
Ellena seperti meraskan gelombang dahsyat diperutnya. Dalam kesadaran yang hampir melayang, Ellena terus menyentuh wajahnya yang terasa panas padahal cuaca saat ini begitu dingin. Dia masih tidak menyangka jika Raja mengambil ciuaman pertamanya.
Ellena sangat malu, dia tidak bisa menahan matanya untuk tidak melirik pria yang duduk disebelahnya, dia sembunyi-sembunyi melirik wajah suaminya yang terlihat sangat santai bahkan setelah apa yang dia lakukan.
Raja yang pandangannya fokus kedepan, sebenarnya menyadari hal ini ia kemudian menoleh pada Ellena. “Kenapa? Lo mau ngomong sesuatu?” Suara berat Raja seperti goncangan yang merobohkan sisa-sisa kesadaran. Ellena menggeleng cepat kemudian memandang lurus kedepan.
‘Apa ciuman itu hal yang biasa untuknya. Apa aku yang terlalu berlebihan?’ Ellena membatin.
“Hari ini gue aktif kuliah lagi.”
Ellena mengangguk. “Terus?”
Tiba-tiba Raja menghentikan laju mobilnya, se kilo sebelum gerbang universitas. Ia menoleh pada Ellena yang duduk disamping kemudi.
“Turun!”
Ellena mengenyeritkan kening. “Hee? Turun? Bukannya mau kekampus. Kenapa nyuruh turun?” Tanya Ellena heran
“Bukannya kita sepakat kalau satu kampus nggak boleh ada yang tau kalau kita udah nikah. Kalau lo ngebeng sama gue, semua orang pasti curiga. Dan lo tau kan meski beberapa tahun nggak masuk kampus gue masih populer dikalangan cewek-cewek.” Ucap Raja dengan keangkuhan melangit. Entah sejak kapan laki-laki itu terdengar begitu cerewet
“Tapi tidak disini juga dong, ini kejauhan masih ada sekilo. Sebentar lagi aku masuk kelas, kalau turunnya disini pasti aku telat Raja.” Ucap Ellena, tidak berniat turun dari mobil.
“Gue nggak peduli ini udah kesepakatan kita.”
“Tapi…”
“Turun Lena! Atau mau gue paksa turun?” Potong Raja
Ellena menggeleng. “500 meter lagi ya, kalau turunnya disini sama aja bohong kalau aku ikut kamu.”
“Turun!!!”
“Raja?”
__ADS_1
“Satu… dua… tig… Serius nggak mau turun sendiri?”
Gadis itu menggeleng cepat, memegang erat safety belt. Sebagai perlindungan.
Mendengus kasar, Raja turun dari mobil. Membuka pintu dimana Ellena sedang duduk saat ini, gadis itu menggeleng semakin mengeratkan pegangannya. Tanpa mengatakan apapun Raja membuka paksa safety belt lalu menggendong Ellena dari posisi duduknya. Raja membawa gadis itu menyebrangi jalan, meletakkan Ellena diatas trotoar lantas berlari kecil kembali kemobil. Raja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
“Rajaaaaaa…” Teriak Ellena kesal setengah mati. Untung saja ditempat itu tidak begitu banyak orang juga mobil yang lalu lalang sehingga tidak ada yang memperhatikannya dengan tatapan aneh. “Dasar cowok sialan. Tadi dia pagi nyium aku i, sekarang dia buang aku seperti anak kucing.” Gerutu gadis itu diselah langkahnya. “Woe cowok sialan.”
Brummm….
Suara motor begitu bising membuat langkah Ellena berhenti seiring dengan motor sport hitam juga berhenti tepat disampingnya.
“Ellena?” Panggil laki-laki itu ketika membuak heelm full face hitam yang selaras dengan warna motornya.
“Axel?”
“Ngapain disini? Ayo naik, kita bareng kekampus.” Pinta laki-laki itu
Untuk sesaat Ellena terdiam seperti memikirkan sesuatu. “Ngapain diam ayo! Lo nggak mau telat kan? Gue tau gimana killernya Mr. Lubis.”
