
“Maaf saya terlambat.”
Raja datang, laki-laki benar-benar datang. Ellena sampai dibuat mematung tepat ketika Raja mengambil posisi duduk dihadapannya, namun laki-laki tak melirik sedikitpun pada Ellena. Raut wajah Raja terlihat tenang, dengan stelan kemaja formal. Parasnya sangat tampan duduk dengan menumpukan kedua tangannya diatas lutut, garis wajahnya tegas, rahang yang kuat, mata yang tajam seperti anak panah yang dilepaskan dari busurnya, bibir padat yang berisi juga kemerahan, dahi yang seksi juga rambut tebal nan indah. Diam-diam Ellena menahan senyuman, dia tidak pernah menyangka jika laki-laki yang dijodohkan denganya setampan ini.
Akan tetapi, ada satu hal yang membuat Ellena bertanya-tanya, mengapa laki-laki itu datang? Bukan kah seharusnya dia tidak datang aeperti gosib-gisib sebelumnya?
”Yang ditunggu sudah datang.”
Julian tersenyum miring, dia sudah menduga jika kali ini putranya akan datang.
“Apa kah ini putramu, Raja. Julian?” Hanin berdecap kagum. “Perasaan dulu dia tidak setinggi dan setampan ini.” Ujar Hanin disambut tawa oleh Julian juga Arabella.“Apa kamu masih ingat Ellena? Dulu Kalian sangat dekat.” Lanjutnya
Untuk pertama kalinya Raja menatap Ellena yang sedang menunduk. Alisnya terangkat satu kebingungan, kali ini gadis yang dijodohkan dengannya begitu berbeda dengan gadis-gadis sebelumnya. Ellena yang bertubuh kecil memakai gaun selutut , rambutnya terkepang kebelakang memberi kesan jika gadis itu hanya gadis remaja yang belum cukup umur untuk menikah.
Raja melempar tatapan penuh tanya pada Julian. “Sial. apa ayah bercanda? Aku akan menikah dengan gadis dibawah umur?” Batinya protes.
Julian berdehem. “Baik karena semua sudah berkumpul disini, maka langsung saja. Kami kedua keluarga sudah sepakat menjodohkan kalian dalam sebuah ikatan pernikahan.”
‘Tidak, bukannya malam ini hanya sekedar pertemuan biasa? Kenapa membahas pernikahan. Ya aku kagum padanya karena dia tampan tapi untuk menikahinya kan.”Sayangnya kata-kata itu hanya terdengar lantang di dalam hati Ellena
Seseretan kalimat itu membuat Ellena menahan napas. Gadis itu merasakan jantungnya memompa keras, dia ingin menolak tetapi nasibnya seperti tangan tak sampai. Yang ia lalukan hanya bisa menunduk, memainkan pita gaun yang ia kenakan.
“Kami butuh jawaban kalian. Kamu dulu Ellena. Om ingin mendengar jawaban kamu.” Sambung Julian membuat Ellena tersentak kecil, langsung mengadah setelah beberapa saat hanya menunduk. Ellena terdiam cukup lama menatap wajah kedua orang tuanya dengan senyuman penuh arti.
‘Bagaimana ini? Kenapa bertanya ke aku dulu?’ Batin gadis itu, kemudia ia melempar tatapannya pada Raja yang sepertinya juga tidak menginginkan pernikahan ini. Ellena masih diam dan berpikir, sampai kemudian gadis itu mengingat kata-kata yang Elvano katakan beberapa waktu yang lalu. “Jangan khawatir! Terima saja jika pihak om Julian bertanya M! Raja pasti akan menolak seperti sebelumnya. kemarin dia bahkan menolak serbuk berlian seperti Jenifer William. Apa lagi kamu yang hanya kremesan rengginan El jadi, jangan khawatir. Kakak yakin dia juga akan menolakmu.” Ellena tenggelam dalam dunianya, gadis itu terjebak pada sesuatu yang tidak dia inginkan. Hingga detik kemudian sesuatu yang luar biasa terlintas dikepalanya
__ADS_1
“El…”
“Ya. Aku setuju.”
