
"Katanya Wanita yang tuan bawa ke rumah ini, wanita yang pertama tuan. yang tidak di siksa hingga mati ya. ??"Ucap salah satu pelayan yang sedang berkumpul di dapur sekitar tiga orang itu.
Mereka bukan nya tidak ada kerjaaan, tapi sambil bekerja, mereka membahas Tentang Nona baru di rumah itu. satu orang wanita yang masih bertahan saat ini di rumah itu. bisa di sebut dengan Nona, atau pasangan seorang Exsel...
Tiba-tiba seorang pelayan datang dari arah ruang makan, membawa piring kotor sambil mengomel-ngomel.
"Kenapa kamu, jam segini udah ngomel-ngomel gak jelas. ??" ucap parah pelayan yang ada di dapur itu.
" Itu... Nona Neha hsmpir saja menghilang kan salah satu nyawa kita, untung saja aku cepat datang" jawab pelayan tersebut dengan muka judesnya.
"Emang apa yang Nona lakukan??" tanya salah satu pelayan tersebut..
"Dia menimpuk kan piring mahal mikik tuan dan berniat untuk membawa nya ke dapur, saat aku melarang dia, dia ngotot mau membawa piring yang masih tertumpuk itu. jadi aku menahan dan sedikit berbicara keras pada dia, agar menghentikan itu" jawab sang pelayan mencerita kan kejadian di ruang makan tadi bersama Nona Neha.
"Waduhhh... untung kamu melarang gadis bodoh itu, jika tidak nyawa kita benar-benar bisa melayang dengan percuma gara-gara wanita itu" ucap seorang pelayan yang lain, terlihat tidak terlalu menyukai Neha di rumah itu.
"Sudah...sudah... !!!!sekarang sudah tidak apa-apa bukan. jangan terlalu mempermasalah kan hal itu, di rumah ini banyak Cctv, sebelum melakukan apa pun bukan nya tuan selalu memastikan itu, jika Nona memang memecah kan piring itu sendiri, aku juga yakin. tuan tidak menyalah kan kita, toh dia yang ngotot mau membawa nya, bukan kita" di perjelas oleh seorang pelayan yang dari tadi hanya mendengar percakapan tersebut.
Saat mereka ingin membuka kembali percakapan membahas tentang Neha..
"Kalian membicara kan aku" ucap suara itu yang mencul secara tiba di dekat mereka tanpa pelayan-pelayan itu sadari.
__ADS_1
Kaget... sungguh mereka begitu kaget melihat kedatangan Neha dan ntah cerita bagian mana saja yang sudah Neha dengar kan.
Bukan Neha yang membuat mereka sngat kaget dan cukup ketakutan, Tapi Mereka takut Jika sang Nona melapor kan mereka kepada Exsel, tentang mereka yang membicara kan Neha. Apa lagi salah satu pelayan itu menyebut Neha dengan kata bodoh.
"No..nona..." ucap gugup salah satu pelayan di dapur itu, sedang kan yang lain nya hanya terdiam, Namun juga ikut takut, jika Neha melapor kan ucapan mereka kepada Exsel.
Bisa-bisa mereka mati lebih cepat dari perkiraan.
"Kakian menyebut ku dengan kata bodoh, Tuan kalian saja tidak pernah menyebut ku dengan ucapan itu" ucap Neha mendekat seperti ingin mengancam mereka.
"Ma'af Nona" ucap salah satu pelayan yang tadi mengeluar kan kata-kata tersebut, sehingga Neha mendengar nya langsung percakapan mereka.
"Tolong Nona, saya masih ingin hidup, tolong ma'af kan saya" ucap pelayan yang tadi mnegluar kan kata bodoh itu.
"Ha..ha..ha .haa..haa.." Sambil bertepuk tangan, Neha tertawa, seakan semua itu snagat lucu bagi nya.
"Ma'af...ma'af...ma'af...." Aku sebenar nya hanya bercanda, walau pun aku memang mendengar cerita kalian membahas tentang ku, aku tidak akan melakukan apa pun kepada kalian tenang saja ucap Neha mengambil Sebutir kue dari dalam toples kaca terdaoat di atas meja di dekat dia duduk.
Lalu berdiri dan berlalu pergi dari tempat itu.
"Haaahh.. apa Nona Neha serius dengan ucapan nya, semoga saja dia tidak mengata kan apa pun kepada Tuan Exsel, aku begitu ketakutan" ucap sang pelayan dengan muka mereka yang memucat.
__ADS_1
Neha yang berlalu menuju kembali ke kamar, sambil mulut nya berkomat-kamit seperti sang dukun jika di lihat dari kejauhan, Namun ada sesuatau yang Neha ucap kan.
"Walau pun aku sakit hati dengan ucapan mereka, aku tidak akan tega melapor kan mereka ke Exsel yang kapan saja bisa membunuh orang itu. Biar kan saja mereka bekerja demi keluarga mereka, selagi tidsk keterlaluan aku tidak akan melayani ucapan mereka. baru begitu saja mereka sudsh sangat ketakutan, apa lagi jika aku benar-benar melakukan nya, Ahh... aku bukan orang jahat yang sembarang mengambil nyawa orang lain" ucap Neha terus melangkah menuju kamar untuk dia beristirahat sebahis perut mikik nya snagat kekenyangan itu.
Saat Neha berada di kamar dan langsung mebaringbkan tubuh indah nya di ranjang empuk nanluas itu, dia termenung melihat ke arah langit-langit kamar milik Exsel yang saat ini Dia yang menguasai nya..
" Ibu di mana kalian sekarang, apa kalian masih selamat, aku begitu ingin mencari kalian, tapi tidak bisa. aku berharap kalian masih hidup dan nanti aku bisa bertemu dengan kalian lagi" Ucap Neha masih betah menatap langit-Lqngit kamar mewah itu dan mengingat keluarga nya yang ntah di mana saat ini.
Buliran bening mengalir tak terasa di pipi cantik nya.
Siapa yang mengira gara-gara tawaran dari mantan bos saat dia bekerja dulu, merubah Nasib Neha seperti ini, berpisah dengan keluarga tercinta dengan cara yang cukup tragis, sekarang pun untuk mencari keluarganya pun dia tak bisa.
Keluar dari sana sama saja dengan mengnatar nyawa lebih cepat ke pemakaman,
Seorang Exsel yang kadang berbaik hati dan kadang sangat tega, dan sikap yang tidak bisa di tebak, bisa berubah kapan saja.
Saat ini belum saat nya Nha mencari keluarga nya, Karena untuk mendapat kan uang untuk hidup di luar saja Neha belum punya apa pun, apa lagi haris pergi dengan tangan kosong, yang ada Neha akan tertangkap lebih cepat dsn akan di siksa mungkin hingga mati.
Dsn lebih buruk lagi, Neha benar-benar tidak bisa lagi mendengar dan mencari kabar tentang jeluarga nya. apa masih ada di dunia ini atau mereka sudah terbawa oleh arus air yang deras saat terjatuh waktu pengkapan diri nya dan saat ini berada di surga. Ntah lah belum ada yang mengetahui itu.
Neha ingin ada persiapan dulu, baru mencari ke tempat tinggal keluarga nya yang pertama siapa tau ada kabar dari kampung nya, atau terdengar oleh masyraakat sekitar tentang keadaan keluarga nya saat Neha sudah bisa memcari keluarga nya nanti..
__ADS_1
Saat ini Neha belum bisa mendapat kan uang sepeser pun apa lagi Exsel saat ini tidak ada di rumah dalam bebrapa minggu untuk urusan musuh dan memberes kan musuh Exsel yang banyak itu.