
Tangis pilu Nehan dan kedua adik nya mengiring jasad sang ibu, yang beberapa jam yang lalu masih bercengkrama dan bercanda bersama mereka.
Begitu singat pertemuan Neha dan ibu nya, Neha rasanya begitu terpukul dengan kematian sang ibu yang secara stragis dan begitu menyedih kan
Ingin rasanya memyala kan takdir dan hati Neha masih belum bisa menerimah semua ini.
"Semua ini gara"gara Exsel, semua karena dia, si iblis itu, jika tidak ibu ku tidak mungkin secepat ini menggal kan kami, Semua salah dia...!!!" ucap Neha mengoceh sepanjang jalan dengan kedua adik Neha yang ikut mendorong ranjang tersebut.
Mungkin parah perawat itu cukup kesal dengan ocehan Neha yang terus memekak kan telinga, karena Neha melakukan itu dengan teriakan-teriakan yang sangat menganggu.
"Trakkkk...." Ranjang itu berhenti dan mereka menatap Neha tajam.
"Behentilah membuka rahang lebar mu itu, atau jasad ibu mu akan kami letak kan di sini, dan kami serak kan pada kalian bertiga untuk mengurus jasad ini sendiri" ucap salah satu wanita yang kesal dengan teriakan dan ocehan Neha.
"Alahhh, kslian hanya pesuruh Exsel pun, itu saja kalian sombong dan menyuruh ku berhenti untuk bersedih atas kematian ibu ku yang begitu tragis ini, kalian tau, satu jam yang lalu ibu ku masih bercanda dengan ku, dan masih bisa memeluk ku. asal kalian tau, ibu ku mati seperti ini juga karena ulah si Exsel baji ngan itu, mungkin kalian belum sekarang merasa kan keluaga kalian mati dengan tragis namun sebentar lagi aku yakin jika kalian akan merasa kan hal yang sama dengan ku, Srmoga saja cepat terjadi......!!!" ucap Neha menggila dan tak berpikir jernih sedikit pun.dan berteriak lebih keras dari suaranya yang tadi.
Satu Wanita lain, petugas yang mendorong ranjang itu mendekat ke arah Neha.
"Plakkkk.....!!!!!" satu tamparan keras mendarat di wajah Neha, Sehingga Neha merasa kepala nya sesaat merasa pusing dan tubuhnya sedikit oleng, untuk saja sang adik siaga memegang sang kakak.
Gadis berparas cantik Namun bodoh. jangan kau ulangi ucapan mu, jija tidak ingin jasad ini akan di buang sia-sia ke kandang buaya.dan apa tadi kata mu, terjadi pada keluarga kami, Ha.. ha..ha...!!!!, Sayang nya keluarga kami sudah mati duluan dan lebih menyedih kan dari pada ibu mu yang msih bisa kalian sentuh dan tidak di cincang di depan kalian dengan teriakan minta tolong, dan kami hanya bisa melihat hal itu" ucap wanita itu membuat Neha menghentikan ucapan nya dan mengedip kan mata indah itu untuk lebih jelas mendengar ucapan mereka. seakan tak peecaya.
"Apa...???"tanya Neha membuka mulut nya pelan.
__ADS_1
"Jika sudah tenang, apa boleh kembali kami bawah dan menyiap kan untuk penguburan ibu mu dengan layak, dan tidak seperti keluarga kami, di bunuh dengan sadis, dan di hancur kan tubuh nya, lalu di jadikan umpan untuk buaya" ucap wanita itu begitu terlihat tegar di mata Neha.
"Ma'af...!!!" ucap Neha singkat, lal mereka kembali mendorong jasad ibu Neha, Dan Neha terdiam tak terlihat emosi yang menggila seperti tadi, sedih memang masih di rasakan mendalam, karena sang ibu yang mati dengan cara tak wajar.
Namun yang membuat Neha sedikit tegar, mendengar ucapan wanita tadi atas kematian yang mengerikan terjadi pada keluarga mereka.
