Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 27


__ADS_3

“Iya pak.”


Teriakan mahasiswa dikelas itu membuat Ellena tersadar, hingga kemudian ia langsung memutuskan kontak dengan suaminya. Detik selanjutnya kelas kembali heboh dan mengerumungi tempat dimana Raja duduk, beberapa dari mereka bahkan memberikan hadiah, surat, dan coklat. Namun laki-laki itu terlihat tidak perduli, tatapannya terus mengawasi Ellena sudah berjalan keluar bersama laki-laki lain.


Ting


“Lo dimana?” Tanpa menunggu lama, gadis itu membalas chat dari suaminya.


“Di halaman? Kenapa?”


“Masih ada kuliah?”


“Nggak, dosennya batal masuk.”


“Tunggu gue, kita pulang.”


Ellena berdecak, membalas pesan dari suaminya dengan kesal melampiaskan amarah diatas layar ponselnya. “Yakin? Terus fans-fans kamu gimana? Kasian mereka, udah kasih hadiah kamu tinggal.”


Raja dengan tersenyum tipis membaca pesan istrinya yang terdengan seperti sedang cemburu. Laki-laki itu bangun dari duduk meraih tas ranselnya dan segera berlalu dari sana.


“Mau kemana lo?” Teriak Azka


Raja menoleh sesaat sambil tersenyum. “Pulang, Ipar lo lagi cemburu.”


Azka mengenyerit. “Terus makan ini? Sama ini? Tunjuknya pada tumpukan hadiah yang menjulang didepannya.


“Buat lo semua.” Setelah mengatakan itu Raja kemudian berlari penuh semangat, bahkan dia sampai melompati pagar kayu yang menjadi pembatas antara kantin dan lapangan basket. “Yang bayar makananya siapa monyet?” Sia-sia Raja sudah menghilang dari pandangannya.


“Kak Azka.”


Lagi-lagi panggilan itu berhasil membuat Azka menoleh, dibelakang sana ada Arabella berjalan mendekatinya.


“Kak Raja mana kok sendiri?” Gadiss itu duduk tanpa permisih didepannya, Azka langsung menyodorkan sepiring mie goreng dan es teh yang Raja pesan namun belum tersentuh.


“Pergi, kata dia istrinya cemburu.”

__ADS_1


“Kak Ellena?”


“Siapa lagi istri Raja kalau bukan Ellena.”


“Kak El cemburu? Kok bisa?” Tanya gadis itu sambil menyuap sesendok mie kedalam mulutnya.


“Mana gue tau? Makan aja nggak sempat apa lagi nanya istrinya kenapa.”


•••


Diselah langkah Ellena, tiba-tiba seseorang menarik tangannya. Menuju salah satu tembok pada area parkir untuk bersembunyi dibelakangnya. Ellena yang mulanya kaget, memutar bola matanya. jengah saat tahu siapa pelakunya. Ia menyentak genggaman Raja hingga terlepas.


“Ngapain kesini, gimana kalau ada yang liat?” Tanya Ellena panik saat Raja menyudutkannya didinding, Dengan menghimpit tubuh gadis itu dengan jarak yang sangat dekat.


“Biarin, lagian gue nggak peduli.”


“Cih..” Ellena berdecak kesal. “Terus bagaimana sama fans-fans kamu? Janet, Wilona, Kimmy dan hampir semua cewek dikampus ini yang ngejar-ngejar kamu. Merka nanti marah.” Balas Ellena ketus.


“Aku bilang, aku nggak peduli El.”


“Gue nggak pernah minta apapun dari mereka lagi pula mereka yang datang ke gue…”


“Ya udah sana pergi, ngapain kesini cari aku?” Potong Ellena, gadis itu marah tanpa sebab. “Kamu suka kan ada diantara mereka.”


“Nggak ada yang ngomong gitu.”


