Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 22


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


“Kak El, kak Raja bangun.” Panggil Arabella dari luar pintu namun, tak ada jawaban apapun dari dalam kamar.


Tok


Tok


Tok


“Kakak bangun! Ayah nyuruh kita kumpul dimeja makan sekarang.”


Lagi-lagi tak ada jawaban, sedikit ragu Arabella meraih knop pintu lalu memutarnya.


Ceklek.


“Nggak kekunci, itu artinya mereka nggak ngapa-ngapain kan? Jadi nggak apa-apa kan aku masuh?”Pelan-pelan Bella mendorong pintu kamar kedua kakaknya, lalu menyelipkan kepalanya yang mungil dibibir pintu. Mengedarkan pandangannya namun tidak melihat siapapun diatas kasur. Arabella semakin berani menerobos kedalam, akan tetapi langkahnya terhenti begitu pandangannya tertuju pada sofa panjang didepan jendela.


“Ada kasur yang lebar kenapa mereka memilih tidur disofa yang sempit.” Gumam Arabella sambil mengarahkan ponselnya ke arah dua sejoli saling berpelukan dalam mimpinya yang indah. “Sudah aku duga, pada akhirnya mereka akan saling menerima satu sama lain.” Ucap gadis itu sambil menutup kembali pintu kamar kakaknya.


*


*


*


Ellena mengerutkan dahi dalam tidurnya, gadia itu terganggu dengan cahaya matahari yang menerobos masuk membuatnya terbangun. perlahan matanya terbuka sedikit menyipit, berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk melalui cela mata.

__ADS_1


Gadis itu menggeliat setelah puing-puing kesadaran terkumpul dia sedikit menguap. Namun sesaat kemudian Ellena dibuat membeku saat merasakan sesuatu yang berat menindih perutnya, gadis itu menunduk dengan sisa kantuk, terpaku melihat wajah Raja dengan jarak yang sangat dekat. Otaknya berusaha memproses apa yang terjadi semalam lalu…


“Aaaaaa…” Teriak Ellena hingga Raja mengerjab.


Brukkk


Refleks gadis itu menendang suaminya hingga tersungkur diatas lantai. “Awww…” Ringisnya masih dengan kantuk yang tersisa. “Dasar cewek gila, lo kenapa sih setiap bangun tidur teriak mulu?” Protes Raja dan sialnya Ellena yang tadinya ingin marah tiba-tiba bungkam. Muka bantal suaminya yang terlewat tampan membutnya terpesona. “Anjirr… Ganteng banget, dia suami aku ya?.” Batinnya.


“Kkk… kamu ngapain tidur disamping aku?”


“Aakhhh… lo ngamuk ke gue pagi-pagi hanya karena itu. Lagian ini bukan pertama kalinya.”


“Hanya? Hanya katamu. Ini udah kelewat batas.” Ucap Ellena dengan emosi menggebu. “Mana meluknya nggak pake baju lagi.” Gumamnya.


Raja mengerang frustasi seraya bangun dari atas lantai. “Lo beneran nggak inget?


“He?” Ellena mengenyerit


“Aku gitu. Nggak mungkin”


“Ya mana lo inget. ‘Hiksss jangan pergi aku takut’. Emang kebiasaan lo yang aneh malah nyalahin gue.” Raja mengulang apa yang istrinya katakan semalam, dengan sedikit mengejek.


Ellena meruntuki dirinya sendiri, rasanya ingin menenggelamkan diri di lautan Antlantik detik ini juga. Gadis itu sangat malu hingga wajahnya benar-benar merona. “Kok kamu suka baget sih buka baju pas tidur. Aneh tau.” Tunjuknya pada tubuh bagian atas milik suaminya yang tak terbungkus sehelai benang pun. “ Emang ada orang tidur pake baju.”


“Dimana-mana orang tidur pake baju Raja. Kamu nggak malu apa diliatin sama cewek?”


Raja tertawa kecil, maju selangkah lebih dekat. Membuat Ellena memundurkan kepalanya. “Gue suami lo, kalau lo lupa. Jangan kan hanya buka baju, gue buka celana didepan lo nggak bakal kena undang-undang kok.” Suara rendah laki-laki itu membuat bulu kuduk Ellena meremang. “Gue nggak masalah kalau misal lo mau…”


“Aaahhh… Raja cowok mesum.” Dorongnya membuat laki-laki itu tertawa.


“Gue buka nih.” Ancamnya sambil memegang res celana pendek hitam miliknya.

__ADS_1


“Aahhh…”


“Awas Ya Raja, kalau benerran kamu buka”


“Gue buka ya sekarang.”


“Raja, aku serius.”


Gadis itu semakin mundur hingga tak ada lagi ruang untuk bergerak. Ellena terjebak, memalingkan wajahnya. “El…”


Ellena tidak menjawab.


“Sana mandi mulut lo bau.”


Mata Ellena membola begitu Raja menjauh darinya. Ingin rasanya gadis itu melempar bom di muka suaminya senndiri, Gadis itu melangkah kecil melewati suaminya tanpa bersuara menuju kamar mandi setelah mengambil beberapa pakaian dari dalam koper yang belum sempat ia pindahkan ke lemari


***


“Udah selesai? Sekarang gantian.”


Ellena sedikit tersentak, terkejut. Gadis itu langsung mengalihkan perhatiannya kearah ranjang. Menatap Raja yang baru saja menutup leptopnya. Apa dia tidak merasa canggung karena kejadian tadi? Laki-Laki itu bahkan terlihat santai, memasang raut tanpa ekspresi, seperti biasa. Seolah-olah tidak ada yang terjadi.


“Lo turun dulu nanti gue nyusul.”


Ellena kembali tersentak, ia memutar badannya menatap Raja. “Ini udah jam delapan, lo turun sarapn. Gue siap-siap dulu.”


Ellena mengangguk. “Lo mau sesuatu?”


Raja diam. Untuk beberapa saat, hanya ada keheningan diantara mereka sampai pada akhirnya Raha menghelai nafas pelan. “Emang lo bisa masak?”


“Cuman bisa bikin nasi goreng.”

__ADS_1


“Yau udah buatin gue.”


__ADS_2