Axelio menghelai nafasnya, menatap lekat wajah cantik Ellena. “Iya itu berlaku untuk anggota AEROX? Lo wakil gue , kalau lo lupa.” Ucah Axel dengan seringat tipis yang mematikan. “Naik!”
“Ya udah daripada telat.” Jawab Ellena lalu bergegas naik kemotor, ragu-ragu menjadikan lengan Axel untuk membantunya naik, mengingat Axelio sangat tidak suka jika ada yang menyentuhnya. Namun ketika laki-laki itu terlihat tidak protes, Ellena langsung menjadikan bahu Axel menjadi pegangan.
“Pegangan El, gue mau ngebut.”
Ellena menurut, mencengkram ujung jaket kulit hitam yang dikenakan Axelio. Gadis itu mengenyerit ketika Axelio tidak kunjung menyalakan mesin motor, selanjutnya Ellena dibuat membeku ketika tiba-tiba saja Axel meraih tangannya, menarik untuk melingkar dipinggang laki-laki itu.
“Kita lagi naik motor El, bukan wahana putar. Kalau lo jatuh, mati.”
Ellena sontak menarik tangannya. “Aku nggak papa kok, nggak bakal jatuh juga.”
Axelio kembali menarik tangan Ellena lalu melibgkarkan di pinggangnya. “Pegangan atau kita nggak jalan2, lagian ini hanya pelukan demi keselamatan. Nggak akan ada yang marah juga, gue jomblo. lo juga nggak punya pacar kan?”
__ADS_1
“Ha?” Ellena tertawa kecil. “Iya aku juga nggak punya pacar.”
‘Lebih tepatnya punya suami.’ Lanjutnya membatin
.
.
.
Mobil Rubicon hitam berhenti tepat di area parkir Athena, sontak membuat semua mahasiswa dibuat heboh hanya dalam hitungan detik. Berita kedatangan Raja di Athena tersebar seperti wabah penyakit hingga semua gadis yang berada di area kampus berlarian mencari sumber kegaduhan pagi ini.
Drap!!
Drap!!
Drap!!!
Semua mata berbinar takjub, tidak ada seorang pun yang mampu berkedip saat sosok itu menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di kampus setalah sekian lama. Raja dengan setlan kasualnya, potongan rambut yang ****, wajah super tampan namun laki-laki itu benar-benar terlihat dingin tidak bersahabat.
”Weisss… Raja Athena is back.” Teriak salah seorang laki-laki, dia Azka Adipati teman sekaligus masih sepupu Raja.
Namun laki-laki itu tidak membalasnya dengan ramah. melewatinya dengan keangkuhan tanpa melirik Azka.
“Isshh… Lo nggak berubah-berubah ya setelah sekian lama.” Ucap laki-laki itu masih mengikuti langkah Raja. “Kakak, ipar dimana dia?” Raja tiba-tiba menghentikan langkahnya, menoleh Azka dengan tajam. “Lo tau kalau gue udah nikah?”
“Hem… Lo emang sepupu biadab ya. Nikah nggak undang-undang, gue taunya dari Bella.” Protes Luis.
“Basi alasan lo. Bokap sama nyokap lo ada kok.” Balas Raja sakras.
Azka terdiam, bohong jelas. Pada saat pernikahan Raja, laki-laki itu sedang berlibur di sebuah pulau bersama teman-temannya. “Btw, beneran istri lo Ellena? Cewek paling cantik di fakultas tekhnik?” Lanjutnya mengalihkan permbicaraan, tatapan Raja sudah seperti akan melahapnya hidup-hidup
Raja tidak menjawab , ia hendak kembali melangkah tapi tiba-tiba…
__ADS_1
“Ellena Roselyn, dia cewek itu kan? kakak ipar gue?” Tunjuk Azka pada seorang gadis yang baru saja turun dari motor Axelio.
Memutar badannya, Tidak sekalipun Raja melepaskan tatapannya pada sang istri, mulai dari Ellena melepaskan pelukannya dari pinggang Axelio, kemudian gadis itu turun dengan menjadikan lengan Axelio sebagai pegangan. Raut muka Raja berubah kaku, menatap datar ke arah Ellena. Hingga kemudian Raja sendiri yang memutuskan kontak mata mereka, saat tatapan Ellena juga mengarah padanya.