RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
SIKAP ACUH NEHA


__ADS_3

Malam dingin yang menusuk hingga tulang, tidak terlalu terasa. Karena api yang mereka hidup kan sejak beristirahat di tempat itu, terus menyala cukup besar dan juga cuaca yang tak mendung membuat api itu terus bertahan di bawah hutan liar.


Membantu menghangat kan tubuh tiga anak manusia yang berlindung dari dingin nya angin malam itu...


Sang ibu yang duduk sendiri dan terus memberi kan bahan bakar api yang mereka kumpul kan cukup banyak sejak siang tadi..


Ranting-ranting Kering yang ibu Neha lempar kan Ke api yang terus menyala itu, agar tidak mengurangi rasa hangat yang melindungi anak-anak nya dan dia sendiri...


Dia menatap Langit yang penuh bintang di antara hutan-hutan yang sedikit membuka kan daun yang terlihat membayangi langit. dan berpikir...


"Apa kah anak ku Neha masih hidup, jika iya tolong lindungi dia tuhan, dan pertemu kan kami dengan putri kesayangan ku itu secepat nya, dalam keadaan kami yang sehat dan juga anak ku Neha.." ucap hati ibu Neha yang masih betah menatap bintang-bintang di langit yang terang oleh bintang yang bertaburan itu....


Jam berlalu... angin bertiup mulai kencang membuat Ibu Neha sedikit merasa kan tiupan angin yang menyentuh kulit nya dengan pakian seada nya.


Apa lagi lapisan baju milik nya sudah ia beri kan kepada anak bungsu nya. karena pakain yang di miliki telah di sobeki oleh orang yang tak bermoral yang datng menganggu hidup mereka yang sedang berjuang di bawah hutan belantara itu...


Terus melwpar Ranting kering tersebut. yang nampak mulai berkurang, karena hembusan angin yang sedikit kencang membuat api mulai menyusut. Namun sang ibu tetap berusaha membuat api itu tetap hidup.


Walau pun sebelum anak-anak nya tidur. sang ibu mengata kan untuk bergantian berjaga di malam itu. Namun hati seorang ibu untuk melindungi anak-anak nya tetap saja berjalan dengan sangat baik...

__ADS_1


Dia tahan menahan kantuk unguk tetap berjag untuk kedua anak nya agar tetap terlelap tidur...


Sang ibu yang mulai mengantuk berusaha sebisa mungkin mencari cara agar hal itu tidak terjadi hingga pagi..


Mencari kesibukan di mana mereka beristirahat saat ini. ibu Neha membentengi sedikit dengan kayu-kayu yang bisa dia patah kan dan juga sisa-sia penebangan orang-orang sebelum nya..


Membuat Kayu-kayu itu seperti pagar dan mengikat cukup kuat dengan akar liar yang yang sudsh tersediah sejak lama di sana... mengelilingi pondok kecil di mana kedua anak nya tidur saat ini sampai tempat api yang saat ini menyala.. mencari keringat dan kesibukan tersebut, membuah kan hasil yang cukup memuas kan bagi ibu Neha.


Karena melihat hasil kerja nya yang betul-betul bisa melindungi kedua anak nya dan dia. pagar kayu yang cukup tinggi dengan di tancap kan ke tanah cukup dalam lalu di ikat kan ke setiap kayu yang hidup liar di dwkat beristirahatan mereka...


Mungkin hampir satu malam itu ibu Neha betul-betul membuat pagar pengaman dengan aman sehingga dia pun berpikir bisa beristirahat bersama anka-anak nya...


Di luar pagar yang dia buat Ibu Neha meletak kan beberapa perangkap yang di buat sendiri. jika terinjak akan langsung menimbul suara yang membuat mereka terbangun. dan juga bisa membuat sesuatu yang mengijak nya terjatuh.


Sedang kan saat ini, Neha yang masih terbaring Lemah di ranjang rumah sakit tersebut... mengingat keluarga nya. dan berharap mereka selamat dan bisa berjumpa kembali walau pun dengan kondisi yang berbeda.


Tiba-tiba lamunan Neha buyar, saat suara yang tiiba-tiba mengaget kan dia dan menileh kembali ke asal suara tersebut.


"Akan aku beri kamu istirahat yang cukup dan penjagaan di luar yang ketat, aku mau kamu sembuh total dan saat waktu nya tiba di mana aku begitu mengingin kan semua itu dan menebus kesalahan kamu sebelum nya... DAN gelora yang ku tahan selama ini harus kamu puas kan hingga aku menyerah" ucap Exsel berdiri lalu keluar dengan tampang tak bersahabat melihat Neha yang tak merespon apa pun lagi pada dia yang menatap Neha lekat dari tadi...

__ADS_1


Neha saat ini masih beruntung. Karena Exsel tak memaksa diri nya yang begitu tak berdaya itu...


Kejam pada siapa pun tanpa memberi ampun.. ternyata sisi yang lunak masih tersisa di dalam tubuh Ezsel yang begitu kejam itu...


Mungkin kadsng ada parah peri yang meniup ubun-ubun Exsel sehingga dia bisa bersikap lembut kadang kepada Neha...


Menatap punggung lebar nan gaga milik Exsel, Neha berpikir positif sedikit tentang Exsel..


"Tuhannn Semoga ada keajaiban yang bisa merubah sikap seorang laki-laki tampan itu dan datang kan lah seseorang yang bisa membuat dia bertekuk lutut dan lemah, sehingga dia merasa kasihan setiap ingin menyakiti siapa pun itu dan juga berpikir lebih dulu" gumam Neha yang melihat punggung itu mulai hilang dari pandangan nya.


Karena Exsel yang melangkah kan kaki lebar nya begitu cepat keluar dari ruangan di mana Neha di rawat saat ini...


Kesal pasti nya. Namun ntah kenapa Exsel tidsk menyiksa Neha karena tidak menghirau kan dia yang terus berusaha berbicara pada Neha...


Malah meberi kan Neha waktu istirahat hingga sembuh total dan juga lebih memilih keluar dan pergi dari tempat itu dari pada melayani dan menyiksa Neha...


Orang-Orang sebelum nya tidak akan dia beri ampun walau dengan keadaan apa pun, Namun sedikit berbeda dengan Neha, Namun perbedaan itu sangat tipis. karena sebelum nya Neha juga di perlakukan sangat tidak manusiawi oleh Exsel...


Neha mencoba menggerak kan tangan dan kaki nya yang sebelum nya terikat dengan erat..

__ADS_1


Ternyata kaki dan tangan nya sudah tak terasa sakit lagi, sehingga Neha tersenyum kecil. Karena anggota tubuh nya sudah mulai baikan...


"Rasa nya ingin kabur dari tempat ini, tapi tidsk mungkin dengan keadaan tubuh lemah ku ini, dan pasti nya ruangan ini sudsh Exsel sadap dan juga. bisa ia letak kan Cctv dan lagi di luar penjagaan yang dia maksud begitu sangat ketat. Wlau pun aku tak mengecek nya langsung. melihat pria-pria berbadan besar yang lalu lalang di depan pintu kamar milik nya terlihat mondar mandir di luar tersebut" ucap hati Neha yang sekarang mulai mengenali dan mnegetahui barang apa saja yang orang kaya miliki, sehingga mereka bisa melihat kita dari jauh walau tak menatap langsung ke tempat itu.


__ADS_2