Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 20


__ADS_3

Suasana kantor polisi dimana Ellena juga Arabella ditahan benar-benar riuh, beberapa dari pemuda yang ikut menonton membawa pengacara juga orang tua mereka, ini membuktikan tak satupun dari mereka memiliki status sosial menengah ke bawah.


“Dasar anak nakal.” Teriakan dari salah satu orang tuan pemuda yang ikut ditahan karena balapan liar itu menyentak Arabella, matanya membola sempurnah saking kagetnya. Ditambah pemuda malang itu harus menanggung malu saat sang ibu menarik telinganya keluar dari kantor polisi.


“Ohh God” Ucap Arabella menyapu wajahnya frustasi.


“Kenapa? Kamu baik-baik ajakan Bella?”


Arabella menoleh sambil menggeleng pelan. “Nggak, aku nggak baik sama sekali.”


“Kenapa? Apa ada yang sakit?” Ellena langsung menarik naik lengan baju adik iparnya, memeriksa pergelangan tangan apa ada cedera dibagian sana. “Apa polisi itu menarik tanganmu dengan kasar?”


“Bukan, bukan itu kak.”


“Terus?”


“Aku memikirkan sesuatu yang sangat menakutkan.” Ellena mengenyeritkan alis penuh tanya. “Bagaimana kalau kak Raja datang, terus narik telinga kuta seperti laki-laki tadi? Aku pasti sangat malu, bagaimana juga kalau ada yang merekamnya dan menyebarkannya di sosial media. Aku memiliki jumlah pengikut 2 juta di instagram, apa yang harus kita lakukan?” Gadis itu terlihat panik.


Plak


Tanpa sadar Ellena memukul pundak adik iparnya sedikit keras.


“Aww… kak sakit.”


“Rasain, kamu bikin aku khwatir tau. Dari semua yang kamu pikirkan sepertinya aku yang seharusnya lebih khawatir dari siapapun. Kamu disini karena aku, bukan hanya jeweran telinga yang aku dapat. Raja sama Ayah pasti akan membunuhku.” Ellena tampak lesu.


Bella menggeleng. “Ayah ataupun kak Raja tidak akan berani membunuh kaka.”


“Hem?”-

__ADS_1


“Kak El adalah menantu kesayangannya dan kak Raja takut pada ayah.”


“Tapi, bagaimanapun…”


“Sudah jangan dipikirkan!” Potong Arabella. “Kapan kak Elvano akan datang, aku mau keluar dari sini terus kita makan bakso super pedas. Bella yang traktir.”


“Sebentar lag…”


Drap


Drap


Drap


Semua mata tertuju pada pintu masuk, tidak ada seorang pun yang mampu berkedip saat sosok itu menginjakkan kaki dengan stelan mewah, potongan rambut yang ****, wajah yang super tampan, gagah dan angkuh secara bersamaan.


Laki-laki itu menolah pada dua gadis yang saling duduk dikursi panjang menatapnya datar, lain halnya Bella gadis itu memilih sembunyi dipunggung Ellena mencari perlindungan.


“Selamat malam pak, anda…”


“Saya wali kedua gadis itu.” Potong Raja cepat. Tanpa mengalihkan sedetikpun tatapannya pada sang istri, detik berikut Ellena dibuat tertegun saat suaminya membuka lalu melempar jas tepat di atas paha Ellena. “Lo nggak dingin?”


Ellena mengenyerit, ia menunduk melihat baju yang dia pakai. Dimana letak dinginnya? Memang gadis itu memakai baju crop yang memperlihatkan sedikit bagian perutnya namun hal itu tidak membuatnya merasa dingin ditambah kantor polisi itu sangat minim dengan alat pendingin Ellena sampai mencepol bersih rambutnya yang panjang.


“Saya akan menjamin ketiga bocah ini.” Ucap Raja,


Polisi itu mengadah setelah menyelesaikan laporannya. “Maaf pak anda hanya bisa menjamin jika anda memiliki hubungan keluarga dengan pelaku.” Polisi itu kembali menilik benda kotak didepannya. “Nona Arabella Argantara, disini terdata jika kalian adalah saudara kandung, lalu nona Ellena Roselyn saya lihat baru saja menjadi…”


“Pak polisi.” Potong Ellena cepat, gadis itu bahkan berdiri menepuk meja. “Maaf… Bagas teman saya, lagi pula anda menahan kamu betiga. Kenapa hanya saya dan Bella yang bisa bebas.”

__ADS_1


“Maaf nona, ini sudah ketentuan.”


“Terus kapan teman kami bebas pak? Dia nggak selamanya disini kan?” Tukas Bella


“Jika dia tidak memiliki wali dalam 24 jam kedepan kami akan membenaskannya.”


Ellena terlihat lesuh, menoleh pada bagas yang sangat terlihat biasa-biasa saja. Dia behkan tersenyum begitu manis pada Ellena. “Udah gue nggak papa kok. Ini udah biasa”


“Tapi…”


“Besok gue juga bebas kok.”


“Maafin aku ya!”


“Gue yang seharusnya minta maaf, ini semua karena gue ngajak lo ketempat itu.”


“Tapi walau begaimana kita sama…”


Kalimat Ellena terpotong ketiga gadis itu tiba-tiba merasa lengannya digenggam. Ia tersentak langsung melihat wajah Raja tepat disampingnya begitu menoleh, laki-laki seolah tidak perduli dengan semua mata yang memandangnya.


“Ayo kita pulang! Gue anter lo kerumah sekarang.”


Ellena berusaha melepas genggaman laki-laki itu namun sia-sia, raja memenggannya begitu erat. “Iiii… iya.” Jawabnya sedikit gugup.


Kemudian laki-laki itu menarik tangan Ellana melewati Bagas begitu saja, entah dadanya bergemuruh saat melihat kedekatan istrinya dengan laki-laki bermata sipit itu.


“Raja, pelan-pelan kakiku…” Pinta Ellena, laki-laki itu langsung menghentikan langkahnya tepat didepan pintu kantor polisi, ia memutar badannya hingga mereka saling berhadapan. Untuk sesaat mereka saling menatap, Raja terus diam mamandangi wajah Ellena yang terlihat pucat.


“Kak, Bella tunggu dimobilnya.” Gadis itu langsung berlari, masuk kedalam mobil dan hanya mengawasi dari kejauhana. “Maafkan aku kak El, kali ini aku tidak bisa memabntumu.” Gumam Arabella

__ADS_1


__ADS_2