Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 60


__ADS_3

Dimeja makan, ternyata sudah kosong. Tak ada siapapun disana, Ellena melangkah pelan berharap tak ada siapapun yang mendengar langakah gadis itu menuju dapur, Ellena kemudian membuka kulkas, mencari apapun yang bisa dia olah jadi omelet sebagai sarapan untuknya da Raja.


Ellena menoleh kearah atas, pada kamar Raja yang belum juga terbuka. Entah apa yang laki-laki itu lakukan dikamar kenapata begitu lama.


Ellena kembali fokus dengan masakan yang hampir jadi tiba-tiba…


sebuah tangan kekar yang dipenuhi urat-urat seksi melingkar dipinggang Ellena, menyandarkan dagunya pada pucuk kepala gadis yang berhasil membuatnya bertekuk lutut. Ellena sedikit melonjak kaget.


”Kaget Raja.”


“Kenapa nggak minta sama pelayan kalau kamu mau sesuatu?” Tanya Raja dengan suara seraknya


“Aku mau masak sendiri.” Balas Ellena sedikit melangkah ke sisi kiri untuk mencuci tangannya. Raja kembali menarik pingga Ellena, memeluknya hangat. “Lepas dulu, nanti kamu kena minyak Raja.”


“Artinya itu akan melukaimu.” Balas Raja semakin mengeratkan pelukannya, kali ini laki-laki itu menaruh dagunya di pundak Ellena. Sesekali melebukan ciuman di ceruk leher wanitanya, membuat gadis itu kegelian.


“Tidak akan terjadi kalau kamu duduk manis dikursi… Akhh” Desis Ellena ketika laki-laki itu memutar tubuhnya hanya sekali hentak. Mengangkatnya untuk duduk diatas meja patry


Saat ini mereka saling berhadapan, Raja menatap waja istrinya lekat sembari tersenyum. Ellena menunduk malu-malu, diotaknya terus berputar soal kejadian semalam. Dimana dia dan Raja untuk pertama kalinya melakukan hubungan suami istri.


“Kenapa menunduk?” Raja menyentuh dagu Ellena, mengangkat sehingga mereka saling berhadapan.


”Aku harus membersihkan dapur, Raja.”


“Nanti, lagian ada pelayan.”


”Tidak bisa begitu, aku yang masak. Itu artinya aku yang harus bersihkan.


“Tapi aku beluk dapat ciuman sejak tadi.” Raja semakin mengeratkan pelukannya di pinggang sang istri. Membuat gadis iu semakin tertarik kedepan.


“Raja… kamu mesum banget sih. Biarkan aku selesaikan dulu …”

__ADS_1


“Hemm..” Raja menggeleng “Cium dulu!”


Ellen menyengir, kenapa laki didepannya berubah seperti bayi kecil dalam ujuran besar. Ellena meutar kepalanya, memastikan tidak ada siapa-siapa disana. Perlahan Elena memajukan kepalanya, hendak memberi kecupan pada suaminya namun rajah lebih dulu mendaratakan bibirnya diatas bibir Ellena. Raja benar-benar menunjukkan sisi liarnya setelah berhasil mendapatkan mahkota Ellena, Raja kembali memunculkan pikiran semalam. Sebelum itu terjadi Ellena buru-buru mendorong tubuh suaminya hingga ciuman mereka terlapa, lalu gadis itu turun dari meja patry mlenjutkan pekerjaannya. Gadis itu tidak sadar, caranya berjalan berhasil mencuri perhatian suaminya.


Raja menilik telit. Dia menahan Ellena saat gadis itu hendak meninggalkannya. “Ell, beneran kamu nggak apa-apa?” Raja bertanya dengan serius.


”Iya beneran, kenapa sih?”


”Yakin nggak mau kedekter?Cara jalan kamur aneh benget. Hari ini kamu dirumah aja ya!” Raja menahan tangan Ellena agar tidak kemana-mana. “Ahh… mana boleh begitu? Aku ada kelas nanti.” Kata Ellena menimpali, wajahnya memerah karena malu. Bagaimana cara berjalannya tidak aneh, jika ini pertama kalinya mereka melakukan hal itu dan laki-laki mesum yang sialnya adalah suaminya itu baru berhenti saat menjelang subuh.


“Izin aja ya, aku temenin dirumah.”


Ellena langsung menggeleng. “Mana boleh begitu? Leo sudah menunggu dari tadi.”


Raja perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri hendak menggodanya, laki-laki itu tahu ketakutan Ellena saat ini. “Kenapa tidak? Kamu lupa kalau suamimu ini adalah pemilik perusahaan?” Nafas Raja mengembus mesra ceruk leher Ellena membuat gadis itu berdegik kegelian.


”Raja…”


”Hemm…”


Cup


Lagi, Raja kembali menciumnya


“Ra… akhh!…” Leguhan gadis itu terdengar pelan semakin membuat Raja bersemengat. Tapi, tunggu bukan kah mereka sedang didapur.


“Mau? Hmm…” Laki-laki itu masih menikmati leher Ellena, bahkan sesekali menggigitnya mesrah.


“Raj…”


”Khmmm…” Suara deheman seseorang dari belakang mereka membuat Raja menoleh.

__ADS_1


‘Tuan, nyonya kenapa kalian begitu tega dengan ku?’ Batinnya.


“Maaf tuan dan nyonya mengganggu waktu berharga anda. Tapi ini sudah jam setengah sembilan tuan. Tuan Rudolf sudah menunggu kedatangan anda dikantor. Anda tidak akan menundanya lagi kan?” Jelas Leo.


”Ahhh.. Untung kamu datang. Ambil atasan kamu ini, bawah dia pergi.” Ellena mendorong tubuh suaminya, memaksa laki-laki itu beranjak pergi.


“El…”


”Pergi kekantor, carikan aku uang yang banyak.” Kata gadis itu tiba-tiba.


Raja menghentikan langkahnya lalu menoleh. “Sayang, kamu butuh uang? Uang kami habis?


“Hemm…”


”Aku kirim kan sekarang.” Alano hendak mengeluarkan ponselnya, namun Ellen lebih dulu menahannya.


“Nggak gitu maksud aku Raja. Akhh… Gimana cara ngomongnya sih?” Gadis itu melirik kearah sekertaris Leo meminta pertolongan, namun laki-laki itu langsung membuang wajahnya kelain arah. “Kamu kekantor aja apa susahnya sih?” Kata Ellena akhirnya.


”Tapi aku mau sama kamu…”


”RAJA OLIVER.”


“Okey sayang, aku kekantor cariin kamu uang yang banyak.” Ucap laki-laki itu kemudian. “Tapi cium dulu.”


Bola mata Ellena membola sempurna tidak percaya, gadis itu bahkan melirik Leo dibelakang punggung Raja yang bahkan lebih kaget darinya. Sikap Raja benar-benar berubah 180 drajat dari sebelumnya.


“Raj…”


Cup


Raja mencuri satu kecupan disudut bibir Ellena, kemudian kabur tanpa rasa bersalah sedikit pun.

__ADS_1


......................



__ADS_2