
“Raja..”
Suara lirih itu mengangkat kepala Raja yang sejak tadi menunduk menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya. Ellena membuka sedikit matanya. Raja langsung mendekat, mengenggam tangangan Ellena, membelai lembut kepalanya
“Ell, udah sadar? Gimana perasaan lo ada yang nggak enak atau bagian tubuh lo sakit?” Tanya Raja
Ellena menggeleng pelan, tangannya ikut terangkat menyentuh punggung tangan Raja sedang mengelus lembut pipinya. “Aku nggak papa…”
“Jangan bohongin gue El.” Potong Raja cepat. “Kenapa lo makan nasi gorengnya?”
“Aku hanya tidak mau kamu kecewa.” Lirihnya pelan. Gadis itu berusaha bangun namum Raja refleks menahannya untuk tetap berbaring. “Mau ngapain? Lo istirahat dulu!”
“Haus pengen minum.”
“Ya udah, gue ambilin lo tetap baring disitu.” Pinta laki-laki itu seraya meraih sebotol air mineral diatas nakas.
“Terus minumnya gimana? Aku baring? Tumpah dong.”
Pelan-pelan Ellena bangun dari tidur, sesekali ia mengeyerit menahan pening yang tiba-tiba datang. “Pelan-pelan El.”
Ellena benar-benar haus, air mineral di dalam botol itu ia minum hampir tandas. Lagi-lagi Ellena dibuat membeku ketika Raja mengulurkan tangan hendak mengahapus sisa air dibibirnya, laki-laki itu selalu berhasil membuat getaran hebat di jantungnya.
“Maaf...”
Ellena mengenyerit, masih dengan posisi mereka yang begitu dekat. “Untuk?”
“Gue gagal jagain lo, bahkan gue bisa lupa apa alergi lo.”
__ADS_1
Ellena tersenyum simpul. “Apaan sih? Kenapa kamu yang minta maaf, aku yang salah kenapa tetap dimakan.”
Suasana kembali hening namun hanya berlangsung sesaaat ketika Raja mengambil posisi duduk di atas ranjang tepat disisi Ellena. Raja mengangkat sedikit tubuh istrinya, menyandarkan punggung gadis itu ke dadanya. Kemudian memeluk Ellena. “Jangan gitu lagi ya! Gue takut El.” Gumamnya pelan, semakin mengeratkan pelukannya.
“Raja, nggak papa kayak gini? Gimana kalau ada yang lia…”
“Husst!!!” Desis-an itu berhasil membuat Ellena terdiam. “Nggak ada orang kok, lagian kenapa sih lo masih mikir soal itu? Emang kenapa kalau ada yang lihat, kita udah nikah dan Lo istri gue kalau lo lupa.”
“Raja!” Gadis itu memutar badannya hingga mereka saling berhadapan.
“Salah? Gue ngomongin fakta kok?”
“Iya tapi kita udah sepakat sebelumnya.”
Laki-laki itu kembali menarik tubuh Ellena kedalam dekapannya, aroma tubuh gadis itu membuatnya candu. “Lo Pake parfum apaan sih?” Tanya Raja, jauh dari topik pembicaraan mereka.
“Masih yang kemarin, kenapa?”
“Ihhh…” Ellena berusaha mendorong tubuh laki-laki itu agar bisa lepas dari dekapan suaminya. Namun Raja semakin mengeratkan pelukannya. “Raja lepas!!! Nanti ada yang masuk.” Bisik Ellena masih berusaha melapas pelukannya.
“Biarin.”
“Kalau gitu Kenapa nggak sekalian kamu ngumumin aja kalau kita udah nikah?.”
Raja sontak melepas pelukannya, menatap netra emerland milik Ellena kemudia mengangguk setuju. “Ide bagus, gue setuju.”
“He?” Ellena membelak mengikuti pergerakan suaminya yang saat ini sudah berdiri disisinya. “Mau kemana?” Tangan mungilnya berusaha menahan pergelangan Raja. ”Mau ngumumin kalau kita uda nikah. Kalau disini nggak bakal kedengaran.”
__ADS_1
“Kamu gil…”
Cup
Ellena refleks mundur, lalu memukul pundak Raja. “Kamu… Ini lagi dikampus Raja.” Lagi-lagi Ellena melayangkan Protes Namun laki-laki hanya membalasnya dengan senyuman. “Jadi kalau bukan dikampus nggak papa gue nyium lo.”
Blush
Wajah Ellena tiba-tiba memerah. “Apaan sih, nggak gitu.”
Untuk sesaat Raja fokus menatap wajah Ellena yang tiba-tiba barubaj memerah “El. Lo demam? Muka lo merah banget.” Tanyanya khawatir
Gadis itu cepat-cepat menggeleng lalu mengalihkan wajahnya. “Nggk… Bukannya tadi mau keluar? Kenapa nggak keluar.” Ucapnya tanpa melihat wajah Raja.
“Tunggu disini! Setelah ini kita kerumah sakit.”
“Ngapain.”
“Lo sakit, kata Miss Clara lo harus cek darah.”
“Nggak usah lebay deh aku udah sembuh kok.”
“Lo baru pingsan, gue ngga mau lo kenapa-napa.”
“Iya tapi beneran aku udah sembuh.”
Untuk sesaat Raja terdiam, pelan-pelan ia menduk, menjajarkan wajahnya dengan Ellena. Sangat dekat sampai gadis itu bisa merasakan aroma mint dari nafas suaminya. Pandangan Raja turun melihat bibir tipis berisi semerah cery milik istrinya.
__ADS_1
“Gue takut cium lo sekali lagi El, takut kalau gue minta lebih dari itu.” Refleks Ellena memundurkan kepalanya, lalu dengan cepat ia berbaring mentupi tubuhnya dengan selimut sedangkan Raja malah tersenyum dengan seringai tipis yang mematikan.
Laki-laki itu keluar dari ruang UKS yang sepi, akan tetapi tanpa ia sadari seseorang sejak tadi berdiri diluar sana bahkan melihat sesuatu yang tidak seharusny dia lihat sejak awal. Kantong kresek berisi air mineral juga beberapa snack terjatuh dari tangan kanan, dadanya memompa begitu capat dari biasanya bahkan laki-laki itu hampir jatuh dari kakinya yang kokoh. Wajahnya shok dia tidak dapat bahkan untuk sekedar berkedip.