RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
KESEHATAN EXSEL


__ADS_3

Cukup lama exsel terlelap di bawah selimut tebal itu. kini dia mulai menampak kan tanda-tanda akan membuka mata elang nya.


Exsel yang membuka selimut menatap lampu kamar yang menyilau kan itu mengedip-ngedip kan mata nya lalu perlahan menyibak selimut tebal yang membuat dia nyaman itu, sedikit menyingkir jauh dari atas tubuh nya.


Exsel perlahan duduk di sofa dengan merenggang kan otot-otot yang belum di renggang kan selama beberapa jam ini.


Exsel merasa tenggorokan nya sedikit kering menyambar botol minum yang terdapat di atas nakas dekat dengan tempat dia duduk saat ini..


"Kenapa dengan tubuh ku, apa sebenar nya aku sakit, badan ku masih terasa cukup lelah saat aku menggerak-gerak dan merenggang kan otot-otot ku. Biasa nya tidak seperti ini, memang aku jarang melakukann olahraga bersama wan ita, tapi rasa nya dulu aku tidak se lemah ini, pada hal aku masih cukup muda jika di kait kan dengan stamina. aku selalu olah raga, makan teratur dan minum vitamin serta istirahat teratur, tapi kali ini tubuh ku memang terasa cukup lelah sejak berg ulat dengan Neha saat malam tadi, hari ini aku sudah lama beristirahat. apa karena jarang melakukan nya jadi aku melemah begini" ucap Exsel bertanya pada diri sendiri. dan merenung dengan keadaan masih duduk.


"Apa aku punya masalah kesehatan ya. sebaik nya aku oanggil dokter pribadi ku saja. dari pada aku terus bertanya pada diri sendiri seperti ini, tidak akan menyelesai kan masalah." ucap exsel bangkit dari tempat tidur dengan sedikit lemah.


Berapa menit, kini dokter pribadi Tuan exsel sudah tiba di rumah mewah milik nya itu, tanpa bertanya dia langsung menghampiri Exsel yang berada di kamar, guna memeriksa nya langsung, karena saat di telpon suara nya cukup Lah, karena exsel biasa nya walau pun sakit tidak akan berbicara selemah ini.


Mungkin saat ini oenyakit yang di alamai exsel cukup parah sehingga dia untuk berbicara saja tidsk teralalu sanggup.


Dokter oribadi exsel adalah teman akrab exsel bisa di kata kan orang yang dekat dengan nya dan juga teman curhat exsel...


"Exsel loh belum mati kan, aku sudah datang nih" ucap sang dokter pribadi saat membuka pintu kamar mewah dan besar milik Exsel.


Tak terdengar sahutan dari Exsel, membuat sang dokter menghampiri ranjang yang masih berantakan dan selimut tebal yang terlihat ada orang di dalam nya.


"Heiiii" kejut sang dokter membuka lebar selimut tersebut. Namun Nihil, Exsel tak terlihat di dalam selimut tersebut.

__ADS_1


Sang dokter pun mulai mencari Exsel di mana oun selagi tempat tersebut bisa dia jangkau dan bisa melihat Exsel.


Sang dokter membuka kamar mandi yang tertutup namun tak terkunci itu. sang dokter memang mendengar suara air mengalir di dalam kamar Mandi, namun rasa kepo yang menyelimuti dia, memaksa sang dokter untuk tetap membuka pintu kamar mandi itu.


"Heiiiii" tegur kembali sang dokter saat membuka pintu kamar mandi Exsel.


Terlihat lah Exsel yang sedang bertelanj ang di dalam sana menghadap dang dokter.


Woiiiiii....!!!! gak sopan banget lohhh ya," teriak dokter itu saat tak sengaja melihat tongkat sakti Exsel yang saat itu sedang tegak sempu rnah menghadap sang dokter.


Exsel yang sedang menikmati mandi air hangat dan menutup mata nya itu, tiba-tiba membuka lebar mata nya saat dia tau bahwa sahabat nya yang telah membuka pintu kamar mandi dan sudah melihat tongkat sakti milik nya yang sedang berdiri sempurna.


"Gila looh yeee, udah tau gue di dalam kamar masih aja loh trobos masuk gitu," jawqb exsel membersih kan diri lalu dengan cepat mengambil handuk untuk menutup area terlarang Milik Exsel itu.


Exsel melempar sang dokter dengan bantal tebal yang terdapat di sofa di mana sang dokter duduk dengan cukup keras, sedang kan dokter itu saat tau Exsel kekuar dari kamar mandi dia sok sibuk dengan Hp nya, walau pun tak ada yang penting di dalam hp milik sang dokter.


"Ouuuuchhh" teriak sang dokter saat merasa kan kepalanya kena lempaean bantal dan terasa cukup sakit, karena bantal itu cukup keras.


Dokter itu menoleh ke arah Exsel yang tidak lagi berdiri di tempat di mana dia melempar dokter itu, Exsel sudah beranjak masuk keruang ganti pakian nya.


selang berapa menit, baru lah Exsel keluar dari ruang itu dengan pakian lengkap dan gaya santai dan terlihat segar di mata sang dokter....


Exsel menuju arah dokter dan langsung menyerang ala sahabat ke dokter tersebut.

__ADS_1


"Auuuu... sakit sel. loh apa-apaan si jitak kepala gue" ucap dokter mengelus kepala nya yang untuk kedua kali nya terasa sakit.


"Lohh tu yang apa-apaan. sudah tau gue di kamar mandi, malah main terobos aja, kan jadi loh liat deh pusaka kebanggan gue yang gak mau gue pqmerin sama loh" ucap Exsel duduk di samping sang dokter yang masih sibuk mengomeli Exsel.


"Siapa juga yang berminat lihat barang loh, orang sama saja, malah lebih perka sa punya gue" ucap sang dokter menoleh ke arah pusaka Exsel yang tertutup itu.


"Dasar lohh" ucap Exsel berdiri dari sofa itu lalu mengambil juga Hp milik nya.


"Ha..ha...ha..ha..ha...Eh sel kau loh telpon gue, karna kurang sehat kan, taoi yang gue liat loh segar bugar banget, malah gak ada tanda-tanda suara lemah yang tadi saat loh telpon gue" ucap sang dokter yang ingat tujuan dia datang ke rumah Exsel tersebut.


"Iya, badan dan stamina gue yang mau gue cek sama loh" ucap Exsel sambil mengotak atik hp milik nya itu."


"Emang kenapa dengan badan dan Stamina loh, mulai menurun efek dari umur loh yang mau tiga puluan ya" ucap sang dokter tapi itu menjadi tebakan yang tepat untuk pertanyaan yang mengara pada Exsel.


Exsel melirik sahabat nya yang meledek sambil tersenyum menatap dia.


Dari pada loh ngledek gue, mending buruan cek ksehatan gue" ucap Exsel mengalih kan ledekan sang dokter pribadi.


Oke duduk sini loh gue cek tensi loh dulu bar yang lain nya" ucap sang dokter dengan serius melihat Exsel tak memblas ledekan dari dia tadi.


Exsel yang mendengar itu kembali duduk di samping sang dokter guna mengecek kondisi tubuh nta yang tak kunjung membaik dan masih terasa lelah karena ulah Neha.


Namun Exsel belum mencerita kan tentang ulah nya yang memesan Neha untuk urusan ranj ang nya

__ADS_1


__ADS_2