Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 13


__ADS_3

“Raja.”


Raja yang sedang bersandar di mobilnya menoleh tepat ketika sebuah suara yang sangat ia kenal memanggil namanya. Menatap Ellena yang berjarak sepuluh langkah dengan alis naik.


Ellena mengedarkan pandangannya ke area parkiran yang sudah sepi tidak ada siapapun disana, jadi tidak ada siapapu yang melihat intraksi mereka. Detik selanjutnya Ellena berlari mendekati mobil suaminya lalu menerobos begitu saja masuk kedalamnya.


“Ayo!”


Raja menggelang pelan, tingkah gadis itu seperti bocah yang sedang main peta kumpet. Ia kemudian mengambil langkah cepat membuka pintu lalu duduk di jok kemudi.


“Lo kenapa sih kayak orang main peta kumpeet? Takut pacar lo ngeliat?”


Ellena menggeleng setelah meminum sebotol air yang ia dapat dimobil suaminya. “Emang punya? Aku cuman tidak mau ada yang lihat kalau aku naik mobil kamu.”


Raja mengenyerit kemudian perlahan menginjak pedal gas meninggalkan area parkir kampus. “Alesan, lagian orang nggak bakal peduli.”


“Kamu salah kalau mikir gitu, Semua gadis-gadis kampus bicara tentang mu. Semua tahu siapa Raja Oliver, laki-laki yang berhasil mengguncang dunia persosial media-an hanya karena kabar pernikahannya. Bahkan mereka mulai mencari artikel pernikahan kita. Itu katamu tidak perduli?” Ucap Ellena sedikit menyindir, entah dadanya sedikit merasakan hawa panas setiap kali mengingat semua gadis memuji dan ingin memiliki suaminya. Akhhh, sangat tidak nyaman.


“Jadi gue masih terkenal.”


“Ngomong-ngomong aku jadi penasaran. Kenapa mereka tidak menemukan apapun tentang pernikahan kita?”


Raja terdiam sejenak, laki-laki itu fokus dengan jalan didepannya yang lumayana ramai. “Kenapa lo masalah soal itu? Mau gue publish…”


“Nggak, jangan pernah.” Wajah panik Ellena berhasil membuat Raja menarik garis senyuman diwajahnya. “Siapapun tidak boleh tau kalau kita sudah nikah.”


“Telat.”


“Ha? Telat? Kok bisa? Beneran ada yang rau!”


“Ayah, mama, papa, Bella, orang kantor, kolega bisnis, beberapa temen gue. Mereka semua tau Ellena.”


Gadis itu terdiam, ada rasa senang ketika Raja memanggil namanya untuk pertama kali selama peenikhannya. Beberapa detik gadis itu Diam-diam tersenyum. “Maksud aku anak kampus. Pokoknya nggak ada yang boleh tau! Ini kesepakatan mutlak. Ngertikan?”


Raja hanya diam, mengabaikan semua kata-kata istrinya.


“Kamu dengar nggak sih?”

__ADS_1


Lagi-lagi Raja hanya diam.


Plak.


“Raja.”


“Apa?”


“Denger kan?”


“Lo pikir gue budek?”


“Terus kenapa tidak di jawab.”


“Gue nyetir, fokus.”



“Astaga kalian datang? Kenapa tidak ngabarin mama?”


Ellena terkekeh ketika baru masuk dirumahnya, Hanin-inunya selalu seperti itu menyambut siapapun yang datang dengan kehebohan juga kepanikan. Wanita paru baya itu langsung memeluk putrinya penuh rindu, padahal mereka baru berpisah selama dua hari.


“Iya ma.” Sahut laki-laki itu ketika baru muncul dari balik pintu. Hanin selanjutnya memeluk menantunya singkat. “Ayo masuk nak, kenapa tidak ngabarin kalian mau datang? Mama bisa masakin kalian makanan enak-enak.”


“Lena sama Raja cuman mampir ma, mau ambil beberapa barang sama buku kuliah Lena.”


“Kok gitu? Kalian nggak nginap?”