“Ahh… tinggalin aku sendiri, lagian tadi aku lihat kamu seneng dikerumuni sama cewek-cewek. Senyum-senyum gitu.” Lagi-lagi Ellena mengeluarkan amarahnya. Dadanya benar-benar bergemuruh, sesuatu yang panas didalam sana seperti membakar seluruh isi dadanya. sangat merepotkan dan sulit untuk dia mengerti.


“Ellena dengerin dulu!”


Ellena yang hendak pergi langsung mengurungkan niat, saat tangan kekar Raja kembali menariknya pada posisi semula. Mereka saling berhadapan, Ellena mengerjab menghilangkan rasa gugupnya.


“Gue nggak suka dikerumunin kayak tadi, pengap. Dan hadiah-hadiah itu nggak ada yang gue ambil, semua ada sama Azka.” Ellena terdiam mengalihkan tatapannya, menatap Raja dengan dekat debaran dadanya semakin menjadi-jadi.


“Bohong, aku liat kamu enjaoi aja tadi. Nggak ada risih sama sekali. Sana pergi…”

__ADS_1


Tak


Raja menarik pinggang istrinya hingga tak ada lagi jarak diantara merka, Ellena membukatkan matanya sedikit terkejud, Ia bisa merasakan nafas segar dari mulut suaminya. “Gue nggak mau sama mereka, maunya sama lo. Lo itu istri gue Ellena.”


Ellena tertegun. Terbilang sejak menikah, ini pertama kalinya Raja menebutnya sebagai istrinya. Dan… Akhhh!! Dada Ellena serasa sesak.”Lepas Raja, gimana kalau ada yang liat? Ini dikampus.”


“Kalau gitu dirumah mau?”


“Haa…? Lepas dulu Raja.”


Raja tiba-tiba mengulurkan tangannya, menyentuh pipi istrinya lembut. Laki-laki itu sedikit menunduk menjajarkan wajahnya dengan Ellena. “Sebanyak apapun cewek didepan gue, mau gimana mereka sama gue. Lo tetap pemenangnya El.”


Untuk sesaat mereka saling menatap,


Tiba-tiba wajah laki-laki itu berubah dingin, tatapanya tajam menatap sang istri. “Terus gimana sama lo?”


Ellena mengenyerit “Maksud kamu.”


“Axelio.”


Ellena memutar matanya jengah, bodoh jika dia tidak mengerti maksud suaminya. “Seharusnya disini gue yang marah. Lo istri gue tapi selalu nempel sama cowok lain. Apa dia pacar lo?” Mendengar itu Ellena langsung menggeleng cepat. “Apaan sih? Enggak, kamu salah paham. Aku sama Axel cuman…”


“Temenan?”


“Ya emang kayak gitu.”


“Bego. Antara cowok sama cewek nggak bisa temenan Ellena, nggak akan bisa. Gue juga tau tatapan seperti apa yang cowok sialan itu kasi sama lo. Cinta, dia suka sama lo.” Ellena menghelai nafasnya, kepalanya tiba-tiba sakit. Suaminya benar-benar seperti bunglon, baru saja dia membuat jantungnya berdebar setengah mati dansekarang laki-laki itu igin membuat kepala Ellena pecah.


“Kali ini kamu salah, Axelio nggak mungkin suka sama aku. Lagian kamu kok mikirnya aneh-aneh? Aku udah nikah dan saat ini aku istri kamu , kita terikat sebuah pernikahan dan kenyataannya adalah itu.” Jawaban Ellena membungkam mulutnya.


“Pokoknya jangan deket-deket sama dia.”


“Kenapa lagi, Axelio nggak ada salah Raja. Aku akan kurangin intraksi aku sama dia tapi untuk jauhin, aku nggak bisa. Aneh kalau aku tiba-tiba menghindar tanpa ada alasan.”


Raja memalingkan wajah, enggan membahasah topik ini lebih jauh. Ia jadi kesal sendiri. Rasanya menyebalkan, Raja terkadang merutuki persaannya yang sangat merepotkan ini

__ADS_1


__ADS_2