
"Andai saja dulu aku tidak menerimah tawaran itu, mungkin saat ini aku masih berkumpul dengan kakak dan ibu." ucap Hati Neha meratapi kepergian sang ibu, sang sebenar nya belum bisa Neha terimah ddngan mudah.
Nehabterlihat tegar, Karena tidsk ingin membuat kedua adik nya merasakan kesedihan yang melebihi diri Neha saat ini.
Neha benar-benar harus terlihat tegar dan kuat di depan adik-adik nya, Namun jika dia berada cukup jauh atau di kamar mandi, Neha menagis sejadi-jadi nya.
Dia meratapi Nasib yang tak beruntung itu. dan terus mengeluti kehidupan Neha yang pahit, sejak kecil hingga Neha berumur hampir dua puluh ematt tahun. kebahagain itu sungguh sulit mampir di kehidupan Neha.
Kadang dia ingin menyalah kan sang pencipta yang membuat hidup nya seperti ini, Namun kadang dia bisa berpikir Jernih melihat kedua adik nya masih sehat dan masih bisa berada di dekat Neha saat ini.
Apa lagi saat kejaduan oengejaranndirinya di hutan belantara saat itu, Neha kira keluarga nya tidak akan selamat, Namun nyata nya tuhan masih menitip kan sepercik kebahagian kepada. dengan masih menyelamat kan ibu dan kedua adik nya.
..Walau pun pertemuan dengan sang ibu begitu singkat, Namun sangat patut di sadari seharusnya. Karena dengan kejadian terjatuh nya jekuarga Neha dari ketinggian air yang dakam dsn deras itu, bisa di kata kan sebuah mukjizat du beri kan tuhan.
Namun Itulah yang harus Neha hadapi, bertemu sejenak laku berpisah selama nya, itu bukan hal yang mudah di lakukan, ingin menatap pun neha tak bisa lagi.
Perpisahan yang oaking menyakit kannadalah kematian, jika rindu benar-benar tak bisa lagi menatap seseorang itu.
Jika Neha berpikir, Ingin rasa nya ikut bersama kakak dan ibu, agar bisa tenang bersama di surga, Tapi ketika melihat wajah kedua adiknya. Neha benar-benar harus kuat dan sekuat kuat nya untuk bertahan hidup.
Jika tidak, sangat kasian bukan melihat kedua adik yang belum bisa mencari nafkah untuk menyambung hidup harus pontang panting di jalanan menccari sesuap nasi untuk perut kecil mereka.
Neha benar-benar tak ingin itu terjadi, jika harus menderita, biar dirinya saja yang merasa kan nya, namun tidak dengan adik-adiknya yang seharus nya masih menikmati masa pertumbuhan ke dewasa dan ceria bersama teman-teman dan belajar dengan baik Tanpa harus ada yang mereka pikir kan.
"Tuhan panjang kan umur dan tolong berikan aku kesehatan dan kebahagain, agar aku bisa menjaga dengan baik adik-adik ku yang masih butuh perlindungan ini.tolong lindungi mereka dari marah bahaya yang akan mendekat kepada kedua adik ku, hanya mereka yang aku punya untuk tetap bertahan hidup di dunia panah ini" ratap dalam doa Neha. ketika kesedihan yang terus datang menghampiri hidup kejam Neha.
__ADS_1
Melihat kedua adik nya yang sudah tertidur di kedua sisi Neha.
karena kelelahan dan juga sudah kenyang mereka tertidur lebih cepat dan terlihat tenang, tidsk terlalu sedih seperti tadi, Karena sang kaakak yang bernama Neha sudah memberi mereka ketenangan jiwa yang gusar.
"Kemana pun kakak tinggal dsn pergi, jalian akan ikut, dan kakak tidak akan meninggal kan kalian di mana pun, susah atau senang nya kakak, hidup kalian adalah tanggung jawab ku." gumam Neha menatap bergantian wajah kedua adik nya.
"Kakak akan bertahan demi kalian, dan akan berusaha membahagia kan kalian" ucap Neha dengan bibir bergetar nya dan air mata yang menetes deras di wajah cantik nya,namun terlihat lelah.
"Egghhh.."Sang adik laki-laki Neha mengeliat merubah posisi tidur memunggungi Neha yang sedang menangis dalam diam. Neha dengan cepat menghapus air mata itu, dia kira sang adik akan terbangun, Namun hanya merubah posisi tidur.
Namun yang Neha kira tertidur lelap itu, adik laki-laki Neha membuka matanya saat Neha menangis, dsn dia juga ikut menetes kan air mata di dalam keheningan itu.
Di dalam diam dan malam yang cukup dingin, Neha beranjak pelan dari sisi kedua adiknya lalu keluar untuk mengintip dari pintu ruagan mereka saat ini.
Dan dengan cepat pun mereka datang menhadap Neha.
"Ya Nona, ada yang bisa saya bantu??"tanya sang pria yang berparas lain dari yang tadi menghadap Neha sebelum nya.
Tolong ambil kan saya selimut" ucap Neha, dsn itu langsung di iyakan oleh oengawal tersebut.
Tak sampai Setengah menit, selimut tersebut datang, dsn Neha pun mengambil dan masuk kembali.
Menyelimuti tubuh kedua adik nya dan diri nya yang cukup merasa dingin di malam itu.
Kedua adik Neha mendekat dan mendekap tubuh Neha.sat merasa kan selimut menutup tubuh dingin itu.
__ADS_1
"Kak, jangan terlalu sedih dan memendam sendiri, ada kami di sini kita akan hadapi bersama, kami juga sudah besar kak" ucap adik laki-laki Neha yang membuka mata sambil memeluk tubuh Neha.
Mendengar itu membuat Neha tak bisa lagi membendung air mata yang di sembunyi kan dari sang adik, menagis sejadih-jadih nya dan bergetar Hebat.
Melihat sang kakak begitu sedih, Adik Neha mengambil air dan memberi kan kepada Neha agar sang kakak tidak sampai melemah.
"Kak.." tolong jangan merass sendiri dsn berjuang sendiri, kami juga akan berusaha untuk kakak" suara lirih dari adik perempuan Neha terdengar, Dan Neha duduk memeluk kedua adik nya yang memeluk lebih Erat dari tadi.
Menghapus air mata kakaknya yang begitu sedih itu dsn mengelus punggung Neha. Neha merasa seperti terlindungi dan merasa benar-benar ada orang yang menjaga kembali dirinya itu.
Neha mengangguk-angguk saat air mata nya sudah menyusut menatap Kedua adik nya yang hanya menetes kan air mata tipis tak separah Neha saat ini..
"Tokk..tokk.tookkk" suara ketukan pintu membuyar kan kesediah mereka.
"Kak biar aku yang bukak" ucap adik laki-laki neha, berdiri dan melihat siapa gerangan yang mengetok pintu.
Saat pintu terbuka, ternyata itu seorang Exsel dengan muka yang tak kalah Lelah.
"Mana kakak mu??"tanya Exsel yang langsung menatap ke dalam dan masuk ke sana.
"Exsel??" tanya Neha saat melihat Exsel muncul di depan nya dengan adik laki-laki Neha di belakang Exsel.
"Kalian harus ikut dengan ku malam ini, Tempat ini tidak aman dan musuh terus datang untuk mengintai, walau pun banyak penjaga, tetap saja rumah ku lebih aman" ucap Exsel. dan itu membuat Neha langsung berdiri dan memegang tangan sang adik dan mengiya kan semua itu.
Mau tidak mau, saat ini hanya Exsel tempat berlindung dari musuh-musuh Exsel yang tak kalah kejam itu.
__ADS_1