
Neha Benar-benar secepat kilat berganti pakian dan berdandan seperti wanita nackal pada umum nya, Karena memang Neha sudah ahli dalam memakai makeup, dia pun sangat pintar dalam berdandan, hanya butuh waktu satu menit Neha memakai makeup nya. dan butuh waktu tiga menit untuk berganti pakian.
Cukup sulit memang, Neha berganti pakian tersebut, hingga dia tidak memakai kan bra dan cel ana dalam milik nya, lalu berlari dengan kaki telanjang menuju Exsel yang maaih bersantai di ruang tamu tersebut.
"Hos..hos..hoss..!!!" Neha cukup ngos-ngosan karena berlari dsn berganti pakian dan memasang makeup harus secepat mungkin.
Neha benar-benar yakut jika harus mengembali kan uang yang sudah di pakai untuk berobat sang kakak. dan juga di pakai untuk yang lain nya.
Saat ini Neha sudah lebih cantik dengan polesan yang cetar dan mengoda ala Neha, berlari ke arah Exsel yang menunggu dia di ruang tamu tersebut...
"Aku...aku sudah siap" ucap Neha dengan nafas nya yang masih ngos-ngosan itu.
"Ohhh...duduk lah, temani aku menonton di sini, aku butuh teman untuk menonton bareng" ucap excel.
Neha pun yang sudah sangat siap, merasa sedikit di permain kan oleh pria tersebut. karena menyuruh Neha berganti pakian seperti di kejar anjing.
Tanpa berani berkomentar, Neha mengikuti perintah pria itu untuk duduk.
"Pakai sendal mu, dan bawah selimut agar tidak kedinginan" ucap Sang pria yang melihat Neha tidak memakai sendal dan juga pakai gaun tak berlengan itu.
Neha kembali mengikuti printah pria itu, mengambil selimut lalu kembali duduk bersama pria tersebut.
"Pria itu memanggil pelayan untuk membuat kan minuman hangat untuk mereka dan membuat kan makanan hangat dan berkuah untuk menghangat kan tubuh mereka.
Beberapa menit, semua makanan itu datang dan langsung di letak kan di depan mereka berduah.
"Makan lah selagi hangat, semua nya harus kamu habisin" ucap pria itu memerintah kan Neha.
"Neha masih membisu tanpa suara mengikuti ucapan exsel memakan makanan yang telah di siap kan tadi.
"Saat satu sendok makanan itu masuk ke mulut Neha, Rasa nya langsung merubah mood Neha menjadi lebih baik, begitu nikmat nya makanan tersebut.
__ADS_1
"Emmm enak bangetttt" gumam Neha melahap kembali makanan tersebut secara tidak bersahabat,
"Begitu nikmat kah makanan itu, hingga kau melupa kan rasa sopan mu saaat aku di sini" uvap Pria itu menegur sifat Neha, karena makan begitu tak bersahabat.
Neha berhenti sejenak lalu menoleh ke arah exsel yang barusan mengata kan hal yang tidak Neha mengerti, kenapa exsel sampai mengata kan itu, pada hal Exsel yang menyuruh dia untuk makan.
"Ma'af,apa yang salah dengan cara makan ku, bukan kamu yang suruh aku makan, ya aku nikmati saja, kan makanan nya enak" jawab Neha masih menatap exsel dengan muka polos nya.
"Ya sudah jika menurut mu tidak ada yang salah, kamu cepetan habisin makanan mu itu," ucap exsel tak menoleh.
"Baik" ucap Neha yang tiba-tiba memasang muka lesu nya, dan itu tak lepas dari pengamatan exsel.
Mungkin Neha masih memikir kan sang ibu, takut saja jika ibu nya kenapa-napa karena tidak ada yang menemani walau pun itu rumah sakit yang cukup aman untuk ibu nya beristirahat. Neha berpikir sedang kan Dia berada di atap rumah orang kaya dan makan makanan yanh di sediah kan pelayan.
