RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
AKHIR NYA BERAKHIR JUGA PERTUALANGAN ITU


__ADS_3

Beberapa minggu sebelum nya, Keluarga Neha yang masih mencari cara dan jalan untuk keluar dari hutan tersebut. belum juga menemukan titik terang....


Namun ada satu persimpangan saat mereka berada di kebun yang terbangkalai itu.


Mnurut mereka. itu jalan menuju perkampungan, di mana awal mereka tinggal saat di kejar oleh anak buah Exsel yang ingin mennangkap mereka.


keluarga Neha juga tak berniat untuk kembali ke kampung itu. jadi mereka terus berusaha menebus hutan itu dengan terus menelusuri hutan, setiap yang mereka lewati, selalu mereka beri tanda, agar tidak melewati tempat yang sama dan kembali ke tempat awal....


..Dengan bekal dan oeralatan yang selalu mereka bawah, membuat mereka tidak terlalu sulit untuk tetap bertahan hidup di dalam hutan itu, walau pun mereka tidak mudah untuk keluar dari sana...


Berhari-hari keluarga Neha berada di hutan itu. beberapa tempat bermalam yang mereka buat untuk melindungi diri dan singgah...


Dengan hal itu, mereka mulai terbiasa melewati hutan dan juga menemukan bebrapa binatang yang membuat mereka sedikit takut, walau tak bertemu binatang buas.


Kadang mereka cukup senang bertemu dengan binatang yang bisa di makan seperti, burung, ayam hutan dan juga seperti kelinci yang cukup mudah untuk di tangkap dengan beberapa peralatan yang mereka bawah itu...


"Buk. kita sekarang lebih mudah menemu kan makanan dan juga tidak pernah kelaparan lagi ya??. karena dengan ada nya peralatan yang selalu kita bawak ini Yang selalu berguna untuk kita manfaat kan, melewati hutan lebat ini dan menangkap beberapa hewan yang masih hidup alami" ucap sang anak bungsu yang sangat senang saat melahap sepotong daging ayam hutan yang mereka tangkap, dan ayam tersebut cukup besar untuk mengisi perut di siang itu.

__ADS_1


"Iya nak, sukur kah. tuhan masih sangat sayang kepada kita, selain kita di jaga dengan aman di hutan ini, kita juga sudah mudah mendapat kan makanan untuk membuat kita tetap bisa hidup dengan layak di hutan belantara ini" jawab sang ibu yang sibuk dengan panggangan yang masih belum di bakar itu.


" Buk, rasa nya, aku semakin takut untuk keluar dari hutan ini. dan kembali berbaur dengan manusia-manusia di luar sana, mereka punya banyak cara dan sikap yang berbeda untuk saling mengalah kan manusia lain nya" ucap anak laki-laki ibu Neha, yang terdengar di telinga sang ibu dan sang adik yang sedang bahagia memanggang dan memakan ayam hutan yang cukup besar itu.


"Kakak ngomong apa sih?. kita kan manusia, ya harus pulang ke kampung kita lah. biar bisa kembali menikmati hidup walau tanpa Kak Neha. kita harus tetap berjuang dengan kehidupan dan kita harus bersukur masih di beri kesehatan dan kehidupan kembali, saat kita hampir mati terjun dari ketinggian beberapa hari yang lalu" ucap adik bungsu Neha yang belum Paham dengan maksud ucapan sang kakak nya itu..


Sang ibu yang mengerti pun menjelas kan kepada anak bungsu nya itu.


"Nak, maksud dari ucapan kakak mu,Bukan tidsk mensukuri kesehatan dan keselamatan yang kita sudah trimah saat ini, tapi kita di sini pun ada sebab nya bukan, dan sekarang kita tidsk bisa menikmat hidup tenang seperti dulu lagi, kakak mu takut kita masih menjadi incaran para pengejar kakkak mu, karena kita adalah keluarga kak Neha mu, bisa saja bukan, saat ini kita masih dalam pencarian dan di luar sana masih sangat banyak orang yang membutuh kan uang, sedang kan mereka sangat kaya dan bisa membayar siapa pun untuk melihat kita di mana pun berada," ucap sang ibu menjelas kan,


Mendengar hal itu, membuat anak bungsu nya mulai merasa kan was-was dengan keadaan yang terasa terus di intai oleh penjahat-penjahat di luar sana, sedang kan mereka tidak punya apa-apa dan juga saudara yang kuat untuk melindungi mereka di luar sana.


.Saat ini mereka hanya punya uang yang di tinggal kan Neha saat mereka terjatuh dan hampir memakan nyawa mereka.


Memang benar pemikiran sang kakak. bahhwa mereka memang merasa lebih aman di bawah hutan ini.


"Buk, apa kita akan tetap tinggal di hutan ini dan menjauhi keramain, akan kah hal itu. akan membuat kita lebih aman dari parah penjahat yang selalu membuat kita ketakutan,??" tanya anak bungsu nya kepada sang ibu dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


Sangat ingin kembali ke keramain masyarakat, Nsmun ada yang membuat mereka lebih takut dari pada tinggal di hutan belantara yang sunyi dan jauh dari terang nya lampu dan hiruk pikuk kegiatan manusia.


"Tidak nak, kita tetap akan pulang, dan itu lah guna nya kita mencari jalan untuk terus menembus hutan yang kita tidak akan tahu kapan akhir dari perjalanan ini" ucap sang ibu menatap putri nya.


" Jadi kita benar-benar akan tetap pulang kan buk, aku masih sangat ingin bersekolah dsn juga bertemu dengan teman-teman, aku berharap mereka tidak lagi mencari kita setelah melihat kita jatuh dari air terjun itu, dan mengirah kita sudah mati" Sambung sang anak bungsu. karena apa pun itu mereka harus kembali dan tidak akan hidup di hutan yang tak berpenghuni ini, apa lagi jika akan ada hewan buas, akan lebih mudah menyerang mereka karena tidak ada nya senjata yang kuat untuk bertahan hidup..


Hanya ada mereka bertiga yang hidup di alam liar tersebut. apa lah daya dengan kekuatan lemah itu, menghadapi penguasa hutan. jika mereka mengamuk dan ingin memangsa.


Kita habis kan dulu makanan nya, baru melanjut kan perjalanan. apa pun yang kita lewati harus beri tanda dengan memotong dahan kayu hidup atau menggores kan pohon besar. agar jika kita melewati lagi tempat tersebut dan akan tahu tempat itu sudah kita lewati" ucap sang ibu mengingat kan kedua anak nya.


Mendengar ucapan sang ibu mereka mengangguk mantap. dan akan melakukan hal yang di di kata kan ibu mereka tersebut...


Mereka melahap ayam itu dengan cepat lalu meminum air seperlu nya, kemudian melanjut kan perjalanan, mumpung hari masih sangat siang dengan cuaca yang mendukung, membuat hutan yang mereka lewati tidak terlalu lembab. dan juga mempermudah mereka melewati itu tanpa harus tergelincir atau jatuh tersungkur setiap rintangan cukup curam mereka lewati....


Beberapa hari perjalanan yang mereka lewati, akhir nya mulai menemukan titik terang. menuju kebabasan untuk keluar dari hutan belantara, mereka menampil kan senyum kecil, karena dengan usaha mereka, akhir nya bisa melihat kembali kramain...


"Bukk..!!!" Akhir nya perjuangan kita di hutan belantara usai juga ya" ucap anak bungsu nya bahagia, walau pun di hati mereka ada katakutan, Namun mereka akan coba menghadapi semua perjalanan hidup ini.

__ADS_1


__ADS_2