Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 50


__ADS_3

Plak


Sebuah tamparan keras menggema di sebuah rumah mewah bergaya klasik. Mia memegang pipinya yang tersungkur dibawah lantai, gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis. Sorot mata saang ayah sangat menakutkan, ibu bahkan kakaknya Axelio hanya bisa menatap sang adik tanpa memberi pembelaan


“Sudah papa katakan, jangan berurusan lagi dengan Raja. Tapi kau…” Lagi-lagi pria tua itu mengayungkan tangannya hendak mendaratkan tamparan ke pipi sang putri namun Reka-ibunya dengan cepat menhana sekuat tanaga.


“Hentikan! Apa kau lupa dia itu putrimu Han.” Teriak Reka sembari duduk memeluk sang putri.


“Kau masih membelanya? Apa kau tau apa yang sudah dia lakukan HA?”


“Ya aku tau,m. Tapi kau memukulnya apa itu m sebanding apa yang dia lakukan?”


Tuan Han mengadah, menghembuskan nafasnya panjang, lalu kembali menatap sang istri. “Kau bertanya apa itu sebandinga?” Tuan Han menujuk putrinya dengan sakras. “Perusahaan mengalami kerugian mencapai triliunan, itu semua gara-gara putrimu. Putri yang kau manja dan banggakan dengan sembong menganiaya seorang gadis.”


“Gadis itu pasti sudah melakukan sesuatu pada Mi…”


“MAMA…” Bentakan tuan Han membungkam mulut wanita paruh baya itu. “Kau masih membelanya setelah apa yang terjadi.” Handoko kembali menatap sang putri yang tengah tertunduk. “Kau tau siapa yang putri mu aniaya?”


Semua bungkam menatap Handoko. “Dia putri Adams Kheil, menantu Julian Argantara istri Raja Oliver.”


Deg


Deg


Deg


Mendnegar pernyataan sang ayah, Axelio hampir saja terjatuh dari kakinya yang kokoh, wajahnya sangat syok dia bahkan tidak mampu hanya sekeder berkedip.


Mia menggeleng dengan senyuman miris “Tidak, tidak mungkin pa. Mereka belum menikah, Raja nggak mungkin udah nikah. Mama…” Gadis itu menangis sejadi-jadinya.


“Kemasi barang-barang mu, papa akan mengirim mu ke Inggris malam ini juga.”


“Papa, aku nggak mau! Mia mau tetap disini pa…”


Teriakan Mia tidak berhasil membujuk Tuan Han bahkan untuk sekedar menoleh pada putrinya yang menyedihkan. Gadis itu kemudian menatap sang ibu yang hendak pergi. “Mama, aku mohon mama! Aku mau disini, aku mau dekat dengan Raja. Aku mencintainya ma.” Reka dengan deraian air mata meninggalkan sang putri.


Bahkan satu-satunya orang bisa menyelamatkannya tidak bisa melakukan apapun. Mia mendekat pada Axelio, menggenggam tangannya memohon. “Axel, gue mohon! Jangan kirim gue ke inggris…”


“Kenapa lo ngelakuin itu?”

__ADS_1


“Ha?”


“Kenapa lo lampiasin kemarahan lo sama Ellena? Lo apain dia?” Tanyanya lirih saat mata kedua adik kakak itu bertemu.


Mia melihat Axelio tampak tidak ramah, pelan-pelan Mia melepaskan genggamannya.


“Apa lo mukul dia, cekik dia? kayak yang lo lakuan beberapa tahun silam sam semua gadis yang deketin Raja?”


Mia terdiam.


“MIA…”


“Kalau ia kenapa? Kenapa kalau gue mukul dia? Kenapa kalau gue ngelukain dia. Apa itu salah? Dia udah ngerebut Raja dari gue.” Balas gadis itu dengan tatapan tajam. “Gue bahkan mau ngebunuh dia.”


Pelan-pelan Axelio menjongkok, menyetarakan tubuhnya dengan Mia. Tanpa aba-aba laki-laki itu mengulurkan tangannya mencekik leher adiknya.