Semua orang melihatnya, semua orang mendengar saat Ellena menjawab pertanyaan Julian. Gadis itu menarik senyuman tipis kali ini rencananya tidak boleh gagal. Ellena menerima perjodohan ini bukan karena menginginkannya melainkan gadis itu yakin jika Raja akan menolak perjodohan ini. Dan setelah ini tidak akan ada masalah yang timbul dengan kedua orang tuanya dikemudian hari. Ellena bebas.
”Karena Ellena sudah setuju, bagaimana denganmu Raja?”
Ellena terpejam, meski dia tau pada akhirnya Raja akan menolak perjodohan ini seperti yang dilakukan pada gadis-gadis sebumnya, namun jantungnya masih berdetak kuat menanti jawaban laki-laki itu.
Sampai detik ini dan orang-orang menunggu jawabannya, Raja belum mengalihkan tatapannya. Tidak ada yang tahu pikiran laki-laki itu, namun satu hal yang membuat Raja tak bisa berkutik. Kali ini ancaman Julian benar-benar terjadi, aliran dana pada proyak pembangunan pada pulau Xx benar-benar Julian hentikan. Jika kali ini dia menolak perjodohan yang Julian rencanakan. impiannya selama ini tentang pulau itu tenggelam tanpa sisa dan kali ini laki-laki itu tidak bisa melakukan apapun.
Hingga kemudian, jawaban yang keluar dari mulut Raja membuat Ellena langsung membuka mata, dia tidak bisa bahkan untuk sekedar berkedip.
Ellena terkunci pada tombak yang menusuknya, hidup selama 20 tahun tidak pernah merasakan cinta dan sekarang dia malah terjebak dalam sebuah perjodohan yang tidak dia harapakan sama sekali.
‘Apa? Tunggu! Kenapa bisa? Kenapa dia tidak menolak?’ Batinnya.
Jawaban yang keluat dari mulut Raja memberi kelegaan semua orang.
“Karena anak-anak kita sudah setuju, selanjutnya kita membicarakan soal pernikahan ini.”
Ellena semakin terperangah, sebenarnya ada apa? Kenapa mereka begitu cepat memutuskannya tanpa membicarakannya terlebih dahulu? Bukan kah dia yang akan menikah? Tapi kenapa diruangan ini gadis itu hanya seperti butiran debu yang tak berguna.
“Bella setuju, urusan gedung pernikahan, baju pengantin dan undangan. Bella dan tante Hanin akan mengurusnya.” Satu lagi makhluk aneh yang begitu bahagia dengan rencana pernikahan ini. Tunggu!!! Aoa Bella masih berfikir Ellena akan merebut kekasihnya itu? Jika benar, ini salah. Sinaga hanya sepupu Ellena.
__ADS_1
“Bagaimana tante?”
“Apapun itu tante setuju dengan keputusan Bella.”
“Tunggu!” Raja menghentikan kalimaatnya sejenak. “Apa tidak terlalu buru-buru membicarakan tentang pernikahan ayah? Gadis kecil ini masih duduk dibangku sekolah dan saat ini kuliah Raja masih menggantung apa tidak sebaiknya kita menunggu dia tamat sekolah dulu.”
Semua diruangan itu tertawa kecil, keucuali Ellena yang merasa kesal karena penuturan Raja yang mengira dia masih anak SMA dan belum lulus.
“Kata siapa Ellena masih anak SMA Raja? Dia bahkan lebih tua dari adikmu.”
Raja menatap Ellena kemudian pada Bella. “Iya benner kak.”
Apapun itu Raja ingin terbang keantariksa detik ini juga.
Ellena
Raja
Arabella
__ADS_1