
“Kak El mau kemana?”
Tanya Bella begitu Ellena baru turun dari kamarnya, gadis dengan celana panjang hitam senada dengan warna kaosnya itu menoleh cepat lalu tersenyum.
“Akuu…”
“Kak, jangan! Kalau kak Raja tau dia pasti marah besar.”
“Bentar aja kok Bell, udah lama aku nggak ketemu sama teman-teman motor aku.”
“Tapi kak…”
“Kali ini nggak ada balapan, cuman liat-liat aja.” Tukas Ellena cepat.
Arabella terdiam masih dalam kebimbangan. “Kamu nggak bosan dirumah terus? Janji bentar aja kok Bell, mau ya!!!” Bujuk Ellena bahkan gadis itu sampai menangkup kedua pipi adik iparnya.
“Janji bentar aja ya! Aku takut kalau kak Raja sampai tau kita keluar.”
Ellena menggeleng. “Dia nggak bakal tau kalau kamu nggak bilang.”
“Yaudah tunggu Bella disini, aku mau ganti baju.”
“Okey.”
Beberapa menit berlalu kedua gadis itu berjalan beriringan menuju garasi belakang, setibanya disana betapa tekejudnya Arabella ketika melihat sebuah motor sport hitam sudah ada didalam sana. “Apa tidak sebaiknya naik mobil aja kak? Kak Raja pasti marah banget kalau tau kita naik motor.”
“Tenang aja, kali ini semua akan baik-baik saja. Udah naik!” Ucap Ellena yang saat ini sudah naik diatas motornya, memaki helm yang menutupi semua wajahnya namun entah kenapa dia terlihat begitu seksi.
“Asssa.” Arabelle bersorak lebih girang dari sebelumny. “Sumpah aku juga bt dirumah kak El, aku takut ayah tapi lebih takut sama kak Raja. Dia lebih menakutkan daripada Hulk kalau sedang marah.”
“Hulk? Siapa itu?”
__ADS_1
Arabella menyondongkan kepalnya kedepan. “Kak El beneran nggak tau Hulk.”
“Apa dia kakekmu.”
“Enak saja. Dia manusia hijau…”
“Buto Ijo dong.”
Arabelle memutar matanya jengah. “Terserah.
“Pengangan aku mau ngebut.”
***
Ruang tunggu Privat Bandara
Raja menutup matanya diatas sofa, sepertinya penerbangannya ke London harus tertunda beberapa jam membuatnya terdiam dalam kemarahan. Sekertaris Leo hanya bisa berharap tuannya tidak bertingkah aneh karena kekacauan ini.
“Kita pulang sekarang!”
“Tapi tuan…”
“Jangan halangin gue, sore ini juga gue mau balik.”
”Bagaimana jika nona Jennie mebatalkan kontrak kerja sama kita tuan? Dia adalah model paling berpengaruh tahun ini.”
Raja menghentikan langakhnya lalu menoleh pada Leo. “Gue nggak perduli, detik ini juga gue mau kembali kerumah.” Ucapnya penuh penekanan.
Leo bisa apa lagi untuk menahannya tetap profesional? Dia laki-laki yang sedang mabuk cinta, biarkan dia melakukan apapun yang dia suka.
***
__ADS_1
“Ell itu lo.” Teriak Bagas begitu melihat Ellena berjalan kearahnya. Gadis itu tersenyum sedikit legah, bohong jika Ellena tidak merindukan suasana ini. ”Kenapa baru muncul kemana aja lo?”
“Maaf gue sakit Gas, makanya nggak sempat ikut.”
“Lo sakit apa? Kenapa nggak bilang?” Pertanyaan itu bukan dari Bagas melainkan Axelio yang tiba-tiba muncul entah dari mana asalnya. Sedangkan Arabella yang melihat kehadiran Axelio sedikit tersentak, dia sangat tahu siapa laki-laki tampn yang baru saja datang.
“Hay Axel, cuman demam kok. Sekarang udah baikan.” Balas Ellena.
“Udah Xel, lagian Ellena udah sama kita. Lo nggak usah uring-uringan lagi.” Sahut Bagas lalu melirik Ellena. “Semenjak lo jarang ke markas ketua loh jadi cowok kejam. Nggak enak diajak ngomon bawaanya kayak orang lagi datang bulan.”
“Daripada lo banyak bacot, nggak mau tanding aja gantiin gue?”
Mereka berempat bergegas mendekati motor Axelio yang sudah ada dibelakang garis start. Bagas menerima helm full face milik ketuanya dengan senang hati. “Kenapa bukan lo aja?”
“Gue ada urusan mendadak, gue ikut tanding final nanti. Itupun kalau lo menang.” Axelio selerti sedang mengejek Bagas. Laki-laki itu memang hebat dalam strategi balap membalap tapi lemah jika harus ikut balapan.
“Udah gue yang tanding.” Ucap Ellena sambil merebut helm ditangan sahabatnya itu, saat gadis itu hendak memakai helm tersebut tangan mungil Arabella berusaha menahannya. Tatapan memohon agar kakak iparnya tidak melakukan hal ini hanya dibalas dengan senyuman oleh Ellena.
“Tenang aja Bell, Ellena paling jago kalau soal balapan.”
“Pertama kali kak El balapan aku tenang, soalnya lawannya cewek. Tapp kali ini lawannya cowok apa itu masuk akal?” Arabella terlihat kesal juga khwatir, sedari tadi perasaan gadis itu benar-benar tidak enak. Seperti ada yang mengawasi dari jauh.
“Gue jauh lebih kenal Ellena dibanding lo yang baru kemarin. jadi nggak udah lebay deh.”
Diam-diam sejak tadi Axelio menatap Arabella, memutar ulang kembali memorinya memikirkan dimana dia pernah bertemu dengan Arabella. “Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”
Pertanyaan Axelio sontak membuat Arabella menoleh. “Nggak, kamu salah orang.”
“Gas, gue cabut dulu!”
“Okey, serahin semua disini sama gue.”
__ADS_1
Sebelum meninggalkan tempat itu sekali lagi Axelio menatap Arabella yang tampak sangat cemas. Gadis itu terus meramas tangannya saking gugupnya.