Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 33


__ADS_3

“Beneran kamu nggak apa-apa?” Tanya Raja memastikan, tatapannya tidak pernah lepas dari wajah pucat Ellena ditambah suhu badan gadis itu masih hangat sampai detik ini.


“Gak apa-apa. Kamu nggak usah khawatir. Lagian aku tidak sendiri juga kok dirumah.”


Arabella yang berdiri diantara mereka hanya bisa menatap geli, terlebih pada kakaknya yang terlihat sangat berlebihan menghawatirkan sesuatu.


“Obat kamu…”


“Nggak boleh telat kan minumnya.”


Raja mengangguk.


“Untuk sementara lo nggak usah masuk kampus dulu.”


“Nggak boleh begadang.”


“Makan tepat waktu!.” Celutuk Ellena, untuk ke sekian kalinya laki-laki itu mengatakan hal yang sama.


Ellena menghelai nafasnya panjang, lembut Gadis itu menarik Raja kedalam pelukannya. “Kamu terlalu sibuk mikirin kesehatan aku, sampai lupa meluk kamu.”


“El…”


“Aku baik-baik saja, lagian aku tidak sendiri kok. Ada Bella, bibi Nur, abang asep kalau perlu aku manggil Elvano sama kak Becca kesini.” Gumam gadis itu masih memeluk suaminya.


“Lo lagi sakit tapi gue harus pergi El.” Balasnya sambil memelik Ellena.


“Selesaikan pekerjan itu terus pulang rawat aku.”


“Tuan…” Panggilan Leo membuat laki-laki melepas pelukannya kemudian menoleh.


“Lebay banget sih kak, nggak usah khawatir ada Bella.” Celutuk gadis itu


“Hemm…” Raja menggeleng. “Kakak masih ingat kejadian dikantor polisi Bella.” Seketika gadis itu bungkam.


“Yaaa… Kali ini aku pastikan kak El baik-baik saja. Percaya pada Bella kak!.” Ucapnya sambil merangkul lengan Ellena.


“Gue pergi!”


Ellena mengangguk dengan senyuman, namun saat hendak ingin melangkah pergi. Raja berbalik, meletakkan tangannya di tengkung istrinya lalu mendaratkan ciuman di kening gadis itu dengan lembut.


“Raja.”


“Kenapa?” Tanya laki-laki itu ketika Ellena menyisahkan jarak diantara mereka.


“Ada Leo sama Bella.”


“Tidak usah hiraukan kami kak.” Potong Bella sedikit menjauh dari pasangan bucin yang akan menjalai hubungan LDR. “Maafkan tuan Raja nyonya, Dia memang selalu bersikap seperti jika itu menyangkut wanitanya.”


Ellena dan Arabella sontak menatap laki-laki dingin 1000 pintu itu, Leo yang tak sekalipun berbicara apapun diluar masalah pekerjaan membuat semua orang menatapnya sedikit tercengang. bahkan Raja sendiri lebih kaget dari siapapun saat ini.


“Lo lagi jatuh cinta?” Pertanyaan Raja membuat Leo kegagalapan.


“Tttt… Tuan. Sejam lagi jadwal penerbangan, sebaiknya anda harus bergegas.” Balas laki-laki itu sedikit gugup.


Begitu berada didalam mobil Raja menatap wajah Ellena yang masih pucat dari balik kaca pintu, tatapan gadis itu sayu hingga membuat dada seorang Raja begitu sesak. Sungguh perasaan khawatir yang merepotkan.

__ADS_1





Zrttttt


Mobil sport mewah melaju kencang keluar dari bandara menuju jalan ramai.


“Tuan, apa tidak bisa anda pelan-pelan sedikit?”


Pemuda yang tadinya memiliki tatapan hangat berubah seratus delapan puluh drajat begitu dingin.


“Tuan, anda harus mengingat jika nyonya Ellena sedang menunggu anda untuk pulang. Jika sesuatu hal yang buruk terjadi nyonya Ellena akan sangat sedih.”


Laki-laki dengan mobilnya itu akhirnya tiba diperusahaan.


Leo asisten paling sabar dan setia turun lebih dulu. Semua orang diperusahaan dibuat heboh hanya dalam hitungn detik, para petinggi dan semua karyawan berlarian hanya untuk ikut berbaris rapi guna menyambut kedatangan tuan besar. Raja Oliver Argantara.


Drap!


Drap!


Drap!


Semua mata berbinar takjub, tidak ada seorang pun yang mampu berkedip saat sosok itu menginjakkan kaki dengan stelan jas mewah, potongan yang seksi, wajah yang gagah dan angkuh secara bersamaan.


“Selamat datang, Tuan.”


.


.


“Raja Oliver, dia tampan sekali.”


“Ini pertama kalinya aku melihat secara langsung dan dia sudah membuatku… menggila.”


“Apa kau lihat? Dia sangat angkuh. Tapi bukan kah itu sangat seksi?”


“Sayang sekali dia masih sendiri sampai sekarang, padahal dia punya segalanya.”


Gadis berabut pendek dengan kacamata bundar menoleh cepat. “Sendiri? Kata siapa?”


