
Raja mengeluarkan dompetnya, mengambil sebuah kartu juga semua uang didalam sana. Dia kemudian mengambil tas Ellena, memasukkan semuanya didalam sana. “Setiap minggu gue bakal ngirim uang kekartu itu, perusahaan akan ngirim uang setiap akhir bulan. kata sandinya hari pernikahan kita.”
“Pakai uang itu untuk beli baju cantik, tas, periasan. Pokoknya apapun yang lo mau.”
Ellena menggelang. “Ambil kembali, tidak perlu memberikannya padaku.”
“Kenapa?”
“Aku paling ahli dalam menghabiskan uang. Jadi, aku ambil seperlunya saja.” Ucapnya sambil tersenyum
Raja tersenyu tipis, disaat semua gadis mendekatinya hanya karena mengingkan hartanya namun gadis yang berstatus istrinya ini sangat berbeda. “Apa lo bisa ngehabisin duit lebih cepat dari yang gue hasilkan? Hem?”
“Lagi pula gue kerja untuk siapa kalau bukan untuk lo?.” Raja kembali mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam pekat, sepertinya itu adalah miliknya. “Simpan ini, gue nggak bisa jamin suatu saat nanti gue keluar negeri dan lo butuh sesuatu mendesak pake ini.”
“Tidak usah, ini sudah cu…”
“El ambil!” Suara tekanan Raja membuat Ellena bungkam, mau tidak mau gadis itu mengambilnya. “Aku akan simpan untukmu, kalau butuh uang kamu tinggal minta.”
“Gitu dong, nurut sama suami.” Ucapnya sambil mengelus lembut pucuk kepala Ellena.
‘Raja aku mohon jangan seperti ini! Aku semakin jatuh terlalu dalam’
***
“AAAAAA!!! RAJA!!!”
Ellena berteriak sekencang-kencangnya, gadis itu bahkan menjongkok dibawah kolom meja, meringkuk dengan kedua tangan menutupi wajahnya. Tubuh Ellena bergertar ketakutkan, bagaimana tidak? Tiba-tiba saja ketika mata dan tangannya sibuk menata belanjaan, kegelapan menyelimutinya. Semua lampu mati, tidak cahaya apapun didalam dapur.
“RAJA!!!” Ellena takut dengan kegelapan, mengingat bi Num pulang kampung pagi tadi hanya aada dirinya dan Raja dirumah itu.
“Raja…”
Laki-laki itu sontak kaget ketika baru keluar dari kamar mandi, dia menyambar ponselnya diatas nakal, kemudian langsung berlari menuju lantai bawah.
“Ell, lo dimana?” Tanya laki-laki itu sambil menyorotkan cahaya ponsel mengitari rumahnya.
“Disini, dibawah!”
Ellena merasa sangat legah ketika bisa mendengar suara Raja.
“Ngapain disiitu?”
__ADS_1
Ellena mengadah, ia menyipit ketika cahaya senter dari ponsel suaminya menyorot. Namun tidak selamg beberapa detik kemudian tiba-tiba ponselnya kembali padam.
“Akhhh… kenapa dimatiin?”
“Hp gue lowbet. Lo keluar dul..”
Greep
Raja sedikit terhuyung, kemudian terdiam seperti patung. Tepat ketika Ellena memeluk tubuhnya tampa aba-aba. Dengan jarak yang sangat dekat Raja bisa merasakan jantung juga nafas istrinya memburu, tubuh gadis itu juga terasa gemetar. Dari sini Raja tau jika Ellena sangat takut kegelapan.
“Lepas El, gue…”
“Nggak mau!” Laki-laki itu semakin terkejut ketika Ellena semakin mengeratkan pelukannya. Gadis itu terpejam kuat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Raja. Nafasnya yang menghebus benar-benar membuat tubuh seorang Raja meremang, laki-laki itu mengadah menahan sesuatu yang besar tiba-tiba saja muncul dalam diirnya. “El jangan gini El!!!” Peringatan Raja Ellena abaikan, ia menggeleng dalam pelukan suaminya.
“Nggak mau lepas sebelum lampunya nyala, aku takut.”
“El gue nggak…”
“Kamu nggak pake baju?” Tanyanya tiba-tiba.
“Hem!!!”
“Kenapa nggak bilang, kamu nggak malu apa dilihat sama cewek?” Protes Ellena, namun anehnya gadis itu masih memuluk Raja.
Ellena menggeleng. “Nggak mau, aku takut.”