“Aksss…” Mia memberontak. “Lep…. Ass”


Sekali hentak laki-laki itu melepaskan cengkramannya yang kuat. “Nggak ada yang ngerebut Raja. Lo yang bego karena udah suka sama cowok yang nggak pernah suka sama lo.” Axelio memajukan kepalanya sontak membuat Mia menarik mundur tubuhnya sedikit menjauh. “Sekali lagi lo nyentuh Ellena, gue nggak segan ngabisin lo Mia.” Setelah mengatakan itu Axelio bangun lalu melangkah namun tiba-tiba…


“Terus gimana sama lo?”


Axelio mengerutkan keningnya. “Gue tau kalau selama ini lo suka sama Ellena.”


Axelio tersenyum sinis. “Jangan sekali-kali nyamain gue sama lo. Kita nggak lahir dari rahim yang sama.” Balas Axelio kemudian melangkah meninggalkan Mia.


...****************...


“Kenapa berhenti disini?” Tanya Ellena saat Raja menghentikan mobilnya di area parkir kampus disaat mahasiswa berhamburan keluar.


“Memangnya kenapa?”


“Banyak orang Raja, gimna kalau mereka ngeliat kita?”


Raja terkekeh membuat Ellena menatapnya penuh tanya. Raja kemudian meraih tangan istrinya, mengenggam dengan lembut. “Kamu masih mikirin itu? Hem?”


“Emang kamu nggak?”


Raja menggeleng.

__ADS_1


“Raja aku serius.”


“Gue jug serius. Udah turun!!!”


“Ya udah gue turun diluan.” Bola mata Ellena membola sempurna ketika Raja benar-benar turun lebih dulu, laki-laki itu bahkan sedikit berlari mengitari mobilnya lalu membuka pintu mobil dimana Ellena duduk.


“Raja sinting.”


“Nggak usah disembunyiin lagi, semua orang pasti udah tau.” Ucap Raja dengan wajah serius.


“Maksud kamu?”


“Emang lo nggak punya sosial media.”


Sontak Ellena meraih ponselnya dari dalam tas, seketika matanya membulat ketika melihat semua notifikasi yang terus masuk tanpa henti.


“Banyak banget.”


Raja semaki memajukn kepalanya mendekati Ellena. “Apanya?”


Ellena menunjukkan ponse kearah Raja. “Pengikut aku disosial media. Tiba-tiba naik sampai ratusan Ja, kamu ngapain sih. Nggak aneh-aneh kan?” Raja mengambil alih benda pipih itu, membuka sosial medianya. Lalu memperlihatkan sebuah foto wajahnya tersenyum dilayar ponsel. Dengan caption . “My Girls”


Ellena menghelai nafasnya panjang, nama dan wajahnya tiba-tiba Viral. Fotonya sudah menyebar bahkan room chat kusus kampus samua orang membicarakannya.


“Yuk keluar, lo ada kelaskan sekarang?” Tanyanya sambil membuka selt belt yang melingkar ditubuh Ellena.


“Awas kejedot.” Peringat Raja sambil melindungi kepala istrinya saat keluar dari mobil. Sontak seluruh mahasiswa yang ada di area parkir dan lapangan menatap kearah dua sejoli yang sedang Viral itu.


Sedangkan Ellena tidak ada waktu untuk melihat fenomena ini, gadis itu lebih fokus pada ponselnya, membuka laman komentar di foto yang Raja unggah di sosial medianya, gadis itu kemudian membacanya satu-satu. Ellena sesekali mengumpat ketika membaca hujatannnya disana.


“Emang aku nggak cantik?” Tanyanya pada Raja yang masih menggenggam salah satu tangan istrinya.


“Cantik.”


“Kamu nggak rabun kan?”


“Nggak.” Balasnya


“Haaa? Emang aku nggak pantas buat kamu?”

__ADS_1


Raja tiba-tiba menghentikan langkahnya, mengambil ponsel Ellena lalu menyimpannya didalam saku. Laki-laki itu mengulurkan tangan, merapikan rambut istrinya yang berantakan karena angin. “Kata siapa lo nggak pantas buat gua? Lo satu-satunya cewek yang pantas buat gue. Hanya Ellena Roselyn Kheil.” Ucap Raja penuh penekanan di akhir kalimatnya.


__ADS_2