalu. Dia segera menutup dan melettakkanya diatas nakas.


“Belum, mungkin dia kena macet.”


Raja kembali menutup pintu, membuka jacket dan masekernya kemudian berjalan mendekati Ellena. “Kenapa lo simpen?” Tanya laki-laki itu dengan tenang.

__ADS_1


Ellena melirik leptop Raja yang bahkan belum terutup dengan sempuran, gadis itu menggigit bibirnya yang sudah memerah kembali. Raja tersenyum.


“Aku hanya bosan, terus aku pinjam leptop itu untuk menonton.” ucapnya sedikit gugup, selama pernikahan mereka ini untuk pertama kalinya Ellena memakai barang milik Raja. “Maaf.” Cicitnya.


Raja tersenyum lepas, ia kemudian mengulurkan tangan kanan mengelus lembut kepala istrinya sedangkan tangan yang satu mengambil leptop lalu melettakam diatas pangkuan Ellena. Detik berikutnya gadis itu dibuat terperangah saat Raja ikut berbaring disisinya, meneggelamkan wajahnya di perut sang istri.


“Kenapa minta maaf? Pake aja, apapun yang gue punya itu juga milik lo kok.” Katanya sambil mengeratkan pelukannya.


Sadar jika gadis dalam pelukannya tidak bereaksi apa-apa Raja mendongak.


“Kenapa? Udah nggak mau dipake?”


“Nggak, mau kok.“


“Ya udah.”


“Hemm…” Ellena berdehem melirik laki-laki yang sedang memeluknya dibawah sana.


“Kenapa?” Lagi-lagi Raja bertanya dengan santainya.


“Ngapain meluk aku kayak gini?”


“Mau aja, masalah?”


Ellena juga melirik ke arah jemari Raja yang ada diatas perutnya, ia tersenyum kecil ketika melihat cincin pernikahan mereka melingkar disana, seingat Ellena Raja sering melepasnya. “Cincinya kamu pake?


Raja berdehem. “Masih.”


“Kenapa nggak di lepas?”


Raja mengadah. “Kenapa gue harus lepas? Dari awal memang udah gue pake.”


Ellena tidak membalas, gadis itu tersenyum tipis. Ia Senang setidaknya saat ini Raja memperlakukannya jauh lebih baik dari sebelmnya.


“Terus bagaimana dengan Jennie?” Matanya yang tadi terpejam tiba-tiba terbuka, dia bahkan sedikit bangun untuk menyetarakan posisinya dengan Ellena.


“Jinnie?” Keningnya mengerut, matanya manatap tajam ke arah Ellena.


“Maaf, mungkin agak lancang. Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu dengan Leo tentang gadis itu dan…” Ellena menjedahnya sedikit takut. “Anak-anak dikampus juga sering ngomongin kalian berdua.”


“Jadi selama ini lo udah tau?”


Ellena mengangguk pelan. “Hem…”

__ADS_1


“Dia cuman masa lalu Ellena. Percaya sama gue!” Ucapnya memeluk Ellena.


Ellena diam, tidak membalas pelukan suaminya. ‘Bagaimana bisa aku percaya sedangkan kamu tidak mengatakan apapun tentangnya.’


•••


“Eh, Kenaapa berdiri?” Tanya Raja yang baru saja tiba menyelesaikan administrasi rumah sakit. Laki-laki itu segera menarik istrinya kemudian mendudukkannya diatas brankar. “Kan udah dibilangin tungguin gue!”


“Aku hanya merapikan beberapa barangku.”


“Untuk beberapa hari kedepan lo nggak boleh ngapa-ngapain. Cukup istirhat aja.”


“Terus kuliah?”


“Bolos aja!”


“Berapa lama?”


“Sampai lo bener-bener sembuh.”


“Aku udah sembuh.”


Raja mengunci tas Ellena kemudian menatap istrinya yang suka membantah itu. Pelan tangannya terangkat menyentuh pundak Ellena yang terlukalalu…


“Akhh…” Ringis gadis itu.


“Masih mau ngebantah?”


Ellena tak lagi mendebat, lantas gadis itu menggeleng saja. Mengiyakan


“Udah, kita pulang?”


Ellena mengangguk seraya berdiri dan bersiap meneteng satu tas kecil berisi peralatan mandi juga beberapa pakaiannya. Namun Raja lebih cepat menyambar tas itu dan membawanya. “Lo bisakan jalan sendiri, atau mau gue gendong?”


“Nggak mau. Lagian yang sakit kan bahu bukan kaki aku.”


“Ya udah yuk!” Raja bahkan tersenyum untuk kesekian kalinya laki-laki itu bahkan menarik tangan Ellena lalu menggenggamnya.


Bagaimana Ellena tidak dibuat jatuh cinta jika Raja memperlakukannya sangat manis, setiap kata juga sentuhan suaminya berhasil membuat gadis itu kecanduan layaknya nikotin. Akan tetapi satu hal yang selalu menganggu pemikrian gadis itu, bagaimana jika suatu saat nanti Raja menceraikannya seperti perjanjian awal apakah Ellena sanggup menerimanya? sedangkan rasa cinta yang ia miliki untu Raja semakin meyebar kesetiap pembulu darahnya.



__ADS_1


__ADS_2