
Gadis itu menoleh, menatap lekat wajah suaminya. Ingatannya kembali berputar ketika laki-laki itu berpelukan mesrah dengan wanita lain. “Cihh…” Ellena berdecih. “Gimana mau nemuin, kalau kamu asik pelukan sama cewek lain.”
”Ell… Aku bisa jelasin.” Raja menarik tangan istrinya namun gadis itu langsung menepisnya.
“Nggak usah dijelasin, aku udah liat. Dia kan, cinta pertama kamu? Aku bisa apa…”
”Bisa nggak dengerin aku dulu?” Potong Raja, masih berusaha meraih tangan Ellena namun lagi-lagi gadis itu menepisnya
“Apa? Dengerin kalau kalian udah balikan hemm? Dengerin kisah melow kalian yang akhirnya bertemu setelah sekian lama, atau dengerin akhhhhh….”
Raja tiba-tiba mengangkat tubuh Ellena lalu mendudukkannya diatas meja rias, mengukung tubuh kecilnya dengan kedua lengan kekar suaminya yang begitu tampan. “Udah ngomelnya?”
Ellena membuang wajahnya kelain arah, melihat Raja dengan jarak sedekat ini membuat hatinya meluluh.
“Cemburu?”
“Nggak!”
“Liat aku!”
Ellena masih kukuh dengan penderiannya, enggan menoleh sedikit pun.
“ELLENA.”
Ellena terdiam, memutar wajahnya menatap suaminya datar. Laki-laki itu selalu memaksanya dan sialnya Ellena menuruti apapun Raja katakan.
“Mau aku cium dulu baru mau dengerin aku?” Ancamnya.
Ellena membulatkan matanya tanda protes. “Bisa-bisanya kamu mau cium aku setelah pelukan sama mantan kamu. Enak aja.”
“Aku nggak pernah meluk Jennie, Dia yang meluk aku.” Laki-laki itu masih membela diri
“Ya sama aja, kamu kayak nikmatin juga.” Balas gadis itu sinis. Sedangkan Raja menyikapinya dengan seutas senyuman. “Kamu ketawa, Ha? Kamu pikir aku lagi ngelawak.”
“Kalau lagi cemburu kamu lucu.”
__ADS_1
“Siapa yang cemburu?”
Raja mengangguk. “Iya kamu nggak cemburu. Tapi bisa nggak percaya sama aku hem! Dia hanya masalalu aku El, sedangkan kamu masa depan aku. Dia datang menjelaskan alasannya pergi tapi itu nggak guna. Aku punya kamu sekarang.”
“Hemm... Siapa yang percaya, bisa jadi kalian balikan. Secara mantan kamu sekarang udah terkenal juga seksi, siapa yang nolak coba?.” Kata Ellena sakras.
Raja kembali tersenyum. “Seksi? Kamu lebih seksi sayang.” Kedua alis laki-laki itu terangkat seolah memberi isyarat, bohong jika Ellena tidak paham maksud dari senyuman suaminya.
Plak.
“Dasar cowok mesum.”
“Sama istri sendiri nggak papa kan?” Balas Raja. Tangannya terulur, merapikan rambut Ellena yang menutupi bagian wajahnya. “Mau dia cantik, seksi kamu tetap pemenangnya El.”
Untuk sesaat Ellena terdiam. “Cihh, padahal aku nggak bilang dia cantik.” Gumam Ellena kembali baadmood. “Ya udah kalau dia cantik kamu sama dia aja aku…”
Cup.
Raja mencuri satu kecupan dibibir Ellena membuat kalimatnya terpotong.
Cup
Sekali lagi Raja membungkam bibir istrinya.
“Hem, aku membungkan bibirmu dengan caraku. Masih mau?”
Ellena tersipu, gadis itu menundukkan kepala menyembunyikan rona diwajahnya. Ini bukan pertama kalinya tapi gadis itu masih malu ketika Raja mempelakukannya seperti ini.
“Masih marah?”
Raja menarik pinggang Ellena, menunduk guna menatap wajah cantik wanitanya yang jauh lebih pendek dibanding dengannya. Mengangkat dagu Ellena dengan telunjuk.
“Jangan bikin aku khawatir lagi Ell! kalau marah, marah aja sama aku, pukul aku! Jangan ngilang gini. Aku takut.” Kata laki-laki itu pelan.
Ellena membalasnya dengan senyuman, mengangguk pelan kemudian mengalungkan kedua tangannya di leher Raja. “Jangan kayak gitu lagi, main terima pelukan cewek lain. Mantan lagi.”
__ADS_1
“Lumayan, ada yang mau peluk gratis.”
“Raja.”
“Iya sayang.”
“Minggir sana, aku ambilin baju dulu.” Kata Ellena berusaha melepaskan kukungan laki-laki itu namun, Raja maalah mengeratkan pelukannya dipinggang raming Ellena.
“Cium dulu baru aku minggir.”
“Kan tadi udah.”
“Maunya kamu yang cium.”Pintanya sedikit berbisik ditelinga Ellena. “Atau aku mulai aja? Tapi…” Raja memajukan wajahnya lalu berbisik dengan suara khas serak miliknya. “Aku pastiinn akan ngelakuin lebih dari ciuman Ell.”
“Jangan macem-macem Raja! Kamu lupa? Kita lagi dirumah aku. Aku bisa treak.”
“Nggak masalah, itu akan semakin buat orang rumah percaya kalau aku muasin kamu.” Bisik Raja dengan yang sudah menyusup ke dalam baju Ellena.
“Raja mesum banget”
“Gimana? Aku atau kamu yang cium diluan?
Sesaat keduanya terdiam dalam keheningan, detik selanjutnya tanpa rasa malu, Ellena memejamkan kedua matanya memulai ciuman mereka.
Ellena sudah menuruti semua kemauan suaminya, namun Raja adalah laki-laki super iseng. Disela-sela ciuman yang Ellena mulai, laki-laki itu tersenyum bahkan tidak sekalipun membalas ciuman istrinya. Dirinya membiarkan gadis itu mengambil alih, sekalipun Ellena sangat amatir.
“Relax sayang…” Bisik Raja sebelum akhirnya mengambil kendali ciuman mereka. Ciuman yang awalnya begitu lembut kini berubah menjadi pagutan yang menuntut, Raja kembali membangkitkan gelora semalam.
Ellena semakin menikmatinya, membiarkan tangan Raja mengusap pahanya, semakin dalam. Laki-laki itu begitu pandai membangkitkan hasrat wanitanya, diluar kesadaran Ellena, jemarinya membuka kancing kemeja milik Raja. Dia butuh menyentuh tubuh laki-laki itu.
Sekali hentak Raja meggendong Ellena seperti bayi koala membawahnya ke atas tempat tidur. Mereka melakukannya dan menikmatinya dalam balutan perasaan yang sama walaupun keduanya tidak mengatakan apapun. Raja menggauli istrinya bagitu lembut, pendingin seperti tidak berfungsi, pilu mereka menetes saling bercampur satu sama lain. Hingga mereka selesai dengan urusan mereka hingga tertidur dengan wajah yang tenang.
...****************...
__ADS_1