RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
DI SELAMAT KAN OLEH PELAYAN


__ADS_3

Neha yqng menyambut kedatangan kedua adik nya di rumah sakit, kini mereka sibuk bercerita dan menikmati hidangan enak yang terhidsng di depan mereka, karena pesanan yang mereka oesan cukup banyak.


Dambil bercerita bahagia dan juga berkumpul, Tiba-tiba seorang peelayanbyang selama sehari itu mendatangi Keluarga Neha dengan Ngos-ngosan dan terlihat seperti orang yang cukup Lelah menuju ruang di mana Neha dan keluarga nya berkumpul.


Tanpa permisi lagi oelayan itu kangsung membuka pintu kamar tersebut dan menuju arah Neha dan berbisik, bisikan itu Membuat Neha begitu Kaget dan ketakutan, sehingga dia langsung memberes kan semua paralatan dan menarik paksa keluarga nya untuk keluar dari ruangan itu saat ini juga.


"Non. apa yang nona lakukan Pada tuan Exsel malam itu sudah di ketahui semua nya, Tuan Exsel mengutus semua orang untuk datang dan menyeret seluruh keluarga Nona dengan Paksa datang ke rumah tanpa terkecuali dan tidsk akan ada ampun, hanya nyawa keluarga nona yang akan menjadi ganti" bisik ang pelayan itu.


"Ap..apaa???" ucap Neha menoleh kepada keluarga nya dan langsung memberes kan semua oakian dan mengajak keluarga nya keluar dari sana.


Namun sang ibu yang tidak gmtau masalah apa yang membuat Neha kocar kacir seperti di tagih hutang Oleh rentenir, hanya diam tak merespon ulah Neha yang aneh menurut mata nya.


" buk ayokk... buruan tolongin angat kakkak... kita harus pergi dari sini buk, ada orang yang akan mencelakai kita di rumah sakit ini, kita sudah tidsk ada waktu lagi" Desak Neha menarik snag ibu cukup kasar, karena ssng ibu tak merespon ucapan Neha.


"Nak tenang dulu, Ada apa sih dengan kamu, kamu ceritain dulu dong masalah nya, memang siapa yang mau mencelakai kita di rumah sakit ini, kita kan aman, kita bisa telpon polisi jika mereka berani melakukan itu" uvap sang ibu yang tak mau mengerti dengan kondisi yang Neha hadapi.


Melihat sang ibu Neha tidsk peduli dengan ketakutan Neha, sang pelayan ikut menimpali.


"Ibuk, Neha sudah melakukan Kesalahan besar kepada Tuan tempat dia bekerja dan tidsk ada toleransi jika melakukan kesalahan fatal

__ADS_1


hanya nyawa yang tuan kami ingin kan. Karena sudah banyak terjadi pada orang yang pernah melakukan kesalahan akan mendapat akibat yang buruk" ucap sang pelayan.


Namun sang ibu masih tetap tidak terlalu percaya pada hal seperti itu.


"Mana ada si orang baik bisa melakukan hal seperti itu, bukti nya Neha dia tolong hingga bisa membawa kakak nya berobat.


Neha cukup menyerah dengan kebodohan sang ibu, namun sang adik yang begitu takut langsung marah pada ibu nya.


"Ibu... jangan terlalu percaya dengan kebaikan siapa pun, kita juga tidsk tau bukan hati orang, mana ada orang baik mau memberi uang cuma-cuma pada orang miskin seperti kita jika tak ada mau nya yang tidak bisa kita kabul kan. jika ibu tidak ingin ikut, tinggal lah dsn hadapi sendiri nanti resiko nya dan jangan bawak-bawak kami, kami ingin ikut dsn percaya pada kak Neha yang selama ini menanggung dan mempertaruhnkan hidup nya untuk kamii.... Ayok kak Neha keburu orang mencelakai kita biar kan orang tua ini tinggal di sini menghadapi nya sendiri"Ucap sang adik yang membantu memberes kan dan mebantu mendorong sang kakak yang dalam perawatan itu keluar dari rumah sakit lewat jalan aternatif yang di ketahui sang pelayan.


Pelayan tersebut juga ikut serta bersama Neha dsn tidsk ingin ikut menanggung akibat dari ulah nya yang membantu dsn memberi tahu Neha tentang ini.


Dan dia lah yang pasti mati pertama karena sudah menolong keluarga Neha.


Mereka keluar dari ruangan itu dengan terburu-buru, Neha prihatin dengan sang ibu yang tidak percaya ucapan nya, tapi dia tidak bisa mengorban kan semua keluarga nya untuk menebus kesalahan yang dia perbuat pada Exsel..


"Bu..Ma'af harus meninggal kan ibu, jika ibu tetap tidak ingin ikut, setidak nya kakak dsn adik ku bisa terselamat kan dari ancaman besar ini," ucap Neha menoleh ke belakang saat Neha sudsh berada di luar ruangan.


Namun semenit berlalu.

__ADS_1


"Neha... tunggu ibu" ucap sang ibu Neha berlari ke arah Neha dan mengejar mereka.


Neha yang tadi nya sudah putus asa, sekarang dalam keadaan katakutan masih terselip senyum bahagia, saat melihat sang ibu menyusul diri nya untuk ikut pergi dari sana.


"Bukk.. ayok ucap Neha menyuruh sang ibu di depan nya lalu melewati jalan belakang, dan langsung memesan kendaraan yang tak bisa di jangkau internet, mereka memesan angkot yang terparkir tak jauh dari tempat mereka keluar.


Untuk Sampai di rumah sakit di mana Neha dan keluarga nya berada, butuh waktu berapa jam, namun Exsel dengan segenap Emosi nya, sangat ingin menghncur kan Neha dan keluarga nya, Karena sudah mempermain kan Exsel yang sudah berbuat baik pada nya.


Membuat anak buah Exsel bergegas secepat mungkin mendatangi rumah sakit di mana Neha berada.


Exsel memang berniat ingin lebih mengenali dan dekat dengan Neha, Karena Neha adalah teman waktu kecil saat Exsel masih tinggal di kampung bersama keluarga jauh nya.


Namun kini semua telah lenyap dari pikiran dan hati nya, yang dia pikir kan saat ini hanya ingin menghancur kan seorang pelac ur murahan yang dia pesan dan perlakukan dengan sangat baik selama ini. Namun Neha malah membalas nya dengan hal yang membuat Exsel kecewa hingga benci hingga ke ubun-ubun nya.


Yang tersisa hanya keinginan untuk mengahancur kan kehidupan Neha, sehancur-hancur nya.


Kini hanya ketakutan yang Neha rasa kan. sangat takut sehingga dia tidsk bisa membuka mulut nya lagi saat berads di dalam angkot reot yang tak terjangkau internet tersebut.


"Nona. aku punya temoat perkampungan yang sangat jauh dari kota mungkin kita ke sana butuh waktu sehari semalam, di sana tidak terjangkau internet non. dan di sana cukup pelosok dengan penghasilan dari bertani, seperti kopi dan padi.jika nona dan keluarga mau, saya akan ikut ke sana juga, karena saya tidak punya keluarga lagi dan tidak ada yang harus saya khawatir kan" ucap sang pelayan itu, menawar kan tempat cukup aman Bagi Neha dan keluarga.

__ADS_1


"Baik lah, saya akan ikut kamu, dan selagi itu aman. saya akan ajak keluarga saya" ucap Neha kepada playan itu,....


__ADS_2