Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 54


__ADS_3

“Kamu mau pulang atau nunggu aku selesai?” Tanya Raja setelah menyelesaikan makan siangnya, sedangkan Ellena sibuk merapikan bekas makanan suaminya. “Udah nanti diberesih OB.”


Ellena membalasnya dengan senyuman. “Kamu yang makan kenapa orang lain yang beresin. Lagi pula kan ada aku.” Balas Ellena. “Emang selesainya jam berapa?” Tanyanya kemudian


Raja melirik jam tangan di pergelangannya. “Mungkin agak malam.”


“Hemm.. Aku pulang aja, ayah juga ngajak makan malam nanti. Kamu nggak lupa kan?”


“Hampir.” Detik kemudian laki-laki menyadari sesuatu hal. “Tapi kita nggak nginap kan?”


“Memang kenapa kalau nginap.”


“El..”


Ellena dengan polosnya pura-pura tidak tahu maksud dari tatapan memohon suaminya. Laki-laki itu bisa saja melakukannya dimana pun tapi sungguh kali ini Raja hanya ingin bersama istrinya.


“Aku pulang ya.”


“Ell…” Rengek Raja seperti bayi kecil yang tidak mau ditinggal ibunya, laki-laki itu bahkan memeluk Ellena, menenggelamkan wajahnya di dada gadis itu. “Empuk.” Gumamnya


“Apa sih, lepas nggak!”


“Nggak mau tinggal, kita pulang bareng.”


“Raj…”


Tokk


Tokk

__ADS_1


Tokkk


Demi apapun Raja akan menghancurkan wajah siapapun yang muncul dibalik pintu itu. Laki-laki itu mendongak menatap wajah Ellena lalu menggeleng.


“Lepas!” Raja kembali memeluk Ellena bahkan lebih erat lagi, detik selanjutnya pintu terbuka begitu pelan. Leo yang hendak masuk refleks memalingkan tubuhnya kaget, bodoh!!! Laki-laki itu meruntuki kebodohannya, bagaimana bisa dia lupa jika nyonya Ellena sedang berkunjung. Habis lah riwayatmu Leo.


“Maaf tuan menganggu waktu anda, saya akan kembali beberapa menit lagi.” Ucap Leo gugup.


“Tidak Leo, bagus kamu sudah datang. Ambil atasan mu ini, aku sudah mau pulang.” Balas Ellena berusaha melepaskan pelukan Raja.


“Ellena.”


Bola mata Leo membulat sempuran, bulu kuduknya merinding saat mendengar suara manja atasannya untuk pertama kali setelah sekian lama bekerja di kantor ini.


“Lepas Raja!!!”


“Nggak mau, maunya peluk kamu.” Balas Raja masih dengan suara menjijikkan itu.


Raja mengintip dari tubuh kecil Ellena, menatap Leo yang masih memunggunginya. “Lo dengar Leo?”


“Tidak Tuan.”


Ellena berdecih kesal pada kedua pria dewasa ini, dia pikie Ellena anak kemarin soreh apa? Bagaimana bisa Leo tidak mendengar dengan telinga sebesar itu? Ellena melepas paksa pelukan suaminya, lalu menoleh dengan senyuman. “Aku tunggu dirumah ayah.”


“Terus kamu pulang sama siapa?”


“Sendiri.”


“Nggak, aku anter.”

__ADS_1


“Percaya sama aku! Aku akan baik-baik saja. Lagi pula aku mau kesuatu tempat.”


Raja melepaskan pelukannya, menatap Ellena penuh tanya. Sedangkan gadis itu hanya tersenyum.


...****************...


Setelah sekian lama, untuk pertama kalinya Ellena kembali menginjakkan kaki ditempat yang selama ini membuatnya bahagia. Gadis itu bahkan duduk ditempat favotnya bahkan kursi kesayangnnya masih ditempat yang sama, Ellena melanjutkan langkahnya mendekati beberapa motor di bengekel yang menajadi markasnya. Gadis itu tersenyum tiba-tiba…


Prank


Ellena menoleh kearah gudang penyimpanan, gadis itu mendekat kearahnya dan hendak membuka pintu namun…


“Kenapa harus Ellena? Bertahun-tahun gue udah nunggu Raja tapi gadis sialan itu yang berhasil mendapatkannya, kurang gue apa?” Sontak Ellena melepas tangannya dari gagang pintu.


“Disini Ellena nggak salah Mia, kenapa nyalahin dia?”


“Lo bela dia karena lo suka sama dia kan?”


Laki-laki didalam sana terdiam, suasan kembali hening.


“Siapapun nggak boleh milikin Raja selain gue.”


“Maksud lo?”


“Ya, kalau gue nggak bisa milikin Raja, itu artinya Ellena juga nggak boleh milikin dia.” Ellena mengepalkan tangannya, Rahangnya mengeras, sorot matanya berubah tajam.


“Jangan gila Mia, lo tau sekarang ber-urusan sama siapa? Itu Raja Mia, bukan hanya lo yang akan hancur tapi semua hancur keluarga lo bahkan Axelio.” Peringat laki-laki itu.


“Gue nggak perduli, semua udah telanjur. Papa ngebenci gue karena hal ini dan Axelio?” Untuk sesaat Mia terdiam. “Gue juga nggak peduli, dia bukan kakak kandung gue.”

__ADS_1


Mia keluar dari gudang itu setelah Ellena pergi, mengendarai motornya dengan emosi yang meluap. Entah apa yang gadis itu rencenakan selanjutnya.


__ADS_2