"Apa mungkin Dokter yang ku bayar menitip ibu ku akan melihat kondisi nya setiap jam, sedang kan dia sibuk dengan pasien-pasien yang selalu berdatangan di rumah sakit itu, apa ibu ku sudah di berih makan." gumam hati Neha, Neha melamun dan exsel melihat itu.
"Kamu memikir kan ibu mu," tebak exsel dengan tanpa keraguan itu.
Suara itu membuyar kan lamunan Neha, dan kembali menoleh Ke arah Exsel.
Exsel menyender kan tubuh nya ke sofa,
"Ibu mu sudsh ada yang menjaga nya, sudah ku kirim dua pelayan rumah ini untuk menjaga dan memasti kan kondisi nya, wlau pun harus berpura menjadi petugas di rumah sakit itu, demi menutupi pekerjaan mu saat ini " ucap exsel yang melihat Neha melamun dan murung, seperti kehilangan semangat hidup di dalam diri nya.
Neha menatap Exsel dengan tatapan bingung, dan juga merasa bahagia, tapi yang aneh nya, kenapa Exsel tau apa yang dia pikir kan saat ini.
"Benar kah kamu melakukan itu,Jadi ibu ku sudah aman berarti" ucap Neha memuncul kan senyum bahagia yang sebenar nya.
Tiba-tiba Exsel mengambil Hp milik nya, lalu mnelpon...dengan cara Video call
Saat telpon tersebut tersambung, dan pelayan exsel mengangkat dengan cepat.
__ADS_1
Dan tanpak lah dari video itu, bahwa dua orang perempuan menjaga sang ibu yang sudah terlelap dengan tubuh di selimuti di ranjang rumah sakit dengan ruangVIP itu.
Dan juga tanpa sang kakak yang terbaring di ranjang khusus pasien di dalam ruangan itu.
Neha benar-benar tersenyum puas saat melihat ibu nya dalam keadaan baik-baik saja.
Neha menatap wajah tampan Exsel yang masih menatap layar Hp itu.
"Trimakasih, Wlau pun kamu orang yang susah di tebak namun hati mu kadang baik juga." ucap Neha masih lekat menatap Exsel.
Dsn tiba-tiba pikiran kot or Neha muncul begitu saja, saat Dia menatap lekat wajah tampan itu yang tak terlihat kekurangan sedikit pun.
Selama ini, Neha menerimah para pri-pri hid ung be lang di luar sana, belum pernah di melihat yang sesempurnah pria yang saat ini ada di depan mata nya.
Dan membuat Neha merinding, ketika mengingat suara dan cara tangan kekar pria itu mene lusuri tubhuh Neha.
Ohhhww sunggu membuat Dia me rasa bassha saat ini.
"Ehemmm.." Pria itu menatap Neha dengan penuh pertanyaan, apa yang terjadi pada Neha, dari tadi dia berbicara namun tak di Gubris oleh Neha.
"Kau melamun lagi dan tidak mendengar aku berbicara pada mu" ucap sang pria membalas tatapan Neha.
"Ahhhkk basah..." ucap Neha aneh dsn membuat Exsel mengerut kan kening nya.
"Apa yang basah, tidak ada air yang tertumpah" ucap Exsel dengan tingkah aneh Neha.
"Ma'af itu..itu..maksud ku..!! ya aku kurang mendengar tadi apa yang kamu kata kan" ucap Neha Gugup.
Tanpa ragu Exsel yang sudah mematikan telpon dari tadi meletak kan Hp itu di sofa lalu tiba-tiba mrnin dih Neha dengan tub uh kekar nya itu.
"kamu memikir kan apa, dan yang kamu maksud basah... apa..???" Dengan tangan Kekar itu menel usup ke bawah ga un pen dek tak berlengan itu ke bagian ter Nik mat di tubhuh Neha...
__ADS_1
Neha yang memang mengata kan Hal itu, menerimah ulur an tangan Exsel yang ke kar itu mera ba-rab a sawah yang mulai berair tersebut, Dan yang benar saja baru di pinggir nya sawah mikik Neha sudah bassahh...
Dan yang membuat Exsel tersenyum Penuh arti, Krena Neha tak memakai penu tup sawah yang sudah lumer dengan air tesebut.