
Neha..Neha. kemana pun kamu pergi. tidak akan pernah lepas dari genggaman ku. dan akan ku remuk kan hati mu sehancur-hancur nya." ucap Exsel berteriak sambil tertawa seperti kesetanan di rumah mewah milik nya.
Exsel yang selalu mengingat bagai mana Neha mempermain kan keperkasaan nya. membuat kebencian selalu tertanam di dalam Hati Exsel sehingga membuat kebencian itu terus dan terus bertambah kepada Neha.
Dan lagi Exsel selalu terngiang-ngiang video yang di saksi kan langsung oleh nya saat Neha mempermain dia.
Padahal Exsel sudah memperlakukan Neha dengan saat baik. Uang yang banyak dan keluarga Neha yang di jaga lewat utusan nya. dengan sangat baik pula.
Tapi apa yang Neha lakukan pada Exsel. hal yang tidak terbayang kan oleh seorang Exsel. membayar Namun Exsel bekerja sendiri dsn membuat dia malu dengan semua itu.
Maka dari itu Neha harus membayar semua nya dengan nyawa Neha dan juga akan Exsel balas sakit hati nya dengan ikut serta kan kelaurga tersayang dan yang di jaga nya selama ini.
"Akan selalu menunggu mu untuk menjilat telapak kaki ku, Neha akan kau lihat di depan mata mu, bagai mana aku memperlakukan keluarga yang kau jaga selama ini." ucap Neha yang selalu di barengi dengan tawa setan khas Exsel yang sudah cukup menggila dan tak sabar menunggu kedatangan Neha.
Neha dan keluarga nya terus menlusuri hutan itu demi mencari jalan keluar dari tempat tesebut.
"Neha... makan lah dulu sebelum kita berpisah untuk selama nya di hutan ini. jika kamu tertangkap kami harus pergi meninggal kan kamu dan tidak inginn ikut dalam masalah mu, dan terlibat sedikit pun" ucap sang ibu menunggu untuk berjalan bersama dsn memberi Neha makanan. Karena sang ibu tahu, Neha belum memakan apa pun sejak pelarian itu terjadi...
"Aku tidak perlu makan, simpan saja untuk persiapan kalian melewati hutan ini, jika aku tertangkap. karena jika aku sudah tertangkap berati nyawa ini tidak lagi berada di tubuh ku" jawab Neha sedikit sedih saat mendengar sang ibu mengucap kan kata-kata itu...
__ADS_1
"Terserah kau mau makan atau tidak, setidak nya kau simpan jika saja saat saat tertangkap kau masih punya tenaga untuk melawan sedikit kepada mereka." jawab sang ibu dengan Nada kasar yang belum pernah ibu Neha ucap kan pada nya sejak dia lahir ke dunia ini. lalu sang ibu kembali mendahului Neha dan Neha masih tertegun di belakang sang ibu dan Neha tertinggal.
Melihat sang kakak yang melamun, Adik bungsu Neha cukup tak tega dengan itu semua... Lalu mendekat ke arah Neha dan menegur sang kaakak.
"Kak Neha, ayok...... lanjut kan perjalanan. takut nya akan terkejar oleh mereka. aku belum mau mati secara tragis dan sia-sia di hutan belantara ini.Ucap sang adik bungsu Neha. Neha yang mendengar itu ikut menjalan kan kuda milik nya mengikuti jalan yang di lewati sang ibu.
Sebungkus Nasi dengan lauk yang tercampur di dalam bungkusan daun pisang yang tertutup rapi yang di beri kan sang ibu tadi. Neha dimpan di dalam tas yang selalu dia bawa kemana pun dia pergi
Tas tersebut berisi kan uang yang telah dia trimah saat bekerja bersama Exsel sebelum nya. karena Neha menarik semua uang yang Exsel beri kan pada dia saat masih baik-baik saja.
Kini uang itu masih Neha simpan, karena tanpa uang, mereka tidak akan bisa hidup.
Walau pun uang itu, Niat Neha masih ingin membagi kan dengan sang ibu dan kedua adik nya saat berpisah Nanti. tapi saat ini masih tersimpan rapi dan belum ada tanda-tanda Neha akan menawar kan di dalam hutan yang mereka lewati bersama saat ini
Dan terdengar suara orang yang terdengar sayup-sayup dsri tempat Neha berada saat ini.
Tanpa sadar dan hati Nurani pelindung Neha. menghawatir kan sang ibu dan kedua adik nya yang mendahului Neha.
" Buk... Behenti di sana. coba diam sejenak dengar suara yang cukup jauh menembus hutan ini" ucap Neha. membuat sang ibu dan kedua adik nya berhenti dan diam untuk mendengar suara yang Neha maksud.
__ADS_1
Dan benar saja. ada suara orang lain di hutan yang mereka lewati. dengan perasaan was-was. Sang ibu mengajak mereka melanjut kan perjalanan. karena dengan berhenti di dalam hutan yang tidak mereka tau jalan dari mana harus nya mereka keluar. tidak akan membuat mereka terlepas dari marabahaya.
Karena hutan itu pun tak jauh menakut kan dari pengejaran yang mereka rasa kan saat ini.
Dengan kode tangan sang ibu mendahului anak-anak nya dan menyuruh anak-anak nya berada di belakang diri nya.
Karena jika bahaya datang.sang ibu lah yang dahulu melindungi anak-anak nya tersebut.
Ibu Neha mungkin sudah lupa dengan kata-kata kebencian yang dia ucap Kan kepada Neha tadi. sehingga dia kembali bersikap lembut kepada Neha.
"Neha.. jika terjadi sesuatu pada ibu lindungi adik-adik mu dan biar kan ibu yang menghadapi mereka, jika harus bertemu saat ini.
jangan oernah melawan mereka, Karena mereka bukan lawan yang sebanding. biar kan ibu kalian berkorban yang penting kalian selamat. dan jangan pernah kata kan akan berjuang hidup dan mati bersama. Karena sudsh pasti kita kalah" ucap sang ibu menoleh kepada ke tiga anak nya itu.
Neha yang mendengar itu langsung menangis Namun dia harus kuat, Karena jika lebih banyak menangis akan mengurang kan dan menguras tenaga yqng tersisa saat ini. jika nanti terjadi apa yang ibu nya kata kan..
"Buk. kenapa ibu lakukan itu, Bukan nya Neha sudah jahat pada ibu' ucap Neha mendekat kepada ibu nya.
Sang ibu terdiam sejenak. lalu kembali menatap wajah yang putri kesayangan nya itu.
__ADS_1
"Nak... jujur saja. yang tadi ibu katankan bukan ucapan dari hati ibu. tapi itu solusi dari mbak Yani, agar kamu tidak terlalu terbebani dan merasa berslah atas apa yang menimpa kita. Namun kenyataan nya. hati ibu mana yang relah membuang putri yang selama ini memperjuang kan kehidupan saudara dan ibu nya dan mempertaruh kan hidup nya sendiri.
"Ibu memang marah, tapi sudsh berlalu, dan tak ada guna nya semua itu. biar lah berlalu dannkita lupa kan. dan mempersiap kan dan menguat kan diri. untuk berjuang dari kehidupan di ambang kematian ini" ucap Ibu Neha menjelas kan kepada Neha dengan muka sedih itu.