Ellena menoleh menatap Raja yang masih berdiri dibelakangnya. “Tidak masalah? Kalau Ellena mau nginap, Raja ikut ma.”


Senyuman Ellena mengambang. “Papa sama kak Vano mana ma? Kok nggak keliatan?”


“Papa belum pulang, katanya mau mampir ke pabrik cabang. Kalau kak Vano…” Hanin menggantung ucapannya. “Katanya tadi keluar sebentar tapi, belum pulang juga.” Hanin meraih ponselnya diatas meja kemudian menghubungi ponsel putranya namun tidak dijawab. “Tidak diangkat El? Mama jadi khawatir.”


“Di jalan kali.” Balas Ellena enteng


“Ya udah, kalian kekamar dulu ya, mama mau siapin makan malam.”

__ADS_1


“Aa… Ma?” Langkah Hanin terhenti ketika Ellena menarik tangan ibunya saat hendak melangkah. Hanin mengenyerit.


“Ada apa?”


“Emang Lena boleh bawa cowok kekamar ya ma?”


Untuk sesaat Hanin terdiam menatap anak juga menatunya, tak ayal Raja yang jauh lebih kaget dengan pertanyaan istrinya sendiri. Detik kemudian wanita paruh baya itu tertawa kecil. “Ya ampun El, kenapa nggak? Kalian udah nikah, mau ngapain aja mama nggak akan bakal larang.”


Ellena memelas menahan malu, sejujurnya gadis itu sempat melupakan jika saat ini sattusnya ada seorang istri dari laki-laki aneh ini. “Oh gitu ya ma. Ya udah Lena mau ke kamar aja.” Balasnya malu-malu


“Ellena emang suka gitu ma, dia suka lupa kalau udah nikah. Raja sampai kewalahan saat malam pertama.”Tukas Raja


Ellena melotot tajam, saat kata-kata menggelikan itu keluar dari mulut suaminya. Raja sungguh menyebalkan.


“El…”


“Ma, mama mau masakkan. Lena udah lapar.” Potong gadis itu seraya meninggalkan ibu juga suaminya yang sudah terkekeh melihat wajah idtrinya yang sudah semerah tomat.


“Mama, Raja naik dulu ya.”


Hanin mengangguk sebagai jawaban.


Raja kemudian mengikuti langkah Ellena berjalan naik ke atas menuju kamar gadis itu. Begitu sampai didalam Sorot mata gadis itu benar-benar seperti bidikan yang sudah siap menembak , sedangkan laki-laki yang menjadi sasaran utamanya tengah sibuk mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar. Dari sudut kesudut sampai pada akhirnya langkah Raja terhenti pada sebuah figura yang menyimpan foto Ellena.


“Ini lo?” Tanya Raja sambil menoleh pada istrinya, diluar dugaan laki-laki itu sontak kaget. Tatapan juga aura Ellena sunggu menakutkan. “Masih marah karena hal tadi?”


“Menurut kamu? Apa nggak malu ngomong seperti itu ke mama?”


“Lain kali nggak. Okey! Gue minta maaf.” Ucap laki-laki itu, mengingat saat ini ia berada di kadang macan betina. Untuk saat ini dia akan menjadi suami baik dan menurut, sewaktu-waktu bisa saja Raja hilang tanpa jejak dirumah ini jika salah langkah.


“Heran gue, foto masa keci lo nge-gemesin kenapa sekarang berubah horor banget ya.”


“RAJA!!!”


“Ouke lo cantik. Gue salah ngomong.” Rayunya berusaha memadamkan kobaran api di mata gadis itu.


“Sana mandi kamu bau.”

__ADS_1


“Bau?” Raja sontak menangkat kedua tangannya kemudian mengendus ketiaknya secara bergatian. “Nggak tu, idung lo aja kali yang punya masalah. Apa karena lo pesek?”


Kobaran asap seolah menyembur dikedua telinga Ellena membuat Raja langsung mengambil ancang-ancang menuju kamar mandi. “Gue mandi sekarang.” Ucapanya


__ADS_2