Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 51


__ADS_3

“Lo yakin dia nggak jual diri.”


“Siapa? Ellena maksud lo?”


“Hemm… lo semua tau kan Raja gimana? Dia bukan cowok yang gampang suka sama cewek. Ya pasti ada something dong.”


“Gue juga mikirnya gitu, secara dia kan anak geng motor tu. Kehidupannya bebas, ya kali nggak pengalaman.”


Ellena sontak menghentikan langkhahnya ketika namanya disebut, gadis itu mengerutkan dahi begitu menoleh kearah kiri. Melihat segerombolan mahasiswa sedang menikmati jajanan pinggir jalan tengah bergosip, Ellena kemudian duduk dibalik pohon yang tidak jauh dari tempat gadis-gadis itu duduk.


“Emang ada yang bilang kalau dia itu jual diri?”


“Ya nggak ada, itu menurut gue aja sih.”


Jantung Ellena memanas mendengar setiap ucapan gadis-gadis itu, tanpa sadar Ellena meremas makalah yang sempat dia pinjam tadi sampai kusut.


“Logika aja sih, kalian tau kan gimana Raja? Cowok tidak tersentuh, kalau ada yang ngeliatin dia aja merasa keganggu, kalau ada cewek yang deketin dia pasti langsung diusir. Nggak usah jauh-jauh deh, lo inget kan pas acara porsema? Gue pernah didorong hanya karena nggak sengaja nyambat dia pas jalan.”


“Gue inget.”


“Jennie aja yang pacarnya waktu itu jarang banget gandengan tangan dikampus tapi sama Ellena beda banget, Sejak dari parkiran mereka gandengan tangan sampai dikelas Ellena, pikir coba?”


“Siapa sih yang nggak mau sama Raja Oliver? Udah ganteng, kaya, pewaris Athena lagi. Ya siapapun bisa melakukan hal itu demi ngedapatin dia kan. Tidur bareng misalnya.”

__ADS_1


Ellena berdecih dengan senyuman sinis, mendongkat melepaskan nafasnya yang tertahan karena menahan emosi. Ellena berdiri, menoleh ke arah segerombolan gadis yang masih tertawa menikmati makanan didepannya, bahkan sesekali masih menyebut Ellena wanita penghibur. Gadis itu sudah tidak tahan dengan mulut kotor gadis-gadis itu namun baru saja Ellena mulai langkahnya tiba-tiba seseorang melewatinya lalu…


Buyarrr…


Segelas jus jeruk melayang dimuka salah satu gadis yang paling besar tawanya. Mata Ellena berhasil membola sempurna. “Bella.”


“Sialan apa-apaan lo?” Bentak gadis itu yang balik ditanyang oleh Arabella.


“Apa lo masih baik-baik aja?”


“Haaa?”


“Sebenarnya gue dilarang nyakitin binatang, tapi binatang kayak kalian sepertinya harus dikasih pelajaran deh. Minimal ngerobek mulut lo itu.” Balas Arabella dengan santainya.


“Masalah lo apa sih ha? Gue nggak ganggu lo.”


“Maksud lo siapa…”


“Ellena.”


Sontak gadis-gadis itu bungkam, menundukkan wajahnya. Saling melirik


“Lo pikir gue nggak denger apa yang lo semua omongin? Lo pikir lo semua lebih baik dari Ellena?”

__ADS_1


“Semua orang dikampus ngomongin dia, apa lo nggak ngerasa aneh juga Bell? Raja cowok dingin, anti cewek, tiba-tiba umumin kalau Ellena pacaranya. Apa lagi coba kalau dia nggak ngerayu Raja di ranjang, semua orang pasti mikiranya gitu. Ya meski Ellena terlihat seperti cewek baik-baik, siapa yang tau kelakuan dia kayak gimana.”


Arabella terkekah licik, dia sedikit melangkah mendekati gadis didepannya itu. “Terus kalau dia ngerayu Raja diranjang emang kenapa? Kalah saing? Lo udah susah paya ngerayu abang gue diklub tapi nggak dilirik sama sekali?” Bisik Arabella pelan.


“Apa?”


“Lo pikir gue nggak tau kelakuan lo, hemm?”


Gadis itu seketika terdiam dengan wajah pucat pasih, bibirnya kering, matanya memerah menatap Arabella yang tersenyum sinis kearahnya. “Sekali lagi gue denger lo ngejelekin Ellena, bukan hanya mulut lo yang gue robek. Gue pastikan Kehidupan lo bakal berantakan.” Ancam Arabella kemudian meninggalkan segerombolan gadis itu penuh kemenenangan. Matanya mengedip kearah Ellena.


“Jangan didengerin omongan mereka, aku udah kasi pelajaran.” Ucap Arabella sambil meraih tangan kakak iparnya, menariknya pergi dari tempat itu.


“Kamu ngapain disini? Bukannya nggak ada kelas.”


“Kebetulan aku tadi ke toko seberang terus Kak Raja nyuruh aku jemput kakak. Papa mau kita semua maakan malam dirumah.” Jelas Arabella disela-sela langkah mereka menuju area parkir. Sedangkan Ellena hanya mengangguk, gadis itu bahkan sampai lupa jika suaminya sudah mengabari kalau harus kembali kekantor karena sesuatu hal.


“Kenapa nggak chat aku aja? Aku bisa naik ojek kok.”


“Aku masih ingin hidup kak El, tau kan seposesif apa suami kakak? Kejadian kemarin benar-benar buat kak Raja trauma.”


“Maksud kamu?”


“Dia selalu nyalahin dirinya sendiri sejak kejadian itu, selalu takut kalau kak Ell jalan nggak ada yang nemenin.“ Jelas Arabella setelah mereka masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Ellena terdiam sejenak memikirkan saat Raja mengantarnya pagi tadi Laki-laki itu terus melirik jam saat perjalanan kekampus. Apa karena hal itu Raja memaksakan diri mengantarnya kekampus sedangkan dia harus menghadiri rapat penting?Ellena membantin, kemudian menoleh pada Arabella.


“Bisa anter aku kekantor Raja nggak Bell?”


__ADS_2