
Saat Exsel dengan prasaan nya yang mulai meningkat dan ingin mengua sai tubhuh Neha, Neha dengan tangan nya mendorong tangan Exsel dengan pelan.
""Tunggu..!!" ucap Neha membuat naf su Exsel yang meingkat itu seketika menyusut, karena dia tidak suka, jika sedang meng gila di ganggu...
"Apa yang kamu lakukan??" ucap Exsel dengan mata nyalang nya menatap Neha yang sudah berada di bawah tubhuh Exsel
"Ma'af bukan membuat mu marah, tapi ini ruang tamu, apa kamu tidak takut jika ada orang yang melihat kita mela kukan ini" ucap Neha dengan sinar mata yang sedikit takut, karena Exsel yang mulai menampak kan wajah kemarahan nya.
"Siapa yang berani menganggu ku, di rumah ku sendiri" ucap exsel bangkit lalu pergi begitu saja.
Neha yang cukup kaget dengan sikap exsel pun terdiam, dn masih dengan posisi terlentang.
"Ahhh aku yang sudah membuat mood nya berubah menjadi buruk.. tapi Jika aku tidak mengehentin kan dia tadi, Dia kan tahu Rahasia yang aku sembunyi kan selama ini" gumam pelan Neha menatap arah Exsel pergi dan ntah kemana.
"Semoga saja dia tidak melakukan hal apa pun kepada ku, aku benar-benar harus waspada pada nya, karena dia tidak bisa di tebak kapan dia meng ingin kan aku melay ani nya, walau pun setiap hari aku selalu membawa kan obat itu."
"Namun untuk dia, dia tidak mengenal tempat dan bisa saja suatu saat aku tidak bisa mengendali kan dia yang punya tempramen yang tidak stabil." Neha saat ini cukup Tenang, Karena pria yang bernama exsel itu tidak terlalu memaksa dia jika Neha tidak mau, Namun dia selalu marah jika tidak mendapat kan hal dia ingin kan.
Memang harus nya Neha melakukan apa pun untuk Exsel karena uang yang sudah dia beri kan sudah sangat besar. tapi Neha masih ingin mempertahan kan sesuatu yang dia sembunyi kan dari dunia malam nya saat ini.
Di tempat kerja Neha yang dulu, Neha Dengan muda menguasai para pri-pri hid ung belang yang membeli jasa lepit nya itu. dengan selalu dia yang mengawali dan juga berkuasa di ran jang, Sehingga Neha terus bisa menjaga rahasia nya.
Akan kah rahasia Neha Akan terbongkar dan di ketahiu oleh Exsel, pria yang mulai memikat hati Neha, walau pun mereka hanya sebatas rekan kerja di ranj ang dan kapan pun Bisa di putus kan sepihak oleh exsel yang tidak bisa di tebak kapan dia mau dan kapan dia tidak mengingin kan Neha.
__ADS_1
Satu jam berlalu, Neha masih beta menunggu exsel datang menemui nya di ruang tamu itu, Namun tidak ada tanda-tanda kemunculan Exsel menghampiri dia kembali.
Dengan di temani Makanan yang masih ada di atas meja tadi, apa lagi makanan punya exsel tidsk di sentuh sama sekali.
Neha memang kepikiran tentang exsel yang berlalu, Namun dia juga tidak berani mencari exsel karena Neha takut jika akan di anggap lancang, memasuki setiap ruangan tersebut dengan alasan mencari keberadaan tuan rumah itu.
"Ahhh sudah lah. biar aku habisi saja makannan ini dulu, tapi sudah tidak terlalu enak karena sudah cukup dingin. tidak akan kenapa bukan,jika aku hanya ke dapur untuk memanas kan makanan ini" gumam Neha menoleh ke arah dapur yang masih terang dengan lampu lengkap dan Neha langsung mengangkat mangkok yang masih terisi itu, untuk di bawah ke dapur, guna untuk di panas kan.
Neha yang orang kampung, jarang makan makanan Enak, dia menggabung kan makanan punya dia dan exsel agar lebih bayak dan tidak terlalu makan tempat, dan tidak terlalu repot membawa nya.
Neha menuju dapur dan mencari kompor yang ingin dia nyala kan, guna memanas kan makanan yang dia bawa dan sudah dingin tersebut..
"Ini kompor nya yang mana ya??. Kenapa semua di sini pada rata semua, apa orang kaya tidak punya kompor, tapi tadi pelayan memasak ini pakai apa dong??. apa mereka membeli nya??. tapi tidak mungkin secepat itu bukan. ucap Neha sibuk menunduk dan celingak-celinguk mencari kompor di ruang dapur yang tak terlihat oleh mata Neha yang tidak mengenal jenis kompor seperti apa yang di pakai di rumah orang kaya tersebut.
Neha yang pasrah dan mulai menyerah mencari kompor di dapur tersebut. merasa perut nya tidak bisa di tahan lagi, walau pun dia baru saja makan, Mungkin efek dari jarang makan, makanan enak, jadi bawaan nya pengen aja di masuk kan ke mulut Nya.
"Ya sudah lah, aku nikmati saja walau pun dingin, Neha meletak kan mangkok itu di depan meja di depan nya dan mulai menyendok makanan tersebut untuk masuk ke mulut Neha.
"Kau lapar lagi..??"
"Ahhhggg.....!!!" kaget Neha dengan suara yang tiba tiba muncul, saat dia merasa dia sedang sendiri di dapur tersebut.
"Prangggh...!!!!" Suara benda jatuh den pecah karena ulah kaget Neha, secara tidak sengaja menjatuh kan magkok berisi makanan yang ingin dia panas kan itu.
__ADS_1
"Aduhhh makanan nya", menoleh ka arah makanan yang sudah berserakan bersama pecahan mangkok tersebut, lalu Neha menoleh juga ke arah suara itu.
"Iya, kan sayang jika makanan nya di buang, dan mau aku panas kan tapi kompor di rumah ini tidak terlihat.
Dan sekarang makanan nya sudah jatuh semua" ucap Neha menunduk berniat mau membersih kan pecahan mangkok yang penuh dengan beling di lantai.
Neha yang tidak memakai alas kaki bergerak mengabil pecahan-pecahan itu.
"Tunggu, jangan bergerak dari tempat mu, semua di tempat mu itu penuh dengan pecahan kaca yang halus" Neha pun berhenti tak berkutik, Krena merasa cukup takut akan luka oleh beling-beling yang berserakan itu.
Exsel memanggil pelayan untuk membersi kan bekas pecahan itu, lalu Exsel menghampiri Neha dsn mengendong nya.
Diam lah jangan menggerak kan tubuh mu sedikit pun kecuali bernafas" ucap Exsel tak menatap Neha hanya konsen dengan pecahan kaca yang dia lewati memakai sandal tebal.
Neha memang tidak membrontak atau mengerak kan tubuh nya sedikit pun, kecuali Bernafas, Hanya kaku di dekapan tubuh kekar dan tangan berotot eksel,
Neha hanya mengedip-ngedip kan mata nya bak Boneka yang mau kehabisan batre.
Duduk dan jangan kemana-mana" ucap exsel meletak kan Neha di meja makan dekat ruangan dapur itu.
Lalu exsel kembali ke dapur.
Neha menunggu sekitar sepuluh menit, baru lah exsel muncul kembali dari dapur, dengan membawa beberapa piring dan mangkok makanan hangat
__ADS_1