“Terus mau gini terus? Gue juga nggak pake celana. Lo teriak gue langsung lari.”
“Raja mesum. Terus ini apa kalau nggak pake?” Tanya Ellena saat tangannya turung menyentuh bagian bawah suaminya.
Dibalik kegelapan ada senyuman tertaik lebar, sepertinya dia mulai suka menggoda istri kecilnya. “El, lo pegang apa?” Sontak Ellena mengangkat tanganya dari bokong Raja, meski sedang mati lampu Ellena bisa merasakan jika saat ini wajahnya memerah.
‘Memalukan’ Batin Ellena.
Bahkan ketika didalam kamar Ellena masih mengekor dibelakang Raja sampai kedalam wardrob. “El, serius mau liat gue pake baju?”
“Hemmm? Aku tidak lihat apapun kok. Percaya sama aku.”
“Lo liat juga nggak masalah, lagian kan punya lo juga.”
Ellena mengerang kesal. “Mesum banget sih jadi cowok.”
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Raja selesai memakai pakaiannya, ia menarik tangan Ellena keluar dari kamar membawanya ke dalam mobil. Ell masih tidak tau kemana Raja akan membawanya.
“Raja kita mau ke…” Kalimat Ellena terpotong ketika Raja tiba-tiba muncul dihadapanny, jarak yang begitu dekat membuat Ellena menahan nafas. “Pakai sabuk pengaman, gue nggak mau kalau lo kenapa-napa.” Ellena hanya menganguk saking gugupnya, padahal laki-laki itu sudah melakukan lebih dari ini.
Setelah beberapa menit beralalu mobil mereka berhenti disalah satu hotel mewah pusat kota, Raja melirik kaca spion melihat Leo yang sejak tadi mengikutinya dari belakang. Ellena melirik sang suami yang turun lebih dulu bahkan tidak bergeming sedikitpun ketika melihat turun baju yang dia kenakan saat ini.
Cukup lama dia terdiam di tempat, sebelum akhirnya Raja menoleh padanya. “Kenapa lo diam? Nggak turun?” Suara berat Raja seperrti goncangan yang merobohkan sisa-sisa kesadarannya.
Ellena menggeleng.
“Kenapa?” Tanyanya ketika membuka pintu mobil dimana Ellena duduk. Gadis itu juga menatap baju suaminya yang hanya mengenakan kaos hitam. Tapi sepertinya Raja tidak masalah, apapun yang laki-laki itu kenakan tetap terlihat cocok dan mewah namun sangat jauh berbeda dengannya.
“Ngapain kesini?”
“Dirumah mati lampu, lo takutkan? jadi gue bawa kesini.”
“Tapi nggak ke hotel mewah juga Raja, kita cuman pake baju kaos gimana kalau diusir?”
Raja sedikit terkejut dengan kepolosan istrinya, apa Ellena benar-benar tidak tahu aset yang dia miliki? “Percaya sama gue! Hemm!” Raja kemudian meraih tangan istrinya lalu berjalan masuk kedalam hotel, sesuatu hal yang Ellena tidak mengerti saat pertama kali mereka masuk semua orang menatap juga menaruh hormat pada suaminya.
“Kita makan dikamar aja ya, soalnya banyak orang kalau di restaurant. Lo nggak papa kan?“ Tanyanya masih menggenggam erat tangan Ellena.
Ellena mengangguk pelan, mengikuti langkah suaminya masuk kedalam lift. Beberapa staf wanita yang ada didalam sana sontak menunduk memberi hormat, tatapan sakras mereka membuat Ellena sedikit tidak nyaman. “Hmmm…”
“Kenapa?”
Ellena menggeleng pelan berusaha melepas tangannya dari genggaman Raja. Namun, laki-laki itu enggan menuruti kemauan istrinya. “Ada orang Raja aku malu.” Bisiknya
“Jangan bilang lo malu diliatin orang hanya karena kita pegangan tapi tadi lo nggak malu liat gue telanjang.”
“Raja! Kamu…” Ellena melirik. “Aku nggak liat apa-apa tadi.”
“Serius, kalau bentuknya tau kan?” Raja semakin menggoda istrinya.
“Kkk… Kamu nggak malu bilang gitu?”
Kedua gadis itu saling berbisik menahan tawa. Siapapun bantu Ellena kabur dari tempat ini atau tenggelamkan dirinya ke dasar samudra.
“Nggak, kalau lo mau Nanti gue telan…”
Plak.
__ADS_1
“Aw, sakit El.”
“Biarin.”