RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
RAHASIA NEHA YANG MASIH TERTUTUP RAPAT


__ADS_3

Sedetik kemudian, satu gelas anggur yang tersodor ke arah exsel tadi, terasa tersambar dari tangan Neha, Lalu tanpa ragu meneguk habis anggur tersebut.


Neha yang cukup was-was tiba-tiba seperti mendapat kan rejeki durian runtuh saat minuman itu sudah di pasti kan di telan habis Oleh Exsel tanpa rasa ragu dan curiga kagi pada Neha.


Namun semenit kemudian, terlihat perubahan dari sikap Exsel yang mulai terlihat efek nya.


"Apa yang kamu masuk kan ke dalam minuman tadi" ucap Exsel dari sisa kesadaran nya. dan membuat Neha cukup kaget, namun beberapa detik kemudian exsel seperti orang pingsan terbaring di ranjang luas milik pribadi nya.


"Sukur lah, kenapa dia masih bisa sadar dan ingat ya, bukan nya pria-pria sebelum nya selalu langsung pingsan sejenak lalu sadar kembali, seolah-olah kami melakukan nya" ucap Neha yang mendekat ke arah exsel yang mulai terlihat sadar kembali.


"Sayangh. kenapa pela yanan mu sangat memuas kan bagi tub uh ku, aku suka cara mu melakukan nya untuk ku" ucap Exsel dengan telanj ang dan menyentuh milik nya sendiri dan.mengoc ok nya, seakan dia merasa Neha yang melakukan semua itu.


Neha mengunci pintu kamar itu, lalu membaring kan Exsel dengan kesadaran nya namun tidsk sadar dengan apa yang di lakukan nya..


Neha menelan kasar saliva nya, saat Pusaka milik Exsel yang mulai membesar dan pan jang itu.


Seakan Neha tertarik untuk meny entuh mi lik Exsel yang ber-ur-at dsn menantang itu.


Namun Neha tetap menahan dan duduk di samping Exsel yang sedang bekerja keras sendiri tersebut.


Neha yang melihat Exsel dengan keringat yang mulai bercucuran dari tubuh nya ulah dari bekerja keras sendiri, sebenar nya Neha merasa dia cukup jahat untuk seorang exsel yang telah membantu dan meberi kan dia uang di muka untuk Neha pakai sebagai pegangan Neha. Neha malah melakukan hal seprti ini terhadap Diri nya.


Dan Neha dengan segenap rasa kasihan melihat Exsel.tetap ingin memepertahan kan sebuah mahkota untuk seorang pria yang yang mencintai dia keluarga nya dan menikahi nya di kemudian hari.

__ADS_1


Wlau pun dia tidak kaya setidak nya dia masih bisa mempertahan kan harga diri nya. jika akan menjadi pertanyaan dari pasangan yang akan menerimah dia menjadi pasangan hidup kelak.


Tidak semua pria kot or mau menrimah perempuan yang tidak sunci lagi. dan tidak semua pria baik-baik tidak bisa menerimah pwrempuan dengan masa lalu kelam.


Di usia Neha yang ke dua puluh tiga, menurut nya sudah sangat layak untuk menikah. Namun prioritas Neha adalah kekuarga nya.


Karena jika dia Tidak lagi menjadi tulang punggung, siapa yang akan membiayai kebutuhan dan hidup keluarga nya, dan jika suatu saat dia menikah, Neha pasti kan pria itu siap dengan keluarga nya, jika tidak Neha tidak akan menikah dan meninggal kan keluarga nya itu.


Cukup sang ayah yang meninggal kan dan menyakiti hati ibu nya, dan tidak untuk diri nya.


Mungkin hampir satu jam berlalu, Neha menunggu Exsel bekrrja keras sendiri, dengan dia duduk manis sambil menatap namun tak menyentuh apa pun dari tubhuh exsel...


