RANJANG BASAH SANG PERAWAN

RANJANG BASAH SANG PERAWAN
EXSEL YANG MENAHAN TAWANYA


__ADS_3

"Aku tidak butuh ma'af mu...!!!" ucap Exsel yang tak ingin menatap Neha yang penuh kejorokan itu.


Exsel berteriak memanggil beberapa pelayan untuk memberes kan meja makan yang terlihat sangat beranta kan dan kotor itu. lalu menyuruh mereka untuk mengantikan makanan yang baru dsn juga membersih kan semua yang terlihat kotor di sekitar di ruangan itu agar Exsel bisa makan dengan tenang.


"Pergi sana, bersih kan badan mu yang kotor itu, baru di kaget kan begitu saja kamu begitu kaget. memang katahuan jika kamu maling tak propesional" ucap Exsel membuang muka dan beranjak dari sana untuk tidak menatap Neha yang berantakan seperti anak kecil..


Guna kan baju di lemari dan jangan kamu guna kan lagi baju yang saat ini kamu Kenakan.


Jika sudah selesai dengan membersih kan seluruh tubuh mu, cepat lah turun kembali meghadap ku" ucap Exsel sambil pergi dari tempat Neha saat ini.


Neha yang masih betah berdiri dengan kaku di dekat meja makan itu, mencebik kan bibir nya lalu perlahan naik kembali ke kamar tadi untuk dia menganti kan baju lagi, agar tidak terlihat jorok dan menjijik kan di mata Exsel.


Sambil berjalan menuju kamar, Neha bergumam pelan.


"Hari ini dia terus mengaget kan ku. dia juga yang marah-marah pada ku. jika saja aku tidak butuh mengisi perut kecil ku ini, mungkin sudah ku lawan dia tadi... Tapi tentang makanan yang tadi aku makan, memang aku yang salah sih" Ucap Neha sedikit menyadari kesalahan nya itu


Lalu melangkah kan kembali kaki jenjang nan mulus menuju kamar untuk kembali mengantikan pakian di tubuh nya.


Yang Neha tak sadari, Jika Exsel mengijin kan dia untuk memakai pakain yang terdapat di lemari.


Neha masuk ke kamar dan kembali masuk ke kamar mandi untuk membersih kan diri, lagi dan lagi.


Dengan muka cemberut, Neha mengusap bebrapa bagain tubuh, seperti tangan, muka dan membilas baju yang terkena makanan akibat dari Neha tersedak tadi..


tidak terlalu basah seperti tadi, Neha yang membilas bebrapa bagian tubuh nya lalu keluar menuju ruang ganti untuk menganti pakaian


"Baju-baju ini terlihat masih sangat bagus dan baru. Ya itu lah orang kaya, pakian akan selalu terjaga dan terlihat baru walau sudah lama" ucap Neha memilih- milih baju yang tergantung cukup banyak di dalam lemari besar di kamar milik Exsel yang mewah itu.

__ADS_1


Neha bukan gadis yang mudah memikir kan tentang andai-andai. Namun baju yang ada di dalam lemari yang saat ini Neha pilih-pilih.


Memang baju-baju yang Exsel beli kan untuk diri nya. Namun Exsel tidak ingin mengata kan jika dia menyiap kan dan membeli baju khusus Untuk Neha, agar Neha tidak besar kepala atas perlakuan nya terhadap Neha.


Neha mengingat apa yang di kata kan Exsel tadi, membersih kan diri dan menganti kan baju dengan yang ada di dalam lemari, lalu kembali menghadapi dia.


Mungkin untuk menerimah hukuman atau mempertanggung jawab kan apa yang dia lakukan pada makanan Exsel tadi.


"Huuuhh..!!!, Trimah saja, apa pun yang akan di lakukan Exsel pada ku nanti, toh memang kesalahan ku yang keterlaluan tadi..... Tapi aku kan lapar dan tidsk sengaja melakukan hal tadi, abis makanan nya enak, jadi aku merasa mubajir membuat makanan terlaku kama terbuka seperti itu. kan takut akan dingin" ucap Neha masih terselip pembelaan diri terhadap nya. bergumam sendiri di kamar sebelum turun menemui kemblai Exsel yang kata nya menunggu Neha di bawah....