Walau itu benar atau hanya berbohong saja, Neha sudah percaya dan merubah pikiran nya itu.
Melanjut kan perjalanan ke tempat sang ibu akan di makan kan dengan layak, Neha memeluk kedua adik nya yang masih ssngat bersedih atas meningal nya ibu mereka.
Beberapa jam berlalu, kini akhir nya pemakaman itu sudah di lakukan dengan layak, dan Neha masih terlihat murung dan tak bersemangat, karena tiang dari kebahagain Neha sudah tidak berada di sisi nya lagi, dsn sudsh berada di surga.
"Ibu... kakak..!!! kalian sudah bagia, kami yang kalian tinggal kan bersedih dan duka mendalam, harus terus melanjut kan hidup yang tak pasti ini, harus menghadapi semua rintangan dunia yang panah, Tanpa kalian yang memberi kami semangat" Neha saat ini berada di ruang beristirahatan, dan tak terlihat Exsel di sana.
Neha hanya memikir kan kedua adik nya dan dirinya kedepan, bagai mana hidup nya tanpa sang ibu yang tak lagi di sisi mereka.
"Bukk, Neha janji akan menjaga adek-adek dengan baik. dan ibu tenang saja, berbahagia lah bersama kakak di surga" ucap Neha memeluk kedua adik nya yang bersandar di pundah Neha.
Mereka masih bersedih dengan kejadian yang baru saja menimpah mereka.
Kedua adik Neha yang masih menagis dsn mulai trtlihat sembab nya kelopak mata mereka.
"Kak, gimana kita hidup tanpa ibu, aku gakut jikabsuatu saat kakak akan meninggal kan kami" ucap adik laki-laki Neha yang mulai terlihat manja dan tidak bisa jika tanpa ibu atau kakaknya itu.
__ADS_1
Saat ini keberadaan seorang Exsel tak di ketahui di mana pun, apa dia sedsng mengobati sakitnya saat berada di rumah Neha tadi atau Exsel sedang mengejar musuh yang telah mencelakai mereka hingga membuat sang ibu dsri Neha mati tertembak.
Di tempat lain..."Agggkkkkhhh ..agggjhhhhkkk..aghkkkhjj..." ternyata Exsel saat ini sedang erada di fuang penyiksaan, di mana saat ini Exsel sudsh menangkap semua orang-orang ang menyerang dirinya saat di jalan tadi.
Bagi yang masih hidup, Exsel siksa dengan sebrutal-brutal nya. yang mati Exsel ganti dengan keluarga mereka yang masih hidup. hingga rasa sakit bisa terbalas kan dengan mereka yang masih hidup...
Begitu banya orang-orang yang menebus kesalahan saudara, anak dan mungkin orang tua mereka yang telah mati, menebus dengan cara di siksa oleh Exsel di ruang khusus penyiksaan.
Ada yang sebagian di lepas ku ku saat mereka masih sadar dan juga sebagain dari mereka di kuli ti Hidup-hidup Oleh anak buah Exsel.
Exsel tersenyum puas melihat penyiksaan itu terjadi.
Kalian telah melukai orang ku yang tak bersalah, dan sekarang aku juga mengantikan nya dengan itu.
Ada yang sebagian punya saudara dan anak gadis yang menjadi penganti mereka yang mati dalam aduh tembak.
Dan mereka di serah kan oleh Exsel kepada anak buah nya yang sedang hau s akan gadis-gadis mud ah. dan Exsel miris melihat mereka harus menaggung kesalahan dari saudara atau pun orang tua mereka.
Teriakan-teriakan a nak ga dis yang telah Exsel serah kan kepada anak buah nya itu, terdengar begitu tertekan.
Dan bisa jadi mereka di gil ir oleh para anak buah Exsel yang sudah lama tidak mendapat kan penawar Naf su beja d mereka.
Tidak heran jika Exsel sering sebut dengan manusia bajin gan dan gak punya hati Nurani, wanita-wanita yang tak bersalah pun dia siksa tanpa ampun, dsn itulah Exsel yang sebenar nya.
__ADS_1