"Ahhhkkkk...ahhhhkkkahhh..." Raung puas exsel dengan sper ma yang mun crat keluar dari pusaka bebsar dan pan jang milik nya itu, hingga mengenai Neha yang duduk cukup dekat dengan Exsel. dan exsel yang tub uh nya penuh dengan keringat bercampur sper ma yang ikut berserak ke tubuh kekar dan gaga milik exsel.


Dan itu lah keistimewaan obat yang selalu Neha bawa untuk bekerja, untuk di beri kan kepada setiap lawan main yang akan dia lay ani.


Obat tersebut membuat pria-pria yang meminum nya seperti berhalusinasi seakan Neha yang mela yani mereka dengaan puas, hingga mereka kelelahan sendiri.


Jika sudah selesai dengan ritual itu mereka akan seperti orang pingsan guna memulih kan tenaga yang terkuras.


Saat sudah selesai dengan ritual msndiri itu.


Neha berpura-pura seakan ikut kelelahan dan Neha juga membuka semua pak ian nya, berlagak seperti sudah ikut serta dalam aktifitas mandiri setiap Pria yang Dia layani.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, exsel tersadar Dengan Neha berada di pelukan nya, namun tenaga Exsel masih lemah seperti berte mpur habis-habisan dengan Neha, Dan Neha seperti wanita yang kelela han dengan keringat dan terlihat terlelap di pelukan Exsel.


"Trimaksih pelay anan mu Neha,aku sungguh puas, hingga tenaga ku terasa terkuras habis, aku yang begini saja sangat kelel ahan, apa lagi kamu yang hanya seorang gadis" ucap Exsel bangga melihat Neha yang seperti sangat kelelahan di pelu kan nya.


Exsel menc umi kening Neha yang tampak penuh dengan keringat tersebut dan perlahan secara pelan walau dengan sisa tenaga yang ada, exsel turun dari ran jang untuk membas uh tubuh nya dengan air dingin, karena terasa begitu lengket serta bercampur dengan bau yang Exsel keluar kan tadi.


Exsel yang merasa Neha sangat lelah, membiar kan gadis itu tertidur guna memulih kan tenaga sambil menu tup tub uh Indah Neha.


"Ahhhh...sunggu pelayanan luar biasa, akan ku tambah kan lagi biaya perbulan untuk nya dan juga bonus kepu asan yang aku terimah dari dia" ucap exsel saat membasuh seluruh fubuh yang basah dan lengket dengan air dingin...


Exsel tersenyum-senyum bahagia di dalsm.kamar saat mengingat apa yang di lskukan nya pada Neha, sehingga Neha kelel ahan.


Namun ada satu hal yang tidak dia tau. dan jika itu di ketahui oleh exsel suatu saat nanti, ntah kemarahan seperti apa yang akan di terimah Neha dari pria yang tidak bisa di tebak sikap nya itu...


Saat mendengar pintu kamar mandi tertutup Kembali, Neha perlahan membalik kan tubuh nya, mengintip kecil dsri ujung mata, memasti ksn jika Exsel sudah masuk ke dalam kamar Mandi.


"Tidak di sangka akhir nya aku msih selamat hingg saat ini. ntah ssmpai kapan ini masih bisa ku simpan dengan erat.karena setiap saat dan tidak bisa di tebak juga kapan aku boleh datang malayani dia dan kapan tidak.


Aku takut jika terus bersama pria ini seterus nya, bisa-bisa rahasia yang ku simpan ini buyar. dan aku takut dengan resiko jika Exsel mengetahui rahasia ini nanti...


Tapi apa resiko nya memang harus aku hadapi, kRena memang aku yang mulai dan mau menerimah tawaran ini dulu nya.


Tuhannn lindungi aku...!!! walau pun aku tidak pantas meminta seperti ini pada mu" gumam Neha yang masih menatap pintu kamar mandi dengan cukup lekat....

__ADS_1


__ADS_2