Raja Untuk Ellena

Raja Untuk Ellena
Bab 57


__ADS_3

Mobil Bugatti hitam berhenti tepat di halaman kediaman tuan Julian Argantara, Raja membawa Ellena ke rumah utama, manarik gadis itu masuk kedalam


Drap


Drap


Drap


Ceklek…


Pintu terbuka lebar bahkan sebelum para pelayan membukakan tuan muda Raja. Arabella yang sejak tadi gelisah menunggu kabar keberadaan kakak iparnya sontak menoleh.


“Kak Ra…”


Laki-laki itu melewati adiknya sembari menarik tangan sang istri, menaiki tangga tanpa menagatakan apapun.


“Tuan Lois.” Kepala Pelayang keluarga Argantara langsung mendekat. ”Siapkan teh hangat juga makan malam untuk kakaku. Dan hubungi Leo segera kesini! Aku takut sesuatu akan terjadi.” Pintanya sambil menatap pintu kamar Raja yang baru saja tertutup


Brak!!!


“Kenapa kau melakukannya?” Bentak Raja, tubuh laki-laki itu terus gemetar ketika mengingat kejadian mengerikan tadi. “Bagaimana kalau aku terlambat sedetik saja, apa kamu tahu apa yang akan terjadi.”


Mata Ellena membulat, bibirnya terkunci.


“Dan kamu tidak memikirkan bagaimana aku bisa hidup tampamu?” Suara Raja kembali membentak membuat air mata gadis itu jatuh begitu deras.


“Terus kamu mau aku bagaimana? Apa kamu berharap aku tetap diam dan menonton, saat aku memiliki kesempatan bisa menyelamatkan kamu?” Balas Ellena dengan suara takkala kerasnya. “Mia gadis gila dia bahkan men-sabotese mobilmu, apa kamu pikir aku bisa diam saja ha, ketika nyawa kamu terancam? Nggak aku nggak bisa.”


Untuk sesaat Raja terdiam, nafasnya muli teratur. “Bagaimana setelah itu? Bagaimana dengan kamu?”


Ellena terisak begitu menyakitkan. “Raja…”

__ADS_1


Perlahan Raja mendekati istrinya. “Bagaimana dengan aku Ellena? Bagaimana aku bisa hidup tampamu?” Air mata laki-laki itu jatuh begitu menyakitkan. “Aku tidak mungkin membiarkanmu meninggalkanku Ellena. Setiap mengingat dimana aku hampir gagal melindungimu aku seperti terjebak didalam lubang begitu dalam, m sesak Ellena. Aku tidak bisa membayangkan jika aku harus kehilangan kamu.” Raja menarik tubuh Ellena kedalam dekapannya. “Berjanjilah padaku, apapun yang terjadi jangan membahayakan dirimu lagi!”


Ellena diam tidak mengatakan apapun, membuat Raja menarik tubuhnya menatap wajah sembab istrinya. “Jangan menyuruhku berjanji yang tidak bisa aku tepati, jika hari ini kembali terjadi aku akan tetap melakukan hal yang sama.”


“Ellena…” Bentak Raja, laki-laki itu sangat benci di tentang.


“Aku mencintai mu, bagaimana aku bisa diam saja Raja?”


Deg


Tes


Tes


Hujan dan gemuruh bersahutan setelah Ellena mengatakan itu Tatapan Raja melemah, dia menatap wajah snag istri dengn kasih, membisu dengan cepat.


“Aku mengakuinya, aku kalah Raja.” Dengan tangisan Ellena mengadah. “Aku jatuh cinta. Aku datang memang dengan kebencian, tapi aku tidak tau kenapa pada akhirnya seperti ini. Aku berusaha menyangkal dengan persaanku tapi itu membuatku semakin tersiksa. Aku…”


Cup


Untuk sesaat ciuman itu hanya sekedar kecupan, keduanya saling menatap penuh arti sampai pada akhirnya tangan Raja tertarik naik menyelip di sela-sela rambut gadis itu. Pikir Ellena itu hanya sekedar ciuman seperti biasanya namun tidak, Raja menikmati bibir istrinya dengan cara yang seksi, memutar berkali-kali begitu lembut membuat Ellena benar-benar terbuai.