.


Berjalan lamban, seperti ingin melangkah dan tidak, Neha memaksa kan diri berjalan keluar dari kamar menuju lantai dasar untuk menghadapi Exsel, seperti siap untuk berduel dan membela diri sebanyak mungkin.


Muka cemberut dan terus menyeret langkah lamban nya menuruni tangga, selangkah dan selangkah...


Mungkin rasa was-was yang mengerumunin hati Neha yang penuh dengan sesal atas sikap diri nya tadi yang membuat Exsel kesal telah memakan hidangan yang di sesiah kan untuk Tuan Exsel.


Akhir nya saat ini Neha benar-benar sudsh di lantai dasar, dengan Exsel yang menatap diri nya yang berjakan lamban menuju Exsel, Seperti anak kecil yang takut akan hukuman yang akan di beri kan oleh orang tua mereka.


Exsel yang melihat itu dari kejauhan, Tersenyum samar, dan berusaha ingin menakuti Neha yang memang Terlihat takut pada diri nya..


Dengan memanggil Neha, jari telunjuk Exsel menunjuk ke arah Neha lalu membuat jari nya, agar Neha lebih cepat mendekat pada nya.


Melihat itu Neha semakin mengerut kan kening nya dan mencebik kan bibir, pertanda dia semakin was-was dengan panggilan isarat oleh Exsel yang menyuruh dia untuk benar-benar mendekat ke dekat meja makan, di mana Exsel yang sedang menghadapi hidsngan yang Enak-enak di sana.


Belum sepenuh Neha mendekat ke Exsel, Namun Sudah bisa di jangkau, Exsel menarik tangan Neha dengan cepat, Sehingga Neha teduduk di pangkuan Exsel saat ini.

__ADS_1


Diam seperti anak kecil yang penurut, Neha saat ini menunduk tak berani menatap Exsel.


"Angkat kepala mu, di mata keberanian mu yang tinggi tadi" ucap Exsel mengangkat dagu Neha dengan telunjuk nya.


Dengan berat Neha menatap pria tampan yang saat ini memangku diri nya itu.


"Jangan perlihat kan wajah cemberut mu pada ku. atau aku akan" belum selesai Exsel mengucap kan itu, Neha sudah memanksa kan senyum lebar di depan Exsel.


Membuat hati Exsel tergelitik dan ingin tertawa dengan Exspresi Neha itu.


Namun Exsel begitu Kuat menahan tawa untuk tidak tertawa saat ini di depan Neha.


Masih bertahan dengan wajah tampan nan kaku, Exsel tetap memperlihat kan wajah berkarisma penuh daya tarik setiap wanita yang menatap nya.


"Kamu tau kesalahan mu apa??. Sehingga kamu aku panggil kan untuk menghadap ku saat ini. "Tanya Exsel yang masih betah dengan Ezspresi itu.


Namun sedetik kemudian Exsel benar-benar tersenyum samar, akibat dari ulah Neha.


Neha yang tadi nya tersenyum lebar, Saat mendengar pertanyaan Exsel, langsung merubah senyuman lebar tadi menjadi muka serius dan penuh dengan ketegangan dan hal itu, memang sangat terlihat tak di buat-buat oleh Exsel.


""Ma'af.…!!!!" ucap Neha dengan muka kaku nya itu.


Tanpa aba-aba Exsel melum at bib ir Neha dengan rakus, Namun tak bertahan lama, hanya sesaat dan kembali menatap Neha yang terlihat kaget.


"Bukan nya selama ini kamu sudah terbiasa dengan hal seperti Ini, Tapi Kenapa kamu selalu terlihat kaget saat aku mengambil sesuatu yang ku ingin kan dari mu secara spontan" tanya Exsel menatap Neha Lekat saat cumb uan itu sudah selesai Exsel lakukan terhadap Neha.


Mendengar pertanyaan itu, Neha memerah seperti anak gadis yang baru saja melakukan kesalahan dengan pria.

__ADS_1


__ADS_2