“Apa kau tidak tau? Tuan Raja begitu mencintai Jennie adik sepupu dari pak Roy manager pengembangan. Dia sampai menolak banyak gadis demi cinta pertamanya.”


“Tapi…”


“Kamu tau apa Lian? Kamu staf baru disini. Jika melihat gadis bernama Jennie kamu juga akan menyukainya.”


“Betul. Kabarnya, sekarang Jennie menjadi model terkenal di Los Angeles.”


“Apa karena alasan itu dia tidak mau menikah, menunggu Jinnie super model paling laku abad ini kembali dan pada akhirnya mereka menikah. Akhhh… Kisah yang sangat romantis.”


“Meski begitu aku tidak setuju mereka kembali bersama.”

__ADS_1


“Benar, perempuan baik-baik tidak akan meninggalam laki-laki yang sudah berjuang untuknya.”


Silih berganti, suara ribut mengudara disegala arah. Namun gadis berambut pendek dengan kecamata bundar itu tenggelam dalam dunianya, dia masih mengingat jelas saat mengikuti tes wawancara di kantor pusat sebelum ditetapkan di tempat ini. Tuan Raja menggendong istrinya yang tertidur, kejadian itu mengguncang Athena dalam sekejab.





Prank


Raja Oliver dengan nafasnya memburu melempar sebuah asbak ke arah pria yang tengan bersimpu diatas lantai, namun asbak itu hanya menyentuh sedikit telinganya lalu mengenai tembak didepan sana. Didepan semua orang laki-laki itu melonggarkan dasinya lalu ikut menjongkok didepan Roynald yang merupakan manajer pengembangan.


“Lo pikir gue nggak tau apa yang lo lakukan Roy?”


“Tttt… Tuan.”


“Apa belum cukup selama ini uang yang gue kasi sama lo ?” Tanyanya dengan nada suara rendah namun begitu mencekam.


“Apa maksud anda? Sssss… saya.. tttt… tidak mengerti.”


“Gaji buruh tertunda, kecelakan kerja, uang lembur bahkan makanan yang layak tidak ada satupun yang buat gue puas ditempat Ini Roynald.” Tinpal Raja, sorot mata laki-laki itu memerah menahan amarah.


“Ratusan juta uang perusahaan yang lo ambil gue tutup mata, tapi untuk gaji karyawan gue nggak bisa biarin lo.” Ucapnya. “Gue nggak habis mikir dimana hati nurani lo Roy, hak orang yang lo ambil itu punya keluarga dan mereka butuh makan.” Lanjutnya


“Itu tidak benar, pasti ada yang ingin menjatuhkan…”


Brak!


Raja menghempaskan sebuah amplop coklat diatas meja, sembari duduk diatas kursi, menyilangkan kakinya penuh kekuasaan. “Bagaimana pun lo ngebela diri, bukti didalam sana jauh lebih menyakinkan gue.“ Raja menunduk, memajukan kepalanya lebih dekat dengan Roy. “Lo pikir selama ini gue nggak tau kelakuan busuk lo?”


“Raja.” Pria itu langsung berlutut tepat dihadapan Raja. “Maafkan saya! Saya mohon jangan pecat saya! Bagaimana pun kita ini berteman.” Ucap pria itu memohon penuh kepiluan.


Tak


Raja menarik kakinya, melepaskan genggaman Roy dibawah sana. “Bahkan mecat lo sepertinya nggak bakal cukup Roy. Itu tidak adil untuk Karyawan yang lo ambil haknya.”


Roy mengadah setelah beberapa menit menunduk, melihat smrik seorang Raja membuat wajahnya berubah pucat pasih.


“Raja saya mohon! Setidaknya maafkan saya sebagai sepupu Jennie. Kamu masih mencintainya kan? Saya janji akan membuatnya kembali padamu.”


Raja menarik napas panjang baru kemudian berdiri, memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana berbahan katun. Tatapannya berubah jijik pada Roy. “Jangan sekali lo sebut namanya itu didepan gue! Andai bukan karena Maya dan bayi didalam perutnya, gue nggak bakal terima lo kerja.”


“Karena Maya? Jangan berbohong Raja. Kau masih mencintai adikku bahkan sampai detik ini kau belum menikah karena masih menungg…”


“ROY…” Teriakan Raja membuat suasana semakin mencekam. “Leo, singkirkan pria ini dari hadapanku!” Titahnya.


Hanya kedipan mata Leo , kedua bodyguard berbadan kekar itu mengerti. Merka menarik paksa Roy untuk berdiri, menguncinya agar tidak bisa kemana-mana lagi. “Tidak Raja! Kamu tidak akan melakukannya, bukannya kamu kasihan pada Maya? Aku mohon kasi aku…”


“Bawa dia keluar, jangan sampai gue ngeliat wajah dia lagi.”


“Raja!!! Ingat Raja! Saya akan kembali membalas penghinaan ini.”


Laki-laki itu tidak perduli dan hanya diam mendengar teriakan Roy yang semakin terdengar samar.

__ADS_1



__ADS_2