Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 59


__ADS_3

Ellena sedikit menguap ketika menuruni anak tangga, gadis itu masih memakai baju piama pink berbahan satin, tidak lupa Ellena mencepol rambutnya bersih. Arabella, Leo, Edwar bahkan tuan Lois kepala pelayan ikut melirik Ellena yang menuruni anak tangga. Gadis itu turun seorang diri namun bukan itu menjadi pusat perhatian keempat oorang itu, melainkan sebuah tanda dileher Ellena yang lumayan banyak.


“Kak El…”


Gadis itu hanya membalasnya dengan sebuah lambaian dan senyuman, sujurnya saat ini Ellena tidak nyaman dengan cara jalannya namun gadis itu membuatnya senatural mungkin menuju kulkas.


“Kalian liat apa?” Suara Boriton Raja mengalihkan semua perhatian keempat orang itu. Detik selanjutnya Raja ikut melihat kearah istrinya, pandangannya langsung teruju pada leher Ellena yang memerah karena ulahnya. “Ouhh.. El?” Raja yang sedikit salah tingkah memegang tekuknya dengan senyuman yang seksi.


Sedangkan Ellena yang masih tidak mengerti apapun memutar tubuhnya dan betapa terkejudnya gadis itu ketika melihat wajahnya dari pantulan cermin di sisi kanan meja patry.


“Uhukkk…”


”El.” Raja mendekat kearah Ellena yang hampir menjatuhkan gelas ditangannya.


“Raja kamu apain aku?” Gumam Ellena sembari menutup bekas kecupan Raja dengan kedua tangannya, bersembunyi di balik tubuh suaminya.


“Kekamar yuk!” Raja yang terlampau bahagia hanya tersenyum melihat tingkah lucu istrinya.


Edwar salah satu orang yang tidak percaya apa yang dia lihat barusan tidak bisa berkedip sedikitpun, matanya terus menyorot kedua pasan suami istri itu yang sedang berlari kecil menuju lantai atas. Edwar menoleh pada Leo.


“Apa yang barusan gue liat itu beneran?”


“Hemm…” Gumam Leo kembali mengotak atik leptopnya. Tidak ada yang tahu jika saat ini Leo terus meruntuki kebodohannya karena berjaga semalam didepan kamar tuannya.


“Bel…”


“Bentar lagi aku punya ponakan.” Gumam gadis itu girang, sambil meraih mini bag miliknya lalu melangkah keluar rumah dengan irama siulan dari bibirnya.

__ADS_1


“Apa gue ngelewatin seuatu?” Edwar kembali bertanya namun tidak ada satupun yang bersua.


Sedangkan didalam kamar Ellena duduk dipinggir ranjang, menutupi wajahnya dengan bantal karena malu. Perlahan Raja menjongkok, melapas bantal diwajah istrinya.


”Nggak sesak.”


Bibir Ellena tertarik turun, matanya berkaca-kaca, kedua pipinya berubah semerah tomat matang. Gadis itu sangat malu sampai ingin menenggelamkan dirinya kedalam samdura, mengingat kejadian tadi. Ellena seolah mengumumkan pada seisi rumah ini kalau mereka sudah tidur bersama.


”Uaaa… aku benci kamu Raja.” Raja tersenyum seksi menerima pukulan Ellena didadanya.


“Eeehhh… Kamu masih bisa senyum setelah apa yang terjadi?” Raja kembali tertawa kali ini laki-laki itu menggengam kedua tangan istrinya. “Terus maunya gimana hemm?”


“Kamu nggak malu apa? Tadi aku… Akhhh” Ellena kembali berdecik, menunduk menahan rasa malu setiap kali mengingat kejadian tadi.


Plak.


”Salah aku dimana? Kamu yang main turun aja.”


“Masih membel diri?” Protes Ellena. “Mau tau salah kamu? Ha?” Ellena kembali mendongak memperlihatkan bekas kecupan Raja dilehernya. “Ini semua ulah kamu.”


Tanpa aba-aba atau kesiapan Ellena, lagi-lagi Raja melakukan sesuatu membuatnya kaget. Laki-laki iru mengecup lehernya membuat jantungnya kembali berdebar.


“Raja kamu…”


Cup.


“Ah…” Ellena sontak memundurkan tubuhnya hingga kecupan suaminya terlepas.

__ADS_1


“Awas ya kalau kamu maca…”


Cup


Untuk kedua kalinya laki-laki itu memberi serangan namun kali ini dibibir Ellena, bukan kecupan seperti sebelumnya melainkan sebuah luma**** penuh kelembutan yang menuntut. Raja baru melepaskan ciumannya ketika merasa Ellena hampir kehabisan nafas.


“Sana pergi mandi, kalau masih disini aku benar-benar akan memakanmu.” Ucap Raja seraya mengusap bibir istrinya yang mulai memerah karena ulahnya.


Ellena mengangguk lalu melangkah menuju kamar mandi, kening Raja mengerut lalu mendekat pada istrinya bahkan sebelum gadis itu meraih gagang pintu kamar mandi.


“Apa sesakit itu?” raja bertanya serius didepannya, dia takut, sangat takut jika Ellena terluka karena ulahnya sendiri


”Apa?”


”Cara jalank kamu aneh, apa aku kasar tadi malam?”


Ellena memalingkan wajahnya malu, ini pertama kalinya bagaimana bisa tidak sakit. “Tidak, jangan dibahas aku mau mandi…”


“Liat aku dulu!” Raja kembali menahan lengan Ellena agar tidak beranjak. “Apa harus ke dokter.”


”Nggak. Lebay! Aku nggak papa Raja. Pada akhirnya kita akan melakukannya kan. Lagi pula ini pertama kalinya jadi wajah, nanti juga gak bakalan sakit lagi kok.” Tukas Ellena berusaha meyakinkan suaminya.


“Khmmm… Jadi boleh nih dilakuin lagi? Sekarang gimana?”


Plak


“Sana, aku mau mandi.”

__ADS_1


__ADS_2