Raja melepaaskan bibirnya dari bibir Ellena, nafasnya memburu begitu pun Ellena yang masih terpejam pasrah. Dia tersenyum lalu menyingkarkan sisa-sisa rambut yang menghalangi wajah cantik gadis itu, di mengembalikan kecupan itu pada leher Ellena lalu berbisik. “Katakan sekali lagi.”


Nafas hangat Raja yang wangi menyeruak ke tengkuk Ellena yang dingin. Dengan spontan mata gadis itu terbuka lebar, tangannya berpegang pada pundak Raja yang sedang menuduk


“Aku cinta sama kamu…” Ucap Ellena pelan


“Sekali lagi!!!” Balas Raja masih menikmati leher istrinya, sesekali laki-laki itu memberikan gigitan kecil hingga meninggalkan jejak diatas kulit Ellena.


“Aakku mencint… ah” Kata Ellena. ******* terkecil terdengar, Raja melepaskan permainan. Dia menatap wajah gadis itu yang memerah. Mengusap rambutnya lembut. “Tetap seperti itu, kau hanya boleh mencintaiku Ellena.”

__ADS_1


Mereka bertatapan dalam waktu yang lama, Ellena menelan slivanya sekali lagi. Berada hanya sejengkal dari wajah Raja adalah hal yang membuatnya gila hingga gadis itu memutuskan tatapannya untuk mengurangi rasa gugup dan malu namun tangan indah dengan urat-urat jantan yang seksi tiba-tiba meyentuh dagu Ellena.


Tanpa pikir panjang Raja akhirnya tersenyum, dia meletakkan tangannya dileher gadis itu lalu memberikan ciuman yang tiga kali lebih sens**l dari sebelumnya. Pelan-pelan tanpa sadar, dia membuat Ellena terjatuh diatas ranjang. Namun sama sekali tidak membangunkan keduanya dari fantasi.


Raja menatap tubuh istrinya, sebagian kancing baju gadis itu sudah terbuka sontak Ellena menyilangkan tangannya didepan sana. “Tidak apa-apa El, tidak ada yang perlu kamu sembunyikan.” Raja kemudian menyingkirkan tangan Ellena, membuka satu persatu kancing kemeja yang tersisa. Raja mengangkat kembali wajahnya ke wajah Ellena menatap gadis itu seolah minta persetujuan.


Seiring dengan semua kancing baju terlepas, dua bukit yang tidak terlalu besar dengan bungkusan pink yang polos menabrak dada bidan Raja yang ada diatas


“El…”


Bodoh jika Ellena tidak mengerti panggilan mesra itu, anggukan kecil membuat Raja menarik sebuah senyuman. Setelah mendapat lampu hijau Raja menarik turun celana jeans Ellena. Dia menarik dasinya yang terikat longgar hingga lepas lalu membuka kaancing kemejanya satu persatu. Ellena terbelak dia tidak menyangkal jika tubuh suaminya begitu indah.


Ribuan kupu-kupu seolah beterbangan di perut Ellena ketika bibir Raja menyentuh lembut pucuk gundukan miliknya. Tangan satunya setia bermain pada gundukan satunya lagi membuat pemilik meleguh tertahan merasakan sesuatu yang asing namun begitu nikmat karena sentuhan laki-laki itu.


“Raja…” Panggil Ellena tertahan, ketika laki-laki itu berusaha menerobos selamput dinding milik istrnya.


“Apa sakit?”


Ellena mengangguk cepak.


“Kamu mau aku berhenti?”


Gadis itu kemudian menggeleng. “Lakukan saja.”


“Ahhh…” Ellena mencengkaram kuat seprai untuk kedua kalianya.


“Peluk gue!!!” Ellena menurut, gadis itu menarik tangannya keatas memeluk erat tubuh Raja ketika laki-laki itu berusaha kembali menerobos milik istrinya. “Tahan sayang!!!” Ujar Raja sembari menghapus setitik air mata Ellena yang lolos karena ulahnya.


Raja tersenyum melihatnya, lagi dan lagi dengan kebahagiaan Raja menghadiakan kecupan hangat di bibir istrinya. Raja benar-benar meresmikan diri sebagai pria satu-satunya untuk Ellena


Malam ini,Dibawah hujan yang deras, dan dibawah lampu yang redup mereka menikmati cinta yang menyakitkan untuk pertama kalinya. Raja begitu lembut memperlakukan istrinya, hingga Ellena terlelap dalam dekapannya setelah permainan panas itu.

__ADS_1


__ADS_2